Foto bersama Muchotib dengan para Jamaah Majelis Taklim Ranting Muslimat NU 1 Kabunderan.
Karanganyar_Program BIMTAK (Bimbingan dan Penyuluhan Majelis Taklim) yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar, Muchotib, berlangsung khidmat di Majelis Taklim Ranting Muslimat NU 1 Kabunderan. BIMTAK digelar di Masjid Nurul Huda Kabunderan dan diikuti oleh jamaah dengan penuh semangat serta kekhusyukan.
Muchotib menyampaikan materi berjudul “Menjadikan Ibadah Puasa sebagai Perisai Diri”. Muchotib menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembinaan spiritual yang membentuk ketahanan moral dan kekuatan karakter.
Muchotib menjelaskan, puasa berfungsi sebagai perisai karena mampu melindungi seseorang dari perilaku buruk, hawa nafsu yang berlebihan, serta godaan yang dapat merusak nilai-nilai keimanan.
“Puasa itu bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi menahan diri dari amarah, dari lisan yang menyakiti, dan dari perbuatan yang tidak diridhai Allah. Inilah makna puasa sebagai perisai diri,” tegas Muchotib di hadapan jamaah.
Muchotib juga menjelaskan bahwa ketika seseorang menjalankan puasa dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, maka akan tumbuh kesabaran, kejujuran, serta kepekaan sosial. Puasa melatih pengendalian diri yang pada akhirnya membentuk pribadi yang lebih tenang, bijak, dan bertanggung jawab.
“Jika puasa kita benar, maka akhlak kita pun akan ikut membaik. Puasa yang berkualitas akan tercermin dalam sikap sehari-hari,” tambahnya.
Muchotib juga menjelaskan secara ringkas tentang Program BIMTAK yang menjadi bagian dari tugas dan fungsi Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar. BIMTAK bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat, memperkuat akidah, memperdalam praktik ibadah, serta membina akhlak umat melalui majelis taklim dan forum keagamaan.
BIMTAK diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran yang berkelanjutan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta membangun masyarakat yang religius dan harmonis. Melalui BIMTAK, majelis taklim tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga pusat penguatan spiritual dan pembinaan moral.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh kekeluargaan. Para jamaah tampak antusias mengikuti kajian dan berdialog seputar praktik puasa dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan melalui kegiatan ini, ibadah puasa benar-benar menjadi perisai yang menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari hal-hal yang merusak nilai keimanan.
Kontributor : Muchotib
Editor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

Tidak ada komentar:
Posting Komentar