Purbalingga - Dalam upaya memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat, Dinas Sosial bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan kegiatan pembinaan bagi komunitas pelaku UMKM, yang digelar di Griya UMKM Kabupaten Purbalingga pada Selasa (14/10/2025).
Salah satu narasumber dalam kegiatan ini adalah Artanti Laili Zulaiha, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karanganyar sekaligus tokoh perempuan aktif di berbagai bidang sosial-keagamaan. Artanti juga tercatat sebagai Pengurus PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Aktivis PC Fatayat NU Purbalingga, Pengurus MUI Kabupaten Purbalingga Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga, serta Anggota Forum Puspa (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Kabupaten Purbalingga.
Artanti menyampaikan materi “Ketahanan Keluarga”, yang menekankan pentingnya keluarga sebagai pondasi utama dalam membangun masyarakat dan bangsa yang tangguh. Artanti membuka paparan dengan menegaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, namun memiliki peran besar dalam membentuk karakter, moral, dan peradaban manusia.
“Keluarga adalah madrasah ula, sekolah pertama bagi anak-anak kita. Di sinilah nilai iman, moral, dan tanggung jawab ditanamkan sejak dini,” tutur Artanti, sambil mengutip firman Allah SWT dalam QS. At-Tahrim ayat 6: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...”
Artanti kemudian menjelaskan bahwa ketahanan keluarga adalah kondisi dinamis yang mencerminkan kemampuan keluarga dalam mengelola sumber daya, menghadapi tantangan hidup, serta menjaga kesejahteraan jasmani, rohani, sosial, dan spiritual. Ia memaparkan lima dimensi utama ketahanan keluarga, yaitu:
-
Ketahanan fisik – pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, dan kesehatan.
-
Ketahanan ekonomi – kemandirian finansial dan kemampuan mengelola keuangan dengan bijak.
-
Ketahanan sosial-psikologis – komunikasi yang efektif, empati, dan kasih sayang antaranggota keluarga.
-
Ketahanan sosial-budaya – menjaga nilai, norma, dan tradisi luhur bangsa.
-
Ketahanan spiritual dan moral – menjadikan agama sebagai pedoman hidup dan sumber keteladanan.
Selain itu, Artanti menyoroti faktor-faktor penting yang mempengaruhi ketahanan keluarga, seperti kualitas komunikasi, keteladanan orang tua, kemandirian ekonomi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk tantangan era digital.
Artanti juga memberikan strategi dalam membangun ketahanan keluarga, di antaranya memperkuat spiritualitas melalui ibadah bersama, meningkatkan literasi keuangan keluarga, menjaga keharmonisan rumah tangga, serta aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
“Keluarga yang tangguh bukan hanya yang mampu bertahan di tengah kesulitan, tetapi yang terus tumbuh dalam iman, kasih sayang, dan kemandirian,” ujar Artanti menegaskan.
Dalam perspektif Islam, Artanti melanjutkan, keluarga memiliki tiga peran utama: sebagai tempat pembinaan iman dan akhlak, sebagai benteng moral dari arus globalisasi, dan sebagai sumber ketenangan (sakinah), kasih sayang (mawaddah), serta rahmat (rahmah) sebagaimana disebut dalam QS. Ar-Rum ayat 21.
Sebagai penutup, Artanti mengajak seluruh peserta untuk menanamkan nilai-nilai ketahanan keluarga dalam kehidupan sehari-hari.
“Bangsa yang kuat berawal dari keluarga yang tangguh. Mari kita mulai memperkuatnya dari rumah masing-masing,” pungkasnya.
Dengan kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga memiliki fondasi keluarga yang kokoh, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keimanan.
Kontributor dan publisher : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar