Purbalingga - Isu kekerasan terhadap perempuan menjadi fokus utama dalam kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan pada Jumat, 3 Oktober 2025, bertempat di Gedung Graha Srikandi Kabupaten Purbalingga. Acara yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik ini diisi oleh Artanti Laili Zulaiha, seorang tokoh aktif di berbagai lini: anggota Forum Puspa (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Kab. Purbalingga, Wakil Ketua 3 PC Fatayat NU Purbalingga, Sekretaris Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga sekaligus Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar.
Dalam paparannya, Artanti Laili Zulaiha membedah isu ini secara komprehensif, mulai dari akar masalah hingga solusi pencegahan.
Memahami Kekerasan: Bukan Sekadar Fisik
Artanti memulai penjelasannya dengan menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan memiliki cakupan yang luas, bukan hanya sebatas luka fisik.
"Banyak dari kita masih menganggap kekerasan itu hanya ditandai dengan memar atau pukulan. Padahal, kekerasan psikis, verbal, bahkan ekonomi adalah bentuk kekerasan yang sering tidak disadari namun dampaknya sangat merusak," jelas Artanti.
Ia menguraikan bahwa penyebab kekerasan seringkali berakar pada konstruksi sosial patriarki yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat, serta kurangnya pemahaman tentang kesetaraan dan komunikasi yang sehat dalam rumah tangga. Bentuk-bentuk kekerasan yang disoroti meliputi ancaman, merendahkan martabat, pembatasan ruang gerak, hingga penelantaran ekonomi.
Solusi Pencegahan: Edukasi dan Keberanian Melapor
"Solusi pencegahan yang paling utama adalah keberanian. Keberanian untuk mengatakan 'tidak' dan keberanian untuk melapor," tegas Artanti.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menutup mata dan menganggap kekerasan sebagai urusan rumah tangga semata, melainkan sebagai masalah publik yang harus diselesaikan bersama.
Dukungan Penuh dari Ketua DWP Purbalingga
Kegiatan sosialisasi ini juga mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Purbalingga, Ibu Rida Kusumawati Mukodam, yang turut hadir. Menurutnya, sosialisasi seperti ini sangat penting untuk membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
Dalam testimoninya, Ibu Rida Kusumawati Mukodam menyatakan: "Kami dari DWP sangat mendukung penuh Gerakan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan ini. Edukasi dari Ibu Artanti hari ini telah membuka wawasan. Saya berharap, setelah acara ini, semua ibu-ibu dan anggota DWP bisa menjadi perpanjangan tangan untuk menyebarkan informasi ini. Karena, sebagaimana yang disampaikan, perlindungan terhadap perempuan adalah kunci menuju keluarga dan masyarakat yang sejahtera."
Kegiatan diakhiri dengan tepuk sakinah yang sedang viral. Diikuti oleh semua Pengurus DWP Kabupaten Purbalingga yang hadir pada kesempatan tersebut.
Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha


Tidak ada komentar:
Posting Komentar