Karanganyar_Dalam rangka menjemput sinar di bulan suci Ramadhan, KUA Karanganyar menyelenggarakan kegiatan Khotmil Qur’an yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu pukul 13.00 WIB selama bulan Ramadhan. Khotmil Qur’an diikuti oleh seluruh ASN KUA Karanganyar dengan penuh khidmat.
Khotmil Qur’an dilakukan dengan sistem pembagian juz kepada masing-masing ASN. Khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Basrowi diikuti dengan khusyu. Kepala KUA Karanganyar menyampaikan bahwa khotmil Qur’an menjadi bagian dari ikhtiar spiritual dalam menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di KUA Karanganyar.
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagaimana firman Allah dalam Al-Baqarah ayat 185, sehingga sudah sepatutnya umat Islam menjadikannya momentum untuk semakin dekat dengan Kalamullah.
“Al-Qur’an adalah cahaya. Jika ia menerangi hati, maka ia juga akan menerangi cara kita bekerja,” tegas Kepala KUA Karanganyar.
Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan. Selain mendapatkan pahala yang berlipat ganda, setiap huruf yang dibaca bernilai kebaikan. Rasulullah Saw. bersabda bahwa setiap satu huruf dari Al-Qur’an dibalas dengan sepuluh kebaikan, dan dilipatgandakan pada waktu-waktu istimewa seperti Ramadhan. Dengan tadarus, hati menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, serta tumbuh semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan khotmil Qur’an ini juga bertujuan mempererat ukhuwah antar ASN, membangun budaya kerja yang religius, serta menjadikan kantor sebagai ruang yang tidak hanya produktif secara administratif, tetapi juga subur secara spiritual. Nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjalankan tugas, menjaga integritas, serta meningkatkan profesionalitas dalam pelayanan keagamaan.
“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk kembali akrab dengan Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman dalam bekerja,” ungkap Sayono, penyuluh agama Islam.
Khotmil Qur’an KUA Karanganyar di bulan Ramadhan sebagai madrasah ruhaniyah bagi seluruh pegawai, agar setelah Ramadhan berakhir, semangat mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor : Artanti Laili Zulaiha














