Selamat Datang di Website KUA Karanganyar - Kabupaten Purbalingga - Provinsi Jawa tengah

09 September 2026

MBO Kemenag Purbalingga Teguhkan Integritas ASN dan Perkuat Implementasi ZI

Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) mengikuti MBO (Morning Briefing Online) Kemenag Purbalingga. MBO ini berfokus pada peneguhan integritas ASN dan penguatan implementasi Zona Integritas (ZI) untuk pelayanan publik yang lebih baik. Foto : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Purbalingga_Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga kembali melaksanakan kegiatan Morning Briefing Online (MBO) secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu pagi, 9 September 2026, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, termasuk seluruh ASN KUA Karanganyar yang mengikuti kegiatan secara bersama-sama di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar.

MBO kali ini membahas sejumlah agenda strategis, meliputi pengisian SIAPI bagi seluruh ASN, penguatan Program Zona Integritas (ZI), serta tindak lanjut Program Inovasi Berdampak Urab Mendoan (Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan) Versi 2.

Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Sudiono, dalam arahannya menekankan pentingnya membangun dan menanamkan kejujuran dalam diri setiap ASN sebagai bagian dari nilai integritas. Menurutnya, integritas tidak hanya diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga melalui kedisiplinan dan keteladanan dalam menjalankan tugas.

“Penanaman kejujuran pada ASN Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga merupakan bagian dari nilai integritas. Selanjutnya adalah disiplin, termasuk tepat waktu dan patuh pada aturan,” tegas Sudiono.

Selain penguatan integritas dan disiplin, MBO juga menyoroti keberlanjutan Program Inovasi Berdampak Urab Mendoan Versi 2. Program tersebut diarahkan untuk terus dijalankan dan dikembangkan agar tidak berhenti sebagai sebuah inovasi administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat serta dampak nyata bagi umat.

Penguatan terhadap program tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan ASN dalam memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani menegaskan bahwa SIAPI merupakan salah satu tindak lanjut dari pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama. Oleh karena itu, seluruh ASN memiliki tanggung jawab untuk berperan aktif dalam proses pengisian SIAPI.

Dalam menjalankan tugas kedinasan, setiap ASN juga dituntut mampu mengambil keputusan secara profesional dan objektif. Pengambilan keputusan dalam birokrasi tidak boleh didasarkan pada pertimbangan pribadi seperti like and dislike, melainkan harus berlandaskan ketentuan, profesionalitas, integritas, dan kepentingan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam mengambil keputusan di birokrasi harus profesional, tidak boleh berdasarkan like and dislike,” tegas Zahid.

Zahid juga menekankan bahwa layanan Kementerian Agama harus mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan publik perlu terus diperkuat dengan mengedepankan sikap profesional, responsif, humanis, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pengisian SIAPI diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, dan berintegritas. Seluruh ASN didorong untuk menjalankan perannya secara aktif sehingga agenda reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas dapat diwujudkan secara konsisten.

Pada kesempatan tersebut, seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga juga menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan di Provinsi Jawa Tengah. Dukungan tersebut menjadi wujud kebersamaan dan komitmen ASN Kementerian Agama dalam menyukseskan agenda nasional yang berkaitan dengan pengembangan dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.

Bagi ASN KUA Karanganyar, pelaksanaan MBO menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, sekaligus memastikan setiap kebijakan dan program Kementerian Agama dapat ditindaklanjuti di tingkat layanan. Semangat integritas, disiplin, profesionalitas, pelayanan publik, dan inovasi yang berdampak menjadi pesan utama yang diharapkan terus diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

07 September 2026

Apel Pagi Jadi Penguat Disiplin dan Kekompakan ASN KUA Karanganyar

Apel pagi KUA Karanganyar istiqomah dilaksanakan 
setiap Senin pagi di halaman kantor. 
Dokumentasi: Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_ASN KUA Karanganyar melaksanakan apel pagi pada Senin, 7 September 2026, di halaman kantor KUA Karanganyar. Kegiatan rutin setiap awal pekan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan, membangun kekompakan, sekaligus menyegarkan kembali komitmen ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Apel pagi berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh ASN KUA Karanganyar. Bertindak sebagai pembina apel, Sri Mulyati, sedangkan Sayono dipercaya sebagai pemimpin apel. Heni Yunita Sari bertugas sebagai pembawa acara, Tusiman memimpin doa, dan Said Ali Setiyawan menyampaikan Lima Nilai Dasar Kementerian Agama. Sementara itu, dokumentasi kegiatan dilakukan oleh Aris Sungkowo.

Dalam amanatnya, Sri Mulyati menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN KUA Karanganyar yang secara istiqamah menjalankan program apel pagi setiap hari Senin. Menurutnya, konsistensi dalam melaksanakan apel bukan sekadar rutinitas kedinasan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kedisiplinan dan memperkuat kebersamaan dalam menjalankan tugas.

“Saya mengapresiasi seluruh ASN KUA Karanganyar yang tetap istiqamah melaksanakan apel pagi setiap hari Senin. Mari kita pertahankan semangat ini sebagai bagian dari kedisiplinan dan komitmen kita dalam melaksanakan tugas,” ujar Sri Mulyati.

Sri Mulyati juga mengingatkan seluruh ASN untuk senantiasa menjaga semangat budaya layanan prima. Pelayanan kepada masyarakat, kata dia, harus dilaksanakan dengan sikap ramah, profesional, tertib, dan penuh tanggung jawab.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan antarpegawai. Menurutnya, pelaksanaan tugas akan berjalan lebih optimal apabila seluruh ASN mampu membangun komunikasi, saling mendukung, dan menjaga kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan.

“Mari kita terus menjaga semangat budaya layanan prima dan saling menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas. Kita bekerja bukan hanya sebagai individu, tetapi sebagai satu tim yang memiliki tanggung jawab bersama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Semangat tersebut selaras dengan slogan KUA Karanganyar, BERSINAR, yang merupakan akronim dari Berintegritas, Sinergi, Amanah, dan Ramah. Slogan ini menjadi pengingat bagi seluruh ASN untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya memenuhi standar administrasi, tetapi juga mengedepankan integritas, sinergi, amanah, serta keramahan dalam setiap interaksi dengan masyarakat.

Apel pagi ditutup dengan doa dan menjadi awal bagi ASN KUA Karanganyar untuk kembali menjalankan tugas dan pelayanan pada pekan yang baru. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang terus dijaga, KUA Karanganyar bertekad menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, humanis, dan berkualitas.

Kontributor: Artanti Laili Zulaiha 




BERSINAR dalam pelayanan, solid dalam kebersamaan, dan istiqamah dalam pengabdian.

04 September 2026

MAHAR IKATAN KUA Karanganyar Dipanen DWP, Ketahanan Pangan Tumbuh dari Halaman Kantor


Ketua DWP (Dharma Wanita Persatuan) Kecamatan Karanganyar, Latifah Nurhayati dan anggota DWP memaneh timun yang ditanam di halaman KUA Karanganyar. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Program MAHAR IKATAN (Manfaatkan Halaman Kantor, Ikhtiar Ketahanan Pangan) yang dikembangkan KUA Kecamatan Karanganyar mendapat apresiasi dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Karanganyar. Apresiasi tersebut diwujudkan melalui kesempatan bagi DWP Kecamatan Karanganyar untuk turut memanen hasil budidaya MAHAR IKATAN di halaman KUA Karanganyar, Jumat (4/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, anggota DWP Kecamatan Karanganyar bersama-sama memanen berbagai sayuran yang telah dibudidayakan melalui program MAHAR IKATAN, yakni kangkung, terong, dan timun. Suasana panen berlangsung penuh kebersamaan dan menjadi momentum untuk melihat secara langsung pemanfaatan halaman kantor sebagai lahan produktif.

Program MAHAR IKATAN merupakan bentuk nyata pemanfaatan lingkungan kantor untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mewujudkan lingkungan kerja yang hijau, produktif, dan ramah lingkungan. Program tersebut juga menjadi implementasi semangat ekologi dan eco office, serta bagian dari inovasi berdampak URAB MENDOAN (Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan) yang dikembangkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Ketua DWP Kecamatan Karanganyar, Ibu Latifah Nurhayati menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan MAHAR IKATAN. Menurutnya, program tersebut merupakan inovasi sederhana tetapi memiliki manfaat yang nyata, baik bagi lingkungan kantor maupun dalam membangun semangat kebersamaan.

“Kami sangat mengapresiasi program MAHAR IKATAN KUA Karanganyar. Program ini menunjukkan bahwa halaman kantor dapat dimanfaatkan menjadi lahan yang produktif. Tidak hanya menghasilkan sayuran seperti kangkung, terong, dan timun, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, dan ketahanan pangan. Semoga program ini terus dikembangkan dan dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan kerja lainnya,” ujar Latifah.

 

Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) KUA Karanganyar membuktikan bahwa memanfaatkan lahan sempit bisa membawa manfaat besar. Dalam program MAHAR IKATAN KUA Karanganyar, mereka memanen mentimun segar yang tumbuh subur di halaman kantor. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Kesempatan memanen secara langsung juga memberikan pengalaman tersendiri bagi DWP Kecamatan Karanganyar. Proses tersebut memperlihatkan bahwa hasil yang dinikmati hari ini merupakan buah dari proses menanam dan merawat yang dilakukan secara konsisten.

Bagi KUA Karanganyar, keterlibatan DWP Kecamatan Karanganyar dalam panen menjadi bentuk dukungan sekaligus penguatan jejaring kolaborasi dalam mengembangkan program berbasis lingkungan dan ketahanan pangan. MAHAR IKATAN diharapkan tidak berhenti pada kegiatan bercocok tanam, tetapi dapat terus berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat berkelanjutan.

Panen kangkung, terong, dan timun tersebut menjadi gambaran sederhana bahwa halaman kantor dapat menjadi sumber manfaat ketika dikelola dengan kepedulian dan kebersamaan.

Melalui MAHAR IKATAN, KUA Karanganyar terus meneguhkan komitmen untuk menghadirkan lingkungan kerja yang hijau, produktif, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh keluarga besar KUA Karanganyar.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

02 September 2026

Hari Ketiga Gema Selawat Kebangsaan, ASN KUA Karanganyar Lantunkan Dala’il al-Khayrat

Kegiatan Gema Selawat Kebangsaan, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan KUA Kecamatan Karanganyar menggelar pembacaan kitab Dala’il al-Khayrat pada hari ketiga pelaksanaan, (Rabu, 2 September 2026). Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_ASN Kantor Urusan Agama Karanganyar mengikuti Gema Selawat Kebangsaan hari ketiga pada Rabu (2/9/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai dan dipimpin oleh Basrowi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan yang diselenggarakan Kementerian Agama dalam rangka menyemarakkan Rabiulawal 1448 H dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Gerakan ini menjadi ikhtiar untuk menghidupkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, mengenal serta meneladani akhlak beliau, sekaligus mendoakan bangsa dan negara Indonesia agar senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan keberkahan.

Pada hari ketiga pelaksanaan, ASN KUA Karanganyar bersama-sama membaca Bagian III kitab Dala’il al-Khayrat karya Imam Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli al-Hasani al-Maliki. Berdasarkan panduan pelaksanaan, pembacaan Gema Selawat Kebangsaan dibagi menjadi delapan bagian dan dilaksanakan secara bertahap mulai 31 Agustus hingga 7 September 2026.

Suasana kekhusyukan para ASN KUA Karanganyar saat bersama-sama melantunkan selawat Dala’il al-Khayrat di Balai Nikah. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.
Suasana pembacaan berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Basrowi memimpin jalannya pembacaan, sementara para ASN KUA Karanganyar mengikuti selawat secara bersama-sama hingga rangkaian bacaan yang ditetapkan pada hari tersebut selesai.

Gema Selawat Kebangsaan tidak hanya menjadi momentum untuk memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa. Surat Edaran Dirjen Bimas Islam menegaskan bahwa gerakan tersebut juga menjadi bentuk solidaritas dan doa bagi masyarakat di berbagai wilayah yang sedang tertimpa musibah.

Pelaksanaan di KUA Karanganyar sejalan dengan ketentuan bahwa Gema Selawat Kebangsaan dapat dilaksanakan secara berjemaah di KUA dengan waktu yang disesuaikan kondisi masing-masing, sementara bagian bacaan tetap mengikuti pembagian yang telah ditetapkan. Pembacaan bersama juga dapat dipimpin oleh kiai, ustaz, penyuluh agama, atau peserta yang ditunjuk.

Melalui kegiatan tersebut, ASN KUA Karanganyar turut mengambil bagian dalam Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan. Rangkaian pembacaan akan terus dilanjutkan hingga Bagian VIII sekaligus khataman pada Senin (7/9/2026) pagi.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

31 Agustus 2026

Rakor Urab Mendoan Versi 2, KUA Karanganyar Susun Tim dan Strategi Keberlanjutan

Kepala KUA Karanganyar memberikan arahan kepada jajaran pegawai dalam Rakor Urab Mendoan Versi 2 terkait pembentukan tim dan langkah strategis keberlanjutan program. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Kantor Urusan Agama Karanganyar menggelar Rapat Koordinasi Urab Mendoan Versi 2 (Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan) pada Senin (31/8/2026) bertempat di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh ASN KUA Karanganyar.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Amin Nasirudin, Kepala KUA Kecamatan Karanganyar, dengan agenda utama penyusunan Tim Urab Mendoan Versi 2 Kecamatan Karanganyar serta pembahasan rencana keberlanjutan program Urab Mendoan.

Urab Mendoan merupakan salah satu program inovasi berdampak Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang diarahkan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan lahan dan penguatan ketahanan pangan. Program ini mengintegrasikan semangat pelayanan keagamaan dengan kepedulian terhadap aspek sosial dan lingkungan melalui gerakan umat untuk lebih aktif bertani dan memanfaatkan potensi yang tersedia di sekitarnya.

Dalam rapat tersebut, Amin Nasirudin menekankan bahwa keberlanjutan Urab Mendoan membutuhkan kerja bersama yang terarah, sehingga pembentukan tim menjadi bagian penting dalam memastikan program dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata.

“Urab Mendoan bukan sekadar kegiatan bertani, tetapi sebuah gerakan untuk membangun kesadaran bahwa lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan menjadi sumber kemanfaatan bagi kehidupan. Karena itu, keberlanjutan program harus kita bangun melalui tim yang solid, terencana, dan mampu bergerak bersama,” ungkap Amin Nasirudin.

Penyusunan Tim Urab Mendoan Versi 2 Kecamatan Karanganyar diharapkan mampu memperkuat koordinasi, pembagian tugas, serta inovasi program ke depan. Selain itu, rapat juga menjadi ruang evaluasi dan perencanaan agar pelaksanaan Urab Mendoan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan yang berkelanjutan.

Melalui Urab Mendoan Versi 2, KUA Karanganyar berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas layanan keagamaan, tetapi juga memiliki dampak sosial, lingkungan, dan ketahanan pangan bagi masyarakat.

Dengan semangat “Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan”, Urab Mendoan diharapkan menjadi gerakan bersama yang mampu menumbuhkan kemandirian, kepedulian, produktivitas, sekaligus memperkuat nilai kebermanfaatan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

FAIDAH KUA Karanganyar Bahas Hadits ke-21 Arbain Nawawi, Tekankan Pentingnya Istiqamah

Said Ali Setiyawan memberikan pemaparan materi Hadits ke-21 Arbain Nawawi mengenai pentingnya istiqamah dalam kegiatan FAIDAH KUA Karanganyar. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Program FAIDAH (Forum Kajian Kitab Kuning Dapat Berkah) KUA Karanganyar kembali dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, bertempat di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar. Kegiatan tersebut diikuti oleh para ASN KUA Karanganyar sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Said Ali Setiyawan, Penghulu KUA Karanganyar, bertindak sebagai narasumber dengan mengkaji Kitab Arbain Nawawi, khususnya Hadits ke-21 yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Hadits tersebut bersumber dari Abu ‘Amr, dalam riwayat lain disebut Abu ‘Amrah, Sufyan bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu. Ia berkata:

عَنْ أَبِيْ عَمْرٍو، وَقِيْلَ، أَبِيْ عَمْرَةَ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ قُلْ لِي فِي الإِسْلامِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدَاً غَيْرَكَ؟ قَالَ: “قُلْ آمَنْتُ باللهِ ثُمَّ استَقِمْ” رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Artinya: “Dari Abu ‘Amr—ada yang menyebut pula Abu ‘Amrah—Sufyan bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ‘Aku berkata: Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku suatu perkataan dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada seorang pun selainmu.’ Beliau bersabda, ‘Katakanlah: aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.’” (HR. Muslim, no. 38).

Dalam kajiannya, Said Ali Setiyawan menjelaskan bahwa hadits tersebut memuat pesan yang singkat, tetapi memiliki makna yang sangat mendalam. Keimanan kepada Allah tidak berhenti pada pengakuan dalam hati, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Istiqamah menjadi bagian penting setelah seseorang menyatakan keimanannya. Istiqamah berarti menjaga konsistensi dalam menjalankan kebaikan, menaati ketentuan Allah, serta tetap berada dalam jalan yang benar meskipun menghadapi berbagai tantangan dan keadaan.

Dalam konteks kehidupan sebagai ASN, nilai istiqamah dapat diwujudkan melalui konsistensi dalam menjalankan amanah, memberikan pelayanan dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta membangun kebiasaan bekerja secara disiplin dan profesional. Keimanan diharapkan tidak hanya tercermin dalam aktivitas ibadah personal, tetapi juga menjadi landasan moral dalam melaksanakan tugas kedinasan.

Kajian FAIDAH tersebut berlangsung dalam suasana interaktif. Para ASN mengikuti pembahasan dengan saksama, sekaligus menjadikan kajian sebagai ruang refleksi untuk menguatkan komitmen dalam menjalankan tugas dan pengabdian.

Melalui program FAIDAH, KUA Karanganyar terus berupaya membangun budaya belajar dan meningkatkan kapasitas keagamaan para ASN. Kajian kitab kuning diharapkan tidak sekadar menambah wawasan keislaman, tetapi juga mampu membentuk sikap, karakter, dan etos kerja yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan.

Pesan utama Hadits ke-21, “Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah,” menjadi pengingat bahwa kualitas pengabdian membutuhkan konsistensi. Iman menjadi fondasi, sedangkan istiqamah menjadi kekuatan untuk mempertahankan kebaikan dalam setiap langkah pengabdian.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

Apel Pagi KUA Karanganyar: Apresiasi Monev NTCR Jadi Energi Baru untuk Berinovasi

Jajaran Aparatur Sipil Negara dan staf KUA Karanganyar mengikuti apel pagi dengan penuh semangat, mendengarkan arahan Kepala KUA (kanan, pada teras) yang mengapresiasi kinerja tim atas hasil Monev NTCR, di depan gedung yang dihiasi spanduk komitmen Zona Integritas. Semangat ini menjadi pendorong utama untuk melahirkan inovasi pelayanan yang lebih baik. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.


Purbalingga_antor Urusan Agama Karanganyar melaksanakan apel pagi pada Senin (31/8/2026) di halaman kantor. Apel berlangsung sebagai bagian dari rutinitas kedinasan sekaligus momentum penguatan disiplin, evaluasi kinerja, dan penyemangat bagi seluruh ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Apel pagi dipimpin oleh Sunarto selaku pemimpin apel, dengan Karyo sebagai pembawa acara. Bertindak sebagai pembina apel, Amin Nasirudin, sedangkan doa dipimpin oleh Basrowi. Pembacaan Lima Nilai Dasar Kementerian Agama disampaikan oleh Ali Purnomo Khasbi. Sementara itu, dokumentasi kegiatan dilakukan oleh Tarom.

Dalam amanatnya, Pembina Apel Amin Nasirudin menyampaikan apresiasi atas hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk (NTCR) yang dilaksanakan oleh Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga pada Kamis (27/8/2026).

Amin menyampaikan bahwa KUA Karanganyar memperoleh apresiasi dari tim Bimas Islam karena dinilai sebagai salah satu KUA dengan administrasi NTCR yang paling tertib. Apresiasi tersebut, menurutnya, merupakan hasil dari komitmen dan kerja bersama seluruh ASN dalam menjaga ketertiban administrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Hasil Monev NTCR ini patut kita syukuri dan menjadi penyemangat bersama. KUA Karanganyar mendapatkan apresiasi karena administrasi NTCR kita dinilai paling tertib. Ini bukan hasil kerja satu atau dua orang, tetapi merupakan buah dari komitmen dan kerja sama seluruh ASN,” ungkap Amin Nasirudin.

Selanjutnya Amin mengajak seluruh ASN KUA Karanganyar untuk tidak berhenti pada capaian tersebut. Apresiasi yang telah diperoleh harus menjadi energi baru untuk terus meningkatkan kinerja dan mengembangkan berbagai program inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satu program yang kembali digelorakan adalah Program Inovasi Berdampak URAB MENDOAN Versi 2, akronim dari Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar KUA Karanganyar dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan administrasi, tetapi juga memiliki dampak sosial dan kebermanfaatan bagi kehidupan masyarakat.

“Mari kita kembali bersemangat menggerakkan URAB MENDOAN Versi 2. Inovasi jangan hanya menjadi sebuah nama atau kegiatan, tetapi harus benar-benar memberikan dampak dan manfaat. Umat Rajin Bertani, Mendukung dan Menopang Kehidupan harus kita wujudkan dengan semangat kebersamaan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Amin juga mengingatkan seluruh ASN untuk terus memegang teguh slogan BERSINAR, yakni Berintegritas, Sinergi, Amanah, dan Ramah. Menurutnya, slogan tersebut harus menjadi karakter dalam setiap pelaksanaan tugas, baik dalam administrasi, pelayanan maupun pelaksanaan berbagai program KUA.

Semangat BERSINAR diharapkan tidak sekadar menjadi slogan yang terpampang di lingkungan kantor, tetapi benar-benar tercermin dalam sikap dan perilaku setiap ASN. Integritas menjadi landasan dalam bekerja, sinergi menjadi kekuatan dalam mencapai tujuan, amanah menjadi prinsip dalam menjalankan tugas, sedangkan keramahan menjadi wajah pelayanan KUA Karanganyar kepada masyarakat.

Apel pagi ditutup dengan doa dan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh ASN KUA Karanganyar dalam mempertahankan ketertiban administrasi NTCR, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mengembangkan inovasi yang berdampak. Capaian hasil Monev NTCR menjadi modal penting untuk terus bergerak maju dengan semangat KUA Karanganyar BERSINAR.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

MBO Kemenag Purbalingga Teguhkan Integritas ASN dan Perkuat Implementasi ZI

Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) mengikuti MBO (Morning Briefing Online) Kemenag Purbalingga. MBO...