Foto bersama Penyuluh Agama Islam, Guru dan siswa SMK N Karanganyar setelah BRUS selesai.
Karanganyar - Usia remaja merupakan periode yang istimewa untuk meraih prestasi dan mewujudkan impian. Menyadari betapa pentingnya hal ini, Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar berkolaborasi dengan SMK N Karanganyar menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada Kamis, 18 September 2025. Inti dari kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan yang mendalam mengenai Pencegahan Pernikahan Dini.
Para siswa dan siswi SMK Negeri Karanganyar tampak bersemangat mengikuti sesi yang dipimpin oleh lima Penyuluh Agama Islam yang berpengalaman: Sri Mulyati, Artanti Laili Zulaiha, Sayono, Tarom, serta Muchotib. Mereka secara bergantian menyampaikan materi yang membekali remaja dengan pengetahuan dan kesadaran mengenai risiko pernikahan pada usia muda.
Pernikahan Dini Hambat Cita-cita dan Pendidikan
Salah satu penyuluh, Artanti Laili Zulaiha, memberikan pernyataan yang jelas dan langsung kepada para siswa. Ia mengungkapkan bahwa pernikahan dini tidak hanya sekadar isu sosial, tetapi juga mampu merusak impian dan masa depan.
"Pernikahan pada usia muda biasanya bukan penyelesaian, melainkan justru menambah persoalan. Kalian yang seharusnya berkonsentrasi belajar, mengembangkan bakat, dan merencanakan masa depan, malah harus terbebani oleh tanggung jawab rumah tangga yang besar," jelas Artanti.
Ia juga menyatakan bahwa baik secara fisik maupun mental, remaja belum sepenuhnya siap menghadapi tantangan dalam pernikahan. “Secara fisik, organ reproduksi kalian belum sepenuhnya berkembang, risikonya besar.” Secara mental, kalian akan melewatkan banyak peluang, termasuk untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.
Testimoni Positif dari Siswa
Kegiatan BRUS ini mendapatkan tanggapan yang sangat baik dari para peserta, termasuk Zaena, sebagai perwakilan siswa. Dia mengakui memperoleh banyak wawasan berharga yang memperluas perspektifnya mengenai masa depan.
"Materi mengenai pernikahan dini ini sangat krusial bagi kami." Sejujurnya, sebelumnya kami tidak begitu memahami risikonya. Usai mendengarkan penjelasan dari bapak-ibu penyuluh, saya merasa semakin termotivasi untuk berkonsentrasi pada pendidikan dan mencapai impian. “Dengan pengetahuan yang kami peroleh hari ini, saya percaya kami dapat lebih cerdas dalam membuat pilihan,” kata Zaena.
Program BRUS diharapkan menjadi upaya konkret dalam membentuk generasi muda Karanganyar yang berakhlak baik, cerdas, dan siap memberikan kontribusi positif bagi negara. KUA Karanganyar bertekad untuk terus bekerja sama dengan sekolah-sekolah guna memastikan setiap remaja memperoleh arahan yang sesuai.
Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar