Selamat Datang di Website KUA Karanganyar - Kabupaten Purbalingga - Provinsi Jawa tengah

16 Februari 2026

Sambut Ramadan, Geber BBM Hadirkan Masjid Bersih dan Nyaman

Tim Geber BBM KUA Karanganyar diterima oleh Takmir Masjid Baiturrahman Desa Maribaya. 

Program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid (BBM) Tahun 2026 dalam rangka menyukseskan dan meningkatkan kualitas pemberdayaan rumah ibadah menjelang Ramadan 1447 H/2026 M kembali digelar oleh KUA Karanganyar. Kegiatan yang mengusung semangat Masjid Berdaya Berdampak tersebut dilaksanakan di Masjid Baiturrahman Desa Maribaya RT 03 RW 02 pada Senin (16/2/2026).

Geber BBM merupakan wujud nyata kepedulian dan sinergi dalam menyambut bulan suci Ramadan, sekaligus meneguhkan peran masjid sebagai pusat ibadah, pemberdayaan umat, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan masyarakat. Program dilaksanakan secara gotong royong oleh jajaran KUA Karanganyar yang terdiri dari Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama Islam, serta staf KUA Karanganyar bersama pengurus takmir dan masyarakat setempat.

Sejak pagi hari, suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan bersih-bersih. Para peserta bergotong royong membersihkan ruang utama masjid, tempat wudhu, halaman, hingga fasilitas pendukung lainnya. Tidak hanya sekadar kegiatan fisik, Geber BBM juga menjadi sarana mempererat ukhuwah serta membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan rumah ibadah merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keimanan.

Dalam kegiatan tersebut, KUA Karanganyar juga menyerahkan kenang-kenangan berupa kipas angin dan perlengkapan alat kebersihan sebagai bentuk dukungan terhadap kenyamanan jamaah dan keberlanjutan program kebersihan masjid.

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Geber BBM bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan gerakan berkelanjutan yang dampaknya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Masjid Baiturrahman Desa Maribaya.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pembinaan umat. Melalui program Geber BBM ini, kami ingin menghadirkan masjid yang bersih, nyaman, dan berdaya sehingga jamaah semakin khusyuk dalam beribadah serta masyarakat merasakan manfaat nyata dari keberadaan masjid,” ungkap Amin. 

Amin Nasirudin juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KUA Karanganyar dalam mendukung penguatan fungsi sosial dan spiritual rumah ibadah, terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan.

Ketua Takmir Masjid Baiturrahman, Sholehan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian serta sinergi yang terjalin melalui kegiatan tersebut.


“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari KUA Karanganyar. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kemakmuran masjid serta memberikan semangat bagi kami untuk terus menjaga dan mengelola masjid agar semakin nyaman dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Sholehan. 

Menjelang datangnya Ramadan 1447 H, KUA Karanganyar juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat.

“Kami segenap keluarga besar KUA Karanganyar memohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan, mempererat ukhuwah, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita semua,” ujar Kepala KUA Karanganyar.

Program Geber BBM ini, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap rumah ibadah terus tumbuh, sehingga masjid benar-benar menjadi pusat peradaban umat yang berdaya, berdampak, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas.


Kontributor: Artanti Laili Zulaiha 

13 Februari 2026

Nyadran KUA Karanganyar, Rawat Tradisi dan Syukuri Prestasi WBK Kemenag Purbalingga

Usai ziaroh di makom KH Hisyam Abdul Karim di Kompleks Pondok Pesantren Roudlhotus Solichin Sholichat 
di Desa Kalijaran.

Karanganyar_KUA Karanganyar menggelar kegiatan Nyadran di hari Jumat, 13 Februari 2026, sebagai wujud pelestarian tradisi, penghormatan kepada para tokoh pendahulu, sekaligus ungkapan syukur atas capaian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang berhasil meraih predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dari KemenPAN RB RI pada Rabu (11/2/2026).

Kegiatan diawali dengan doa bersama di aula balai nikah KUA Karanganyar. Doa dipimpin oleh Sayono, Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar, dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Seluruh jajaran ASN mengikuti rangkaian doa sebagai bentuk muhasabah dan permohonan keberkahan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Ziaroh di makom Eyang Sindupati di Desa Karanganyar.

Usai doa bersama, rombongan melaksanakan ziarah ke sejumlah makam tokoh penting di Karanganyar. Ziarah pertama dilakukan ke makam Eyang Raden Sindupati, pendiri Kecamatan Karanganyar. Selanjutnya rombongan berziarah ke makam K.H. Hisyam Abdul Karim atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Hisyam Kalijaran, serta ke Desa Maribaya berziarah ke makam K.H. Muhamad Irsyad  Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Wa Naqsabandiyah dan K.H. Syarif Nurholis. 

Dalam setiap prosesi ziarah, doa dipimpin oleh Basrowi dengan suasana yang sarat nilai spiritual dan penghormatan atas jasa para pendahulu dalam membangun fondasi keagamaan dan sosial masyarakat Karanganyar.

Ziaroh ke makam K.H. Muhamad Irsyad Syech Syarif Nurkholis, di Desa Maribaya Kecamatan Karanganyar.

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Nyadran bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan integritas.

“Nyadran ini bukan hanya tentang mengenang para pendahulu, tetapi juga menguatkan komitmen kita untuk melanjutkan perjuangan mereka. Terlebih dengan diraihnya predikat WBK oleh Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, ini menjadi amanah besar bagi kami untuk terus menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujar Amin Nasirudin.

Amin menambahkan bahwa capaian WBK harus menjadi motivasi bersama untuk membangun budaya kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel di lingkungan KUA Karanganyar.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama sebagai wujud rasa syukur atas nikmat dan prestasi yang telah diraih. Kebersamaan tersebut menjadi simbol kekompakan dan semangat kolektif seluruh jajaran dalam mengemban tugas pelayanan keagamaan.

Melalui kegiatan Nyadran ini, KUA Karanganyar tidak hanya merawat tradisi dan menghormati sejarah, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus berbenah, berintegritas, dan hadir sebagai pelayan umat yang amanah.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

30 Januari 2026

BERLIAN KUA Karanganyar : Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih, Asri, dan Nyaman

BERLIAN hadir kembali di setiap Jumat keempat, komitmen wujudkan lingkungan kerja asri dan nyaman. 
Foto : Tanti.

Karanganyar_BERLIAN (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman) dijalankan oleh ASN KUA Karanganyar pada Jumat (30/1/2026). BERLIAN merupakan komitmen seluruh ASN KUA Karanganyar dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, indah, dan nyaman, baik bagi para pegawai maupun masyarakat yang datang untuk mendapatkan layanan.

Seluruh ASN KUA Karanganyar bersama-sama melakukan kegiatan bersih-bersih kantor, menata ruang kerja, serta merawat taman dan area hijau di sekitar lingkungan kantor. Suasana kebersamaan dan gotong royong tampak mewarnai pelaksanaan kegiatan tersebut, mencerminkan semangat kerja kolektif dalam menjaga kenyamanan ruang pelayanan publik.

Secara berkala membersihkan lingkungan dan sudut KUA, agar lebih nyaman dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Foto : Tanti.

Kepala KUA Kecamatan Karanganyar, Amin Nasirudin, menegaskan bahwa program BERLIAN memiliki makna lebih dari sekadar menjaga kebersihan kantor.

“Program BERLIAN ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan lingkungan kerja yang bersih, asri, dan nyaman. Lingkungan yang tertata dengan baik akan berdampak langsung pada semangat kerja pegawai dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Amin Nasirudin.

Amin menambahkan, kantor yang bersih dan rapi juga mencerminkan profesionalisme serta tanggung jawab ASN dalam memberikan pelayanan publik yang terbaik.

“Kami meyakini bahwa pelayanan yang baik berawal dari lingkungan kerja yang mendukung. Ketika kantor bersih dan nyaman, masyarakat yang datang pun akan merasakan suasana pelayanan yang lebih humanis dan menyenangkan,” tambahnya.

 

Layanan tidak hanya persoalan administrasi, tapi lingkungan yang bersih juga merupakan bagian dari layanan prima. Foto : Tanti.

Program BERLIAN dilaksanakan secara rutin setiap Jumat keempat di setiap bulannya. BERLIAN ini lebih dari sekadar program kebersihan, BERLIAN mencerminkan etos kerja KUA Karanganyar yang menjunjung tinggi nilai kebersihan, kerapian, dan keindahan. BERLIAN sekaligus membuktikan bahwa KUA Karanganyar tidak hanya fokus pada urusan administrasi keagamaan, tetapi juga peduli terhadap detail-detail sederhana yang mampu menciptakan pengalaman pelayanan yang positif dan berkesan bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)

29 Januari 2026

KUA Karanganyar Kunjungi Posko Layanan Keagamaan Kemenag di Lokasi Banjir Bandang Purbalingga

Kondisi sepekan di Desa Gunung Malang yang terdampak banjir bandang. Foto : Tarom.

Purbalingga_Penyuluh Agama Islam, Penghulu, dan staf Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar melakukan kunjungan ke Posko Layanan Keagamaan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang berada di lokasi terdampak banjir bandang, Kamis (29/1/2026). Kunjungan dilakukan di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, serta Desa Serang, Kecamatan Karangreja.

Kehadiran KUA Karanganyar merupakan bentuk empati dan kepedulian terhadap para korban bencana alam yang melanda wilayah lereng Gunung Slamet. Dalam kunjungan tersebut, para penyuluh, penghulu, dan staf KUA Karanganyar tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga menyapa serta berkomunikasi langsung dengan warga terdampak, baik yang berada di lokasi pengungsian maupun di titik-titik bencana. Dialog dan sapaan hangat tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan moril dan menumbuhkan semangat bagi para korban yang tengah menghadapi masa sulit.

KUA Karanganyar berkunjung ke Posko Layanan Keagamaan Kemenag Purbalingga 
dengan membawa bantuan bantal dan mie instan. Foto : Tanti.

Pada kesempatan tersebut, KUA Karanganyar menyerahkan bantuan berupa lima dus mi instan dan 30 buah bantal untuk para pengungsi, serta makanan ringan berupa dimsum untuk para relawan yang bertugas di Posko Layanan Keagamaan Kemenag Purbalingga.

Bencana banjir bandang dan longsor diketahui terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 23–24 Januari 2026, sekitar pukul 22.00–03.00 WIB, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan lereng Gunung Slamet. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, dampak kerusakan cukup signifikan di sejumlah wilayah.

Di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, tercatat sebanyak 78 rumah terdampak luapan banjir, tujuh rumah hanyut, serta tiga rumah mengalami kerusakan berat. Puluhan hewan ternak dilaporkan hanyut dan mati, dua jembatan terputus, tujuh sepeda motor dan dua mobil hilang terbawa arus banjir.

Sementara itu, di Kecamatan Karangreja, Desa Kutabawa Dusun Bambangan, sebanyak 29 rumah mengalami rusak ringan, sekitar 60 hektare lahan pertanian gagal panen, 1.000 sak pupuk beserta alat pertanian hilang, serta tiga sepeda motor hanyut. Akses jalan kabupaten tertutup material longsor sepanjang kurang lebih 12 meter dan jembatan penghubung Kutabawa–Clekatakan dilaporkan ambruk.

Kerusakan terparah terjadi di Desa Serang, Kecamatan Karangreja. Di Dusun Kaliurip, sebanyak 36 rumah rusak berat akibat tertimbun lumpur, batu, dan kayu, enam rumah rata dengan tanah, serta sekitar 500 jiwa terpaksa mengungsi. Di Dusun Gunung Malang, tercatat 12 rumah rusak berat, enam rumah terancam, dua ruas jalan kabupaten terputus, dan dua jembatan mengalami kerusakan.

Bercengkrama dengan para relawan di Posko Layanan Keagamaan Kemenag Purbalingga 
di Desa Sangkanayu. Foto : Aris Sungkowo. 

Salah satu Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar, Sayono, menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa warga.

“Kami turut prihatin dan berduka atas bencana banjir bandang yang melanda saudara-saudara kita di Sangkanayu dan Serang. Semoga para korban diberi ketabahan dan kekuatan, serta Allah SWT segera mengganti musibah ini dengan kebaikan dan kemudahan,” ungkap Sayono.

Sayono menambahkan, kehadiran KUA Karanganyar di lokasi bencana merupakan bagian dari ikhtiar kemanusiaan dan pelayanan keagamaan, agar masyarakat merasa tidak sendiri dalam menghadapi musibah.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam)

25 Januari 2026

MAHAR IKATAN : Manfaatkan Halaman Kantor Ikhtiar Ketahanan Pangan (Upaya KUA Karanganyar Mendukung Program Ekoteologi, Kemenag Asri, Urab Mendoan dan Ketahanan Pangan)

Manfaatkan Halaman Kantor Ikhtiar Ketahanan Pangan (MAHAR IKATAN) 
merupakan program inovasi dari KUA Karanganyar. Foto : Sayono.

Karanganyar_Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar terus bekerja untuk meningkatkan peranannya di masyarakat, tidak hanya dalam pelayanan keagamaan dan administrasi, tetapi juga dalam menangani masalah strategis yang memengaruhi kehidupan umat. MAHAR IKATAN (Manfaatkan Halaman Kantor Ikhtiar Ketahanan Pangan) adalah inisiatif baru dari Kantor Urusan Agama Karanganyar. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan halaman kantor sebagai lahan pertanian yang produktif.

Program MAHAR IKATAN muncul dari kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara nilai-nilai spiritual, manusia, dan alam. Saat ini, halaman kantor digunakan sebagai lahan pertanian sederhana, menanam sayuran seperti pare, tomat, dan cabai. Dengan MAHAR IKATAN, KUA Karanganyar menunjukkan dukungannya terhadap program Ekoteologi, Kemenag Asri, dan inisiatif URAB MENDOAN (Ustadz dan Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan).

MAHAR IKATAN merupan contoh sederhana namun penting untuk membangun ketahanan pangan di komunitas kecil. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab moral dan sosial bersama. Dengan memanfaatkan halaman kantor sebagai tempat untuk bertanam, KUA ingin menunjukkan bahwa setiap tempat memiliki potensi untuk dihidupkan dan bahwa setiap usaha, dapat membantu keberlangsungan kehidupan.

Tanaman pare, tomat, dan cabai dipilih sebagai awal dari program MAHAR IKATAN. Foto : Sayono.

MAHAR IKATAN juga didasarkan pada ekoteologi, suatu kepercayaan agama yang menggabungkan pengabdian kepada alam sebagai bagian dari ibadah. Menurut firman Allah SWT, manusia bertanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan memakmurkan alam seperti khalifah di bumi.

"Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi...." (QS. Al-An’am: 165).

Ayat tersebut menegaskan bahwa amanah kekhalifahan menuntut manusia untuk tidak bersikap eksploitatif, melainkan mengelola bumi dengan penuh tanggung jawab dan kebermanfaatan.

Tanaman pare menjadi pilihan karena cukup mudah, berkhasiat dan cocok untuk ketahanan pangan. 
Foto : Aris Sungkowo.

Selain itu, aktivitas bercocok tanam yang dilakukan melalui MAHAR IKATAN juga memiliki nilai ibadah sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW dalam hadisnya:

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman atau bercocok tanam, lalu hasilnya dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan menjadi sedekah baginya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menjadi landasan spiritual untuk percaya bahwa bertani memiliki manfaat sosial dan ukhrawi selain keuntungan finansial.

MAHAR IKATAN mulai menunjukan hasilnya yaitu berbuahnya tanaman tomat. Foto : Tarom. 

Melalui MAHAR IKATAN, KUA Karanganyar berharap dapat meningkatkan kesadaran ASN dan masyarakat bahwa upaya sederhana dapat membantu ketahanan pangan. MAHAR IKATAN juga diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi instansi pemerintah, khususnya KUA, untuk berpartisipasi secara aktif dalam menciptakan lingkungan yang asri, produktif, dan berkelanjutan.

MAHAR IKATAN tidak sekadar menanam sayuran di halaman kantor; itu juga mengajarkan nilai kepedulian, kemandirian, dan tanggung jawab dalam hidup. sebuah upaya yang menggabungkan peran keagamaan, kepedulian lingkungan, dan semangat ketahanan pangan untuk kemaslahatan alam dan kemaslahatan umat.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

23 Januari 2026

KUA Karanganyar Gelar Program JUMPA di Masjid Babussalam

Jumatan dan Pembinaan Agama (JUMPA) kembali digelar oleh KUA Karanganyar pada Jumat (23/1/2026) bertempat di Masjid Babussalam Desa Karanganyar. Foto Said Ali Setiyawan.

Karanganyar_Kantor Urusan Agama Karanganyar kembali melaksanakan program JUMPA (Jumatan dan Pembinaan Agama), pada Jumat (23/1/2026) bertempat di Masjid Babussalam, Desa Karanganyar.

JUMPA merupakan program proaktif KUA Karanganyar yang dirancang untuk mendekatkan pelayanan keagamaan dengan masyarakat. Program ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat pada minggu ketiga setiap bulannya, dengan lokasi yang bergilir di masjid-masjid wilayah Kecamatan Karanganyar.

Tujuan utama JUMPA adalah menjalin kedekatan dan kebersamaan antara KUA dan masyarakat melalui momen spiritual yang penuh makna, yakni setelah pelaksanaan salat Jumat. Momen tersebut dinilai strategis karena memungkinkan interaksi langsung dengan jamaah dari berbagai lapisan masyarakat.

Flyer JUMPA, desain oleh Artanti Laili Zulaiha. 

Dalam pelaksanaannya, KUA Karanganyar tidak hanya hadir mengikuti salat Jumat, tetapi juga memberikan pembinaan dan penyuluhan agama. Melalui JUMPA, jamaah diberi ruang untuk berdialog dan menyampaikan berbagai pertanyaan seputar persoalan keagamaan maupun layanan yang tersedia di KUA. Dengan demikian, KUA Karanganyar berharap dapat berperan sebagai fasilitator dalam memperdalam pemahaman keislaman masyarakat sekaligus mempermudah akses terhadap layanan publik.

Pada kesempatan tersebut, Kepala KUA Kecamatan Karanganyar, Amin Nasirudin, menyampaikan sambutan sekaligus pembinaan kepada jamaah Masjid Babussalam. Ia menekankan pentingnya memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat. 
JUMPA juga menyampaikan cindera mata berupa mushaf Al Quran kepada Takmir Masjid Babussalam.

Amin Nasirudin memberika cindera mata kepada Takmir Masjid Babussalam. Foto : Said Ali Setiyawan.

“Program JUMPA ini merupakan ikhtiar KUA Karanganyar untuk terus hadir dan dekat dengan masyarakat. Melalui momen selepas salat Jumat, kami ingin membangun komunikasi yang hangat, memberikan pembinaan keagamaan, serta memastikan layanan KUA dapat diakses dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat", ungkap Amin Nasirudin.

Khutbah Jumat disampaikan oleh Sayono, Penyuluh Agama Islam, yang juga bertindak sebagai khotib dan imam salat Jumat. Dalam khutbahnya, Sayono mengangkat tema Lima Nasihat Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu: pertama, hiduplah sesukamu karena sesungguhnya manusia pasti akan meninggal dunia; kedua, cintailah siapa saja yang dicintai karena pada akhirnya pasti akan berpisah; ketiga, beramallah semaumu karena setiap perbuatan akan menuai balasannya; keempat, kemuliaan seorang mukmin terletak pada salat malam; dan kelima, kehormatan seorang mukmin adalah ketika ia tidak bergantung kepada manusia.

“Lima nasihat Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita tentang kesadaran akan kehidupan, kematian, dan tanggung jawab amal. Seorang mukmin yang mulia adalah mereka yang menjaga ibadahnya, terutama salat malam, serta tidak menggantungkan kehormatannya kepada manusia”, jelas Sayono.

Melalui program JUMPA, KUA Karanganyar berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperkuat pembinaan keagamaan, serta membangun sinergi demi terwujudnya kehidupan beragama yang harmonis dan berkelanjutan.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

07 Januari 2026

Jumat Berakar dan Berlian Mengantarkan KUA Karanganyar Raih Juara III Lomba Video Kreatif

KUA Karanganyar raih Juara III Lomba Video Kreatif dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Ke-80, Rabu (7/1/2026). Foto : Tim Kreatif Kemenag Purbalingga.

Purbalingga_KUA Karanganyar kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara III Lomba Video Kreatif dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 tingkat Kabupaten Purbalingga. Pengumuman kejuaraan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertepatan dengan acara Tasyakuran HAB Kemenag ke-80 yang bertempat di Aula Uswatun Khasanah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Lomba video kreatif ini diikuti oleh seluruh KUA se-Kabupaten Purbalingga dan perwakilan Madrasah sebagai bentuk partisipasi dan inovasi dalam menyemarakkan HAB Kemenag ke-80. Mengusung tema Ekoteologi dan ECO Office, KUA Karanganyar berhasil menarik perhatian dewan juri melalui penguatan program unggulan Jumat Berakar (Jumat Berkah KUA Karanganyar) dan Berlian (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman).

Program Jumat Berakar merupakan inovasi KUA Karanganyar yang mengintegrasikan pelayanan keagamaan dengan kepedulian lingkungan. Melalui Jumat Berakar, KUA Karanganyar melalukan gerakan berbagi bibit pohon manggis. Bibit pohon manggis diberikan kepada pengguna layanan yang datang ke KUA setiap Jumat Pertama di setiap bulannya.

Piagam Penghargaan sebagai Juara III Lomba Video Kreatif dalam rangka HAB Kemenag Ke-80. Foto : Sayono.

Sementara itu, program Berlian difokuskan pada upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, asri, nyaman, dan ramah lingkungan, sejalan dengan semangat ECO Office dan Asta Protas Kementerian Agama RI tentang Ekoteologi.

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut.

“Prestasi ini bukan semata tentang lomba, tetapi tentang komitmen bersama seluruh ASN KUA Karanganyar dalam menghadirkan nilai-nilai agama yang membumi, salah satunya melalui kepedulian terhadap lingkungan. Program Jumat Berakar dan Berlian adalah ikhtiar kecil kami untuk menanamkan kesadaran ekoteologi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Amin Nasirudin juga menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif dan konsistensi dalam menjalankan program, bukan kerja instan semata.

Tarom menerima piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan sebagai Juara III Lomba Video Kreatif dalam rangka HAB Kemenag Ke-80. Foto : Tim Kreatif Kemenag Purbalingga.

Senada dengan hal tersebut, Tarom, selaku perwakilan Tim Media Sinar KUA Karanganyar, mengungkapkan bahwa proses pembuatan video dilakukan dengan penuh semangat kolaborasi.

“Kami berupaya menyajikan video yang tidak hanya kreatif secara visual, tetapi juga kuat dari sisi pesan. Ekoteologi dan ECO Office kami angkat berdasarkan praktik nyata yang sudah berjalan di KUA Karanganyar, sehingga video ini benar-benar merepresentasikan gerakan yang hidup,” jelasnya.

Prestasi sebagai Juara III semakin menegaskan konsistensi KUA Karanganyar dalam mengimplementasikan nilai-nilai ekoteologi secara berkelanjutan. Sebelumnya, KUA Karanganyar melalui Program Jumat Berakar (Jumat Berkah KUA Karanganyar) dan Berlian (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman) juga telah menerima penghargaan sebagai KUA Pelopor Ekoteologi Triwulan IV. Penghargaan tersebut diserahkan pada Upacara Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI yang digelar pada Sabtu, 3 Januari 2026, bertempat di Lapangan MIN 1 Purbalingga.

Prestasi ini menjadi motivasi bagi KUA Karanganyar untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat peran KUA sebagai institusi keagamaan yang responsif terhadap isu lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh ASN KUA Karanganyar dan Tim Media Sinar KUA Karanganyar atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi nyatanya hingga berhasil mengharumkan nama KUA Karanganyar di tingkat Kabupaten Purbalingga. 

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam)

Sambut Ramadan, Geber BBM Hadirkan Masjid Bersih dan Nyaman

Tim Geber BBM KUA Karanganyar diterima oleh Takmir Masjid Baiturrahman Desa Maribaya.  Program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid ...