Selamat Datang di Website KUA Karanganyar - Kabupaten Purbalingga - Provinsi Jawa tengah

25 Februari 2026

Menjemput Sinar Ramadhan, KUA Karanganyar Gelar Khotmil Qur’an

Khotmil Qur’an KUA Karanganyar menjadi upaya menjemput Sinar Ramadhan.

Karanganyar_Dalam rangka menjemput sinar di bulan suci Ramadhan, KUA Karanganyar menyelenggarakan kegiatan Khotmil Qur’an yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu pukul 13.00 WIB selama bulan Ramadhan. Khotmil Qur’an diikuti oleh seluruh ASN KUA Karanganyar dengan penuh khidmat.

Khotmil Qur’an dilakukan dengan sistem pembagian juz kepada masing-masing ASN. Khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Basrowi diikuti dengan khusyu. Kepala KUA Karanganyar menyampaikan bahwa khotmil Qur’an menjadi bagian dari ikhtiar spiritual dalam menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di KUA Karanganyar. 

Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagaimana firman Allah dalam Al-Baqarah ayat 185, sehingga sudah sepatutnya umat Islam menjadikannya momentum untuk semakin dekat dengan Kalamullah.

“Al-Qur’an adalah cahaya. Jika ia menerangi hati, maka ia juga akan menerangi cara kita bekerja,” tegas Kepala KUA Karanganyar.

Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan. Selain mendapatkan pahala yang berlipat ganda, setiap huruf yang dibaca bernilai kebaikan. Rasulullah Saw. bersabda bahwa setiap satu huruf dari Al-Qur’an dibalas dengan sepuluh kebaikan, dan dilipatgandakan pada waktu-waktu istimewa seperti Ramadhan. Dengan tadarus, hati menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, serta tumbuh semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan khotmil Qur’an ini juga bertujuan mempererat ukhuwah antar ASN, membangun budaya kerja yang religius, serta menjadikan kantor sebagai ruang yang tidak hanya produktif secara administratif, tetapi juga subur secara spiritual. Nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjalankan tugas, menjaga integritas, serta meningkatkan profesionalitas dalam pelayanan keagamaan.

“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk kembali akrab dengan Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman dalam bekerja,” ungkap Sayono, penyuluh agama Islam.

Khotmil Qur’an KUA Karanganyar di bulan Ramadhan sebagai madrasah ruhaniyah bagi seluruh pegawai, agar setelah Ramadhan berakhir, semangat mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

BIMTAK KUA Karanganyar : Puasa sebagai Perisai Diri

Foto bersama Muchotib dengan para Jamaah Majelis Taklim Ranting Muslimat NU 1 Kabunderan.

Karanganyar_Program BIMTAK (Bimbingan dan Penyuluhan Majelis Taklim) yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar, Muchotib, berlangsung khidmat di Majelis Taklim Ranting Muslimat NU 1 Kabunderan. BIMTAK digelar di Masjid Nurul Huda Kabunderan dan diikuti oleh jamaah dengan penuh semangat serta kekhusyukan.

Muchotib menyampaikan materi berjudul “Menjadikan Ibadah Puasa sebagai Perisai Diri”. Muchotib menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembinaan spiritual yang membentuk ketahanan moral dan kekuatan karakter.

Muchotib menjelaskan, puasa berfungsi sebagai perisai karena mampu melindungi seseorang dari perilaku buruk, hawa nafsu yang berlebihan, serta godaan yang dapat merusak nilai-nilai keimanan.

“Puasa itu bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi menahan diri dari amarah, dari lisan yang menyakiti, dan dari perbuatan yang tidak diridhai Allah. Inilah makna puasa sebagai perisai diri,” tegas Muchotib di hadapan jamaah.

Muchotib juga menjelaskan bahwa ketika seseorang menjalankan puasa dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, maka akan tumbuh kesabaran, kejujuran, serta kepekaan sosial. Puasa melatih pengendalian diri yang pada akhirnya membentuk pribadi yang lebih tenang, bijak, dan bertanggung jawab.

“Jika puasa kita benar, maka akhlak kita pun akan ikut membaik. Puasa yang berkualitas akan tercermin dalam sikap sehari-hari,” tambahnya.

Muchotib juga menjelaskan secara ringkas tentang Program BIMTAK yang menjadi bagian dari tugas dan fungsi Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar. BIMTAK bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat, memperkuat akidah, memperdalam praktik ibadah, serta membina akhlak umat melalui majelis taklim dan forum keagamaan.

BIMTAK diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran yang berkelanjutan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta membangun masyarakat yang religius dan harmonis. Melalui BIMTAK, majelis taklim tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga pusat penguatan spiritual dan pembinaan moral.

Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh kekeluargaan. Para jamaah tampak antusias mengikuti kajian dan berdialog seputar praktik puasa dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan melalui kegiatan ini, ibadah puasa benar-benar menjadi perisai yang menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari hal-hal yang merusak nilai keimanan.

Kontributor : Muchotib 
Editor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

Meluruskan Niat, Menguatkan Keluarga: Parenting Inspiratif di RA Diponegoro Ponjen 1

Foto bersama dengan peserta parenting di RA Diponegoro Ponjen 1. 

Karanganyar_Parenting terus digelorakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar pada Rabu, 25 Februari 2026 di RA Diponegoro Ponjen 1. Hadir sebagai narasumber, Sri Mulyati yang menyampaikan materi bertajuk “Ramadhan: Momen untuk Menguatkan Ikatan Keluarga”. Dalam pemaparannya, Sri Mulyati menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah individual, melainkan bulan pendidikan keluarga.

Sri Mulyati menjelaskan, suasana Ramadhan menghadirkan banyak ruang kebersamaan yang dapat dimanfaatkan orang tua untuk mempererat hubungan dengan anak, seperti sahur bersama, berbuka puasa bersama, salat berjamaah, hingga tadarus Al-Qur’an di rumah.

“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk membangun kedekatan emosional dengan anak. Dari meja sahur hingga doa bersama setelah tarawih, di situlah ikatan keluarga diperkuat dengan cinta dan nilai-nilai ibadah,” ujar Sri Mulyati.

Sri Mulyati juga menekankan bahwa pembiasaan sederhana selama Ramadhan dapat membentuk karakter disiplin, empati, dan tanggung jawab pada anak. Orang tua diharapkan tidak hanya mengajak, tetapi juga memberi teladan nyata dalam beribadah dan bersikap.

“Anak belajar bukan hanya dari apa yang kita ucapkan, tetapi dari apa yang mereka lihat setiap hari. Jadikan Ramadhan sebagai madrasah keluarga yang penuh keteladanan,” tambah Sri Mulyati.

Pengawas Madrasah, Nur Hamdiyah sedang menyampaikan materi "Meluruskan Niat dalam Menuntut Ilmu". 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pengawas Madrasah Kecamatan Karanganyar, Nur Hamdiyah, yang memberikan penguatan materi tentang Meluruskan Niat dalam Menuntut Ilmu. Ia mengingatkan bahwa pendidikan bukan semata-mata untuk meraih prestasi akademik, tetapi sebagai bagian dari ibadah kepada Allah.

“Ketika niat belajar diluruskan karena Allah, maka ilmu akan menjadi cahaya, bukan sekadar angka dan nilai. Orang tua dan guru perlu menanamkan niat yang benar sejak dini agar anak tumbuh dengan semangat belajar yang ikhlas dan penuh tanggung jawab,” tutur Nur Hamdiyah.

Parenting berlangsung dengan suasana kekeluargaan dan interaktif. Para wali murid terlihat begitu antusias mengikuti materi. Sinergi antara penyuluh agama, pengawas madrasah, dan pihak sekolah diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, serta memiliki fondasi spiritual yang kokoh.

Parenting di bulan Ramadhan diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi benar-benar menjadi momentum pembinaan karakter dan penguatan ikatan keluarga yang berkelanjutan. 

Kontributor : Sri Mulyati
Editor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

Mari Mendengar Anak: KUA Karanganyar Perkuat Peran Keluarga Lewat Parenting

Peserta parenting (wali murid RA Diponegoro Sembrugul, Desa Bungkanel) antusias mengikuti 
parenting dengan narasumber Sayono dan Tarom. Rabu (25/2/2026).

Karanganyar_Parenting lanjut dilaksanakn oleh Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar pada Rabu, 25 Februari 2026, bertempat di RA Diponegoro Sembrugul, Bungkanel. Mengusung semangat penguatan peran keluarga dalam pendidikan anak, kegiatan ini menghadirkan Sayono dan Tarom sebagai narasumber, dengan diikuti para wali murid yang antusias dan penuh perhatian.

Sayono menyampaikan materi bertajuk “Mari Mendengar Anak”. Sayono menekankan bahwa mendengar bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi bentuk penghargaan dan kasih sayang kepada anak. Menurut Sayono, banyak persoalan tumbuh kembang anak berawal dari kurangnya ruang dialog di dalam keluarga.

“Anak-anak kita tidak selalu membutuhkan nasihat panjang. Terkadang mereka hanya ingin didengar, dipahami perasaannya, dan dihargai pendapatnya,” jelas Sayono.

Sayono lanjut menambahkan bahwa kebiasaan mendengar akan membangun rasa percaya diri anak, mempererat ikatan emosional, serta menumbuhkan karakter yang terbuka dan jujur. Orang tua didorong untuk menyediakan waktu khusus berbicara dengan anak tanpa distraksi (pengalihan perhatian dari fokus utama), sehingga komunikasi terjalin hangat dan bermakna.

Sayono dan Tarom disambut baik oleh Kepala RA Sembrugul Desa Bungkanel Rabu (25/2/2026).

Selanjutnya Tarom menyampaikan sosialisasi program KUA Karanganyar terkait pembinaan Keluarga Sakinah. Tarom menjelaskan bahwa KUA memiliki peran strategis dalam mendampingi masyarakat membangun keluarga harmonis melalui layanan bimbingan perkawinan, konsultasi keluarga, hingga penyuluhan keagamaan.

“Keluarga sakinah tidak hadir secara instan, tetapi dibangun melalui komunikasi yang baik, saling menghargai, dan landasan nilai-nilai agama. KUA siap menjadi mitra masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan penuh keberkahan,” ungkap Tarom.

Kepala RA Diponegoro Sembunggrugul, Bungkanel, Wahyuningsih, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya parenting. Wahyuningsih menilai parenting ini sangat relevan dengan kebutuhan orang tua masa kini.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar. Materi yang disampaikan membuka kesadaran orang tua bahwa mendengar anak adalah kunci membangun kedekatan emosional. Sinergi seperti ini sangat penting demi tumbuh kembang anak yang optimal,” tutur Wahyuningsih.

Parenting berlangsung dalam suasana dialog yang penuh keakraban. Melalui parenting diharapkan terbangun kesadaran bahwa keluarga adalah madrasah pertama bagi anak, dan komunikasi yang hangat menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia. 

Kontributor : Sayono dan Tarom
Editor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha


24 Februari 2026

Perkuat Kolaborasi Pendidikan, KUA Karanganyar Gelar Parenting di RA Bungkanel

Foto bersama usai kegiatan Parenting di RA Bungkanel pada Selasa (24/2/2026).

Karanganyar_KUA Karanganyar terus berkomitmen dalam penguatan pendidikan keluarga melalui kegiatan parenting yang digelar pada Selasa, 24 Februari 2026 di RA Bungkanel. Kegiatan yang diinisiasi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar ini mengangkat tema “Membangun Sinergi Antara Orang Tua dan Guru dalam Mendidik Anak” dan diikuti oleh para wali murid dengan penuh antusias.

Sebagai narasumber, Penyuluh Agama Islam Sayono dan Tarom. Sayono menegaskan bahwa pendidikan anak tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah, melainkan membutuhkan kolaborasi yang erat antara orang tua dan guru.

“Anak akan tumbuh optimal ketika rumah dan sekolah memiliki visi yang sama. Jika di sekolah diajarkan disiplin dan akhlak, maka di rumah pun harus diperkuat dengan keteladanan dan pembiasaan yang serupa,” ujar Sayono.

Sayono menjelaskan bahwa sinergi dapat dibangun melalui komunikasi yang terbuka, saling percaya, serta keterlibatan aktif orang tua dalam setiap proses perkembangan anak. Menurutnya, perbedaan pola asuh dan metode pendidikan seringkali menjadi tantangan, sehingga diperlukan kesamaan persepsi agar anak tidak mengalami kebingungan nilai.

“Guru adalah perpanjangan tangan orang tua di sekolah, dan orang tua adalah pendidik utama di rumah. Ketika keduanya berjalan seiring, insyaAllah karakter anak akan terbentuk dengan kuat,” tambahnya.

Tarom dalam sesi berikutnya menyampaikan sosialisasi program-program KUA Karanganyar yang bersentuhan langsung dengan pembinaan keluarga dan pendidikan keagamaan. Tarom menjelaskan layanan bimbingan keluarga sakinah, bimbingan perkawinan, konsultasi keagamaan, hingga program pembinaan moderasi beragama yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“KUA bukan hanya tempat pencatatan nikah, tetapi juga pusat layanan keagamaan dan pembinaan keluarga. Kami terbuka untuk mendampingi masyarakat dalam membangun keluarga yang harmonis dan religius,” jelas Tarom.

Kepala RA Bungkanel, Prihatiningsih, menyambut baik kegiatan parenting tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan KUA menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran orang tua.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar. Kegiatan ini membuka wawasan orang tua bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi yang baik antara guru dan wali murid, kami optimis dapat mencetak generasi yang berakhlak dan berprestasi,” tutur Prihatiningsih.

Melalui parenting ini, diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa keberhasilan pendidikan anak bukan hanya tentang kecerdasan akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter, nilai moral, dan kebiasaan baik yang ditanamkan secara konsisten baik di rumah maupun di sekolah.

Kontributor : Sayono dan Tarom
Editor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

Ramadhan, Waktu Terbaik Menanamkan Nilai Disiplin dan Empati pada Anak

Parenting di RA Ma'arif NU Buara dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar, Sri Mulyati dan Muchotib pada Selasa (24/2/2026).

Karanganyar_Parenting kembali dilaksnakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar. Kali ini berlangsung hangat dan penuh antusias pada Selasa, 24 Februari 2026, bertempat di RA Ma'arif NU Buara. Mengusung tema “Bulan Romadhon, Bulan untuk Membentuk Karakter yang Lebih Baik”. Parenting ini menjadi ruang belajar bersama bagi para orang tua dalam mempersiapkan pendidikan karakter anak sejak usia dini, khususnya menjelang datangnya bulan suci.

Hadir sebagai narasumber, Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar, Sri Mulyati dan Muchotib. Dalam pemaparannya, Sri Mulyati menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada anak.

“Ramadhan adalah madrasah kehidupan. Di dalamnya anak belajar disiplin melalui puasa, belajar sabar saat menahan keinginan, serta belajar empati ketika merasakan lapar dan haus sebagaimana yang dirasakan saudara-saudaranya yang kurang mampu,” ungkap Sri Mulyati di hadapan para wali murid.


Sri Mulyati juga menambahkan bahwa pendidikan karakter tidak bisa dilepaskan dari keteladanan orang tua. Menurutnya, suasana rumah selama Ramadhan harus diciptakan penuh kehangatan, kebersamaan, dan nuansa ibadah agar anak merasakan pengalaman spiritual yang menyenangkan, bukan keterpaksaan.

Foto bersama usai Parenting di RA Ma'arif NU Buara.

Muchotib menjelaskan bahwa pembentukan karakter di bulan Ramadhan dapat dilakukan melalui pembiasaan sederhana, seperti mengajak anak berdoa bersama, berbagi takjil, bersedekah, serta membiasakan berkata jujur dan santun. 

“Karakter tidak dibentuk dalam sehari, tetapi melalui pembiasaan yang konsisten. Ramadhan memberi peluang besar untuk memulai kebiasaan baik itu,” jelas Muchotib.

Kepala RA Ma'arif NU Buara, Suniyah, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan parenting ini. Menurutnya, sinergi antara sekolah, orang tua, dan penyuluh agama sangat penting dalam membentuk generasi yang berakhlakul karimah.

“Kami berharap melalui Parenting ini, para orang tua semakin memahami perannya sebagai pendidik utama di rumah. Ramadhan adalah kesempatan emas untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan kepedulian sosial pada anak-anak kita,” tutur Suniyah.

Parenting menjadi interaktif dengan sesi tanya jawab yang menggugah kesadaran para wali murid akan pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Parenting ini diharapkan menjadi upaya dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial, hal ini pastinya sejalan dengan semangat Ramadhan sebagai bulan pembinaan diri dan penyucian hati.

Kontributor : Muchotib
Editor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

16 Februari 2026

Sambut Ramadan, Geber BBM Hadirkan Masjid Bersih dan Nyaman

Tim Geber BBM KUA Karanganyar diterima oleh Takmir Masjid Baiturrahman Desa Maribaya. 

Program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid (BBM) Tahun 2026 dalam rangka menyukseskan dan meningkatkan kualitas pemberdayaan rumah ibadah menjelang Ramadan 1447 H/2026 M kembali digelar oleh KUA Karanganyar. Kegiatan yang mengusung semangat Masjid Berdaya Berdampak tersebut dilaksanakan di Masjid Baiturrahman Desa Maribaya RT 03 RW 02 pada Senin (16/2/2026).

Geber BBM merupakan wujud nyata kepedulian dan sinergi dalam menyambut bulan suci Ramadan, sekaligus meneguhkan peran masjid sebagai pusat ibadah, pemberdayaan umat, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan masyarakat. Program dilaksanakan secara gotong royong oleh jajaran KUA Karanganyar yang terdiri dari Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama Islam, serta staf KUA Karanganyar bersama pengurus takmir dan masyarakat setempat.

Sejak pagi hari, suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan bersih-bersih. Para peserta bergotong royong membersihkan ruang utama masjid, tempat wudhu, halaman, hingga fasilitas pendukung lainnya. Tidak hanya sekadar kegiatan fisik, Geber BBM juga menjadi sarana mempererat ukhuwah serta membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan rumah ibadah merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keimanan.

Dalam kegiatan tersebut, KUA Karanganyar juga menyerahkan kenang-kenangan berupa kipas angin dan perlengkapan alat kebersihan sebagai bentuk dukungan terhadap kenyamanan jamaah dan keberlanjutan program kebersihan masjid.

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Geber BBM bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan gerakan berkelanjutan yang dampaknya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Masjid Baiturrahman Desa Maribaya.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pembinaan umat. Melalui program Geber BBM ini, kami ingin menghadirkan masjid yang bersih, nyaman, dan berdaya sehingga jamaah semakin khusyuk dalam beribadah serta masyarakat merasakan manfaat nyata dari keberadaan masjid,” ungkap Amin. 

Amin Nasirudin juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KUA Karanganyar dalam mendukung penguatan fungsi sosial dan spiritual rumah ibadah, terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan.

Ketua Takmir Masjid Baiturrahman, Sholehan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian serta sinergi yang terjalin melalui kegiatan tersebut.


“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari KUA Karanganyar. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kemakmuran masjid serta memberikan semangat bagi kami untuk terus menjaga dan mengelola masjid agar semakin nyaman dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Sholehan. 

Menjelang datangnya Ramadan 1447 H, KUA Karanganyar juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat.

“Kami segenap keluarga besar KUA Karanganyar memohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan, mempererat ukhuwah, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita semua,” ujar Kepala KUA Karanganyar.

Program Geber BBM ini, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap rumah ibadah terus tumbuh, sehingga masjid benar-benar menjadi pusat peradaban umat yang berdaya, berdampak, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas.


Kontributor: Artanti Laili Zulaiha 

13 Februari 2026

Nyadran KUA Karanganyar, Rawat Tradisi dan Syukuri Prestasi WBK Kemenag Purbalingga

Usai ziaroh di makom KH Hisyam Abdul Karim di Kompleks Pondok Pesantren Roudlhotus Solichin Sholichat 
di Desa Kalijaran.

Karanganyar_KUA Karanganyar menggelar kegiatan Nyadran di hari Jumat, 13 Februari 2026, sebagai wujud pelestarian tradisi, penghormatan kepada para tokoh pendahulu, sekaligus ungkapan syukur atas capaian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang berhasil meraih predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dari KemenPAN RB RI pada Rabu (11/2/2026).

Kegiatan diawali dengan doa bersama di aula balai nikah KUA Karanganyar. Doa dipimpin oleh Sayono, Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar, dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Seluruh jajaran ASN mengikuti rangkaian doa sebagai bentuk muhasabah dan permohonan keberkahan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Ziaroh di makom Eyang Sindupati di Desa Karanganyar.

Usai doa bersama, rombongan melaksanakan ziarah ke sejumlah makam tokoh penting di Karanganyar. Ziarah pertama dilakukan ke makam Eyang Raden Sindupati, pendiri Kecamatan Karanganyar. Selanjutnya rombongan berziarah ke makam K.H. Hisyam Abdul Karim atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Hisyam Kalijaran, serta ke Desa Maribaya berziarah ke makam K.H. Muhamad Irsyad  Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Wa Naqsabandiyah dan K.H. Syarif Nurholis. 

Dalam setiap prosesi ziarah, doa dipimpin oleh Basrowi dengan suasana yang sarat nilai spiritual dan penghormatan atas jasa para pendahulu dalam membangun fondasi keagamaan dan sosial masyarakat Karanganyar.

Ziaroh ke makam K.H. Muhamad Irsyad Syech Syarif Nurkholis, di Desa Maribaya Kecamatan Karanganyar.

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Nyadran bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan integritas.

“Nyadran ini bukan hanya tentang mengenang para pendahulu, tetapi juga menguatkan komitmen kita untuk melanjutkan perjuangan mereka. Terlebih dengan diraihnya predikat WBK oleh Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, ini menjadi amanah besar bagi kami untuk terus menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujar Amin Nasirudin.

Amin menambahkan bahwa capaian WBK harus menjadi motivasi bersama untuk membangun budaya kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel di lingkungan KUA Karanganyar.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama sebagai wujud rasa syukur atas nikmat dan prestasi yang telah diraih. Kebersamaan tersebut menjadi simbol kekompakan dan semangat kolektif seluruh jajaran dalam mengemban tugas pelayanan keagamaan.

Melalui kegiatan Nyadran ini, KUA Karanganyar tidak hanya merawat tradisi dan menghormati sejarah, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus berbenah, berintegritas, dan hadir sebagai pelayan umat yang amanah.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

The Most KUA Hadir di Udara: Remaja Sehat, Fisik Kuat, Mental Hebat, Iman Melekat

The Most KUA hadir di Radio Gema Soedirman melalui Program Siraman Qolbu dilaksanakan oleh Artanti Laili Zulaiha, penyuluh agama Islam KUA K...