Selamat Datang di Website KUA Karanganyar - Kabupaten Purbalingga - Provinsi Jawa tengah

07 Januari 2026

Jumat Berakar dan Berlian Mengantarkan KUA Karanganyar Raih Juara III Lomba Video Kreatif

KUA Karanganyar raih Juara III Lomba Video Kreatif dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Ke-80, Rabu (7/1/2026). Foto : Tim Kreatif Kemenag Purbalingga.

Purbalingga_KUA Karanganyar kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara III Lomba Video Kreatif dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 tingkat Kabupaten Purbalingga. Pengumuman kejuaraan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertepatan dengan acara Tasyakuran HAB Kemenag ke-80 yang bertempat di Aula Uswatun Khasanah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Lomba video kreatif ini diikuti oleh seluruh KUA se-Kabupaten Purbalingga dan perwakilan Madrasah sebagai bentuk partisipasi dan inovasi dalam menyemarakkan HAB Kemenag ke-80. Mengusung tema Ekoteologi dan ECO Office, KUA Karanganyar berhasil menarik perhatian dewan juri melalui penguatan program unggulan Jumat Berakar (Jumat Berkah KUA Karanganyar) dan Berlian (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman).

Program Jumat Berakar merupakan inovasi KUA Karanganyar yang mengintegrasikan pelayanan keagamaan dengan kepedulian lingkungan. Melalui Jumat Berakar, KUA Karanganyar melalukan gerakan berbagi bibit pohon manggis. Bibit pohon manggis diberikan kepada pengguna layanan yang datang ke KUA setiap Jumat Pertama di setiap bulannya.

Piagam Penghargaan sebagai Juara III Lomba Video Kreatif dalam rangka HAB Kemenag Ke-80. Foto : Sayono.

Sementara itu, program Berlian difokuskan pada upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, asri, nyaman, dan ramah lingkungan, sejalan dengan semangat ECO Office dan Asta Protas Kementerian Agama RI tentang Ekoteologi.

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut.

“Prestasi ini bukan semata tentang lomba, tetapi tentang komitmen bersama seluruh ASN KUA Karanganyar dalam menghadirkan nilai-nilai agama yang membumi, salah satunya melalui kepedulian terhadap lingkungan. Program Jumat Berakar dan Berlian adalah ikhtiar kecil kami untuk menanamkan kesadaran ekoteologi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Amin Nasirudin juga menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif dan konsistensi dalam menjalankan program, bukan kerja instan semata.

Tarom menerima piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan sebagai Juara III Lomba Video Kreatif dalam rangka HAB Kemenag Ke-80. Foto : Tim Kreatif Kemenag Purbalingga.

Senada dengan hal tersebut, Tarom, selaku perwakilan Tim Media Sinar KUA Karanganyar, mengungkapkan bahwa proses pembuatan video dilakukan dengan penuh semangat kolaborasi.

“Kami berupaya menyajikan video yang tidak hanya kreatif secara visual, tetapi juga kuat dari sisi pesan. Ekoteologi dan ECO Office kami angkat berdasarkan praktik nyata yang sudah berjalan di KUA Karanganyar, sehingga video ini benar-benar merepresentasikan gerakan yang hidup,” jelasnya.

Prestasi sebagai Juara III semakin menegaskan konsistensi KUA Karanganyar dalam mengimplementasikan nilai-nilai ekoteologi secara berkelanjutan. Sebelumnya, KUA Karanganyar melalui Program Jumat Berakar (Jumat Berkah KUA Karanganyar) dan Berlian (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman) juga telah menerima penghargaan sebagai KUA Pelopor Ekoteologi Triwulan IV. Penghargaan tersebut diserahkan pada Upacara Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI yang digelar pada Sabtu, 3 Januari 2026, bertempat di Lapangan MIN 1 Purbalingga.

Prestasi ini menjadi motivasi bagi KUA Karanganyar untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat peran KUA sebagai institusi keagamaan yang responsif terhadap isu lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh ASN KUA Karanganyar dan Tim Media Sinar KUA Karanganyar atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi nyatanya hingga berhasil mengharumkan nama KUA Karanganyar di tingkat Kabupaten Purbalingga. 

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam)

05 Januari 2026

KUA Karanganyar Awali Pekan Kerja dengan Apel Pagi, BINAKU, dan FAIDAH

Apel pagi KUA Karanganyar dilaksanakan di halama KUA dan diikuti oleh seluruh ASN pada Senin (5/1/2026). Foto : Tanti.

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar mengawali pekan kerja dengan rangkaian kegiatan pembinaan dan penguatan kapasitas ASN pada Senin, 5 Januari 2026. Kegiatan diawali dengan Apel Pagi yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA Karanganyar sebagai bentuk konsistensi dalam menegakkan disiplin, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat pelayanan publik yang profesional dan humanis.

Apel pagi menjadi momentum refleksi awal tahun sekaligus penguatan komitmen bersama dalam memberikan layanan keagamaan terbaik kepada masyarakat. Pada kesempatan tersebut, keluarga besar KUA Karanganyar turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas penghargaan yang diraih sebagai KUA Pelopor Program Ekoteologi pada peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80. Prestasi ini menjadi penyemangat bagi seluruh ASN untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

BINAKU (Pembinaan ASN KUA Karanganyar) rutin dilaksanakan setiap Senin di KUA Karanganyar. Foto : Tarom.

Usai pelaksanaan apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan BINAKU (Pembinaan ASN KUA Karanganyar) yang dipandu langsung oleh Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin. Dalam pembinaannya, ia menegaskan pentingnya menjalankan seluruh program kerja KUA dengan ikhlas, penuh tanggung jawab, dan semangat kebersamaan. Selain itu, ASN diingatkan untuk segera menyelesaikan e-Kinerja Triwulan IV Tahun 2025 serta laporan kinerja tahunan secara tertib dan tepat waktu sebagai bentuk akuntabilitas ASN. Kepala KUA juga mendorong seluruh jajaran untuk senantiasa meningkatkan kualitas layanan, baik dari aspek profesionalitas, ketepatan prosedur, maupun pendekatan yang ramah dan humanis kepada masyarakat.

FAIDAH (Forum Kajian Kitab Kuning Dapat Berkah) sebagai ruang penguatan keilmuan dan spiritualitas rutin dilaksanakan pada Senin (5/1/2026). Foto : Tarom.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan FAIDAH (Forum Kajian Kitab Kuning Dapat Berkah) sebagai ruang penguatan keilmuan dan spiritualitas. Pada forum kajian ini, Basrowi menyampaikan materi tentang rukun khutbah Jumat, yang menjadi aspek fundamental dalam pelaksanaan ibadah Jumat. Kajian disampaikan secara sistematis dan aplikatif, sehingga dapat menjadi bekal bagi ASN dan para pelaku dakwah dalam menjalankan tugas keagamaan di tengah masyarakat.

Melalui rangkaian Apel Pagi, BINAKU, dan FAIDAH, KUA Karanganyar meneguhkan komitmen untuk membangun ASN yang berintegritas, berilmu, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kualitas layanan keagamaan yang berdampak, berkelanjutan, dan berpihak pada kemaslahatan umat.

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

03 Januari 2026

Komitmen Ekoteologi Berbuah Prestasi, KUA Karanganyar Kembali Raih Penghargaan

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin bersama ASN KUA Karanganyar usai mendapatkan penghargaan sebagai KUA pelopor Program Ekoteologi Periode Oktober–Desember 2025. Penghargaan ini disampaikan pada Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI ke-80 di MI Negeri 1 Purbalingga, Sabtu (3/1/2026). Foto : Tarom.

Purbalingga_Komitmen Kantor Urusan Agama Karanganyar dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang inovatif dan berdampak nyata kembali berbuah manis. Sabtu, 3 Januari 2026, bertepatan dengan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, KUA Karanganyar kembali menerima penghargaan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Dalam momen penuh khidmat tersebut, KUA Karanganyar dinobatkan sebagai KUA Pelopor Program Ekoteologi Periode Oktober–Desember 2025. Penghargaan diserahkan seusai pelaksanaan Upacara HAB Kemenag yang diselenggarakan di Lapangan MI Negeri 1 Purbalingga, disaksikan oleh keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dan tamu undangan.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas inovasi KUA Karanganyar melalui dua program unggulan, yakni Jumat Berakar (Jumat Berkah KUA Karanganyar) dan BERLIAN (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman). Kedua program ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Asta Program Prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama RI, khususnya pada penguatan Ekoteologi, yaitu etika lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.

Selain selaras dengan kebijakan Kementerian Agama RI, inovasi KUA Karanganyar juga sejalan dengan program Kemenag ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah) yang dicanangkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Flyer ucapan selamat atas prestasi KUA Karanganyar sebagai 
Pelopor Program Ekoteologi Periode Oktober–Desember 2025. Desainer flyer : Tanti.

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran KUA Karanganyar serta dukungan dari masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan KUA yang tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga memberi nilai keberkahan dan manfaat jangka panjang. Ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah, dan KUA memiliki peran strategis untuk menanamkan nilai tersebut kepada masyarakat,” ungkap Amin Nasirudin.

Program Jumat Berakar diwujudkan melalui pemberian bibit pohon manggis kepada pengguna layanan KUA. Jumat Berakar dimaksudkan sebagai simbol awal kehidupan baru yang selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus menjadi amal jariyah yang manfaatnya terus tumbuh seiring waktu.

Program BERLIAN merupakan komitmen internal KUA Karanganyar untuk menciptakan lingkungan kantor yang bersih, asri, dan nyaman. Melalui kegiatan rutin kebersihan, penataan ruang, dan perawatan taman, KUA Karanganyar berupaya menghadirkan suasana pelayanan yang ramah, profesional, dan menenangkan bagi masyarakat.

Prestasi ini semakin istimewa karena KUA Karanganyar sebelumnya juga telah menerima penghargaan sebagai KUA Pelopor Layanan Prima Periode Juli–September 2025. Capaian beruntun ini menegaskan konsistensi KUA Karanganyar dalam berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Melalui semangat HAB Kemenag ke-80, KUA Karanganyar berkomitmen untuk terus melangkah ke depan, memperkuat sinergi antara pelayanan keagamaan, kepedulian lingkungan, dan nilai-nilai kemanusiaan demi terwujudnya KUA yang profesional, humanis, dan berdampak bagi masyarakat.

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

29 Desember 2025

Menutup Tahun dengan Refleksi: Apel Pagi KUA Karanganyar Bersama Kasi Bimas Kemenag

Apel pagi KUA Karanganyar lain dari biasanya dengan kehadiran Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Senin (29/12/2025). Foto : Said Ali Setiyawan.

Karanganyar_Suasana khidmat terasa di halaman Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar pada Senin pagi, (29/12/2025). Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA Karanganyar mengikuti apel pagi yang kali ini terasa istimewa dengan kehadiran Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Moh. Nur Hidayat, sebagai Pembina Apel.

Apel pagi menjadi momentum reflektif di penghujung tahun 2025. Dalam amanatnya, Moh. Nur Hidayat menegaskan pentingnya monitoring dan evaluasi (monev) kinerja KUA sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Menurutnya, akhir tahun bukan sekadar penutup administrasi, tetapi waktu yang tepat untuk menilai capaian, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan langkah perbaikan ke depan.

“Monitoring dan evaluasi harus dimaknai sebagai ikhtiar bersama untuk memastikan bahwa layanan KUA benar-benar berjalan sesuai standar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Pembina Apel juga mengingatkan seluruh ASN KUA Karanganyar untuk menyambut Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama dengan semangat kebersamaan dan pengabdian. HAB, menurutnya, bukan hanya agenda seremonial, tetapi pengingat historis atas peran strategis Kementerian Agama dalam menjaga harmoni, moderasi beragama, serta pelayanan keagamaan yang inklusif.

Dalam kesempatan tersebut, Moh. Nur Hidayat juga menekankan pentingnya menjaga profesionalitas ASN KUA. Ia mengajak seluruh pegawai untuk terus meningkatkan integritas, disiplin, dan etos kerja, seiring dengan tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis dan berbasis kualitas.

Foto bersama usai Apel pagi, mengukuhkan semangat untuk meningkatkan kinerja dan layanan yang lebih baik dan profesional. Foto : Said Ali Setiyawan.

“ASN KUA adalah wajah Kementerian Agama di tingkat akar rumput. Profesionalitas, sikap humanis, dan pelayanan yang berintegritas adalah kunci kepercayaan masyarakat,” pesannya.

Apel pagi diakhiri dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan. Kehadiran Kasi Bimas Kemenag Kabupaten Purbalingga diharapkan semakin memotivasi ASN KUA Karanganyar untuk menutup tahun 2025 dengan evaluasi yang jujur serta menyongsong tahun 2026 dengan kinerja yang lebih baik dan profesional.

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha



24 Desember 2025

Integrasi Ekoteologi dalam Pelayanan Publik: Program Jumat Berakar dan Berlian KUA Karanganyar

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin memberikan bibit pohon manggis kepada pengguna layanan yang hadir pada Jumat pertama di KUA Karanganyar. Foto : Tarom.

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar terus berikhtiar menghadirkan wajah pelayanan publik yang tidak hanya administratif, tetapi juga sarat nilai, makna, dan keberlanjutan. Ikhtiar tersebut terwujud melalui dua program unggulan, yakni Jumat Berakar (Jumat Berkah KUA Karanganyar) dan BERLIAN (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman). Keduanya menjadi representasi nyata komitmen KUA Karanganyar dalam mengintegrasikan pelayanan keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Jumat Berakar: Pelayanan Publik Berbasis Ekoteologi

Program Jumat Berakar lahir dari sebuah kesadaran bersama bahwa pelayanan keagamaan memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar ritual dan administrasi. Agama, dalam pandangan KUA Karanganyar, adalah fondasi moral yang menuntun manusia untuk menjaga harmoni dengan alam sebagai amanah Tuhan.

Jumat Berakar sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama RI, khususnya penguatan Ekoteologi (etika lingkungan berbasis nilai-nilai agama). Jumat Berakar menjadi langkah nyata KUA Karanganyar dalam menerjemahkan mandat nasional tersebut di tingkat akar rumput. 

Implementasi Jumat Berakar juga selaras dengan gerakan lingkungan yang diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, yakni 
Program Kemenag ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah). Kemenag ASRI dengan slogannya “Nandur Becik, Ati Resik”Sinergi" benar-benar menginspirasi KUA Karanganyar untuk memiliki program yang senada. 

Sri Rahayu, staff KUA Karanganyar memberikan bibit pohon manggis kepada pengguna layanan KUA di setiap Jumat pertama. Foto : Artanti.

Jumat Berakar dilaksanakan setiap Jumat pertama dengan memberikan bibit pohon manggis kepada pengguna layanan, khususnya pasangan yang baru menikah. Pilihan ini bukan tanpa makna. Pohon manggis adalah tanaman produktif, bernilai ekonomi, dan berumur panjang. Ketika ditanam dan dirawat, pohon ini diharapkan menjadi amal jariyah, kebaikan yang terus mengalir manfaat dan pahalanya, bahkan hingga generasi berikutnya.

Tujuan Jumat Berakar
  1. Mewujudkan KUA Berbasis Ekoteologi. KUA Karanganyar berperan sebagai ruang edukasi publik bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah. KUA tidak hanya hadir dalam urusan pernikahan, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis sebagai tanggung jawab moral umat beragama. 
  2. Meningkatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Produktif. Distribusi bibit pohon manggis diharapkan dapat menambah jumlah pohon produktif di lingkungan Karanganyar, berkontribusi pada perbaikan kualitas udara, ketahanan pangan keluarga, serta penciptaan lingkungan yang lebih sejuk dan sehat. 
  3. Menciptakan Sinergi Gerakan Ekologi Regional. Jumat Berakar diharapkan menjadi inspirasi bagi KUA lain untuk mengadopsi program serupa, sehingga terbangun gerakan ekologis yang masif, terstruktur, dan sejalan dengan semangat Ekoteologi Kemenag dan program ASRI.
Manfaat Jumat Berakar
Manfaat program Jumat Berakar tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga sosial, edukatif, dan spiritual.

Manfaat Ekologis
Setiap pohon yang ditanam berfungsi sebagai “paru-paru mini” yang menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, sehingga berkontribusi dalam mengurangi dampak pemanasan global. Selain itu, pohon manggis sebagai tanaman produktif mendukung konservasi lingkungan sekaligus ketahanan pangan.

Manfaat Sosial dan Edukasi
Jumat Berakar menjadi sarana penyemaian kesadaran lingkungan bagi masyarakat, khususnya pasangan pengantin baru, bahwa membangun rumah tangga berarti juga merawat kehidupan dan alam. Di sisi lain, inovasi ini meningkatkan citra KUA Karanganyar sebagai lembaga pelayanan publik yang kreatif, peduli lingkungan, dan berdampak jangka panjang.

Manfaat Spiritual dan Moral
Pohon yang tumbuh, berbuah, memberi naungan, dan manfaat bagi makhluk hidup lainnya akan terus mengalirkan pahala bagi penanamnya. Inilah wujud keberkahan yang hakiki, di mana ibadah tidak berhenti pada ritual, tetapi menjelma menjadi kebaikan yang terus hidup.

Berlian KUA Karanganyar: Merawat Lingkungan Kerja, Menguatkan Pelayanan


Jika Jumat Berakar menyasar masyarakat eksternal, maka 
ASN KUA Karanganyar bersama-sama membersihkan lingkungan KUA Karanganyar 
untuk suasana lebih asri dan nyaman. Foto : Artanti.

Berlian KUA Karanganyar (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman) merupakan komitmen KUA Karanganyar dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan nyaman. Program ini berangkat dari keyakinan bahwa pelayanan publik yang berkualitas lahir dari lingkungan kerja yang sehat dan mendukung.

Berlian KUA Karanganyar secara rutin melaksanakan kegiatan bersih-bersih, penataan ruang kerja, serta perawatan taman dan area hijau di sekitar kantor. Lingkungan kantor yang bersih dan asri tidak hanya meningkatkan produktivitas dan semangat kerja ASN, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman dan kepercayaan bagi masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.

Menjaga kebersihan halaman KUA menjadi prioritas, agar pengguna layanan merasa nyaman 
saat berkunjung ke KUA. Foto : Aris Sungkowo.

Berlian KUA Karanganyar mencerminkan etos kerja dan budaya KUA Karanganyar yang menjunjung tinggi kerapian, keindahan, dan kepedulian terhadap detail. Pembiasan baik ini akan menjadi penentu terciptanya pengalaman pelayanan publik yang positif dan berkesan.

Program Jumat Berakar dan 
Berlian KUA Karanganyar menegaskan bahwa pelayanan keagamaan dapat berjalan seiring dengan kepedulian lingkungan dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Kedua program ini menjadi bukti bahwa KUA bukan hanya tempat mengurus administrasi, tetapi juga ruang penebar nilai, kesadaran, dan keberkahan, bagi manusia, alam, dan generasi masa depan.

Kontributor dan Publisher: Artanti Laili Zulaiha





23 Desember 2025

Rakor KUA Karanganyar: Layanan Digital, Integritas, dan SEHATI

Rapat Koordinasi (Rakor) KUA Karanganyar perkuat layanan dengan penuh integritas, dilaksanakan di Aula Balai Nikah pada Selasa (23/12/2025). Dok. Foto : Tarom.

Karanganyar_Kantor Urusan Agama Kecamatan Karanganyar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor)  Selasa (23/12/2025), bertempat di Balai Nikah KUA Karanganyar. Rakor diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA Karanganyar sebagai bagian dari upaya penguatan layanan dan peningkatan kualitas pelayanan.

Rakor menekankan pada penguatan manajemen layanan KUA berbasis digital sebagai respons terhadap tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Digitalisasi layanan dipandang bukan sekadar perubahan sistem, tetapi juga perubahan budaya kerja yang menuntut profesionalisme dan ketelitian.

Selain itu, Rakor menegaskan kembali komitmen KUA Karanganyar dalam melayani masyarakat dengan integritas dan semangat SEHATI (Santun, Efisien dan Efektif, Humanis, Amanah, Tertib, dan Ikhlas). Nilai-nilai ini menjadi semangat dalam setiap proses pelayanan, sekaligus cerminan wajah KUA sebagai lembaga yang hadir melayani dengan hati.

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin dalam arahannya menekankan bahwa ASN KUA tidak hanya berperan sebagai pelaksana administrasi, tetapi juga sebagai problem solver bagi masyarakat.

“Kehadiran KUA harus mampu memberikan solusi atas setiap permasalahan masyarakat yang disampaikan. Kita melayani bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi menghadirkan ketenangan, kepastian, dan kemudahan dengan penuh keikhlasan,” tegas Amin.

Rakor juga membahas persiapan peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, yang diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen pengabdian ASN Kementerian Agama kepada masyarakat.

KUA Karanganyar bersiap dalam menghadapi monitoring dan evaluasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Kegiatan monev ini dipandang sebagai sarana pembinaan untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Rakor KUA Karanganyar meneguhkan tekad untuk terus bergerak maju, memadukan teknologi, integritas, dan nilai-nilai humanis. Semua ini demi menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, responsif, bermakna dan berdampak bagi masyarakat.

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha 

15 Desember 2025

Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin Tekankan Pondasi Keluarga Sakinah

Tarom, penyuluh agama Islam KUA Karanganyar memberikan Binwin Catin juga buku Fondasi Keluarga Sakinah dari Kementerian Agama RI kepada calon pengantin, Senin (15/15/2025). Dok. foto : Aris Sungkowo.

Karanganyar_Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin (Binwin Catin)
 merupakan bagian dari upaya KUA dalam mempersiapkan calon pasangan suami istri agar mampu membangun rumah tangga yang kokoh, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, bertempat di aula balai nikah KUA Karanganyar.

Bimbingan perkawinan disampaikan oleh Tarom, Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar. Dalam penyampaiannya, Tarom menekankan pentingnya pondasi keluarga sakinah sebagai dasar utama dalam kehidupan berumah tangga. Tarom menjelaskan bahwa keluarga sakinah tidak hanya dibangun dari rasa cinta, tetapi juga dari komitmen, tanggung jawab, komunikasi yang baik, serta pemahaman terhadap hak dan kewajiban suami istri.

“Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua individu, tetapi juga menyatukan visi, nilai, dan tujuan hidup. Dengan pondasi yang kuat, keluarga akan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujarnya.

Binwin Catin ini, diharapkan para calon pengantin memiliki bekal pengetahuan dan kesiapan mental-spiritual sebelum memasuki jenjang pernikahan, sehingga dapat mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta maslahah (berkontribusi positif) bagi lingkungan dan masyarakat. 

Pasangan calon pengantin yang telah diberikan bimbingan, akan mendapatkan buku dari Kementerian Agama RI yang berjudul "Fondasi Keluarga Sakinah" secara gratis. Diharapkan benar-benar menjadi bekal dalam mengarungi bahtera rumah tangga nantinya.

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

Jumat Berakar dan Berlian Mengantarkan KUA Karanganyar Raih Juara III Lomba Video Kreatif

KUA Karanganyar raih Juara III Lomba Video Kreatif dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Ke-80, Rabu (7/1/2026). Foto : Tim K...