Selamat Datang di Website KUA Karanganyar - Kabupaten Purbalingga - Provinsi Jawa tengah

29 Agustus 2025

Parenting MI Ma’arif NU 02 Maribaya: Bekal Keluarga Hebat, Sosialisasi Gas Nikah


Sayono, Tarom dan Muchotib, Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar 
menyampaikan materi parenting dan sosialisasi Gas Nikah.

Karanganyar – MI Ma’arif NU 02 Maribaya, Kecamatan Karanganyar, pada Jumat (29/8/2025) terlihat sangat ramai dengan kehadiran orang tua murid, guru, dan siswa-siswi yang semangat mengikuti acara Parenting. Acara ini menampilkan Sayono, Penyuluh Agama Islam dari KUA Karanganyar, sebagai pembicara utama.

Sayono menekankan bahwa peran orang tua dalam pendidikan anak memiliki pengaruh yang sangat signifikan. Ia menekankan bahwa keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan yang terpenting, tempat anak memperoleh nilai-nilai kehidupan sebelum memasuki dunia sekolah. “Sekolah dapat menghasilkan generasi yang pintar, namun keluarga yang membangun generasi berkarakter.” “Orang tua harus hadir, membimbing, dan menjadi contoh terbaik bagi anak-anak mereka,” kata Sayono dengan semangat

Sayono mendorong para orang tua untuk mampu menyesuaikan diri dengan 
perkembangan jaman dalam pola asuh kepada anak.

Selain itu, ia juga mendorong orang tua untuk menyesuaikan cara mendidik sesuai dengan kemajuan zaman, khususnya di era digital saat ini. Kehadiran alat dan teknologi, menurutnya, dapat menjadi peluang sekaligus tantangan dalam mendidik anak. Karena itu, hubungan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat penting agar muncul rasa percaya, kedekatan, serta contoh yang positif di rumah.

Selain materi Parenting, acara ini juga dimeriahkan dengan sosialisasi program andalan Kementerian Agama, yaitu Gas Nikah (Gerakan Sadar Pencatatan Nikah). Materi ini disampaikan oleh Tarom, Penyuluh Agama Islam, yang menjelaskan signifikansi pencatatan pernikahan resmi di Kantor Urusan Agama. 
Tarom menyampaikan sosialisasi GAS NIKAH (Gerakan Sadar Pencatatan Nikah).

Tarom menekankan, pendaftaran pernikahan bukan sekadar prosedur, melainkan juga memberikan kepastian hukum bagi pasangan suami-istri, melindungi hak anak, serta menjaga ketahanan keluarga. “Gas Nikah hadir untuk mengingatkan kita semua bahwa membangun keluarga yang kokoh dimulai dari pernikahan yang resmi tercatat,” ujarnya

Acara menjadi semakin meriah karena dipandu dengan semangat oleh Muchotib, Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar. Dengan cara yang komunikatif dan santai, Muchotib dapat mengaitkan setiap sesi dengan efektif sehingga peserta tetap konsentrasi dan merasa nyaman. Suasana menjadi lebih santai, para orang tua tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan saling berbagi pengalaman mengenai cara mendidik anak.

Kepala MI Ma’arif NU 02 Maribaya, Kasto, mengungkapkan rasa terima kasih kepada para Penyuluh Agama Islam yang telah hadir dan memberikan materi yang sangat berguna. Ia berpendapat bahwa kegiatan Parenting ini bukan hanya sekadar kebiasaan, melainkan sebuah usaha konkret untuk memperkuat kerja sama antara sekolah, orang tua, dan lembaga pemerintah dalam mendidik generasi yang pintar, berakhlak, serta memiliki pemahaman hukum yang baik.

Para orang tua siswa juga memberikan respon positif terhadap kegiatan ini. Mereka merasa memperoleh pengetahuan baru, baik dalam mendampingi anak-anak di rumah maupun pemahaman mengenai pentingnya legitimasi perkawinan. “Materinya sangat berguna, terutama karena disampaikan dengan bahasa yang mudah dan gampang dimengerti,” kata salah satu orang tua siswa dengan wajah ceria.

Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan kesadaran bersama akan semakin berkembang bahwa pendidikan anak bukan hanya beban sekolah, tetapi juga kolaborasi yang erat antara orang tua dan guru. Melalui sosialisasi Gas Nikah, masyarakat diingatkan akan signifikansinya memulai kehidupan berumah tangga dengan cara yang tepat, tercatat, dan dilindungi oleh hukum negara serta agama

Kontributor dan publisher : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)


28 Agustus 2025

Layanan Prima KUA Karanganyar: Dari Cek Berkas Hingga Bimbingan Pra-Nikah

Karanganyar – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar terus menerus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, terutama bagi pasangan calon pengantin yang akan melaksanakan akad nikah.

Hari ini, petugas KUA melakukan verifikasi dokumen pendaftaran pernikahan yang diajukan oleh calon pengantin. Pemeriksaan dokumen ini mencakup kelengkapan administratif seperti salinan KTP, KK, akta kelahiran, surat rekomendasi pernikahan, serta surat keterangan dari desa atau kelurahan setempat. Proses pemeriksaan dilakukan secara cermat agar semua syarat memenuhi ketentuan yang berlaku.

Penghulu KUA Karanganyar, Said Ali Setiyawan, mengungkapkan bahwa verifikasi dokumen adalah langkah krusial dalam proses pernikahan. Ini dilakukan untuk memastikan validitas dokumen, menghindari masalah saat pelaksanaan akad nikah, serta memberikan kepastian hukum bagi pasangan yang menikah.

Selain pengecekan administratif, pasangan calon pengantin juga menerima bimbingan perkawinan (bimwin) yang harus diikuti sebagai persiapan untuk membentuk keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Binwin ini diberikan oleh Penyuluh Agama Islam di KUA Karanganyar.

Dengan layanan ini, KUA Karanganyar berharap pasangan yang menikah tidak hanya diakui secara agama dan negara, tetapi juga siap menjalani kehidupan berumah tangga dengan penuh tanggung jawab.


Kontributor dan publisher : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)

27 Agustus 2025

Tim Urab Mendoan Karanganyar Dampingi Penerima Bantuan Bibit Cabai


Pendampingan pada penerima bantuan bibit cabai unsur Pondok Pesantren di Desa Kalijaran.

Karanganyar – Tim Urab Mendoan Kecamatan Karanganyar melaksanakan kunjungan serta pendampingan kepada penerima bantuan bibit cabai dari Program Urab Mendoan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini dilakukan di tiga desa, yakni Desa Kalijaran, Karanggedang, dan Ponjen

Tim urab mendoan memberikan bantuan pupuk cair alami kepada penerima bantuan.

Mengawali pendampingan kepada penerima bantuan bibit cabai dari unsur Madrasah yakni MI Ma'arif NU 02 Kalijaran. Bibit ditanam di kebun Madrasah, dengan perkembangan bibit sudah memasuki masa tumbuh bunga dan beberapa sudah mulai berbuah.

Di desa Kalijaran adalah penerima bantuan dari unsur Pondok Pesantren. Pondok Pesantren Roudlotus Sholichin Sukawarah menanam bibit cabai di sawah milik Pengasuh Pondok, adapun yang menanam dan memelihara adalah santri. Perkembangan pohon cabai sudah mulai berbunga dan sebagian besar sudah berbuah untuk menunggu masa panen. 

Sri Mulyati sebagai salah satu tim urab mendoan Kecamatan Karanganyar 
memberikan bantuan pupuk cair alami kepada Mahudi, penerima bantuan bibit cabai.

Beranjut ke penerima bantuan dari unsur TPQ adalah Bapak Mahudi, ustadz TPQ Karanggedang. Mahudi menanam bibit cabai di sawah milik pribadi dan merawat sendiri. Perkembangan bibit cabai sudah mulai berbuah hampir semua pohon yang ditanam. Namun tantangannya adalah bakteri dan cuaca ekstrem yang tidak menentu sehingga berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan pohon cabai. 

Pendampingan penerima bantuan bibit cabe unsur Madrasah Diniyah di Desa Ponjen.

Penerima bantuan selanjutnya adalah dari unsur Madrasah Diniyah yakni Bapak Dahlan Ghazali, bertempat di desa Ponjen. Bibit cabai ditanam di area persawahan perbatasan dengan Kecamatan Karangjambu. Tanaman cabai tumbuh dengan baik sesuai dengan masa perkembangan walaupun dihadapkan kepada tantangan cuaca dan hama.

Dalam kunjungan itu, tim yang terdiri dari Nurhamdiyah, Sri Mulyati, Tarom, Tusiman, Sayono, Dirun, Basrowi, Muchotib, dan Artanti Laili Zulaiha menyapa para penerima bantuan dan memantau kemajuan penanaman bibit cabai yang telah diserahkanPendampingan ini bertujuan untuk menjamin agar bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan dengan efektif dan memberikan dampak positif bagi para penerima bantuan. Tim juga memberikan dorongan dan saran mengenai cara perawatan tanaman cabai agar hasil panen yang diperoleh menjadi lebih optimal.

"Program Urab Mendoan tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menyediakan pendampingan yang berkelanjutan. Sehingga, penerima bantuan dapat menjadi lebih mandiri dan manfaatnya bisa dirasakan bersama," kata Sri Mulyati saat memberi arahan kepada penerima.

Para penerima bantuan bibit cabai sangat menghargai kunjungan itu. Mereka merasa sangat terbantu tidak hanya dari segi bantuan fisik berupa bibit dan pupuk, tetapi juga dari bimbingan teknis serta dukungan moral yang diberikan oleh timDengan adanya pendampingan ini, diharapkan Program Urab Mendoan dapat terus memberikan kontribusi dalam mendukung dan menopang ekonomi para ustadz.

Kontributor dan publisher : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)

25 Agustus 2025

Apel Pagi KUA Karanganyar: Kepala KUA Sampaikan Apresiasi untuk ASN

Karanganyar – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar pada Senin, 25 Agustus 2025, kembali melaksanakan apel pagi rutin di halaman kantor. Apel dipimpin langsung oleh Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, dengan diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA.

Dalam amanatnya, Kepala KUA menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada ASN dan pegawai yang telah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Ia menekankan bahwa keikutsertaan dalam upacara pengibaran maupun penurunan bendera bukan hanya bentuk kedisiplinan, tetapi juga wujud kecintaan dan penghormatan terhadap bangsa dan negara.


Selain itu, Amin Nasirudin juga memberikan penghargaan kepada pegawai KUA Karanganyar yang turut serta dalam Karnaval Budaya tingkat Kecamatan Karanganyar. Menurutnya, partisipasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa ASN KUA tidak hanya berperan dalam pelayanan keagamaan, tetapi juga hadir aktif dalam kegiatan sosial-budaya masyarakat.

Apel pagi ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat, ditutup dengan doa bersama agar seluruh ASN dan pegawai KUA Karanganyar senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, serta keberkahan dalam menjalankan tugas sehari-hari.


Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

20 Agustus 2025

Meriah dan Penuh Antusias, KUA Karanganyar Ramaikan Karnaval Kemerdekaan

Penyuluh Agama dan Pegawai KUA Karanganyar sebelum berangkat 
Karnaval HUT RI Ke-80 di Kecamatan Karanganyar.

Karanganyar – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Karanganyar berlangsung cukup ramai dan penuh semangat. Pada Rabu (20/8/2025), banyak warga datang ke jalan utama untuk menyaksikan karnaval besar yang digelar pemerintah kecamatan. Acara ini diikuti oleh puluhan ribu peserta yang datang dari berbagai desa, sekolah, lembaga pendidikan, hingga instansi pemerintah di Kecamatan Karanganyar.


Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar juga ikut turut serta dalam barisan karnavalMereka menampilkan kesatuan dan kebersamaan dengan penampilan khas yang menggabungkan nuansa Islam dan semangat kebangsaan. Hal ini sesuai dengan komitmen KUA Karanganyar untuk terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam pelayanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan budaya.

Karnaval dimulai dari Lapangan Desa Karanganyar sebagai titik awal. Peserta lalu berjalan menyusuri jalan utama kecamatan yang dipenuhi orang yang menonton, sebelum akhirnya tiba di Alun-Alun Sumringah Karanganyar. Selama perjalanan, suara tepuk tangan dan semangat masyarakat yang berdiri di sepanjang jalan memberikan dorongan bagi para peserta.

Foto bersama peserta Karnaval dengan Plt. Camat Karanganyar Bapak Juli Atmadi, S.STP., M.A.P.

Suasana karnaval terlihat sangat hidupBerbagai tampilan ditampilkan dengan kreatif, seperti arak-arakan budaya, parade kostum daerah khas, hingga karya seni dari para pelajar. Beberapa instansi pemerintah juga ikut berpartisipasi, termasuk KUA Karanganyar yang menampilan penampilan yang elegan dan menekankan nilai keagamaan serta pesan kebersamaan.

“Kami ikut dalam karnaval ini sebagai bentuk rasa syukur dan juga upaya untuk menumbuhkan semangat kebangsaan. HUT RI bukan hanya perayaan, tetapi juga momen untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan,” kata Aris Sungkowo selaku Koordinator Karnaval dari KUA Karanganyar.

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Masyarakat dari berbagai usia, mulai anak-anak, remaja, hingga orang tua, berkerumun menikmati jalannya karnaval. Tak sedikit juga yang mengabadikan momen-momen indah dengan ponsel mereka, menjadikan karnaval ini sebagai acara tahunan yang ditunggu-tunggu.

Dengan berakhirnya karnaval di Alun-Alun Sumringah Karanganyar, perayaan HUT RI ke-80 di kecamatan ini meninggalkan kesan mendalam. Kehadiran KUA Karanganyar dalam barisan karnaval menjadi salah satu contoh nyata peran aktif lembaga keagamaan dalam membangun kerja sama dan menjaga semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

Kontributor dan publisher : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)

18 Agustus 2025

Bersatu untuk Integritas, KUA Karanganyar Panjatkan Doa dan Dukungan bagi Kemenag Purbalingga

 

Ilustrasi dibuat oleh Artanti Laili Zulaiha (Tim Media Sinar KUA Karanganyar).

Karanganyar – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga terus meneguhkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih. Komitmen tersebut akan dipancarkan dalam Desk Evaluasi (Wawancara) Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) oleh Tim Penilai Nasional (TPN) KemenPAN-RB RI, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Penilaian ini menjadi bagian strategis dari agenda reformasi birokrasi, khususnya di lingkungan Kementerian Agama, dalam mewujudkan zona integritas yang berorientasi pada pelayanan prima, transparansi, akuntabilitas, serta bebas dari praktik korupsi.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dengan komitmennya untuk bekerja berdasarkan prinsip integritas dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Sebagai bagian dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, KUA Karanganyar turut mendukung penuh dengan iringan doa demi kelancaran seluruh proses penilaian. Harapannya, Kemenag Purbalingga berhasil meraih hasil optimal sehingga mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi di tahun 2025.

Dengan semangat persatuan dan integritas, momentum ini diharapkan mampu menjadi dorongan kuat bagi seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga untuk senantiasa meningkatkan mutu pelayanan, serta mewujudkan layanan yang bersih dan berintegritas.


Kontributor dan publisher : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)

Semarak HUT RI ke-80, Penyuluh dan Pegawai KUA Karanganyar Ikuti Upacara di Lapangan Sumringah


Penyuluh Agama Islam dan Pegawai KUA Karanganyar usai mengikuti 
Upacara Bendera HUT Kemerdekaan RI Ke-80 di Lapangan Sumringah Karanganyar.

Karanganyar – Penyuluh Agama Islam bersama seluruh pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar turut ambil bagian dalam Upacara Bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Sumringah, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, pada Minggu (17/8/2025).

Upacara berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh jajaran Forkopimcam, perangkat desa, pelajar, organisasi masyarakat, serta para tokoh agama dan masyarakat sekitar. Seluruh peserta dengan antusias mengenakan seragam resmi, mencerminkan semangat kebersamaan dan persatuan dalam merayakan kemerdekaan.

Tema peringatan HUT RI ke-80 tahun ini adalah “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”. Tema tersebut menegaskan pentingnya persatuan, kedaulatan bangsa, kesejahteraan rakyat, serta langkah bersama menuju Indonesia yang lebih maju menuju visi Indonesia Emas 2045.

Kehadiran penyuluh agama dan pegawai KUA Karanganyar dalam kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memperkokoh rasa cinta tanah air, sekaligus memperkuat peran dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di tengah masyarakat.

KUA Karanganyar turut berkontribusi sebagai petugas doa 
yang dipimpin langsung oleh Penyuluh Agama Islam, Muchotib.

Pada kesempatan tersebut, KUA Karanganyar juga berperan aktif sebagai petugas doa yang dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam, Muchotib. Doa yang dipanjatkan menghadirkan suasana khusyuk dan menjadi penutup rangkaian upacara dengan penuh makna, sekaligus mengingatkan pentingnya syukur atas nikmat kemerdekaan.

Dengan semangat kemerdekaan yang terus menyala, para peserta upacara berharap momentum peringatan HUT RI ke-80 dapat memperteguh tekad bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaya saing di kancah global.


Kontributor dan publisher : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)

12 Agustus 2025

Literasi Zakat Bagi Dai dan Mubaligh se-Kabupaten Purbalingga: Strategi Umat Meningkatkan Kesadaran Zakat

 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah memberikan sambutan sekaligus membuka acara. 

Purbalingga – Selasa, 12 Agustus 2025, Aula Hotel Braling Purbalingga menjadi saksi terselenggaranya kegiatan Literasi Zakat Bagi Dai atau Mubaligh se-Kabupaten Purbalingga Tahun 2025 dengan mengusung tema “Strategi Umat Dalam Meningkatkan Kesadaran Zakat”. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran para dai dan mubaligh dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai salah satu pilar kesejahteraan umat.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Saiful Mujab, MA, Ketua Baznas Jawa Tengah, KH. Ahmad Darodji, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, S.Pd.I., serta jajaran para Kepala Seksi dan Penyelenggara di lingkungan Kemenag Purbalingga.

Dalam sambutannya, Ketua Baznas Jawa Tengah, KH. Ahmad Darodji, menjelaskan bahwa zakat secara bahasa bermakna tumbuh dan berkembang. Ia menegaskan, “Tidak ada orang yang menjadi miskin karena menunaikan zakat. Justru zakat membersihkan harta dan mengundang keberkahan.”

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Dr. H. Saiful Mujab, MA, menyampaikan bahwa para dai dan mubaligh hendaknya mampu menguasai strategi komunikasi yang efektif layaknya ilmu pemasaran (marketing) dalam menyampaikan program Baznas kepada masyarakat. Ia juga berpesan kepada para penyuluh agama Islam untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya kerja Kementerian Agama dalam setiap dakwahnya, khususnya dalam mengajak masyarakat menunaikan zakat dan wakaf.

“Kesadaran dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah dimulai dari diri sendiri, kemudian dikembangkan di majelis taklim, mushola, masjid, organisasi, dan berbagai komunitas lainnya. Misi zakat adalah misi keumatan, misi kenabian yang harus kita dukung bersama, sehingga umat benar-benar merasakan manfaatnya secara nyata,” tegas Saiful Mujab.

Penyuluh agama Islam KUA Karanganyar menjadi terundang dalam acara tersebut adalah Sri Mulyati, Artanti Laili Zulaiha, Tarom dan Muchotib. 

Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Jateng dengan pembacaan Basmallah, menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan literasi zakat di tengah masyarakat Purbalingga.

Kontributor:  Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar) 


11 Agustus 2025

Model Pendidikan Anak di Era Digital: Tantangan dan Solusi

Era digital telah mengubah cara kita hidup dan bekerja, termasuk cara kita mengajar anak. Pada zaman sekarang, anak-anak dikenalkan dengan teknologi sejak usia yang sangat muda. Karena itu, sangat krusial bagi orang tua untuk memberikan anak pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup di zaman digital.

Namun, zaman digital juga membawa tantangan buruk untuk perkembangan anak. Salah satu kendala utama adalah adanya konten negatif di dunia digital. Sebaran informasi yang belum terverifikasi, berita bohong, dan ujaran kebencian dapat menyebabkan perpecahan dan ketidaknyamanan di masyarakat. Selain itu, perundungan di dunia maya atau cyberbullying juga merupakan masalah serius yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan emosional para korban. Satu tantangan lain adalah adanya kesenjangan digital. Tidak semua orang mendapatkan akses yang setara terhadap teknologi dan internet, sehingga berisiko memperburuk ketidaksetaraan sosial dan ekonomi. Keterbatasan dalam mengikuti kemajuan teknologi juga dapat menghalangi kesempatan individu untuk tumbuh dan mencapai keberhasilan

Memelihara Keharmonisan di Era Digital Dalam era digital yang dipicu oleh internet, sangat penting bagi orang tua untuk memberikan pendidikan digital kepada anak. Sebenarnya, pendidikan digital untuk anak-anak bukan hanya mengajarkan mereka cara memanfaatkan teknologi, melainkan juga mengenai penggunaan teknologi dengan cara yang bertanggung jawab dan aman.

Orang tua harus memberitahukan anak mengenai keuntungan dan bahaya internet, serta bagaimana cara memanfaatkannya dengan aman dan efektif. Orang tua juga harus mengawasi kegiatan daring anak dan memastikan mereka tidak terkena konten yang tidak sesuai. Sebab tugas orang tua sejatinya adalah mendidik anak mereka. Hal ini tercermin dalam hadis Nabi Muhammad SAW :

   أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا مِنْ نَحْلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ 

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada pemberian seorang ayah kepada anaknya yang lebih utama daripada pendidikan yang baik." [HR. Tirmidzi] 


Pertama, memandu dan mengatur anak dalam pemakaian gawai. Langkah pertama yang penting adalah menetapkan pedoman yang tegas mengenai penggunaan perangkat. Ini termasuk mengatur waktu layar (lama penggunaan layar) sesuai dengan umur anak. Selain itu, orang tua harus memahami aplikasi dan situs web yang diakses oleh anak. Utilize fitur kontrol orang tua untuk membatasi akses ke konten yang tidak pantas dan mengatur waktu penggunaan internet.

Kedua, menjadi orang tua yang melek digital. Sebenarnya, orang tua tak dapat lagi mengabaikan keberadaan dunia digital. Seyogianya, siapkan diri dengan pengetahuan fundamental tentang teknologi agar mampu menemani anak menjelajahi dunia online. Orang tua dapat belajar bersama anak tentang aplikasi pendidikan, cara berinternet yang aman, serta etika berkomunikasi di dunia maya.

Tidak dapat disangkal, era digital terus maju, demikian juga dengan tantangan dan risikonya. Orang tua harus terus mempelajari dan memperbaharui wawasan mereka mengenai kemajuan teknologi dan dunia digital. Dengan pengetahuan yang memadai, orang tua dapat lebih cepat dalam menghadapi berbagai situasi yang tidak diinginkan dan mendukung anak dengan lebih efektif.

Ketiga, pilihlah konten yang mendidik dan menghibur. Di zaman digital saat ini, peran orang tua menjadi sangat krusial dalam memilih konten yang berguna untuk pertumbuhan anak. Orang tua perlu dapat memilih konten yang mendidik dan interaktif untuk mendukung proses belajar dan perkembangan anak. Konten pembelajaran dapat mendukung anak dalam memahami berbagai hal, seperti matematika, membaca, atau mengeksplorasi kosakata baru. Pilihlah aplikasi dan situs web yang dibuat khusus untuk anak-anak dengan konten yang sesuai dengan usia serta keterampilan mereka. Jamin konten tersebut aman dan terhindar dari unsur yang tidak layak.

Konten interaktif dapat menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan menarik bagi anak-anak. Pilihlah materi yang memungkinkan anak untuk terlibat aktif, seperti bermain permainan belajar, menonton video kartun, atau mendengarkan cerita yang interaktif. Di sisi lain, dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal [8] ayat 28, Allah mengingatkan bahwa harta dan anak-anak adalah cobaan, atau tantangan bagi manusia. Allah SWT juga menegaskan bahwa di sisi-Nya ada imbalan yang besar bagi mereka yang mampu menghadapi ujian ini dengan baik. Yaitu, mereka yang tidak terpesona oleh kekayaan dan keturunan, serta tetap patuh kepada Allah SWT dalam berbagai keadaan.

  وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ  

Artinya: "Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai ujian dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar."  


Akhirnya, mendidik anak di zaman digital bukan soal melarang teknologi, tetapi tentang memberi mereka kekuatan untuk menggunakannya dengan bijak. Dengan pengawasan dan arahan yang sesuai, orang tua dapat memastikan bahwa dunia digital menjadi tempat belajar yang aman dan berguna bagi anak.


Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)



KUA Karanganyar Gelar Apel Pagi, Apresiasi Keberhasilan Pertahankan Juara Umum MTQH Kabupaten Purbalingga

Apel Pagi KUA Karanganyar dilaksanakan dengan penuh khidmat di halaman KUA pada Senin, 9 Agustus 2025.


Karanganyar – Suasana penuh semangat mewarnai halaman Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar pada Senin pagi, 11 Agustus 2025, saat seluruh pegawai mengikuti apel rutin mingguan. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, selaku pembina apel.

Dalam amanatnya, Amin Nasirudin menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih atas kerja keras, kekompakan, serta dedikasi seluruh pihak yang telah mengharumkan nama Kecamatan Karanganyar pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) Tingkat Kabupaten Purbalingga.

“Alhamdulillah, berkat doa, usaha, dan kerja sama yang solid, kita dapat mempertahankan gelar Juara Umum pada MTQH Kabupaten yang telah berlangsung di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga, pada Sabtu, 9 Agustus 2025 lalu. Ini adalah prestasi yang patut kita syukuri bersama,” ungkap Amin.

Ia menambahkan, keberhasilan ini diharapkan menjadi pemacu semangat untuk terus berprestasi, tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga dalam pelayanan kepada masyarakat. “Prestasi ini adalah bukti bahwa kerja keras dan kebersamaan akan membuahkan hasil terbaik,” ujarnya.

Apel pagi ini ditutup dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur dan harapan agar KUA Karanganyar semakin maju, berprestasi, dan memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.


Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)

09 Agustus 2025

Kerja Keras Panitia Kafilah MTQH Karanganyar Berbuah Manis, Persembahkan Juara Umum

 

Tim Panitia Kafilah Kec. Karanganyar solid dan kompak dalam mengantar Kafilah menjadi Juara Umum. 

Karanganyar, Purbalingga – Di balik gemilangnya predikat Juara Umum yang diraih Kafilah MTQH Kecamatan Karanganyar pada ajang MTQH Tingkat Kabupaten Purbalingga 2025, terdapat cerita tentang kerja keras, pengorbanan, dan kekompakan tim panitia yang patut diapresiasi.

Berbekal persiapan kurang dari 2 minggu, panitia telah berusaha menyusun persiapan matang. Dimulai dari seleksi peserta terbaik di tingkat kecamatan pada Sabtu, 2 Agustus 2025, pelatihan intensif, hingga koordinasi teknis keberangkatan. Latihan demi latihan dilakukan secara terjadwal, dengan melibatkan para pelatih dan pembimbing yang berpengalaman dibidangnya.

Koordinator Kafilah, Artanti Laili Zulaiha, mengungkapkan bahwa perjuangan ini bukan sekadar mengantarkan peserta bertanding, tetapi juga membangun mental juara. “Kami berusaha menanamkan kepada peserta bahwa kemenangan sejati bukan hanya pada piala yang diraih, tetapi pada tekad untuk memberikan yang terbaik di hadapan Allah SWT,” ujarnya.

Tim panitia juga bekerja tanpa kenal lelah mengurus segala kebutuhan peserta, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga memastikan setiap peserta merasa nyaman dan siap tampil. Pada hari-H, mereka menjadi garda terdepan, memberi semangat, mendampingi peserta, dan mengatur setiap jadwal lomba agar tidak ada yang terlewat.

Tim panitia dikoordinatori oleh Artanti Laili Zulaiha, berhasil mempertahankan 
Juara Umum bagi Kecamatan Karanganyar.

Kerja keras tim panitia akhirnya terbayar lunas ketika nama Kecamatan Karanganyar diumumkan sebagai juara umum. Sorak gembira dan tangis haru pecah, menjadi penanda bahwa usaha panjang dan penuh dedikasi telah membuahkan hasil terbaik untuk daerah.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pembinaan MTQH di tahun-tahun mendatang.


Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Kafilah MTQH Kecamatan Karanganyar Raih Juara Umum di MTQH Tingkat Kabupaten Purbalingga 2025

 

Bupati Purbalingga menyerahkan Piala Juara Umum kepada Kafilah MTQH Kec. Karanganyar.

Purbalingga – Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) Kecamatan Karanganyar berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih predikat Juara Umum pada MTQH Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2025. Ajang bergengsi tahunan ini digelar pada Sabtu, 9 Agustus 2025, bertempat di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga.

 

Gelaran MTQH tahun ini diikuti oleh kafilah dari seluruh kecamatan di Kabupaten Purbalingga, yang berlomba dalam berbagai cabang dan golongan. Kompetisi berlangsung dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Kafilah Kecamatan Karanganyar tampil luar biasa di hampir seluruh cabang lomba, berhasil mengumpulkan poin terbanyak dari kafilah lainnya. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras para peserta, dukungan penuh para official, pembimbing, serta koordinasi yang solid dari panitia kecamatan.

 

Kafilah Kec. Karanganyar mendapatkan uang pembinaan sebagai Juara Umum 
MTQH Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2025.


Camat Karanganyar, Juli Atmadi, S.STP., M.A.P., menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, berkat kerja sama, doa, dan perjuangan seluruh pihak, kafilah Karanganyar bisa meraih juara umum. Ini adalah bukti bahwa semangat syiar Al-Qur’an di Karanganyar terus hidup dan berkembang,” ujarnya.

 

Kepala KUA Kecamatan Karanganyar, Amin Nasirudin, S.Ag., menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus membina generasi muda agar mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.


Sementara itu, Koordinator Kafilah, Artanti Laili Zulaiha, mengungkapkan rasa haru dan syukurnya. “Perjuangan para peserta benar-benar luar biasa. Mereka telah berlatih dengan tekun, menghadapi setiap tantangan dengan semangat, dan akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk prestasi-prestasi berikutnya,” tuturnya.


Para juara mendapatkan piala dan uang pembinaan dari Bupati Purbalingga.


Adapun rincian perolehan kejuaraan yang berhasil diraih Kafilah Kecamatan Karanganyar pada MTQH Tingkat Kabupaten Purbalingga 2025 adalah sebagai berikut:

  1. Tartil Putra : Juara 2
  2. Tilawah Anak Putra : Juara 1
  3. Tilawah Remaja Putra : Juara 1
  4. Tilawah Dewasa Putra : Juara 2
  5. Tilawah Dewasa Putri : Juara 1
  6. Tahfidz 1 Juz dan Tilawah Putra : Juara 1
  7. Tahfidz 5 Juz dan Tilawah Putra : Juara 2
  8. Tahfidz 5 Juz Putri : Juara 1
  9. Tahfidz 20 Juz Putri : Juara 2
  10. Tahfidz 30 Juz Putri : Juara 2
  11. Kaligrafi Hiasan Mushaf Putri : Juara 2
  12. Kaligrafi Dekorasi Putra : Juara 2

Dengan total perolehan kejuaraan yang mendominasi berbagai cabang lomba, Kafilah Kecamatan Karanganyar berhasil memastikan diri sebagai juara umum, sekaligus mengharumkan nama daerah di kancah MTQH Kabupaten Purbalingga.


Kontributor dan publisher : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)

Kafilah MTQH Karanganyar Dilepas Menuju Ajang MTQH Kabupaten Purbalingga

 

Kafilah MTQH Kec. Karanganyar dilepas oleh Kepala KUA dan Ketua Panitia.

Karanganyar – Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Pendopo Kecamatan Karanganyar pada Sabtu pagi, 9 Agustus 2025. Tepat pukul 07.00 WIB, 20 peserta dan 10 official dari Kecamatan Karanganyar dilepas secara resmi untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) Tingkat Kabupaten Purbalingga.

Acara pelepasan dihadiri oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar, Amin Nasirudin, Ketua Panitia HUT RI ke-80 Kecamatan Karanganyar yang juga Kepala Puskesmas Karanganyar, Arif Hidayah, serta Kepala Bagian Kesra Kecamatan Karanganyar, Pambajeng.

Ketua Panitia HUT Kemerdekaan RI Ke 80 Tingkat Kecamatan Karanganyar 
memberikan sambutan dalam pelepasan kafilah MTQH Karanganyar.

Diawali dengan sambutan dari Arif Hidayah, suasana menjadi penuh motivasi. Ia berpesan agar para peserta tidak hanya fokus pada prestasi, tetapi juga menjadikan ajang MTQH ini sebagai sarana untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan Hadits.

“Jangan lupa jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan tunjukkan semangat terbaik untuk Karanganyar,” ujarnya.

Usai sambutan, Bapak Amin Nasirudin secara simbolis melepas para kafilah dengan doa dan harapan tinggi. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya sportivitas dan memohon agar seluruh peserta diberikan kelancaran serta hasil yang membanggakan.

Amin Nasirudin, Kepala KUA Karanganyar melepas kafilah MTQH Karanganyar.

Kafilah MTQH Kecamatan Karanganyar akan bersaing dengan utusan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Purbalingga. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, kompetisi ini juga menjadi wahana mempererat silaturahmi antarumat Islam di daerah tersebut.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

08 Agustus 2025

KUA Karanganyar Kompak Dukung Zona Integritas Kemenag Purbalingga Lewat Doa Bersama


Doa bersama diikuti oleh Kepala KUA, penyuluh agama Islam, penghulu dan seluruh pegawai.

Karanganyar – Untuk mendukung pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar mengikuti doa bersama pada Jumat (8/8/2025) pukul 08.00 WIB.

Doa bersama diikuti melalui zoom meeting, ditempatkan di Aula Lantai 2 KUA Karanganyar

Kegiatan ini diadakan di Aula Lantai 2 KUA Karanganyar, dan diikuti secara virtual melalui Zoom Meeting oleh seluruh pegawai. Diikuti dengan penuh khidmat dan khusyuk harapan akan dikabulkan atas doa yang dipanjatkan. 

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menyampaikan bahwa acara doa bersama dilakukan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mendoakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang sedang dalam upaya pembangunan Zona Integritas tahun 2025.


“Zona Integritas bukan hanya program, tapi juga gerakan moral dan pelayanan yang harus kita wujudkan bersama. Semoga upaya ini diridai Allah SWT dan menjadi langkah nyata menuju birokrasi yang bersih, transparan, dan melayani dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Acara doa bersama tersebut dihadiri oleh Bapak K.H. Maskur Husni, Rois Syuriah PCNU Purbalingga, yang memberikan mau'idhah khasanah dan memimpin doa bersama. Beliau juga mendoakan hajat Kemenag Purbalingga dalam upaya pembangunan Zona Integritas agar Allah SWT mengabulkan dan memberikan pertolongan-Nya.

Sebelum doa bersama dimulai, KH. Maskur Husni menyampaikan pengajian singkat tentang agar Allah SWT menyukai hamba yang berdoa saat memiliki hajat.
Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa doa bukan hanya cara meminta, tetapi juga bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa semua kekuatan berasal dari Allah SWT.

“Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ghafir ayat 60: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.’ Ayat ini menunjukkan bahwa Allah sangat senang kepada hamba-Nya yang mau berdoa, apalagi ketika sedang memiliki hajat atau kebutuhan penting. Doa adalah tanda ketergantungan kita kepada-Nya,” ungkapnya. 

Suasana doa bersama berlangsung khusyuk, diakhiri dengan pembacaan shalawat dan harapan agar Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga meraih predikat WBK/WBBM pada tahun 2025.

Kontributor dan publisher : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar) 

Jumat Berakar dan Berlian Mengantarkan KUA Karanganyar Raih Juara III Lomba Video Kreatif

KUA Karanganyar raih Juara III Lomba Video Kreatif dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Ke-80, Rabu (7/1/2026). Foto : Tim K...