Sayono, Tarom dan Muchotib, Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar
menyampaikan materi parenting dan sosialisasi Gas Nikah.
Karanganyar – MI Ma’arif NU 02 Maribaya, Kecamatan Karanganyar, pada Jumat (29/8/2025) terlihat sangat ramai dengan kehadiran orang tua murid, guru, dan siswa-siswi yang semangat mengikuti acara Parenting. Acara ini menampilkan Sayono, Penyuluh Agama Islam dari KUA Karanganyar, sebagai pembicara utama.
Sayono menekankan bahwa peran orang tua dalam pendidikan anak memiliki pengaruh yang sangat signifikan. Ia menekankan bahwa keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan yang terpenting, tempat anak memperoleh nilai-nilai kehidupan sebelum memasuki dunia sekolah. “Sekolah dapat menghasilkan generasi yang pintar, namun keluarga yang membangun generasi berkarakter.” “Orang tua harus hadir, membimbing, dan menjadi contoh terbaik bagi anak-anak mereka,” kata Sayono dengan semangat.
Sayono mendorong para orang tua untuk mampu menyesuaikan diri dengan
perkembangan jaman dalam pola asuh kepada anak.
Selain itu, ia juga mendorong orang tua untuk menyesuaikan cara mendidik sesuai dengan kemajuan zaman, khususnya di era digital saat ini. Kehadiran alat dan teknologi, menurutnya, dapat menjadi peluang sekaligus tantangan dalam mendidik anak. Karena itu, hubungan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat penting agar muncul rasa percaya, kedekatan, serta contoh yang positif di rumah.
Selain materi Parenting, acara ini juga dimeriahkan dengan sosialisasi program andalan Kementerian Agama, yaitu Gas Nikah (Gerakan Sadar Pencatatan Nikah). Materi ini disampaikan oleh Tarom, Penyuluh Agama Islam, yang menjelaskan signifikansi pencatatan pernikahan resmi di Kantor Urusan Agama.
Tarom menyampaikan sosialisasi GAS NIKAH (Gerakan Sadar Pencatatan Nikah).
Tarom menekankan, pendaftaran pernikahan bukan sekadar prosedur, melainkan juga memberikan kepastian hukum bagi pasangan suami-istri, melindungi hak anak, serta menjaga ketahanan keluarga. “Gas Nikah hadir untuk mengingatkan kita semua bahwa membangun keluarga yang kokoh dimulai dari pernikahan yang resmi tercatat,” ujarnya.
Acara menjadi semakin meriah karena dipandu dengan semangat oleh Muchotib, Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar. Dengan cara yang komunikatif dan santai, Muchotib dapat mengaitkan setiap sesi dengan efektif sehingga peserta tetap konsentrasi dan merasa nyaman. Suasana menjadi lebih santai, para orang tua tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan saling berbagi pengalaman mengenai cara mendidik anak.
Kepala MI Ma’arif NU 02 Maribaya, Kasto, mengungkapkan rasa terima kasih kepada para Penyuluh Agama Islam yang telah hadir dan memberikan materi yang sangat berguna. Ia berpendapat bahwa kegiatan Parenting ini bukan hanya sekadar kebiasaan, melainkan sebuah usaha konkret untuk memperkuat kerja sama antara sekolah, orang tua, dan lembaga pemerintah dalam mendidik generasi yang pintar, berakhlak, serta memiliki pemahaman hukum yang baik.
Para orang tua siswa juga memberikan respon positif terhadap kegiatan ini. Mereka merasa memperoleh pengetahuan baru, baik dalam mendampingi anak-anak di rumah maupun pemahaman mengenai pentingnya legitimasi perkawinan. “Materinya sangat berguna, terutama karena disampaikan dengan bahasa yang mudah dan gampang dimengerti,” kata salah satu orang tua siswa dengan wajah ceria.
Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan kesadaran bersama akan semakin berkembang bahwa pendidikan anak bukan hanya beban sekolah, tetapi juga kolaborasi yang erat antara orang tua dan guru. Melalui sosialisasi Gas Nikah, masyarakat diingatkan akan signifikansinya memulai kehidupan berumah tangga dengan cara yang tepat, tercatat, dan dilindungi oleh hukum negara serta agama
Kontributor dan publisher : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)


.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar