Selamat Datang di Website KUA Karanganyar - Kabupaten Purbalingga - Provinsi Jawa tengah

30 April 2026

Sinar Hidayah di Aula KUA Karanganyar: Ibu Diyah Resmi Memeluk Islam


Penyerahan syahadah oleh Muchotib (penyuluh agama Islam) usai proses ikrar masuk Islam Ibu Diyah Hastuti Eko Woro Retno di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar Kamis (30/4/2026). Dokumentasi : Tarom

Karanganyar_Sinar hidayah memancar di KUA Karanganyar pada Kamis, 30 April 2026 pukul 09.00 WIB, telah dilaksanakan prosesi ikrar masuk Islam atas nama Ibu Diyah Hastuti Eko Woro Retno, warga Desa Karanganyar RT 003 RW 001 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga. Proses ikrar masuk Islam berlangsung dengan khidmat di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar.

Prosesi ikrar masuk Islam dituntun oleh Muchotib sebagai Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar dan disaksikan oleh Aris Sungkowo serta Dirun selaku Staf KUA Karanganyar. Dalam suasana penuh haru dan kekhusyukan, Ibu Diyah dengan mantap mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda memeluk agama Islam.

Muchotib menyampaikan bahwa proses pengucapan syahadat bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan awal perjalanan spiritual yang harus dijalani dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.

“Syahadat adalah pintu awal menuju kehidupan baru dalam Islam. Semoga Ibu Diyah senantiasa diberikan kemudahan dalam mempelajari ajaran Islam, istiqamah dalam keimanan, serta mendapatkan keberkahan dan ketenangan hidup,” ujar Muchotib.

Ikrar masuk Islam ini berlangsung dengan lancar dan penuh rasa kekeluargaan. Setelah prosesi syahadat selesai, dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar mualaf yang baru mengikrarkan syahadat senantiasa mendapat bimbingan dan perlindungan dari Allah SWT.


Kontributor : Artanti Laili Zulaiha































29 April 2026

AKURAT KUA Karanganyar : Pastikan Arah Kiblat Mushola Baiturrahman Presisi dan Sesuai Kaidah

Proses pengukuran arah kiblat di Mushola Baiturrahman Desa Kaliori RT 14 RW 03 Kecamatan Karanganyar, pada Rabu (29/4/2026). 

Karanganyar_KUA Karanganyar terus berupaya memberikan layanan keagamaan yang responsif dan bermanfaat bagi masyarakat. Program AKURAT (Aksi Pengukuran Arah Kiblat) kembali dilaksanakan pada Rabu, 29 April 2026. Kali ini, sasaran pengukuran arah kiblat dilakukan di Mushola Baiturrahman yang beralamat di Desa Kaliori RT 14 RW 03 Kecamatan Karanganyar.

AKURAT dilaksanakan sebagai bentuk pendampingan KUA dalam memastikan arah kiblat tempat ibadah sesuai dengan kaidah ilmu falak dan perhitungan yang akurat, sehingga jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan lebih mantap dan tenang.

Tim dari KUA Karanganyar yang terdiri dari Penyuluh Agama Islam (Sayono dan Tarom), serta Staff KUA Karanganyar (Basrowi dan Dirun) melakukan proses pengukuran dengan diawali observasi lokasi, penentuan titik koordinat mushola, serta pengecekan posisi bangunan terhadap arah kiblat ideal. Selanjutnya, pengukuran dilakukan menggunakan alat bantu kompas geodetik dan metode perhitungan arah kiblat berdasarkan azimut kiblat menuju Ka’bah di Makkah. Setelah memperoleh data yang valid, tim melakukan pencocokan arah saf dan memberikan penandaan permanen sebagai acuan bagi pengurus mushola.

Proses pengukuran berlangsung dengan teliti dan komunikatif, di mana tim juga memberikan edukasi kepada takmir dan jamaah terkait pentingnya ketepatan arah kiblat serta langkah-langkah dasar verifikasi arah kiblat secara berkala.

Sayono (Penyuluh Agama Islam) KUA Karanganyar, menyampaikan bahwa program AKURAT merupakan bagian dari komitmen KUA dalam menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh kebutuhan umat.

“Program AKURAT bukan sekadar pengukuran teknis, tetapi juga bentuk pelayanan keagamaan agar masyarakat memperoleh kepastian dalam beribadah. Kami ingin memastikan arah kiblat masjid dan mushola benar-benar sesuai hasil perhitungan ilmu falak, sehingga jamaah semakin yakin dan khusyuk dalam salat,” ujar Sayono.

Takmir Mushola Baiturrahman, Ustadz Tusiman, menyambut baik kegiatan tersebut dan mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari KUA.

“Kami merasa bersyukur dan berterima kasih atas layanan dari KUA Karanganyar. Pengukuran ini memberikan keyakinan bagi kami dan jamaah bahwa arah kiblat mushola sudah ditetapkan secara benar. Ini sangat penting bagi ketenangan beribadah,” tutur Ustadz Tusiman.

Program AKURAT mencerminkan KUA Karanganyar terus menunjukkan peran aktifnya sebagai garda terdepan pelayanan umat, tidak hanya dalam urusan administrasi keagamaan, tetapi juga dalam penguatan kualitas ibadah masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketepatan arah kiblat serta mendorong lebih banyak tempat ibadah melakukan verifikasi arah kiblat secara berkala.



Kontributor : Artanti Laili Zulaiha




15 April 2026

Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar Berikan Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini dalam Kegiatan Life Skill SMA Ma’arif NU Karanganyar

Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar menjadi narasumber dalam 
Acara Life Skill Kelas XII SMA Ma'arif NU Karanganyar. 

Karanganyar – Kegiatan Life Skill bagi siswa kelas XII SMA Ma’arif NU Karanganyar pada Selasa, 14 April 2026, diisi dengan materi edukatif tentang pencegahan pernikahan dini oleh tim Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membekali siswa menghadapi kehidupan pasca kelulusan.

Hadir sebagai pemateri, Koordinator Penyuluh Agama Islam Artanti Laili Zulaiha bersama Sri Mulyati, Sayono, Tarom, dan Muchotib. Mereka menyampaikan materi secara interaktif dan komunikatif, sehingga mudah dipahami oleh para siswa.

Dalam pemaparannya, para penyuluh menjelaskan bahwa pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan sebelum tercapainya kesiapan secara menyeluruh, baik dari segi usia, mental, emosional, maupun ekonomi. Disampaikan pula bahwa sesuai regulasi, batas minimal usia pernikahan adalah 19 tahun, baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Foto bersama dengan perwakilan dewan guru dan siswa.

Materi yang disampaikan meliputi berbagai aspek penting, di antaranya risiko kesehatan reproduksi bagi remaja, terutama bagi perempuan yang belum siap secara biologis, dampak psikologis seperti ketidaksiapan menghadapi konflik rumah tangga, serta potensi terhambatnya pendidikan dan karier. Selain itu, dijelaskan pula dampak sosial dan ekonomi, seperti meningkatnya angka kemiskinan dan ketidakharmonisan keluarga akibat kurangnya kesiapan dalam membangun rumah tangga.

Para penyuluh juga menekankan pentingnya perencanaan masa depan, penguatan karakter, serta pemahaman nilai-nilai agama. Pernikahan dalam Islam dipandang sebagai ibadah yang sakral, sehingga memerlukan kesiapan yang matang agar dapat mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. 

Penyuluh Agama Islam bersama dengan Kepala SMA Ma’arif NU Karanganyar.

Kepala SMA Ma’arif NU Karanganyar, Bapak Kiai Imammudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi para penyuluh.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar. Materi yang disampaikan sangat penting dan relevan bagi siswa kelas XII sebagai bekal mereka dalam menentukan masa depan yang lebih terarah dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Salah satu pemateri, Sayono, menegaskan bahwa keputusan menikah tidak boleh dilakukan secara terburu-buru.

“Pernikahan bukan hanya tentang kesiapan usia, tetapi juga kesiapan ilmu, mental, dan ekonomi. Jika dipaksakan tanpa persiapan, justru berpotensi menimbulkan berbagai persoalan dalam rumah tangga,” jelasnya.
 

Brainstorming menjadi salah satu model dalam menyampaikan materi Pencegahan Pernikahan Dini. 


Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi. Triana salah satu perwakilan peserta kelas XII mengungkapkan manfaat kegiatan tersebut.

“Kami merasa sangat terbantu dengan materi ini. Kami jadi lebih memahami risiko pernikahan dini dan pentingnya mempersiapkan masa depan terlebih dahulu sebelum menikah,” ungkap Triana.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu lebih bijak dalam mengambil keputusan serta memiliki perencanaan hidup yang matang, sehingga dapat terhindar dari pernikahan dini dan berbagai dampak negatif yang menyertainya.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha



Tanah Wakaf Mushola Annur Resmi Diikrarkan di Hadapan PPAIW

Pelaksanaan ikrar wakaf, oleh wakif (Sukur Muchlison) kepada nadzir (Basrowi) disaksikan oleh Amin Nasirudin sebagai PPAIW (Pejabat Pembuat ...