Khotmil Quran dan Doa Bersama menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, meneladani perjuangan santri, serta meneguhkan komitmen ASN dalam memberikan pelayanan yang tulus, profesional, dan berintegritas. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.
Karanganyar_Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026, ASN KUA Karanganyar mengikuti kegiatan Khotmil Quran dan Doa Bersama yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan ASN KUA Karanganyar mengikuti rangkaian acara dari Ruang Konsultasi KUA Karanganyar.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai momentum untuk mengenang perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia sekaligus memperkuat semangat pengabdian, keteladanan, dan integritas ASN di lingkungan Kementerian Agama.
Acara dipandu oleh Sri Lestari selaku pembawa acara (MC) yang energik, sehingga rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat. Khotmil Quran dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Moh. Nur Hidayat, dengan suasana khusyuk. Lantunan ayat suci Al-Quran dan doa bersama menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta kemajuan bangsa dan negara.
Orasi Hari Santri: Meneladani Perjuangan dan Akhlak Santri
Dalam orasi Hari Santri Nasional, Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Sudiono, menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, semangat kesantrian tidak terbatas pada mereka yang menempuh pendidikan di pesantren, tetapi juga tercermin dalam perilaku baik, akhlak mulia, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Hari Santri Nasional merupakan wujud penghargaan terhadap perjuangan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Nilai-nilai kesantrian hendaknya tidak hanya dipahami sebagai identitas, tetapi juga diwujudkan melalui perilaku yang baik, akhlak mulia, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.” demikian pesan Sudiono dalam orasinya.
Ia juga mengajak peserta untuk memahami sejarah Hari Santri sebagai pengingat atas kontribusi kalangan pesantren dalam perjuangan bangsa, termasuk semangat perjuangan yang melatarbelakangi lahirnya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk meneruskan nilai perjuangan tersebut melalui karya, tanggung jawab, dan pengabdian pada masa kini.
Dengan mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Sudiono menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai santri dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa santri membawa tiga pesan utama, yakni sebagai pewaris ilmu, pribadi yang berakhlak, dan insan yang mengamalkan ilmunya.
Dalam penyampaiannya, Sudiono juga mengingatkan pentingnya menghargai waktu melalui ungkapan, “Waktu adalah uang, tetapi uang bukanlah waktu.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa waktu merupakan kesempatan berharga yang harus dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal bermanfaat.
Ia turut menguraikan tiga gambaran karakter manusia dalam kehidupan sosial. Pertama, manusia yang diibaratkan seperti makanan karena kehadirannya selalu dibutuhkan orang lain. Kedua, manusia yang diibaratkan seperti obat karena dicari ketika seseorang menghadapi kesulitan. Ketiga, manusia yang diibaratkan seperti penyakit karena keberadaannya tidak disenangi. Pesan ini mengajak setiap orang untuk menjadi pribadi yang membawa manfaat, memberikan pertolongan, dan menghadirkan kebaikan bagi sesama.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Purbalingga Tekankan Tri Dharma Santri
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, dalam arahannya mengajak seluruh ASN untuk meneladani nilai-nilai perjuangan dan pengabdian santri. Ia menekankan tiga peran utama santri yang menjadi fondasi kontribusi bagi masyarakat, yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
“Tri Dharma Santri tercermin dalam tiga peran utama, yaitu santri bergerak dalam bidang pendidikan, santri tidak lepas dari dakwah, dan santri melaksanakan pemberdayaan masyarakat. Ketiga peran ini menjadi kekuatan penting dalam membangun masyarakat dan menguatkan negeri menuju Indonesia Emas.” tegas Zahid Khasani.
Ia mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan publik. Semangat santri hendaknya diwujudkan melalui pelayanan yang tulus dan ikhlas, tanpa pamrih, serta dilaksanakan sepenuh hati. Selain itu, kebiasaan saling mendoakan ant rekan kerja, menjaga ketulusan, dan membangun kemandirian perlu terus dipelihara sebagai bagian dari budaya kerja yang positif.
Zahid Khasani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga atas dukungan dan partisipasi dalam pembangunan Zona Integritas. Apresiasi tersebut diharapkan menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat akuntabilitas, serta menjaga integritas dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.
Meneguhkan Integritas dan Semangat Pengabdian
Bagi ASN KUA Karanganyar, keikutsertaan dalam Khotmil Quran dan Doa Bersama ini menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas sekaligus memperbarui komitmen dalam memberikan pelayanan keagamaan yang profesional, humanis, dan berintegritas.
Nilai-nilai yang diwariskan para santri, mulai dari kecintaan terhadap ilmu, kemuliaan akhlak, kemandirian, hingga pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan tanggung jawab ASN Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan yang tulus dan berkualitas.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, ASN KUA Karanganyar diharapkan semakin teguh mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Semangat santri bukan sekadar dikenang sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa, melainkan harus terus hidup dalam perilaku, karya, dan pengabdian nyata demi terwujudnya Indonesia yang maju, berakhlak, dan bermartabat.
ASN KUA Karanganyar mengikuti kegiatan Khotmil Quran dan Doa Bersama secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Konsultasi KUA Karanganyar, Jumat (16/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.
Momentum Dua Tahun Kepemimpinan
Kegiatan Khotmil Quran dan Doa Bersama dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 ini juga berlangsung bertepatan dengan momentum dua tahun kepemimpinan Zahid Khasani sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.
Keluarga besar KUA Karanganyar menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Zahid Khasani atas dua tahun pengabdiannya dalam memimpin Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Apresiasi ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.
Kepala KUA Kecamatan Karanganyar, Amin Nasirudin beserta seluruh ASN berharap, momentum dua tahun kepemimpinan ini semakin memperkuat sinergi dan semangat kebersamaan seluruh satuan kerja dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, KUA Karanganyar berkomitmen untuk terus meneladani nilai-nilai santri melalui ketulusan dalam melayani, keteguhan menjaga integritas, serta pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dukungan terhadap pembangunan Zona Integritas juga akan terus diperkuat melalui budaya kerja yang berintegritas, kolaboratif, dan bertanggung jawab.
Momentum Hari Santri Nasional dan dua tahun kepemimpinan Zahid Khasani ini diharapkan menjadi penguat tekad seluruh ASN KUA Karanganyar untuk terus bergerak bersama, meningkatkan mutu pelayanan, dan menghadirkan kemanfaatan bagi umat sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan Indonesia Emas.
Kontributor : Artanti Laili Zulaiha