Manfaatkan Halaman Kantor Ikhtiar Ketahanan Pangan (MAHAR IKATAN)
merupakan program inovasi dari KUA Karanganyar. Foto : Sayono.
Karanganyar_Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar terus bekerja untuk meningkatkan peranannya di masyarakat, tidak hanya dalam pelayanan keagamaan dan administrasi, tetapi juga dalam menangani masalah strategis yang memengaruhi kehidupan umat. MAHAR IKATAN (Manfaatkan Halaman Kantor Ikhtiar Ketahanan Pangan) adalah inisiatif baru dari Kantor Urusan Agama Karanganyar. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan halaman kantor sebagai lahan pertanian yang produktif.
Program MAHAR IKATAN muncul dari kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara nilai-nilai spiritual, manusia, dan alam. Saat ini, halaman kantor digunakan sebagai lahan pertanian sederhana, menanam sayuran seperti pare, tomat, dan cabai. Dengan MAHAR IKATAN, KUA Karanganyar menunjukkan dukungannya terhadap program Ekoteologi, Kemenag Asri, dan inisiatif URAB MENDOAN (Ustadz dan Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan).
MAHAR IKATAN merupan contoh sederhana namun penting untuk membangun ketahanan pangan di komunitas kecil. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab moral dan sosial bersama. Dengan memanfaatkan halaman kantor sebagai tempat untuk bertanam, KUA ingin menunjukkan bahwa setiap tempat memiliki potensi untuk dihidupkan dan bahwa setiap usaha, dapat membantu keberlangsungan kehidupan.
Tanaman pare, tomat, dan cabai dipilih sebagai awal dari program MAHAR IKATAN. Foto : Sayono.
MAHAR IKATAN juga didasarkan pada ekoteologi, suatu kepercayaan agama yang menggabungkan pengabdian kepada alam sebagai bagian dari ibadah. Menurut firman Allah SWT, manusia bertanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan memakmurkan alam seperti khalifah di bumi.
"Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi...." (QS. Al-An’am: 165).
Ayat tersebut menegaskan bahwa amanah kekhalifahan menuntut manusia untuk tidak bersikap eksploitatif, melainkan mengelola bumi dengan penuh tanggung jawab dan kebermanfaatan.
Tanaman pare menjadi pilihan karena cukup mudah, berkhasiat dan cocok untuk ketahanan pangan.
Foto : Aris Sungkowo.
Selain itu, aktivitas bercocok tanam yang dilakukan melalui MAHAR IKATAN juga memiliki nilai ibadah sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW dalam hadisnya:
“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman atau bercocok tanam, lalu hasilnya dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan menjadi sedekah baginya”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menjadi landasan spiritual untuk percaya bahwa bertani memiliki manfaat sosial dan ukhrawi selain keuntungan finansial.
MAHAR IKATAN mulai menunjukan hasilnya yaitu berbuahnya tanaman tomat. Foto : Tarom.
Melalui MAHAR IKATAN, KUA Karanganyar berharap dapat meningkatkan kesadaran ASN dan masyarakat bahwa upaya sederhana dapat membantu ketahanan pangan. MAHAR IKATAN juga diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi instansi pemerintah, khususnya KUA, untuk berpartisipasi secara aktif dalam menciptakan lingkungan yang asri, produktif, dan berkelanjutan.
MAHAR IKATAN tidak sekadar menanam sayuran di halaman kantor; itu juga mengajarkan nilai kepedulian, kemandirian, dan tanggung jawab dalam hidup. sebuah upaya yang menggabungkan peran keagamaan, kepedulian lingkungan, dan semangat ketahanan pangan untuk kemaslahatan alam dan kemaslahatan umat.
Kontributor : Artanti Laili Zulaiha




Tidak ada komentar:
Posting Komentar