Selamat Datang di Website KUA Karanganyar - Kabupaten Purbalingga - Provinsi Jawa tengah

11 Agustus 2025

Model Pendidikan Anak di Era Digital: Tantangan dan Solusi

Era digital telah mengubah cara kita hidup dan bekerja, termasuk cara kita mengajar anak. Pada zaman sekarang, anak-anak dikenalkan dengan teknologi sejak usia yang sangat muda. Karena itu, sangat krusial bagi orang tua untuk memberikan anak pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup di zaman digital.

Namun, zaman digital juga membawa tantangan buruk untuk perkembangan anak. Salah satu kendala utama adalah adanya konten negatif di dunia digital. Sebaran informasi yang belum terverifikasi, berita bohong, dan ujaran kebencian dapat menyebabkan perpecahan dan ketidaknyamanan di masyarakat. Selain itu, perundungan di dunia maya atau cyberbullying juga merupakan masalah serius yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan emosional para korban. Satu tantangan lain adalah adanya kesenjangan digital. Tidak semua orang mendapatkan akses yang setara terhadap teknologi dan internet, sehingga berisiko memperburuk ketidaksetaraan sosial dan ekonomi. Keterbatasan dalam mengikuti kemajuan teknologi juga dapat menghalangi kesempatan individu untuk tumbuh dan mencapai keberhasilan

Memelihara Keharmonisan di Era Digital Dalam era digital yang dipicu oleh internet, sangat penting bagi orang tua untuk memberikan pendidikan digital kepada anak. Sebenarnya, pendidikan digital untuk anak-anak bukan hanya mengajarkan mereka cara memanfaatkan teknologi, melainkan juga mengenai penggunaan teknologi dengan cara yang bertanggung jawab dan aman.

Orang tua harus memberitahukan anak mengenai keuntungan dan bahaya internet, serta bagaimana cara memanfaatkannya dengan aman dan efektif. Orang tua juga harus mengawasi kegiatan daring anak dan memastikan mereka tidak terkena konten yang tidak sesuai. Sebab tugas orang tua sejatinya adalah mendidik anak mereka. Hal ini tercermin dalam hadis Nabi Muhammad SAW :

   أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا مِنْ نَحْلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ 

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada pemberian seorang ayah kepada anaknya yang lebih utama daripada pendidikan yang baik." [HR. Tirmidzi] 


Pertama, memandu dan mengatur anak dalam pemakaian gawai. Langkah pertama yang penting adalah menetapkan pedoman yang tegas mengenai penggunaan perangkat. Ini termasuk mengatur waktu layar (lama penggunaan layar) sesuai dengan umur anak. Selain itu, orang tua harus memahami aplikasi dan situs web yang diakses oleh anak. Utilize fitur kontrol orang tua untuk membatasi akses ke konten yang tidak pantas dan mengatur waktu penggunaan internet.

Kedua, menjadi orang tua yang melek digital. Sebenarnya, orang tua tak dapat lagi mengabaikan keberadaan dunia digital. Seyogianya, siapkan diri dengan pengetahuan fundamental tentang teknologi agar mampu menemani anak menjelajahi dunia online. Orang tua dapat belajar bersama anak tentang aplikasi pendidikan, cara berinternet yang aman, serta etika berkomunikasi di dunia maya.

Tidak dapat disangkal, era digital terus maju, demikian juga dengan tantangan dan risikonya. Orang tua harus terus mempelajari dan memperbaharui wawasan mereka mengenai kemajuan teknologi dan dunia digital. Dengan pengetahuan yang memadai, orang tua dapat lebih cepat dalam menghadapi berbagai situasi yang tidak diinginkan dan mendukung anak dengan lebih efektif.

Ketiga, pilihlah konten yang mendidik dan menghibur. Di zaman digital saat ini, peran orang tua menjadi sangat krusial dalam memilih konten yang berguna untuk pertumbuhan anak. Orang tua perlu dapat memilih konten yang mendidik dan interaktif untuk mendukung proses belajar dan perkembangan anak. Konten pembelajaran dapat mendukung anak dalam memahami berbagai hal, seperti matematika, membaca, atau mengeksplorasi kosakata baru. Pilihlah aplikasi dan situs web yang dibuat khusus untuk anak-anak dengan konten yang sesuai dengan usia serta keterampilan mereka. Jamin konten tersebut aman dan terhindar dari unsur yang tidak layak.

Konten interaktif dapat menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan menarik bagi anak-anak. Pilihlah materi yang memungkinkan anak untuk terlibat aktif, seperti bermain permainan belajar, menonton video kartun, atau mendengarkan cerita yang interaktif. Di sisi lain, dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal [8] ayat 28, Allah mengingatkan bahwa harta dan anak-anak adalah cobaan, atau tantangan bagi manusia. Allah SWT juga menegaskan bahwa di sisi-Nya ada imbalan yang besar bagi mereka yang mampu menghadapi ujian ini dengan baik. Yaitu, mereka yang tidak terpesona oleh kekayaan dan keturunan, serta tetap patuh kepada Allah SWT dalam berbagai keadaan.

  وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ  

Artinya: "Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai ujian dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar."  


Akhirnya, mendidik anak di zaman digital bukan soal melarang teknologi, tetapi tentang memberi mereka kekuatan untuk menggunakannya dengan bijak. Dengan pengawasan dan arahan yang sesuai, orang tua dapat memastikan bahwa dunia digital menjadi tempat belajar yang aman dan berguna bagi anak.


Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumat Berakar dan Berlian Mengantarkan KUA Karanganyar Raih Juara III Lomba Video Kreatif

KUA Karanganyar raih Juara III Lomba Video Kreatif dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Ke-80, Rabu (7/1/2026). Foto : Tim K...