Selamat Datang di Website KUA Karanganyar - Kabupaten Purbalingga - Provinsi Jawa tengah

29 Desember 2025

Menutup Tahun dengan Refleksi: Apel Pagi KUA Karanganyar Bersama Kasi Bimas Kemenag

Apel pagi KUA Karanganyar lain dari biasanya dengan kehadiran Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Senin (29/12/2025). Foto : Said Ali Setiyawan.

Karanganyar_Suasana khidmat terasa di halaman Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar pada Senin pagi, (29/12/2025). Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA Karanganyar mengikuti apel pagi yang kali ini terasa istimewa dengan kehadiran Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Moh. Nur Hidayat, sebagai Pembina Apel.

Apel pagi menjadi momentum reflektif di penghujung tahun 2025. Dalam amanatnya, Moh. Nur Hidayat menegaskan pentingnya monitoring dan evaluasi (monev) kinerja KUA sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Menurutnya, akhir tahun bukan sekadar penutup administrasi, tetapi waktu yang tepat untuk menilai capaian, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan langkah perbaikan ke depan.

“Monitoring dan evaluasi harus dimaknai sebagai ikhtiar bersama untuk memastikan bahwa layanan KUA benar-benar berjalan sesuai standar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Pembina Apel juga mengingatkan seluruh ASN KUA Karanganyar untuk menyambut Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama dengan semangat kebersamaan dan pengabdian. HAB, menurutnya, bukan hanya agenda seremonial, tetapi pengingat historis atas peran strategis Kementerian Agama dalam menjaga harmoni, moderasi beragama, serta pelayanan keagamaan yang inklusif.

Dalam kesempatan tersebut, Moh. Nur Hidayat juga menekankan pentingnya menjaga profesionalitas ASN KUA. Ia mengajak seluruh pegawai untuk terus meningkatkan integritas, disiplin, dan etos kerja, seiring dengan tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis dan berbasis kualitas.

Foto bersama usai Apel pagi, mengukuhkan semangat untuk meningkatkan kinerja dan layanan yang lebih baik dan profesional. Foto : Said Ali Setiyawan.

“ASN KUA adalah wajah Kementerian Agama di tingkat akar rumput. Profesionalitas, sikap humanis, dan pelayanan yang berintegritas adalah kunci kepercayaan masyarakat,” pesannya.

Apel pagi diakhiri dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan. Kehadiran Kasi Bimas Kemenag Kabupaten Purbalingga diharapkan semakin memotivasi ASN KUA Karanganyar untuk menutup tahun 2025 dengan evaluasi yang jujur serta menyongsong tahun 2026 dengan kinerja yang lebih baik dan profesional.

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha



24 Desember 2025

Integrasi Ekoteologi dalam Pelayanan Publik: Program Jumat Berakar dan Berlian KUA Karanganyar

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin memberikan bibit pohon manggis kepada pengguna layanan yang hadir pada Jumat pertama di KUA Karanganyar. Foto : Tarom.

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar terus berikhtiar menghadirkan wajah pelayanan publik yang tidak hanya administratif, tetapi juga sarat nilai, makna, dan keberlanjutan. Ikhtiar tersebut terwujud melalui dua program unggulan, yakni Jumat Berakar (Jumat Berkah KUA Karanganyar) dan BERLIAN (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman). Keduanya menjadi representasi nyata komitmen KUA Karanganyar dalam mengintegrasikan pelayanan keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Jumat Berakar: Pelayanan Publik Berbasis Ekoteologi

Program Jumat Berakar lahir dari sebuah kesadaran bersama bahwa pelayanan keagamaan memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar ritual dan administrasi. Agama, dalam pandangan KUA Karanganyar, adalah fondasi moral yang menuntun manusia untuk menjaga harmoni dengan alam sebagai amanah Tuhan.

Jumat Berakar sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama RI, khususnya penguatan Ekoteologi (etika lingkungan berbasis nilai-nilai agama). Jumat Berakar menjadi langkah nyata KUA Karanganyar dalam menerjemahkan mandat nasional tersebut di tingkat akar rumput. 

Implementasi Jumat Berakar juga selaras dengan gerakan lingkungan yang diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, yakni 
Program Kemenag ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah). Kemenag ASRI dengan slogannya “Nandur Becik, Ati Resik”Sinergi" benar-benar menginspirasi KUA Karanganyar untuk memiliki program yang senada. 

Sri Rahayu, staff KUA Karanganyar memberikan bibit pohon manggis kepada pengguna layanan KUA di setiap Jumat pertama. Foto : Artanti.

Jumat Berakar dilaksanakan setiap Jumat pertama dengan memberikan bibit pohon manggis kepada pengguna layanan, khususnya pasangan yang baru menikah. Pilihan ini bukan tanpa makna. Pohon manggis adalah tanaman produktif, bernilai ekonomi, dan berumur panjang. Ketika ditanam dan dirawat, pohon ini diharapkan menjadi amal jariyah, kebaikan yang terus mengalir manfaat dan pahalanya, bahkan hingga generasi berikutnya.

Tujuan Jumat Berakar
  1. Mewujudkan KUA Berbasis Ekoteologi. KUA Karanganyar berperan sebagai ruang edukasi publik bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah. KUA tidak hanya hadir dalam urusan pernikahan, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis sebagai tanggung jawab moral umat beragama. 
  2. Meningkatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Produktif. Distribusi bibit pohon manggis diharapkan dapat menambah jumlah pohon produktif di lingkungan Karanganyar, berkontribusi pada perbaikan kualitas udara, ketahanan pangan keluarga, serta penciptaan lingkungan yang lebih sejuk dan sehat. 
  3. Menciptakan Sinergi Gerakan Ekologi Regional. Jumat Berakar diharapkan menjadi inspirasi bagi KUA lain untuk mengadopsi program serupa, sehingga terbangun gerakan ekologis yang masif, terstruktur, dan sejalan dengan semangat Ekoteologi Kemenag dan program ASRI.
Manfaat Jumat Berakar
Manfaat program Jumat Berakar tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga sosial, edukatif, dan spiritual.

Manfaat Ekologis
Setiap pohon yang ditanam berfungsi sebagai “paru-paru mini” yang menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, sehingga berkontribusi dalam mengurangi dampak pemanasan global. Selain itu, pohon manggis sebagai tanaman produktif mendukung konservasi lingkungan sekaligus ketahanan pangan.

Manfaat Sosial dan Edukasi
Jumat Berakar menjadi sarana penyemaian kesadaran lingkungan bagi masyarakat, khususnya pasangan pengantin baru, bahwa membangun rumah tangga berarti juga merawat kehidupan dan alam. Di sisi lain, inovasi ini meningkatkan citra KUA Karanganyar sebagai lembaga pelayanan publik yang kreatif, peduli lingkungan, dan berdampak jangka panjang.

Manfaat Spiritual dan Moral
Pohon yang tumbuh, berbuah, memberi naungan, dan manfaat bagi makhluk hidup lainnya akan terus mengalirkan pahala bagi penanamnya. Inilah wujud keberkahan yang hakiki, di mana ibadah tidak berhenti pada ritual, tetapi menjelma menjadi kebaikan yang terus hidup.

Berlian KUA Karanganyar: Merawat Lingkungan Kerja, Menguatkan Pelayanan


Jika Jumat Berakar menyasar masyarakat eksternal, maka 
ASN KUA Karanganyar bersama-sama membersihkan lingkungan KUA Karanganyar 
untuk suasana lebih asri dan nyaman. Foto : Artanti.

Berlian KUA Karanganyar (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman) merupakan komitmen KUA Karanganyar dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan nyaman. Program ini berangkat dari keyakinan bahwa pelayanan publik yang berkualitas lahir dari lingkungan kerja yang sehat dan mendukung.

Berlian KUA Karanganyar secara rutin melaksanakan kegiatan bersih-bersih, penataan ruang kerja, serta perawatan taman dan area hijau di sekitar kantor. Lingkungan kantor yang bersih dan asri tidak hanya meningkatkan produktivitas dan semangat kerja ASN, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman dan kepercayaan bagi masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.

Menjaga kebersihan halaman KUA menjadi prioritas, agar pengguna layanan merasa nyaman 
saat berkunjung ke KUA. Foto : Aris Sungkowo.

Berlian KUA Karanganyar mencerminkan etos kerja dan budaya KUA Karanganyar yang menjunjung tinggi kerapian, keindahan, dan kepedulian terhadap detail. Pembiasan baik ini akan menjadi penentu terciptanya pengalaman pelayanan publik yang positif dan berkesan.

Program Jumat Berakar dan 
Berlian KUA Karanganyar menegaskan bahwa pelayanan keagamaan dapat berjalan seiring dengan kepedulian lingkungan dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Kedua program ini menjadi bukti bahwa KUA bukan hanya tempat mengurus administrasi, tetapi juga ruang penebar nilai, kesadaran, dan keberkahan, bagi manusia, alam, dan generasi masa depan.

Kontributor dan Publisher: Artanti Laili Zulaiha





23 Desember 2025

Rakor KUA Karanganyar: Layanan Digital, Integritas, dan SEHATI

Rapat Koordinasi (Rakor) KUA Karanganyar perkuat layanan dengan penuh integritas, dilaksanakan di Aula Balai Nikah pada Selasa (23/12/2025). Dok. Foto : Tarom.

Karanganyar_Kantor Urusan Agama Kecamatan Karanganyar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor)  Selasa (23/12/2025), bertempat di Balai Nikah KUA Karanganyar. Rakor diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA Karanganyar sebagai bagian dari upaya penguatan layanan dan peningkatan kualitas pelayanan.

Rakor menekankan pada penguatan manajemen layanan KUA berbasis digital sebagai respons terhadap tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Digitalisasi layanan dipandang bukan sekadar perubahan sistem, tetapi juga perubahan budaya kerja yang menuntut profesionalisme dan ketelitian.

Selain itu, Rakor menegaskan kembali komitmen KUA Karanganyar dalam melayani masyarakat dengan integritas dan semangat SEHATI (Santun, Efisien dan Efektif, Humanis, Amanah, Tertib, dan Ikhlas). Nilai-nilai ini menjadi semangat dalam setiap proses pelayanan, sekaligus cerminan wajah KUA sebagai lembaga yang hadir melayani dengan hati.

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin dalam arahannya menekankan bahwa ASN KUA tidak hanya berperan sebagai pelaksana administrasi, tetapi juga sebagai problem solver bagi masyarakat.

“Kehadiran KUA harus mampu memberikan solusi atas setiap permasalahan masyarakat yang disampaikan. Kita melayani bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi menghadirkan ketenangan, kepastian, dan kemudahan dengan penuh keikhlasan,” tegas Amin.

Rakor juga membahas persiapan peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, yang diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen pengabdian ASN Kementerian Agama kepada masyarakat.

KUA Karanganyar bersiap dalam menghadapi monitoring dan evaluasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Kegiatan monev ini dipandang sebagai sarana pembinaan untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Rakor KUA Karanganyar meneguhkan tekad untuk terus bergerak maju, memadukan teknologi, integritas, dan nilai-nilai humanis. Semua ini demi menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, responsif, bermakna dan berdampak bagi masyarakat.

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha 

15 Desember 2025

Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin Tekankan Pondasi Keluarga Sakinah

Tarom, penyuluh agama Islam KUA Karanganyar memberikan Binwin Catin juga buku Fondasi Keluarga Sakinah dari Kementerian Agama RI kepada calon pengantin, Senin (15/15/2025). Dok. foto : Aris Sungkowo.

Karanganyar_Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin (Binwin Catin)
 merupakan bagian dari upaya KUA dalam mempersiapkan calon pasangan suami istri agar mampu membangun rumah tangga yang kokoh, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, bertempat di aula balai nikah KUA Karanganyar.

Bimbingan perkawinan disampaikan oleh Tarom, Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar. Dalam penyampaiannya, Tarom menekankan pentingnya pondasi keluarga sakinah sebagai dasar utama dalam kehidupan berumah tangga. Tarom menjelaskan bahwa keluarga sakinah tidak hanya dibangun dari rasa cinta, tetapi juga dari komitmen, tanggung jawab, komunikasi yang baik, serta pemahaman terhadap hak dan kewajiban suami istri.

“Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua individu, tetapi juga menyatukan visi, nilai, dan tujuan hidup. Dengan pondasi yang kuat, keluarga akan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujarnya.

Binwin Catin ini, diharapkan para calon pengantin memiliki bekal pengetahuan dan kesiapan mental-spiritual sebelum memasuki jenjang pernikahan, sehingga dapat mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta maslahah (berkontribusi positif) bagi lingkungan dan masyarakat. 

Pasangan calon pengantin yang telah diberikan bimbingan, akan mendapatkan buku dari Kementerian Agama RI yang berjudul "Fondasi Keluarga Sakinah" secara gratis. Diharapkan benar-benar menjadi bekal dalam mengarungi bahtera rumah tangga nantinya.

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

FAIDAH KUA Karanganyar: Perkaya Ilmu Fikih, ASN KUA Bedah Syarat Jamak Qashar dari Kitab Safinatun Naja

FAIDAH KUA Karanganyar, perkuat khasanah keilmuan bagi ASN KUA Karanganyar. 
Senin (15/12/2025) di Aula KUA Karanganyar. Dok. foto : Ali Purnomo Hasbi.

Karanganyar_Upaya Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar dalam menjaga tradisi keilmuan Islam klasik melalui kegiatan rutin FAIDAH (Forum Kajian Kitab Kuning Dapat Berkah) pada Senin, 15 Desember 2025. Bertempat di Aula Balai Nikah KUA, FAIDAH bertujuan untuk memperdalam pemahaman keagamaan para Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA sebagai bekal dalam pelayanan masyarakat.

Kajian dipandu oleh Basrowi yang bertindak sebagai narasumber. Materi utama yang dikaji adalah mengenai ketentuan dan Persyaratan Shalat Jamak dan Qashar (meringkas dan menggabungkan shalat) dengan merujuk pada literatur fikih klasik yang populer, yaitu Kitab Safinatun Naja.

Basrowi memaparkan pelaksanaan keringanan (rukhsah) dalam shalat ini. Basrowi menjelaskan bahwa pemahaman yang tepat tentang rukun dan syarat ini sangat penting, terutama bagi ASN yang mungkin sering bertugas di luar kota atau dalam perjalanan dinas.

"Kitab Safinatun Naja memberikan panduan yang sangat ringkas namun padat mengenai syarat-syarat sah Jamak dan Qashar. Penting bagi kita memahami bahwa keringanan ini memiliki batasan yang jelas, seperti jarak minimal perjalanan (sekitar 2 marhalah, sekitar 80-90 km), niat shalat sejak awal perjalanan, dan memastikan perjalanan itu bukan perjalanan maksiat', tegas Basrowi.

Pemahaman ini bukan hanya untuk praktik pribadi, tapi juga untuk memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat. Jangan sampai karena ketidaktahuan, keringanan ini disalahgunakan.

Kepala KUA, Amin Nasirudin, yang turut hadir dalam kajian, menyampaikan bahwa kegiatan FAIDAH ini memiliki tujuan strategis bagi para ASN KUA. Beberapa tujuan program FAIDAH antara lain :
  • Peningkatan kompetensi dasar, yakni memastikan ASN KUA Karanganyar memiliki landasan keilmuan fikih yang kuat dan terstandar dari sumber-sumber yang bisa dipertanggungjawabkan (Kitab Kuning). 
  • Bekal pelayanan dan konsultasi, membekali ASN dengan pengetahuan yang mendalam agar mampu memberikan konsultasi dan jawaban yang akurat kepada masyarakat terkait persoalan ibadah sehari-hari. 
  • Mempertahankan tradisi keilmuan, menjaga semangat literasi keagamaan dan tradisi ngaji kitab di lingkungan KUA.
Kegiatan FAIDAH ini juga dibuka sesi tanya jawab interaktif, sehingga membuka cakrawala dan khasanah keilmuan ASN KUA Karanganyar. 

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

BINAKU KUA Karanganyar: Momentum Tingkatkan Kualitas Pelayanan Jelang HAB Kemenag ke-80

BINAKU sebagai wujud komitmen menjalankan layanan prima di Kantor Urusan Agama Karanganyar. 
Dok. foto : Aris Sungkowo.

Karanganyar _Selepas pelaksanaan Apel Pagi, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar melanjutkan kegiatan Pembinaan ASN KUA (BINAKU) pada hari Senin, 15 Desember 2025. Kegiatan yang bertempat di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA, Amin Nasirudin, dengan fokus pada dua isu utama: suksesnya Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag dan optimalisasi program layanan KUA. 

Dalam pembinaannya, Amin Nasirudin menekankan bahwa peringatan HAB Kementerian Agama bukan hanya sekadar seremonial, melainkan momentum penting bagi seluruh ASN untuk merefleksikan dan meningkatkan kontribusi nyata kepada masyarakat.

"Kita akan menyambut HAB Kemenag ke-80. Ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk menunjukkan bahwa Kementerian Agama, khususnya KUA Karanganyar, telah hadir memberikan pelayanan terbaik. Peringatan ini harus menjadi titik tolak evaluasi diri dan peningkatan kinerja kolektif," ujar Amin.

Fokus utama pembinaan kemudian beralih pada implementasi program-program unggulan KUA. Amin Nasirudin mendesak seluruh tim untuk memastikan bahwa setiap program, mulai dari pelayanan pencatatan nikah hingga bimbingan keluarga sakinah, berjalan secara efektif, efisien, dan transparan.

"Pelayanan yang optimal adalah wujud dari ASN Kemenag yang profesional, berintegritas, dan melayani. Mari kita jadikan KUA Karanganyar sebagai role model kantor pelayanan publik yang responsif dan terpercaya," tegas Amin.

Kegiatan BINAKU ini diharapkan mampu menyuntikkan semangat baru kepada para ASN KUA Karanganyar untuk bekerja lebih giat, solid, dan fokus dalam memberikan pelayanan terbaik, sejalan dengan tagline Kantor Kementerian Agama Kab. Purbalingga yakni SEHATI (Santun, Efisien dan Efektif, Humanis, Amanah, Tertib dan Ikhlas).

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha
Dokumentasi : Aris Sungkowo

Apel Pagi KUA Karanganyar: Ajak ASN Kontribusi Sukseskan HAB Kemenag ke-80 dan Peduli Bencana

Apel pagi KUA Karanganyar di halaman KUA pada Senin, 15 Desember 2025. Dok. foto : Tanti.

Karanganyar_Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar menggelar Apel Pagi rutin hari Senin, 15 Desember 2025, dilaksanakan di halaman kantor. Apel ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA Karanganyar sebagai bentuk komitmen terhadap disiplin dan koordinasi awal pekan.

Apel pagi dipimpin oleh Muchotib dan dibuka oleh MC, Aris Sungkowo. Rangkaian apel dilanjutkan dengan pembacaan Nilai Dasar ASN Kementerian Agama RI yang disampaikan dengan lantang dan penuh semangat oleh Ali Purnomo Hasbi.

Bertindak sebagai Pembina Apel, Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, menyampaikan amanat penting terkait persiapan dan partisipasi dalam menyambut Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama yang ke-80 pada tahun 2026.

Amin Nasirudin menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan HAB Kemenag telah resmi dimulai. Ia mencontohkan inisiasi yang telah dilakukan di tingkat Kabupaten Purbalingga. 
Rangkaian Hari Amal Bakti Kementerian Agama yang ke-80 sudah dimulai. Baru-baru ini telah dilaksanakan Kick Off HAB Kemenag Purbalingga di Kecamatan Bojongsari dengan kegiatan yang sangat positif, yakni Jalan Sehat dan diikuti dengan aksi nyata berupa pembagian 1000 bibit pohon

"Melalui Apel pagi ini, saya berharap dan mengajak seluruh ASN KUA Karanganyar untuk ikut berkontribusi dan memeriahkan serangkaian acara HAB Kemenag tahun 2026 yang akan kita susun. Mari kita tunjukkan semangat dan kekompakan kita dalam menyambut momen bersejarah ini", tegas Amin.

Selain fokus pada persiapan HAB, Bapak Amin Nasirudin juga mengajak seluruh peserta apel untuk menunjukkan kepedulian sosial terhadap sesama. Amin mengajak seluruh ASN untuk mendoakan para korban bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Indonesia.

"Di akhir amanat saya, marilah kita sejenak menundukkan kepala, kita satukan hati untuk mengajak doa bersama dan peduli kepada saudara-saudara kita, para korban bencana alam yang saat ini melanda di beberapa wilayah di Indonesia. Semoga mereka diberikan ketabahan dan kekuatan," tutup Amin.

Sesi doa dipimpin dengan khidmat oleh Tarom, menutup rangkaian Apel Pagi KUA Karanganyar dengan harapan dan semangat baru untuk menjalankan tugas di minggu ini. Seluruh kegiatan didokumentasikan oleh Artanti Laili Zulaiha.

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

12 Desember 2025

JASSA: Langkah Kecil Dekatkan KUA dengan Warga

Jalan Sehat Sapa Warga (JASSA) memulai dari langkah mendekatkan KUA dengan warga. Dilaksanakan setiap Jumat kedua setiap bulannya. Jumat (12/12/2025).  Dokumentasi : Tarom.

Karanganyar_JASSA (Jalan Sehat Sapa Warga) kembali dilaksanakan pada Jumat kedua (12/12/ 2025). Para pegawai KUA Karanganyar berjalan menyusuri kawasan Kauman Lama Desa Karanganyar, melintasi gang-gang kecil permukiman warga, hingga area kebun yang asri. Suasana sederhana namun penuh keakraban terasa sejak langkah pertama dimulai.

JASSA bukan sekadar kegiatan jalan sehat. Program ini merupakan perwujudan komitmen KUA Karanganyar untuk lebih dekat dengan masyarakat yang hadir dan peduli. Para pegawai turun langsung, menyapa warga dengan senyum, mendengarkan cerita mereka, dan membuka ruang dialog yang bebas dari rasa canggung dan batasan formalitas.

Sri Mulyati, penyuluh agama Islam KUA Karanganyar menegaskan bahwa JASSA dirancang untuk “mendekatkan hati sebelum mendekatkan layanan.” Sri Mulayati menjelaskan bahwa masyarakat perlu merasakan bahwa KUA bukan tempat yang jauh dan birokratis, tetapi rumah bersama yang selalu siap mendengar dan membantu.

“Kami ingin masyarakat merasa bahwa KUA adalah milik kita semua. Kami hadir bukan hanya memberi layanan, tetapi juga mendengar, memahami, dan menindaklanjuti apa yang menjadi kebutuhan warga,” ujar Sri Mulyati.

Sepanjang perjalanan, tawa ringan, sapaan hangat, dan obrolan ringan antara ASN KUA dan warga menciptakan suasana yang akrab. Keakraban seperti inilah yang diharapkan dapat membawa energi positif ke lingkungan kerja dan kehidupan bermasyarakat.

JASSA diharapkan dapat berlanjut, tumbuh, dan memberikan manfaat lebih luas sebagai upaya menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan benar-benar menyentuh kehidupan warga.

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

11 Desember 2025

Gedang Manis : Ajak Lansia Bahagia

Gedang Manis menyapa para lansia di Desa Ponjen, Kec. Karanganyar pada Rabu (10/12/2025). 
Dok. foto : Aris Sungkowo.

Karanganyar_Program Gedang Manis (Gerakan Pendampingan Bersama Lansia Sehat) kembali digelar oleh KUA Karanganyar sebagai bentuk layanan pembinaan berkelanjutan bagi masyarakat lanjut usia. Gedang Manis kali ini dilaksanakan di Pos Bindu Melati 1, Desa Ponjen. Hadir di tengah para lansia, penyuluh agama Islam KUA Karanganyar, Sri Mulyati sebagai narasumber utama. Sri Mulyati hadir bersama Humas KUA Karanganyar, Aris Sungkowo, yang turut mendampingi jalannya kegiatan.

Sri Mulyati menyampaikan materi bertema “Lansia Bahagia”, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik, ketenangan batin, dan kedekatan spiritual bagi para lansia. Sri Mulyati mendorong peserta untuk tetap aktif, menjaga pikiran positif, serta memperkuat ibadah dan relasi sosial agar masa lansia dijalani dengan penuh syukur dan keceriaan.

“Lansia bahagia tidak hanya persoalan tubuh yang sehat, tetapi juga hati yang tenang, pikiran yang jernih, dan terus merasa dekat dengan Allah SWT. Para lansia dapat menikmati usia lanjut dengan penuh makna,” tutur Sri Mulyati. 

Gedang Manis mendapat apresiasi dari tenaga kesehatan yang mendampingi Pos Bindu Melati 1, yaitu bidan I’adatun Nisf’a. Nisf'a berpendapat bahwa program dari KUA Karanganyar sangat membantu meningkatkan semangat serta kualitas hidup para lansia.

“Kami sangat senang dengan program Gedang Manis. Kehadiran penyuluh KUA memberi warna baru dalam pendampingan lansia, terutama untuk mental dan spiritual. Para lansia terlihat lebih semangat dan ceria”, ungkap I’adatun Nisf’a.

Dengan kolaborasi antara KUA Karanganyar dan tenaga kesehatan Pos Bindu, Gedang Manis diharapkan terus menjadi wadah edukasi, motivasi, dan penguatan spiritual bagi para lansia di wilayah Kecamatan Karanganyar.

Kontributor dan Publisher: Artanti Laili Zulaiha 
Dokumentasi: Aris Sungkowo 

08 Desember 2025

FAIDAH KUA Karanganyar : Perdalam Fikih Safar Lewat Kajian Jamak-Qashar

FAIDAH KUA Karanganyar Bahas Fikih Sholat Jamak-Qashar dari Kitab Safinatun Najah
Senin 8 Desember 2025 di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar. Dok. foto : Tarom.

Karanganyar_KUA Karanganyar kembali mengadakan kegiatan FAIDAH (Forum Kajian Kitab Kuning Dapat Berkah). FAIDAH merupakan salah satu program rutin yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan para ASN. FAIDAH dilaksanakan pada Senin (8/12/2025) di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar dan dihadiri oleh seluruh ASN dengan semangat yang tinggi.

FAIDAH kali ini membahas kitab Safinatun Najah, sebuah kitab fikih yang telah lama digunakan sebagai acuan dalam memahami hukum-hukum ibadah. Materi yang dibahas adalah Sholat Jamak dan Qashar, topik yang sangat relevan dalam praktik ibadah, terutama bagi umat Islam yang sedang dalam perjalanan.

FAIDAH dipandu oleh Basrowi, seorang ASN KUA Karanganyar yang terkenal ahli dalam menyampaikan materi kajian kitab kuning. Dengan bahasa yang jelas dan penjelasan yang terstruktur, Basrowi menjelaskan berbagai ketentuan penting terkait rukhsah safar, syarat yang memperbolehkan pelaksanaan jamak dan qashar, serta beberapa contoh kasus yang sering dihadapi oleh masyarakat sehari-hari.

Dalam penyampaian materinya, Basrowi menekankan pentingnya pemahaman tentang fikih perjalanan agar umat Islam tidak melakukan kesalahan dalam menjalankan ibadah. Basrowi memberikan penjelasan rinci mengenai batas minimal jarak safar, niat dalam sholat qashar, serta kondisi-kondisi yang dapat memperbolehkan pelaksanaan jamak takdim dan jamak takhir.

Kegiatan berjalan serius dan interaktif, ditunjukkan oleh adanya beberapa pertanyaan dari ASN yang ingin memperdalam pemahaman mereka. Forum FAIDAH bukan hanya memperkaya ilmu fikih, tetapi juga memperkuat kemampuan ASN KUA dalam memberikan layanan dan bimbingan keagamaan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan FAIDAH, KUA Karanganyar terus berupaya menjaga tradisi belajar kitab kuning sebagai sumber ilmu klasik yang tetap relevan dalam menjawab berbagai persoalan ibadah dan kehidupan umat. FAIDAH diakhiri dengan doa bersama serta harapan agar kajian ini membawa keberkahan bagi seluruh peserta.

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili ZUlaiha
Dok Foto : Tarom

BINAKU : Integritas Dikuatkan, Kebaikan Ditebar Melaui Quote

KUA Karanganyar gelar kegiatan Binaku, teguhkan doa untuk WBK dan dukung program Quote Senin (8/12/2025). Dok. Foto : Tarom.

Karanganyar_KUA Kecamatan Karanganyar menggelar kegiatan Binaku (Pembinaan KUA Karanganyar) pada pagi hari Senin (8/12/2025) yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin. BINAKU bertujuan  untuk pembinaan dari Kepala KUA untuk memberikan arahan, memperkuat kinerja, serta menyampaikan program strategis yang akan terus dilakukan di KUA Karanganyar.

Dalam pembinaannya, Amin Nasirudin kembali menekankan pentingnya dukungan dan doa dari seluruh pegawai KUA Karanganyar terhadap Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang sedang dalam proses mencapai predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2025. Amin meminta seluruh pegawai tetap bersatu dan memberikan dukungan secara moril melalui doa serta etos kerja yang bermartabat.

“Mari terus memperkuat doa agar Kanwil dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dapat mencapai WBK tahun 2025. Ini bukan hanya tentang prestasi institusi, tetapi juga tentang komitmen kita terhadap pelayanan publik yang bersih dan berintegritas,” kata Amin Nasirudin.

Selain itu, Amin juga memberikan dukungan penuh untuk Program Quote Sinar KUA Karanganyar, sebuah inisiatif yang menyampaikan pesan kebaikan dalam bentuk kutipan inspiratif yang disajikan dalam bentuk flyer digital. Program ini dirancang sebagai bentuk upaya nyata untuk menyebarkan energi positif kepada masyarakat sekaligus memperkuat citra KUA sebagai lembaga yang membawa pesan kedamaian dan manfaat bagi masyarakat.

“Program Quote Sinar adalah cara sederhana namun bermakna untuk menyebarkan kebaikan. Satu kalimat baik bisa menjadi pengingat bagi banyak orang. Saya berharap program ini terus berjalan dan semakin kreatif di masa depan,” ujar Amin sebagai bentuk apresiasi.

Kegiatan Binaku berjalan lancar dan produktif, memberikan semangat baru bagi seluruh pegawai KUA Karanganyar untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat pelayanan, serta menjaga semangat kerja sama dalam menjalankan tugas-tugas keagamaan dan sosial.

Kontibutor dan publisher : Artanti Laili Zulaiha
Dok. foto : Tarom


Apel Pagi KUA Karanganyar : Perkuat Soliditas ASN Hadapi Akhir Tahun dan HAB 2026

Apel Pagi KUA Karanganyar perkuat soliditas persiapan akhir tahun dan doa untuk WBK Kan. Kemenag Kab. Purbalingga, di halaman KUA Karanganyar pada Senin, 8 Desember 2025 . Dok. Foto : Tarom.

KUA Kecamatan Karanganyar menggelar apel pagi rutin pada Senin, 8 Desember 2025 di halaman kantor KUA. Apel dipimpin oleh Dirun sebagai pemimpin apel, dengan Artanti Laili Zulaiha bertugas sebagai MC. Pembacaan 5 Nilai Dasar ASN Kementerian Agama RI disampaikan oleh Sayono, sementara doa penutup dipimpin oleh Tusiman.

Apel pagi kali ini dipimpin oleh Sri Mulyati selaku Pembina Apel. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh pegawai dalam menghadapi sejumlah agenda besar di akhir tahun, khususnya evaluasi kinerja, persiapan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama, serta dukungan penuh bagi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang tengah berproses meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

“Kita memasuki penghujung tahun, maka setiap pegawai harus memastikan seluruh pekerjaan terselesaikan dengan baik dan akuntabel. Mari kita jadikan evaluasi akhir tahun sebagai momentum memperbaiki kinerja untuk tahun depan,” tegas Sri Mulyati dalam amanatnya.

Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk mendukung persiapan HAB Kemenag yang semakin dekat. “HAB bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi cermin dedikasi kita sebagai bagian dari Kementerian Agama. Persiapkan dengan sungguh-sungguh agar pelaksanaannya berjalan lancar dan bermakna,” ujarnya.

Sri Mulyati menyampaikan harapan besar agar Kantor Kemenag Kabupaten Purbalingga berhasil memperoleh predikat WBK tahun ini. 

“Mari kita terus mendoakan dan memberikan dukungan terbaik agar Kemenag Purbalingga dapat meraih WBK. InsyaAllah dengan kerja sama dan integritas, harapan itu bisa kita wujudkan,” tegas Sri Mulyati..

Apel pagi berlangsung khidmat dan tertib, diikuti oleh seluruh ASN KUA Karanganyar. Apel pagi menjadi awal yang positif bagi seluruh pegawai KUA Karanganyar dalam menjalani aktivitas pelayanan kepada masyarakat.

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha
Dok Foto : Tarom

04 Desember 2025

Teliti Melayani: Dedikasi Karyo sebagai Operator SIMKAH

Teliti Melayani: Dedikasi Karyo sebagai Operator SIMKAH. Flyer : Tanti.

Karanganyar_Karyo adalah salah satu staf yang dikenal teliti dan berdedikasi di KUA Karanganyar. Karyo mengemban amanah sebagai Pengolah Data dan Informasi sekaligus Pejabat Operator SIMKAH (Sistem Informasi Manajemen Nikah). 

Sebagai Operator SIMKAH, Karyo memiliki fungsi vital:
  • Memverifikasi data calon pengantin
  • Menginput informasi pernikahan ke dalam sistem
  • Melakukan pengecekan dokumen pendukung
  • Menyiapkan dan mencetak buku nikah dengan data yang sesuai
Pekerjaan ini menuntut tingkat ketelitian yang tinggi. Satu kesalahan kecil dalam penulisan nama, tanggal lahir, atau nomor identitas dapat berdampak panjang bagi pasangan di kemudian hari. Inilah suka duka yang paling sering ia temui: memastikan tidak ada data terlewat, mencocokkan informasi dari berbagai dokumen, dan fokus.

Bagi Karyo, hambatan adalah tantangan untuk meningkatkan kemampuan, bukan alasan untuk menyerah. Ia selalu berupaya belajar dari setiap kasus dan memastikan pelayanan diberikan secara maksimal. Di tengah tuntutan pekerjaan yang padat, Karyo memegang satu prinsip yang ia anggap sangat penting: “Bekerja dengan integritas adalah kunci ASN berkualitas.”

Integritas inilah yang tercermin dalam kesehariannya: konsisten menjaga kerahasiaan data, jujur dalam proses pelayanan, serta bertanggung jawab atas setiap dokumen yang ia proses. Karyo percaya bahwa pelayanan publik yang baik berawal dari hati yang bersih dan niat untuk mempermudah urusan masyarakat.

“Melayani harus dari hati, dan data harus benar sejak awal”, tegas Karyo.

Karyo adalah sosok yang jarang terlihat, tetapi sangat terasa hasil kerjanya. Setiap buku nikah yang diterima pasangan pengantin adalah buah dari kesabarannya memeriksa satu per satu data dengan penuh tanggung jawab. Ketentraman hati calon pengantin saat menerima dokumen resmi menjadi kepuasan tersendiri baginya.

Karyo percaya bahwa pekerjaan di KUA bukan sekadar administrasi, tetapi bagian dari ibadah dan pelayanan kepada masyarakat. Ketelitian dan kesabaran adalah modal utamanya. Ia berharap, melalui tugasnya, masyarakat merasakan kenyamanan serta kepercayaan pada layanan pencatatan nikah di KUA Karanganyar.

Penulis : Artanti Laili Zulaiha

02 Desember 2025

Warga NU Karanganyar Salurkan Bantuan Rp51 Juta untuk Korban Tanah Bergerak Maribaya

Warga NU Kecamatan Karanganyar melalui MWCNU Karanganyar memberikan bantuan kepada warga Desa Maribaya yang terdampak tanah bergerak. Dokumentasi foto : Tarom.

Karanganyar_Kepedulian warga Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Karanganyar kembali terlihat melalui aksi solidaritas bagi para korban bencana tanah bergerak di Desa Maribaya. Pada kegiatan penyerahan bantuan tersebut, hadir Ketua Tanfidziyah MWCNU Karanganyar, K.H. Juremi Marzuki, beserta jajaran pengurus dan rombongan dari MWCNU serta badan otonom NU (Banom).

Dalam kesempatan tersebut disampaikan tausiyah yang oleh Syuriyah MWCNU Karanganyar, K.H. Nur Hamid, yang memberikan penguatan spiritual kepada warga terdampak. Dalam ceramahnya, beliau mengajak warga terdampat dan masyarakat sekitar untuk tetap tabah dan memperkuat ibadah.

“Musibah ini datang dari Allah. Maka sikap kita adalah bersabar, memperbanyak doa, dan tetap menjalankan perintah-Nya, baik shalat maupun amalan-amalan lainnya,” pesan KH Nur Hamid.

Doa bersama dilantunkan melalui pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kyai Hasan Basri, mendoakan keselamatan serta kemudahan bagi seluruh korban bencana.

MWCNU Karanganyar bersama Banom NU menyerahkan donasi sebesar Rp51.000.000,- yang merupakan hasil penggalangan dana dari warga NU se-Kecamatan Karanganyar. Bantuan ini diserahkan secara langsung kepada warga terdampak sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan.

Ketua MWCNU Karanganyar, KH Juremi Marzuki, menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bukti nyata solidaritas jamaah NU yang selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan.

“Alhamdulillah, warga NU di Kecamatan Karanganyar kompak mengulurkan tangan. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Maribaya,” ujar KH Juremi.


Sementara itu, perwakilan relawan dan Pemerintah Desa Maribaya, Rosihun, menyampaikan ungkapan terima kasih atas perhatian luar biasa dari keluarga besar NU.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Kehadiran NU tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga kekuatan moral bagi warga. Ini sangat berarti bagi kami,” ujar Rosihun mewakili relawan dan pemdes.

Bencana tanah bergerak yang terjadi beberapa hari lalu telah merusak 19 rumah warga dan memaksa puluhan jiwa mengungsi. Hingga saat ini, berbagai pihak terus menyalurkan bantuan, termasuk dari ormas keagamaan, relawan, dan pemerintah setempat.

Menjadi harapan bagi warga NU Kecamatan Karanganyar semoga warga Maribaya yang terdampak diberi kekuatan dan keselamatan serta kondisi desa segera kembali pulih. 

Turut hadir penyuluh agama Islam, Tarom, serta staf KUA Karanganyar, Dirun dan Aris Sungkowo. Selain sebagai ASN KUA Karanganyar, mereka adalah pengurus MWCNU Karanganyar. 

Kontributor : Tarom
Editor : Artanti Laili Zulaiha

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Tinjau Lokasi Longsor di Masjid Istiqomah Karanganyar

Kunjungan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Purbalingga ke Masjid Istiqomah 
Dusun Kauman Lama Desa Karanganyar. Foto : Tarom.

Karanganyar_Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, bersama Kasubbag TU, Kasi Bimas Islam, Gara Zakat dan Wakaf (ZAWA), dan Tim Kreatif Kemenag, melakukan kunjungan ke Masjid Istiqomah di Dusun Kauman Lama, Desa Karanganyar, yang terdampak longsor di bagian belakang bangunan masjid. Kunjungan tersebut turut didampingi jajaran KUA Kecamatan Karanganyar, di antaranya Kepala KUA, Penyuluh, Penghulu, dan perwakilan staf yang sejak awal membantu melakukan pendampingan terkait persoalan tersebut.

Rombongan diterima oleh Takmir Masjid Istiqomah, Suroso, yang memaparkan kondisi terakhir dan langkah penanganan darurat. Menurutnya, pihak takmir segera berinisiatif melakukan pemasangan bronjong sebagai penahan tanah agar longsor tidak kembali terjadi.

“Kami bersama warga bermusyawarah dan berusaha agar longsor ini tidak membahayakan masjid. Pembuatan bronjong adalah langkah awal yang kami lakukan secepat mungkin untuk menahan tanah, supaya bangunan tetap aman,” ujar Suroso.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Purbalingga menyampaikan apresiasi atas kepedulian takmir sekaligus menegaskan komitmen Kemenag untuk turut hadir membantu penyelesaian persoalan.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan umat. Karena itu, keselamatan jamaah dan keberlangsungan fungsi masjid harus kita jaga bersama. Kemenag hadir untuk memastikan bahwa upaya mitigasi dilakukan seoptimal mungkin,” tegas Zahid Khasani.
Kantor Kementerian Agama Kab. Purbalingga memberikan bantuan untuk pembangunan bronjol untuk keamanan dan keselamatan jama'ah Masjid Istiqomah Dusun Kauman Desa Karanganyar. Foto : Tarom.


Selain melakukan peninjauan langsung, pihak Kemenag Kabupaten Purbalingga juga memberikan bantuan untuk mendukung upaya pencegahan longsor di lingkungan masjid. Bantuan sebesar Rp. 5.000.000,- diharapkan dapat membantu memperkuat struktur penahan tanah dan meminimalisir potensi bencana di kemudian hari.

Kunjungan ini menjadi bentuk kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat sekaligus wujud nyata sinergi, kepedulian, dan tanggung jawab dalam menjaga fasilitas ibadah agar tetap aman, nyaman, dan dapat digunakan secara maksimal oleh jamaah. 

Kontributor : Aris Sungkowo
Editor : Artanti Laili Zulaiha

Bimas Islam Purbalingga : Tetapkan Arah Kiblat Mushola Al Ikhlas Lumpang


Pengukuran arah kiblat Mushola Al Ikhlas Desa Lumpang oleh Seksi Bimas Islam Kan.Kemenag Kab. Purbalingga didampingi oleh Penyuluh Agama dan staf KUA Karanganyar pada Selasa (2/12/2025). 
Dokumetasi foto : Aris Sungkowo.

Karanganyar_Upaya memastikan tepat ke arah kiblat Mushola Al Ikhlas di Desa Lumpang RT 01 RW 02, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, mendapat tindak lanjut resmi dari Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Pengukuran arah kiblat dilaksanakan pada hari Selasa pagi (2/12/2025) dengan melibatkan tim teknis dari Bimas Islam serta pendampingan dari KUA Karanganyar.

Proses ini berawal dari permohonan resmi yang disampaikan oleh Takmir Mushola Al Ikhlas kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga sebagai bentuk kepedulian terhadap arah ibadah jamaah. Permohonan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Seksi Bimas Islam dengan jadwal pengukuran di lokasi mushola.

Pengukuran arah kiblat menggunakan Teodolit, dilakukan dengan cermat oleh Staf Bimas Islam Kan. Kemenag Kab. Purbalingga, Muslimin. Dokumen foto : Tarom.

Muslimin, staf Bimas Islam yang memimpin kegiatan, menekankan pentingnya ketelitian dalam penentuan arah kiblat. “Pengukuran arah kiblat tidak bisa dilakukan sembarangan. Kami memastikan akurasi berdasarkan data astronomis agar jamaah dapat beribadah dengan lebih tenang dan yakin,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari KUA Karanganyar, termasuk Penyuluh Agama Islam dan staf yang mendampingi proses pengukuran sekaligus memberikan edukasi kepada pengurus mushola terkait pentingnya validitas arah kiblat dalam menunjang kesempurnaan ibadah.

Muslimin menyerahkan Sertifikat Arah Kiblat kepada Takmir Mushola Al Ikhlas Desa Lumpang. 
Dokumentasi foto : Walid.

Setelah proses pengukuran selesai, Seksi Bimas Islam secara resmi menyerahkan "Sertifikat Arah Kiblat" kepada Takmir Mushola Al Ikhlas sebagai bukti autentik dan acuan tetap dalam pemeliharaan arah shalat jamaah. Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan bagi keberlangsungan aktivitas ibadah di mushola tersebut.

Kegiatan berjalan lancar dan mendapatkan apresiasi dari pengurus serta masyarakat setempat. Dengan adanya pengukuran dan sertifikasi ini, Mushola Al Ikhlas diharapkan semakin mantap dalam menjamin kenyamanan dan kekhusyukan jamaah dalam beribadah.


Kontributor dan editor : Artanti Laili Zulaiha 

Jumat Berakar dan Berlian Mengantarkan KUA Karanganyar Raih Juara III Lomba Video Kreatif

KUA Karanganyar raih Juara III Lomba Video Kreatif dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Ke-80, Rabu (7/1/2026). Foto : Tim K...