Selamat Datang di Website KUA Karanganyar - Kabupaten Purbalingga - Provinsi Jawa tengah

15 April 2026

Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar Berikan Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini dalam Kegiatan Life Skill SMA Ma’arif NU Karanganyar

Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar menjadi narasumber dalam 
Acara Life Skill Kelas XII SMA Ma'arif NU Karanganyar. 

Karanganyar – Kegiatan Life Skill bagi siswa kelas XII SMA Ma’arif NU Karanganyar pada Selasa, 14 April 2026, diisi dengan materi edukatif tentang pencegahan pernikahan dini oleh tim Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membekali siswa menghadapi kehidupan pasca kelulusan.

Hadir sebagai pemateri, Koordinator Penyuluh Agama Islam Artanti Laili Zulaiha bersama Sri Mulyati, Sayono, Tarom, dan Muchotib. Mereka menyampaikan materi secara interaktif dan komunikatif, sehingga mudah dipahami oleh para siswa.

Dalam pemaparannya, para penyuluh menjelaskan bahwa pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan sebelum tercapainya kesiapan secara menyeluruh, baik dari segi usia, mental, emosional, maupun ekonomi. Disampaikan pula bahwa sesuai regulasi, batas minimal usia pernikahan adalah 19 tahun, baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Foto bersama dengan perwakilan dewan guru dan siswa.

Materi yang disampaikan meliputi berbagai aspek penting, di antaranya risiko kesehatan reproduksi bagi remaja, terutama bagi perempuan yang belum siap secara biologis, dampak psikologis seperti ketidaksiapan menghadapi konflik rumah tangga, serta potensi terhambatnya pendidikan dan karier. Selain itu, dijelaskan pula dampak sosial dan ekonomi, seperti meningkatnya angka kemiskinan dan ketidakharmonisan keluarga akibat kurangnya kesiapan dalam membangun rumah tangga.

Para penyuluh juga menekankan pentingnya perencanaan masa depan, penguatan karakter, serta pemahaman nilai-nilai agama. Pernikahan dalam Islam dipandang sebagai ibadah yang sakral, sehingga memerlukan kesiapan yang matang agar dapat mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. 

Penyuluh Agama Islam bersama dengan Kepala SMA Ma’arif NU Karanganyar.

Kepala SMA Ma’arif NU Karanganyar, Bapak Kiai Imammudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi para penyuluh.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar. Materi yang disampaikan sangat penting dan relevan bagi siswa kelas XII sebagai bekal mereka dalam menentukan masa depan yang lebih terarah dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Salah satu pemateri, Sayono, menegaskan bahwa keputusan menikah tidak boleh dilakukan secara terburu-buru.

“Pernikahan bukan hanya tentang kesiapan usia, tetapi juga kesiapan ilmu, mental, dan ekonomi. Jika dipaksakan tanpa persiapan, justru berpotensi menimbulkan berbagai persoalan dalam rumah tangga,” jelasnya.
 

Brainstorming menjadi salah satu model dalam menyampaikan materi Pencegahan Pernikahan Dini. 


Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi. Triana salah satu perwakilan peserta kelas XII mengungkapkan manfaat kegiatan tersebut.

“Kami merasa sangat terbantu dengan materi ini. Kami jadi lebih memahami risiko pernikahan dini dan pentingnya mempersiapkan masa depan terlebih dahulu sebelum menikah,” ungkap Triana.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu lebih bijak dalam mengambil keputusan serta memiliki perencanaan hidup yang matang, sehingga dapat terhindar dari pernikahan dini dan berbagai dampak negatif yang menyertainya.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha



1 komentar:

  1. Alhamdulillah.....
    Semoga peran kecil ini bisa membantu mereka dalam menyongsong dan menghadapi masa depan

    BalasHapus

Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar Berikan Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini dalam Kegiatan Life Skill SMA Ma’arif NU Karanganyar

Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar menjadi narasumber dalam  Acara Life Skill Kelas XII SMA Ma'arif NU Karanganyar.  Karanganyar – Keg...