The Most KUA Karanganyar hadir di Majelis Taklim Muslimat NU Kabunderan.
Karanganyar_Dalam rangka menguatkan pembinaan keluarga sakinah selama bulan suci Ramadan, Kantor Urusan Agama Karanganyar melaksanakan Program The Most KUA – Move for Sakinah Maslahat, Rabu (4/3/2026), bertempat di Majelis Taklim Muslimat NU Kabunderan.
Program The Most KUA merupakan tindak lanjut dari inisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dalam memperkuat layanan pembinaan keluarga sakinah di seluruh KUA selama Ramadan 1447 H/2026 M. Sejalan dengan tema Joyful Ramadan Mubarak, Ramadan dimaknai sebagai bulan berkualitas bersama keluarga, mempererat relasi, serta menghidupkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan rumah tangga.
The Most KUA dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam, Muchotib dan Tarom, bersama Penghulu Said Ali Setiyawan. Materi yang diangkat adalah Konsep Dasar Keluarga Sakinah Maslahat, yang disampaikan secara dialogis dan partisipatif kepada jamaah Majelis Taklim Muslimat NU Kabunderan.
Dalam penjelasannya, Muchotib menjelaskan bahwa keluarga sakinah bukan sekadar rumah tangga yang tampak harmonis di permukaan, melainkan keluarga yang menghadirkan ketenangan batin sebagaimana pesan Allah dalam QS. Ar-Rum ayat 21. Ketenangan itu tumbuh dari hubungan yang dilandasi mawaddah dan rahmah—cinta yang tulus serta kasih sayang yang terus dirawat dalam keseharian.
Muchotib menggambarkan bahwa sakinah terbangun melalui komunikasi yang sehat, saling menghargai peran masing-masing, serta kesediaan untuk saling menguatkan dalam kondisi apa pun. Ketika suami dan istri mampu menjadikan rumah sebagai tempat kembali yang menenangkan, maka di situlah fondasi keluarga kokoh berdiri.
Selanjutnya Muchotib menekankan dimensi maslahat dalam keluarga. Menurutnya, keluarga tidak boleh berhenti pada kebahagiaan internal, tetapi harus meluas menjadi sumber kebaikan bagi lingkungan sekitar. Anak-anak dididik dengan nilai iman dan akhlak, orang tua menjadi teladan dalam sikap sosial, serta seluruh anggota keluarga terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
“Keluarga sakinah maslahat bukan hanya keluarga yang tenteram dan penuh kasih sayang, tetapi juga keluarga yang mampu menghadirkan kebaikan sosial. Dari rumah tangga yang kuat, lahir masyarakat yang bermartabat,” ungkap Muchotib.
Dalam suasana Ramadan, pesan tersebut terasa semakin relevan. Muchotib mengajak jamaah menjadikan momen sahur dan berbuka bersama sebagai ruang membangun komunikasi hangat dalam keluarga. Tadarus Al-Qur’an bersama anak-anak menjadi sarana menanamkan nilai spiritual sejak dini. Demikian pula zakat, infak, dan sedekah menjadi latihan nyata menumbuhkan kepedulian sosial dalam lingkup keluarga.
Ramadan bukan hanya bulan ibadah personal, tetapi juga bulan penguatan relasi keluarga. Ketika keluarga mampu menjalani Ramadan dengan penuh kesadaran nilai, maka ketahanan spiritual, emosional, dan sosial akan tumbuh secara alami.
Program The Most KUA – Move for Sakinah Maslahat ini, KUA Karanganyar menegaskan komitmennya untuk terus bergerak mendekatkan layanan pembinaan kepada masyarakat. Pendekatan berbasis kelompok yang dialogis menjadikan pembinaan tidak sekadar penyampaian materi, tetapi juga ruang berbagi pengalaman dan saling menguatkan antar jamaah.
Kontributor : Tarom dan Said
Editor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

Tidak ada komentar:
Posting Komentar