Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin memberikan bibit pohon manggis kepada pengguna layanan yang hadir pada Jumat pertama di KUA Karanganyar. Foto : Tarom.
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar terus berikhtiar menghadirkan wajah pelayanan publik yang tidak hanya administratif, tetapi juga sarat nilai, makna, dan keberlanjutan. Ikhtiar tersebut terwujud melalui dua program unggulan, yakni Jumat Berakar (Jumat Berkah KUA Karanganyar) dan BERLIAN (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman). Keduanya menjadi representasi nyata komitmen KUA Karanganyar dalam mengintegrasikan pelayanan keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Jumat Berakar: Pelayanan Publik Berbasis Ekoteologi
Program Jumat Berakar lahir dari sebuah kesadaran bersama bahwa pelayanan keagamaan memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar ritual dan administrasi. Agama, dalam pandangan KUA Karanganyar, adalah fondasi moral yang menuntun manusia untuk menjaga harmoni dengan alam sebagai amanah Tuhan.
Jumat Berakar sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama RI, khususnya penguatan Ekoteologi (etika lingkungan berbasis nilai-nilai agama). Jumat Berakar menjadi langkah nyata KUA Karanganyar dalam menerjemahkan mandat nasional tersebut di tingkat akar rumput.
Implementasi Jumat Berakar juga selaras dengan gerakan lingkungan yang diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, yakni Program Kemenag ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah). Kemenag ASRI dengan slogannya “Nandur Becik, Ati Resik”Sinergi" benar-benar menginspirasi KUA Karanganyar untuk memiliki program yang senada.
Sri Rahayu, staff KUA Karanganyar memberikan bibit pohon manggis kepada pengguna layanan KUA di setiap Jumat pertama. Foto : Artanti.
Jumat Berakar dilaksanakan setiap Jumat pertama dengan memberikan bibit pohon manggis kepada pengguna layanan, khususnya pasangan yang baru menikah. Pilihan ini bukan tanpa makna. Pohon manggis adalah tanaman produktif, bernilai ekonomi, dan berumur panjang. Ketika ditanam dan dirawat, pohon ini diharapkan menjadi amal jariyah, kebaikan yang terus mengalir manfaat dan pahalanya, bahkan hingga generasi berikutnya.
Tujuan Jumat Berakar
- Mewujudkan KUA Berbasis Ekoteologi. KUA Karanganyar berperan sebagai ruang edukasi publik bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah. KUA tidak hanya hadir dalam urusan pernikahan, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis sebagai tanggung jawab moral umat beragama.
- Meningkatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Produktif. Distribusi bibit pohon manggis diharapkan dapat menambah jumlah pohon produktif di lingkungan Karanganyar, berkontribusi pada perbaikan kualitas udara, ketahanan pangan keluarga, serta penciptaan lingkungan yang lebih sejuk dan sehat.
- Menciptakan Sinergi Gerakan Ekologi Regional. Jumat Berakar diharapkan menjadi inspirasi bagi KUA lain untuk mengadopsi program serupa, sehingga terbangun gerakan ekologis yang masif, terstruktur, dan sejalan dengan semangat Ekoteologi Kemenag dan program ASRI.
Manfaat program Jumat Berakar tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga sosial, edukatif, dan spiritual.
Manfaat Ekologis
Setiap pohon yang ditanam berfungsi sebagai “paru-paru mini” yang menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, sehingga berkontribusi dalam mengurangi dampak pemanasan global. Selain itu, pohon manggis sebagai tanaman produktif mendukung konservasi lingkungan sekaligus ketahanan pangan.
Manfaat Sosial dan Edukasi
Jumat Berakar menjadi sarana penyemaian kesadaran lingkungan bagi masyarakat, khususnya pasangan pengantin baru, bahwa membangun rumah tangga berarti juga merawat kehidupan dan alam. Di sisi lain, inovasi ini meningkatkan citra KUA Karanganyar sebagai lembaga pelayanan publik yang kreatif, peduli lingkungan, dan berdampak jangka panjang.
Manfaat Spiritual dan Moral
Pohon yang tumbuh, berbuah, memberi naungan, dan manfaat bagi makhluk hidup lainnya akan terus mengalirkan pahala bagi penanamnya. Inilah wujud keberkahan yang hakiki, di mana ibadah tidak berhenti pada ritual, tetapi menjelma menjadi kebaikan yang terus hidup.
Manfaat Ekologis
Setiap pohon yang ditanam berfungsi sebagai “paru-paru mini” yang menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, sehingga berkontribusi dalam mengurangi dampak pemanasan global. Selain itu, pohon manggis sebagai tanaman produktif mendukung konservasi lingkungan sekaligus ketahanan pangan.
Manfaat Sosial dan Edukasi
Jumat Berakar menjadi sarana penyemaian kesadaran lingkungan bagi masyarakat, khususnya pasangan pengantin baru, bahwa membangun rumah tangga berarti juga merawat kehidupan dan alam. Di sisi lain, inovasi ini meningkatkan citra KUA Karanganyar sebagai lembaga pelayanan publik yang kreatif, peduli lingkungan, dan berdampak jangka panjang.
Manfaat Spiritual dan Moral
Pohon yang tumbuh, berbuah, memberi naungan, dan manfaat bagi makhluk hidup lainnya akan terus mengalirkan pahala bagi penanamnya. Inilah wujud keberkahan yang hakiki, di mana ibadah tidak berhenti pada ritual, tetapi menjelma menjadi kebaikan yang terus hidup.
Berlian KUA Karanganyar: Merawat Lingkungan Kerja, Menguatkan Pelayanan
Jika Jumat Berakar menyasar masyarakat eksternal, maka
Berlian KUA Karanganyar (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman) merupakan komitmen KUA Karanganyar dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan nyaman. Program ini berangkat dari keyakinan bahwa pelayanan publik yang berkualitas lahir dari lingkungan kerja yang sehat dan mendukung.
Berlian KUA Karanganyar secara rutin melaksanakan kegiatan bersih-bersih, penataan ruang kerja, serta perawatan taman dan area hijau di sekitar kantor. Lingkungan kantor yang bersih dan asri tidak hanya meningkatkan produktivitas dan semangat kerja ASN, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman dan kepercayaan bagi masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.
Jika Jumat Berakar menyasar masyarakat eksternal, maka
ASN KUA Karanganyar bersama-sama membersihkan lingkungan KUA Karanganyar
untuk suasana lebih asri dan nyaman. Foto : Artanti.
Berlian KUA Karanganyar (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman) merupakan komitmen KUA Karanganyar dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan nyaman. Program ini berangkat dari keyakinan bahwa pelayanan publik yang berkualitas lahir dari lingkungan kerja yang sehat dan mendukung.
Berlian KUA Karanganyar secara rutin melaksanakan kegiatan bersih-bersih, penataan ruang kerja, serta perawatan taman dan area hijau di sekitar kantor. Lingkungan kantor yang bersih dan asri tidak hanya meningkatkan produktivitas dan semangat kerja ASN, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman dan kepercayaan bagi masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.
Menjaga kebersihan halaman KUA menjadi prioritas, agar pengguna layanan merasa nyaman
saat berkunjung ke KUA. Foto : Aris Sungkowo.
Berlian KUA Karanganyar mencerminkan etos kerja dan budaya KUA Karanganyar yang menjunjung tinggi kerapian, keindahan, dan kepedulian terhadap detail. Pembiasan baik ini akan menjadi penentu terciptanya pengalaman pelayanan publik yang positif dan berkesan.
Program Jumat Berakar dan Berlian KUA Karanganyar menegaskan bahwa pelayanan keagamaan dapat berjalan seiring dengan kepedulian lingkungan dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Kedua program ini menjadi bukti bahwa KUA bukan hanya tempat mengurus administrasi, tetapi juga ruang penebar nilai, kesadaran, dan keberkahan, bagi manusia, alam, dan generasi masa depan.
Kontributor dan Publisher: Artanti Laili Zulaiha




Tidak ada komentar:
Posting Komentar