Selamat Datang di Website KUA Karanganyar - Kabupaten Purbalingga - Provinsi Jawa tengah

29 November 2025

Lidah Tak Bertulang : BIMTAK KUA Karanganyar Ajak Pentingnya Jaga Lisan

Muchotib, penyuluh agama Islam KUA Karanganyar ajak MT Nurul Istiqomah Ratambulu untuk memahami pentinya menjaga lisan, Jumat (28/11/2025). 

Karanganyar_Majelis Taklim Nurul Istiqomah di Dusun Ratambulu, Desa Kalijaran, Kecamatan Karanganyar, menjadi saksi kegiatan BIMTAK (Bimbingan dan Penyuluhan Majelis Taklim) yang penuh makna. Kali ini, Muchotib, penyuluh agama Islam dari KUA Karanganyar, hadir pada Jumat (28/11/2025) membawa pencerahan tentang pentingnya menjaga lisan, mulut, dan hati.

Samini, Ketua Majelis Taklim Nurul Istiqomah, dengan senyum hangat menyambut kedatangan Muchotib beserta jamaah yang hadir. "Semoga kegiatan ini membawa berkah dan manfaat bagi kita semua," ujarnya membuka acara.

Muchotib mengupas tuntas betapa dahsyatnya kekuatan lisan. "Lisan ini kecil, tapi bisa menghancurkan persaudaraan, bahkan meruntuhkan rumah tangga," tegasnya. Muchotib mengingatkan bahwa setiap perkataan yang keluar dari mulut kita akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Muchotib lanjut menjelaskan bahwa menjaga lisan tidak hanya berarti menghindari perkataan kotor dan dusta, tetapi juga  mampu berbicara yang baik dan bermanfaat. "Berkatalah yang baik atau diam," pesan Muchotib mengutip sabda Rasulullah SAW.

Muchotib juga menyoroti pentingnya menjaga hati. Hati adalah cermin yang memantulkan segala perbuatan dan perkataan kita. Jika hati bersih, maka lisan pun akan terjaga. Namun, jika hati kotor, maka lisan akan mudah tergelincir pada perkataan yang buruk.

"Bagaimana caranya agar kita tidak mudah terpancing emosi dan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan?" tanya seorang ibu dengan wajah khawatir.

Muchotib menjawab dengan sabar, memberikan solusi praktis dan motivasi yang menginspirasi. Muchotib menekankan bahwa kunci utama adalah dengan memperbanyak istighfar dan mengingat Allah SWT dalam setiap waktu dan apapun kondisinya.

BIMTAK diakhiri dengan doa yang langsung dipimpin oleh Muchotib. Jamaah sangat berharap BIMTAK bisa hadir lagi di Majelis Taklim Nurul Istiqomah.


Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

28 November 2025

Perbaiki Atap Dapur Bocor dengan BERLIAN

Atap dapur KUA Karanganyar bocor, diperbaiki dengan BERLIAN (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman) 
pada Jumat keempat (28/11/2025). Dokumentasi : Tarom.

Karanganyar – Agenda Jumat keempat di KUA Karanganyar memang berbeda dari yang lainnya. Program "Berlian" (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman), kembali digelar bulan ini, tapi kali ini, action-nya agak beda dari biasanya.

Biasanya BERLIAN fokus pada bersih-bersih lingkungan, Jumat (28/11/2025) para ASN KUA Karanganyar kompak pakai mode tukang. Kenapa? Karena atap dapur KUA bocor, sehingga suasana menjadi kurang nyaman.

Tanpa perlu panggil tukang dari luar, pegawai KUA laki-laki langsung turun tangan. Sayono memimpin BERLIAN dengan memanjat atap dapur, dibantu oleh Tusiman, Dirun, Basrowi dan lainnya. Semuanya bergotong royong, memperbaiki atap dapur yang bocor. Mulai dari melakukan pengecekan titik kerusakan, memperbaiki, membersihkan sisa-sisa material, sampai akhirnya atapnya kembali aman dan diharapkan tidak bocor lagi.

"Berlian ini aslinya ajang kompak-kompakan kita. Kalau ada masalah di kantor, ya kita beresin bareng-bareng. Pekerjaan berat jadi ringan dan cepat selesai, apalagi sambil guyonan (bercanda) gini," kata Sunarto salah satu ASN KUA Karanganyar sambil senyum.

Aksi ini membuktikan bahwa KUA Karanganyar tidak hanya mampu dalam hal pelayanan nikah dan publik, akan tetapi juga handal dalam hal kekeluargaan dan maintenance kantor. Dapur kini aman, KUA pun jadi makin nyaman. 

Kontributor dan publisher : Artanti Laili Zulaiha

Tantangan dan Dedikasi: Kiprah Hj. Sri Rahayu sebagai Pengolah Data & Keuangan KUA Karanganyar

Sri Rahayu, S.Pd.I., Staf Pengolah Data dan Informasi sekaligus penanggung jawab Administrasi Keuangan, 
BOP KUA, dan PNBP-NR.

Karanganyar_Layanan prima yang diberikan Kantor Urusan Agama Karanganyar,  tidak dapat dilepas dari sosok di belakang layar yang bekerja penuh ketelitian dan tanggung jawab. Ia adalah Hj. Sri Rahayu, S.Pd.I., staf Pengolah Data dan Informasi sekaligus penanggung jawab Administrasi Keuangan, BOP KUA, dan PNBP-NR. Pekerjaan yang diamanahkan bukan sekadar mengolah angka, tetapi memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan.

Hj. Sri Rahayu bertugas merencanakan anggaran dengan memetakan kebutuhan KUA secara cermat. Setiap rencana anggaran, dikoordinasikan dengan Kepala KUA dan staf. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap rencana kegiatan masuk dalam skema anggaran dan sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku.

Proses pengelolaan merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan. Mulai dari verifikasi tagihan, pencatatan transaksi, hingga memastikan seluruh pengeluaran sesuai petunjuk tekhnis (juknis). Tantangan lain adalah mengecek kembali dokumen kegiatan yang kadang belum lengkap atau perlu perbaikan. Meski melelahkan, semua itu dijalani dengan dedikasi karena setiap ketidaktepatan data dapat berdampak pada kualitas laporan akhir.

Menjelang akhir tahun, pekerjaan besar menanti yakni pelaporan keuangan. Inilah fase yang menuntut ketelitian tingkat tinggi. Hj. Sri Rahayu memeriksa ulang seluruh dokumen, memastikan kesesuaian antara pengeluaran dengan bukti fisik, serta menyusun laporan yang akurat sesuai juknis. Momen ketika laporan dinyatakan lengkap dan diterima tanpa catatan menjadi kebahagiaan tersendiri.

Hj. Sri Rahayu  sangat merasakan bahwa pekerjaan sebagai Pengolah Data dan Informasi sekaligus penanggung jawab Administrasi Keuangan, BOP KUA, dan PNBP-NR, membawa rasa bangga dan sukacita. Ada kepuasan tersendiri saat anggaran yang dikelola dapat mendukung layanan KUA menjadi semakin prima. Selain itu, ketika upaya keras menghasilkan laporan yang dinilai akuntabel juga merupakan kebahagiaan tersendiri. Dukungan rekan kerja dan suasana kekeluargaan di KUA Karanganyar menjadi penyemangat tersendiri bagi Hj. Sri Rahayu dalam menjalankan tugas.

Dengan segala suka dukanya, Hj. Sri Rahayu terus menunjukkan profesionalisme dan integritas. Menjadi sosok penting di balik terciptanya tata kelola keuangan KUA Karanganyar yang transparan, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penulis dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

27 November 2025

Kepemimpinan Kepala KUA Karanganyar: Mengabdi dengan Integritas dan Keteladanan

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar, Amin Nasirudin, S.Ag.

Karanganyar_Menjalankan tugas sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar, Amin Nasirudin, S.Ag. bukanlah perjalanan yang mudah. Di balik pelayanan keagamaan yang berjalan tertib dan profesional, terdapat kerja panjang yang penuh tanggung jawab, tantangan, serta pengabdian tulus kepada masyarakat.

Sebagai Kepala KUA, Amin Nasirudin mengemban berbagai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Amin bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh layanan KUA, mulai dari bimbingan perkawinan, pelayanan nikah, pembinaan keluarga sakinah, penyuluhan agama, administrasi, pengelolaan wakaf dan masjid, hingga memastikan tata kelola keuangan berjalan akuntabel. Amin juga menjadi pembina staf, pengambil kebijakan lapangan, sekaligus penghubung antara masyarakat dan Kementerian Agama.

Membangun Layanan Publik yang Lebih Dekat dan Humanis
Ada kepuasan tersendiri ketika pelayanan KUA berjalan lancar, masyarakat merasa terbantu, dan tingkat kepuasan publik meningkat. Amin Nasirudin dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan warga, mudah diajak berdiskusi, serta responsif terhadap masalah di lapangan. Momen ketika pasangan berhasil menikah dengan sah dan tertib, atau ketika masyarakat terbantu dalam urusan keagamaan, menjadi energi positif bagi dirinya.

Keberhasilan meningkatkan koordinasi antarstaf, menciptakan suasana kerja yang harmonis, serta melihat program-program KUA berjalan dengan baik, juga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seorang Kepala KUA.

Tantangan di Lapangan yang Tak Pernah Usai
Tugas sebagai Kepala KUA tidak terlepas dari tantangan dan hambatan. Kompleksitas pelayanan sering kali menuntut respons cepat di tengah keterbatasan sumber daya. Misalnya, lonjakan permohonan nikah pada musim tertentu, pengelolaan administrasi wakaf yang perlu ketelitian, atau penanganan kasus-kasus sensitif dalam rumah tangga.

Tantangan regulasi, setiap tahun aturan pelayanan publik dan administrasi keagamaan terus diperbarui. Seorang Kepala KUA harus cepat beradaptasi dengan aturan baru sambil mengedukasi masyarakat bukanlah proses mudah. Amin Nasirudin harus memastikan bahwa setiap staf memahami pedoman terbaru dan mampu mengimplementasikannya dengan benar.

Hambatan pun muncul, mulai dari keterbatasan sarana prasarana, terutama ketika harus melakukan pelayanan luar kantor atau mendampingi masyarakat di desa-desa yang lokasinya tidak selalu mudah dijangkau. 

Di sisi lain, hambatan pernah dialami dalam menjaga disiplin, soliditas, dan motivasi staf juga bukan perkara ringan. Sebagai pemimpin, Amin harus mampu menjadi teladan, motivator, sekaligus problem solver bagi berbagai dinamika yang muncul.

Apapun tantangan dan hambatan yang dihadapi, Amin Nasirudin terus mengemban amanah dengan keteguhan hati. Amin memahami bahwa keberhasilan KUA bukan hanya diukur dari administrasi yang tertib, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.

Pengabdian yang Tidak Pernah Usai
Dengan segala suka duka, Kepala KUA Karanganyar tetap berdiri sebagai sosok yang menjaga kualitas layanan di KUA. Di tengah tuntutan pekerjaan yang tinggi, Amin Nasirudin mengupayakan untuk mengedepankan nilai integritas, profesionalitas, dan pelayanan yang humanis.

Pengabdian yang dilakukan menjadi cerminan bahwa seorang Kepala KUA bukan sekadar pemimpin struktural, tetapi juga pengayom dan pelayan masyarakat yang hadir untuk memberikan ketenangan dan kemudahan dalam urusan keagamaan.

Penulis dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

Humas KUA Karanganyar Sigap Tindaklanjuti Informasi Kuota Tambahan Haji 2026

Aris Sungkowo menyampaikan informasi tentang quota tambahan calon haji kepada Ibu Fatonah, 
Desa Kalijaran pada Kamis (27/11/2025). 

Karanganyar_Staf KUA Karanganyar bagian Humas, Aris Sungkowo, menunjukkan respons cepat dan tanggap setelah menerima informasi dari Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kemenag Purbalingga terkait adanya kuota tambahan calon haji tahun 2026. Kuota tambahan tersebut diperuntukkan bagi salah satu warga Karanganyar, Ibu Fatonah, yang berdomisili di Desa Kalijaran.

Begitu menerima kabar resmi dari PLHUT Kemenag Purbalingga, Aris Sungkowo segera berkoordinasi dengan langsung bergerak menuju rumah Ibu Fatonah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesanggupan keberangkatan, sekaligus melakukan pendataan terkait kelengkapan persyaratan administrasi haji yang harus segera dipenuhi.

Kunjungan ini juga menjadi bentuk pelayanan jemput bola KUA Karanganyar dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya para calon jamaah haji yang mendapatkan kesempatan keberangkatan lebih cepat melalui kuota tambahan.

Dengan pendekatan humanis dan komunikatif, Aris menjelaskan prosedur yang harus dipenuhi serta memberikan pendampingan agar seluruh persyaratan dapat dilengkapi tepat waktu. Upaya ini diharapkan memperlancar proses verifikasi dan penetapan keberangkatan haji tahun 2026.

Tindakan cepat yang dilakukan oleh Aris Sungkowo, Staf Humas KUA Karanganyar, menjadi bukti komitmen Kemenag dalam menghadirkan layanan yang responsif, proaktif, dan memudahkan masyarakat dalam urusan ibadah haji.

Kontributor : Aris Sungkowo
Editor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

25 November 2025

Braen, Warisan Budaya Adiluhung yang Perlu Dilestarikan

Sayono membersamai grup kesenian Braen Tunggak Semi di Desa Grantung Kec. Karangmoncol pada Senin (24/11/2025).

Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar, Sayono membersamai grup kesenian Braen Tunggak Semi Desa Grantung, Kec. Karangmoncol dalam latihan yang dilaksanakan tiap malam Selasa. Sebelum latihan dimulai, Sayono menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada anggota grup Braen tersebut.

"Saya sangat gembira menyaksikan Ibu-ibu semua yang semangat dalam melestarikan budaya Braen ini. Braen merupakan budaya warisan leluhur kita, Mbah Mahdum Husen yang perlu kita uri-uri. Mudah-mudahan dengan usaha dan kepedulian kita Braen tetap lestari," ucap Sayono mengawali sambutannya.

Perlu diketahui bahwa Braen merupakan seni budaya peninggalan Syaikh Mahdum Husen, terdapat di peradilan Cahyana yang meliputi desa Grantung, Pekiringan, Tajug dan Rajawana. Ia merupakan seni pertunjukan yang hanya menggunakan satu alat musik yaitu terbang sebagai musik pengiring syair-syair yang dinyanyikan.

Sebagai pemerhati Braen, Sayono juga berpesan untuk terus melakukan upaya pelestarian dengan melakukan kaderisasi, mengingat para praktisi Braen kebanyakan sudah usia lanjut. Itulah sebabnya grup Braen menggelar latihan tiap malam Selasa dengan mengajak generasi muda turut bergabung.


"Kami mengambil upaya agar Braen tidak hilang dengan cara terus mengajak yang muda-muda bergabung. Kami adakan latihan tiap malam Selasa" ujar Sumirah, ketua grup Braen Tunggak Semi.

Upaya yang lain juga ditempuh oleh Sayono dengan cara mengumpulkan catatan syair-syair Braen.

"Saya sedang berusaha mengumpulkan catatan syair-syair Braen. Hal ini mendesak untuk dilakukan karena ternyata mereka (pegiat Braen) hanya mengandalkan hafalan yang mereka dapatkan secara turun temurun. Saya khawatir kalau para pegiat Braen yang notabene sudah lanjut usia wafat akan susah mencari penerusnya karena ketiadaan catatannya," ungkap Sayono.

Sayono menambahkan bahwa melestarikan budaya adalah tugas kita semua, termasuk Braen yang syairnya sarat makna. Mudah-mudahan usaha yang kita tempuh dapat menjadi sarana Braen lestari dan dikenal masyarakat luas.

Kontributor : Sayono
Editor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

Refleksi Hari Guru Nasional 2025: Guru Cahaya yang Tak Pernah Padam


Flyer Ucapan Selamat Hari Guru Nasional 2025 dari KUA Karanganyar. Desainer flyer : Artanti.

Hari Guru Nasional 2025 kembali ruang bagi kita untuk berhenti sejenak, melihat ke dalam, dan mengakui satu hal yang sering terlupakan. Harus diakui bahwa masa depan bangsa bertumpu pada kesungguhan para pendidik dalam menyalakan cahaya pengetahuan. Di tengah kemajuan teknologi, pergeseran budaya belajar, dan dinamika sosial yang semakin kompleks, guru tetap menjadi sosok yang berdiri paling dekat dengan perjalanan tumbuhnya karakter generasi penerus.

Kita kembali diingatkan bahwa tugas seorang guru bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran. Guru adalah penjaga nilai, penanam harapan, dan penggerak perubahan. Mereka hadir sebagai jembatan antara mimpi dan kenyataan para murid, seringkali dengan kerja yang sederhana, namun berdampak luar biasa.

Hari Guru Nasional, kemabali mengajak kita untuk merenungkan betapa pentingnya menghadirkan ekosistem pendidikan yang manusiawi. Guru membutuhkan penghargaan, pendampingan, serta ruang yang memungkinkan mereka berkembang secara profesional dan emosional. Ketika guru diberi kesempatan untuk belajar, berinovasi, dan dihargai, maka murid pun akan mendapatkan pendidikan yang lebih bermakna.

Hari Guru Nasional mengajak kita belajar kembali bahwa setiap guru memiliki kisah perjuangan. Ada yang berjalan puluhan kilometer untuk mengajar, ada yang berjuang menyeimbangkan tuntutan administrasi dan pembelajaran, ada yang tetap tersenyum meski penuh tantangan. Mereka mengajarkan bahwa mendidik bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan jiwa.

Pada Hari Guru Nasional 2025 ini, marilah kita mengucapkan terima kasih yang tidak sederhana. Terima kasih atas kesabaran, ketulusan, kreativitas, dan keberanian para guru dalam menuntun generasi muda menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Terima kasih karena telah meyakini bahwa setiap anak memiliki potensi yang harus dirawat.

Refleksi menjadi doa
Semoga para guru selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan kebahagiaan dalam menjalankan amanah mulia ini. Semoga sekolah-sekolah kita menjadi ruang yang hidup, hangat, dan menyemai harapan. Dan semoga setiap langkah guru terus menjadi cahaya yang membimbing bangsa menuju masa depan yang lebih baik.

Selamat Hari Guru Nasional 2025.
Terima kasih, Guruku. Terima kasih, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)

24 November 2025

Kakanwil Kemenag Jateng Tinjau Lokasi Tanah Bergerak di Maribaya Karanganyar

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bantuan kepada para korban tanah bergerak di Desa Maribaya. Dok. foto : Tarom.

Karanganyar_Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Saiful Mujab, MA, melakukan kunjungan kemanusiaan ke lokasi bencana tanah bergerak di Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, pada Senin (24/11/2025). Kunjungan ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan dukungan moral, spiritual, dan bantuan nyata bagi warga terdampak.

Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, S.Pd.I, Kasubag TU beserta jajaran Kepala Seksi, Tim Kreatif Kemenag Purbalingga, Kepala KUA Karanganyar beserta penghulu, penyuluh, staf, Pengawas Madrasah, para Kepala KUA se Purbalingga, Pengurus PD IPARI Kab. Purbalingga serta para Kepala Madrasah dan RA di wilayah Kecamatan Karanganyar.

Rumah-rumah warga yang rusak akibat pergerakan tanah yang terjadi pada 14–15 November 2025 mengalami retakan dan amblasan sedalam 2–3 meter masih tampak di beberapa titik, menunjukkan bahwa wilayah tersebut masih berpotensi mengalami pergerakan tanah susulan. Sebagai bentuk kepedulian, Kakanwil Kemenag Jateng menyerahkan bantuan sebesar Rp 20.000.000,- yang diperuntukkan bagi warga terdampak. Bantuan ini diserahkan langsung kepada perwakilan warga dan pemerintah desa.
Para korban tanah bergerak di Desa Maribaya Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga. Dok. foto : Tarom.

KaKan Kemenag Purbalingga, Zahid Khasani, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Kakanwil di tengah warga terdampak.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Kakanwil. Kehadiran beliau menjadi penguat bagi masyarakat dan bagi kami di jajaran Kemenag Kabupaten Purbalingga untuk terus bergerak membantu warga,” ujar Zahid.

Zahid menambahkan bahwa Kemenag Purbalingga melalui KUA Karanganyar, penyuluh agama, penghulu, serta madrasah-madrasah di sekitar lokasi akan terus memberikan pendampingan berkelanjutan.

Kepala Desa Maribaya, Tarso Dwi Cahyanto mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Jawa Tengah.

“Atas nama warga Maribaya, kami ucapkan terima kasih atas kepedulian Kemenag. Warga kami sangat membutuhkan dukungan moral maupun material. Musibah ini berat, tetapi perhatian semua pihak membuat kami lebih kuat,” ujar Tarso.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menyampaikan sambutan dan dukungan moril kepada para korban tanah bergerak di Desa Maribaya. Dok. foto : Tarom. 

Dalam sambutannya, Dr. H. Saiful Mujab, MA menegaskan bahwa Kementerian Agama hadir  dalam misi kemanusiaan.

“Kami datang untuk memastikan bahwa masyarakat Maribaya tidak menghadapi musibah ini sendirian. Kementerian Agama akan terus mendampingi, dan memberikan dukungan terbaik bagi warga,” ujar Kakanwil.

Saiful Mujab juga mengajak seluruh jajaran Kemenag di Kabupaten Purbalingga untuk menjaga kolaborasi dalam penanganan bencana, terutama yang menyangkut kondisi psikologis para korban. 

Warga Maribaya menyampaikan rasa haru dan syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban mereka selama masa pemulihan.
Seluruh rombongan berdoa bersama untuk para korban tanah bergerak di Desa Maribaya, dipimpin oleh Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin. Dok. foto : Said Ali Setiyawan.

Kunjungan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin untuk keselamatan dan ketabahan warga serta agar bencana serupa tidak kembali terulang.

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha
Dokumentasi : Tarom, Said Ali Setiyawan


Apel Pagi KUA Karanganyar: Dari Integritas ASN hingga Keteladanan Disiplin Kerja

Apel pagi KUA Karanganyar pada Senin (24/11/2025) di halaman KUA. 

Karanganyar_Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar menggelar apel pagi rutin pada Senin, 24 November 2025, di halaman kantor KUA. Kegiatan ini dipimpin oleh Dirun dengan rangkaian acara yang berjalan tertib dan penuh khidmat.

Sebagai pembina apel Sri Mulyati dan petugas lainya seperti Sayono sebagai MC, pembacaan 5 Nilai Dasar ASN Kementerian Agama RI dibawakan oleh Artanti Laili Zulaiha, sementara Said Ali Setiyawan bertugas mendokumentasikan jalannya kegiatan. Pembacaan doa dipimpin oleh Tusiman.

Dalam amanatnya, 
Sri Mulyati selaku pembina apel menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh ASN KUA Karanganyar atas dedikasi dan integritas dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan profesionalitas adalah kunci pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN yang terus menunjukkan dedikasi dan integritasnya. Pelayanan KUA dapat berjalan baik karena komitmen panjenengan semua,” ujarnya di hadapan peserta apel.

Sri Mulyati juga memberikan apresiasi khusus kepada tim media dan petugas front office yang selama ini menjalankan tugas pelayanan dengan ramah dan responsif.

“Tim media yang selalu siap mendukung publikasi kegiatan, serta Front Office yang menjadi garda terdepan pelayanan, telah memberikan layanan prima kepada masyarakat. Ini patut kita syukuri,” tambahnya.

Sri Mulyati kemudian menyoroti kedisiplinan Tusiman sebagai ASN yang selalu hadir paling awal setiap harinya.

“Saya sampaikan penghargaan kepada Pak Tusiman yang selalu datang lebih pagi dari pegawai lainnya. Ini contoh teladan bagi kita semua,” ujar Dirun.

Apel pagi ditutup dengan doa dan pengarahan ringan mengenai agenda kerja minggu di minggu keempat. Apel pagi berlangsung lancar, penuh kekompakan, dan mencerminkan budaya kerja positif di KUA Karanganyar. 

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha
Dokementasi : Said Ali Setiyawan


23 November 2025

Musyawarah Warga Lumpang Bahas Renovasi Mushola Al Ikhlas

Musyawarah warga Desa Lumpang RT 01 RW 02 di Mushola Al Ikhlas pada Jumat malam (21/11) pukul 20.00 WIB. 
Dok. foto : Dirun.

Karanganyar_Warga Desa Lumpang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga menggelar musyawarah pada Jumat malam (21/11) pukul 20.00 WIB untuk membahas rencana pembangunan Mushola Al Ikhlas yang berlokasi di Jalan Lumpang–Buara RT 01 RW 02. Pertemuan berlangsung di Mushola Al Ikhlas dan turut didampingi oleh Dirun, Staf KUA Karanganyar yang juga bertugas sebagai Operator Simas.

Musyawarah tersebut dihadiri para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga. Dalam forum itu, peserta mendiskusikan sejumlah aspek penting pembangunan, mulai dari perencanaan fisik bangunan, kebutuhan material, teknis pelaksanaan, hingga penguatan kegiatan keagamaan yang diharapkan dapat semakin memakmurkan jamaah setempat.

Dirun memberikan pendampingan terkait administrasi keagamaan serta memastikan proses musyawarah berlangsung tertib, transparan, dan sesuai ketentuan. Para tokoh masyarakat turut menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan mushola sebagai sarana ibadah dan pusat aktivitas keagamaan bagi warga sekitar.

Kekompakan warga dalam gotong royong sangat terlihat untuk renovasi mushola Al Ikhlas.

Dirun sebagai Staf KUA Karanganyar sekaligus tokoh agama di Desa Lumpang menyampaikan apresiasi kepada warga yang hadir pada musyawarah dan berlanjut dengan kegiatan gotong royong di hari Sabtu pagi (22/11/2025).

“Alhamdulillah, warga sangat kompak. Kita ingin Mushola Al Ikhlas menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah dan kegiatan keagamaan. Semoga renovasi ini berjalan lancar dan membawa manfaat bagi seluruh warga,” ujar Dirun.

Gotong royong dimulai dari pembersihan area sekitar mushola hingga persiapan awal untuk proses pembangunan.

Sebagai tindak lanjut hasil musyawarah, pada Sabtu pagi warga mulai melaksanakan gotong royong, dimulai dari pembersihan area sekitar mushola hingga persiapan awal untuk proses pembangunan. Antusiasme warga menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam memajukan sarana ibadah di lingkungan mereka.

Musyawarah dan kegiatan gotong royong ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas serta mewujudkan Mushola Al Ikhlas sebagai pusat spiritual yang lebih representatif bagi warga Desa Lumpang.


Kontibutor : Dirun
Editor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

21 November 2025

BIMWIN CATIN VIRTUAL: Memudahkan Calon Pengantin yang Terkedala Hadir di KUA

Bimwin Catin (Bimbingan Perkawinan Bagi Calon Pengantin) Virtual via zoom meeting. 
Dokumentasi foto : Ali Purnomo Hasbi.

Karanganyar_Bimwin Catin (Bimbingan Perkawinan Bagi Calon Pengantin) Virtual menggunakan aplikasi Zoom Meeting merupakan upaya KUA Karanganyar dalam memberikan layanan prima keapada masyarakat. 

Bimwin, sebuah kegiatan yang wajib dilakukan bagi catin sebagai bekal sebelum memasuki bahtera rumah tangga mendesak untuk dilakukan. Namun dalam pelaksanaannya, Bimwin sering terkendala manakala catin tidak memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan bimbingan perkawinan secara tatap muka di KUA. Beberapa kendala seperti lokasi catin yang berada jauh di luar kota, sulitnya mendapat ijin kerja dari atasan, dan waktu yang tidak efektif karena bersamaan dengan kesibukan-kesibukan yang lain.

Selama bulan Oktober sampai November KUA Karanganyar telah menyelenggarakan 3 bimwin bagi catin secara virtual menggunakan aplikasi Zoom.
  1. Yoga Zulfitra dan Yuliani Anggita Sari. Catin putra asal Kota Batu dan catin putri asal Purbalingga. Bimwin virtual dilaksanakan 21 Oktober 2025 dan akad dilaksanakan12 November 2025
  2. Ali Nurdin Al Kahfi dan Mei Supriyani. Catin putra asal Banyumas dan catin putri asal Purbalingga. Bimwin virtual dilaksanakan 7 November 2025 dan akad dilaksanakan 1 Desember 2025
  3. Edi Purnomo dan Mugi Hayaturrohmah. Catin putra asal Jakarta dan catin putri asal Purbalingga. Bimwin virtual dilaksanakan 18 November dan akad dilaksanakan 28 Desember 2025
Bimwin virtual menggunakan aplikasi Zoom di KUA Karanganyar sebagai wujud inovasi dalam pelayanan dipersiapkan secara matang. Perencanaan dan tahapan kegiatan didiskusikan bersama kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin. Penyusunan materi bimwin dirancang bersama penghulu dan penyuluh lain demi memberikan materi yang menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat. Dalam pelaksanaanya, penyuluh KUA Karanganyar, Tarom ikut turut serta menyampaikan bimbingan perkawinan dengan materi yang sudah dipersiapkan.

“Bimwin secara daring sangat membantu saya. Saya yang dari Kota Batu tidak harus datang ke Purbalingga. Sangat memudahkan dan menghemat tenaga dan dana” Ujar Yoga Zulfitra catin asal Kota Batu.

Hal senada disampaikan oleh Edi Purnomo catin asal Jakarta.

“Program bimwin virtual sangat membantu saya yang tinggal di Jakarta. Terima kasih sekali kepada Penghulu dan Penyuluh KUA Karanganyar atas bekal bimbingan perkawinan yang mudah diakses ini. Sangat memudahkan dan membantu," ungkap Edi.

Inovasi bimbingan perkawinan virtual ini didukung penuh oleh kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin. 

“KUA Karanganyar terutama penghulu dan penyuluh harus bisa memberikan pelayanan prima yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Salah satunya adalah dengan bimwin virtual bagi catin yang memiliki keterbatasan waktu” ujar Amin Nasirudin.

Kedepannya, program ini akan terus dievaluasi, diperbaiki, dan dikembangakn sehingga masyarakat dapat merasakan kemudahan layanan KUA secara langsung. Sehingga KUA Karanganyar benar-benar bisa hadir memudahkan dan menyelesaiakan kebutuhan masyarakat berkaitan dengan layanan pernikahan secara khusus dan layanan-layanan lainnya.

Kontributor : Said Ali Setiyawan
Editor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

BIMTAK: Menguatkan Peran Istri Mewujudkan Keluarga Harmonis

Bimbingan Penyuluhan Majelis Taklim (BIMTAK) pada Jumat (21/11/2025). Kegiatan diselenggarakan di Majelis Taklim (MT) Nurul Istiqomah Kalijaran.

Karanganyar_Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karanganyar kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Penyuluhan Majelis Taklim (BIMTAK) pada Jumat (21/11/2025). Kegiatan diselenggarakan di Majelis Taklim (MT) Nurul Istiqomah, Dusun Ratambulu RT 01 RW 05, Desa Kalijaran, dengan menghadirkan penyuluh agama Muchotib sebagai narasumber utama.

Dalam BIMTAK tersebut, Muchotib menyampaikan materi bertema “Peran Seorang Istri dalam Membentuk Keluarga Sakinah”, materi yang disambut sangat antusias oleh para jamaah perempuan yang hadir.

Dalam penyampaiannya, Muchotib menegaskan bahwa seorang istri memegang peranan penting dalam menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis dan penuh ketenangan.

“Istri adalah penjaga ketenangan rumah. Ketika istri mampu mengelola hati, emosi, dan komunikasi dengan baik, maka sakinah bukan hanya harapan, tetapi akan menjadi kenyataan yang bisa dirasakan seluruh anggota keluarga,” jelas Muchotib.

Muchotib menekankan pentingnya akhlak yang lembut, kesabaran, dan kemampuan memahami pasangan sebagai fondasi keluarga sakinah yang berkelanjutan.

Ketua Majelis Taklim Nurul Istiqomah, Samini, menyampaikan rasa terima kasih atas materi yang disampaikan dan kehadiran penyuluh agama Islam KUA Karanganyar di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, kami merasa sangat mendapatkan manfaat dari pembinaan ini. Penyampaiannya jelas, mudah dipahami, dan sangat sesuai dengan kebutuhan anggota pengajian. Semoga bimbingan penyuluhan bisa terus dilaksanakan,” ujar Samini.

Program BIMTAK diharapkan mampu memperkuat pemahaman keagamaan serta menambah wawasan jamaah dalam membina keluarga yang damai dan penuh keberkahan.

Kontributor : Muchotib
Editor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha


Penyuluh Agama KUA Karanganyar : Tekankan Pentingnya Bersyukur di MT Nurul Ummahat Banjarkerta

Majelis Taklim Nurul Ummahat di Desa Banjarkerta dilaksanakan BIMTAK (Bimbingan Penyuluhan Majelis Taklim).

Karanganyar_Bimbingan Penyuluhan Majelis Taklim (BIMTAK) pada Majelis Taklim Nurul Ummahat Desa Banjarkerta yang menjadi lokasi pelaksanaan pada hari Jumat (21/11/2025). BIMTAK ini disampaikan langsung oleh salah satu Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar, Tarom. Tarom membawakan materi utama yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari umat Islam yakni "Bersyukur atas Nikmat Allah SWT."

Dalam BIMTAK, Tarom menjelaskan secara mendalam bahwa bersyukur bukanlah sekadar ucapan lisan "Alhamdulillah", melainkan sebuah amalan hati, lisan, dan perbuatan.

Syukur dengan Hati: Mengakui dan menyadari sepenuhnya bahwa segala kenikmatan, baik besar maupun kecil, datangnya mutlak dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT pada QS. An-Nahl: 53 ;
وَمَا بِكُمْ مِّنْ نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ثُمَّ اِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَاِلَيْهِ تَجْـَٔرُوْنَۚ

Artinya : "Segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah. Kemudian, apabila kamu ditimpa kemudaratan, kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan."


Syukur dengan Lisan: Mengucapkan kalimat-kalimat pujian kepada Allah seperti Alhamdulillah (segala puji bagi Allah), Masya Allah (apa yang dikehendaki Allah, maka terjadilah), dan memperbanyak zikir.

Syukur dengan Perbuatan (Amal): Menggunakan nikmat yang diberikan Allah sesuai dengan kehendak-Nya. Contohnya, menggunakan kesehatan untuk beribadah dan menolong sesama, menggunakan harta untuk bersedekah dan zakat, serta menggunakan akal untuk menuntut ilmu agama.

“Inti dari keimanan seorang Muslim adalah mengakui bahwa kita hidup ini diliputi oleh nikmat Allah dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mulai dari nikmat iman, nikmat sehat, nikmat waktu luang, sampai nikmat bisa berkumpul di majelis taklim ini," ungkap Tarom.

Tarom lanjut menjelaskan bahwa jika kita bersyukur, Allah SWT sudah menjanjikan dalam Al-Qur'an surat Ibrahim ayat 7 ;

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya : "(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”

Sementara itu, Hj. Siti Aminah, selaku Ketua Majelis Taklim Nurul Ummahat, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan BIMTAK.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Tarom dari KUA Karanganyar atas materi yang sangat menyentuh hati. Alhamdulillah, melalui BIMTAK ini, kami diingatkan kembali untuk senantiasa melihat ke bawah dan tidak lupa mensyukuri sekecil apapun rezeki dan karunia yang Allah berikan,” ujar Hj. Siti Aminah.

Kegiatan BIMTAK semoga bisa rutin dilaksanakan di Majelis Taklim Nurul Ummahat. Pelaksanaan BIMTAK oleh Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar ini membuktikan bahwa Majelis Taklim bukan sekadar wadah pengajian rutin, melainkan garda terdepan dalam penguatan mental dan spiritual umat.


BIMTAK KUA Karanganyar : Ajarkan Hati yang Bersyukur

BIMTAK dilaksanakan di Majelis Taklim (MT) Al Ikhlas, Dusun Gondang, Desa Karanganyar, 
pada Jumat (21/11/2025).

Karanganyar_Bimbingan Penyuluhan Majelis Taklim (BIMTAK) pada Jumat (21/11/2025) dilaksanakan di Majelis Taklim (MT) Al Ikhlas, Dusun Gondang, Desa Karanganyar, dengan menghadirkan Penyuluh Agama Islam, Sri Mulyati, sebagai narasumber utama.

Jamaah Majelis Taklim Al Ikhlas mengikuti BIMTAK dengan semangat dan antusias. Materi yang disampaikan adalah “Hati yang Bersyukur”, sebuah nilai penting yang menjadi fondasi ketenangan dan kebahagiaan hidup seorang muslim.

Hati yang Bersyukur
Dalam penyampaiannya, Sri Mulyati menegaskan bahwa rasa syukur merupakan anugerah yang harus terus dilatih dan dijaga.

“Hati yang syukur itu bukan hanya tentang mengucapkan alhamdulillah, tetapi bagaimana kita melihat setiap keadaan sebagai peluang untuk mendekat kepada Allah. Orang yang bersyukur akan lebih tenang, lebih ikhlas, dan tidak mudah mengeluh,” ujar Sri Mulyati.
Sri Mulyati, penyuluh agama Islam menyampaikan materi "Hati yang Bersyukur" pada Majelis Taklim Al Ikhlas 
Dusun Gondang Desa Karanganyar.

Sri Mulyati mengingatkan bahwa syukur bukan hanya untuk nikmat besar, namun juga meliputi hal-hal sederhana yang seringkali tidak disadari. Menurutnya, kemampuan mensyukuri hal kecil justru membuka pintu nikmat yang lebih besar.

Apresiasi dari Ketua Majelis Taklim
Ketua Majelis Taklim Al Ikhlas, Muniah, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan pembinaan dari KUA Karanganyar. 

“Alhamdulillah, materinya menyentuh hati dan mudah sekali dipahami. Semoga pembinaan dari KUA seperti ini bisa terus berlanjut di Majelis Taklim Al Ikhlas,” ungkap Muniah.

BIMTAK tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga memotivasi jamaah untuk lebih mendalami agama dan memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari, lanjut Muniah.

Melalui program BIMTAK, KUA Karanganyar terus berupaya menghadirkan pembinaan yang relevan dan bermanfaat bagi 
Majelis Taklim di seluruh wilayah Kecamatan Karanganyar. Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat pemahaman keagamaan serta memupuk semangat dalam beribadah.

Kontributor : Sri Mulyati
Editor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

BIMTAK: KUA Karanganyar Dorong Majelis Taklim Lebih Tertata

Foto bersama anggota Majelis Taklim Fatayat NU Ponjen 1 usai kegiatan. 

Karanganyar_Program Bimbingan Penyuluhan Majelis Taklim (BIMTAK) kembali digelar oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karanganyar pada Jumat (21/11/2025). Kegiatan kali ini berlangsung di Majelis Taklim (MT) Fatayat NU Ponjen 1 dengan menghadirkan dua penyuluh, yakni Sayono dan Artanti Laili Zulaiha, serta didampingi staf KUA Karanganyar, Aris Sungkowo.

Ditengah suasana pedesaan yang sangat sejuk, anggota MT Fatayat NU Ponjen 1 menyimak materi pembinaan yang diarahkan untuk memperkuat pengetahuan keagamaan sekaligus meningkatkan kesiapan administratif majelis taklim.

Penyuluhan Keluarga Sakinah
Penyuluh Agama Islam, Sayono, membuka sesi pembinaan dengan materi Keluarga Sakinah. Dalam penyampaian materinya, Sayono menyoroti salah satu faktor utama yang sering memicu ketidakharmonisan dalam rumah tangga, yaitu kesalahpahaman terhadap pasangan. Menurutnya, banyak konflik sebenarnya muncul bukan karena persoalan besar, melainkan dari cara memahami pasangan yang kurang tepat.

“Ketidakharmonisan itu sering kali muncul bukan karena masalah besar, tetapi karena kita salah memahami pasangan. Perbedaan kecil bisa membesar kalau tidak dikomunikasikan dengan baik,” ujar Sayono.

Sayono menekankan pentingnya membangun kemampuan untuk saling memahami, mendengarkan, dan membaca kebutuhan pasangan, baik secara emosional maupun praktis. Dengan kemampuan ini, pasangan dapat lebih mudah mengelola perbedaan dan menjaga keharmonisan keluarga.


Sosialisasi Persyaratan SKT Majelis Taklim

Sesi berikutnya disampaikan oleh Artanti Laili Zulaiha yang memaparkan materi terkait persyaratan pembuatan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Majelis Taklim. Materi ini mendapat perhatian besar dari para pengurus MT Fatayat NU Ponjen 1 yang tengah memperkuat tata kelola organisasi.

“SKT bukan hanya formalitas. Dengan terdaftar secara resmi, majelis taklim memiliki legalitas yang jelas dan bisa mengakses pembinaan serta program-program pemerintah. Karena itu penting bagi setiap majelis taklim untuk memenuhi persyaratan administrasi dengan benar,” terang Artanti.

Artanti juga menjelaskan langkah-langkah teknis pendaftaran, dokumen yang diperlukan, serta manfaat jangka panjang bagi majelis taklim.

Fatayat NU Ponjen 1 menyambut baik kehadiran dan pembinaan dari KUA Karanganyar.

Apresiasi dari Ketua Majelis Taklim
Ketua Majelis Taklim Fatayat NU Ponjen 1, Erna Ardianti, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan pembinaan dari KUA Karanganyar.

“Kami merasa sangat terbantu dengan pembinaan ini. Materinya jelas, mudah dipahami, dan sesuai kebutuhan kami. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar majelis taklim semakin maju dan tertata,” ujar Erna.

Komitmen KUA Karanganyar
Kegiatan BIMTAK di MT Fatayat NU Ponjen 1 menjadi bukti nyata komitmen KUA Karanganyar dalam membangun keluarga dan majelis taklim yang lebih berdaya. Dengan pengetahuan yang benar, komunikasi yang baik, serta pengelolaan lembaga yang tertib, majelis taklim diharapkan dapat menjadi pusat pemberdayaan umat yang semakin kuat dan berkelanjutan.

Dokumetasi : Aris Sungkowo
Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

JUMPA : Strategi KUA Karanganyar Dekatkan Layanan ke Masyarakat

JUMPA KUA Karanganyar hadir di Masjid Al Huda Desa Bungkanel Kec. Karanganyar pada Jumat ketiga, (21/11/2025). Dokumentasi foto : Said Ali Setiyawan.

Karanganyar_ Program JUMPA (Jumatan dan Pembinaan Agama) KUA Karanganyar kembali hadir menyapa masyarakat pada pelaksanaan edisi Jumat ketiga bulan November yang berlangsung di Masjid Al Huda, Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya proaktif KUA Karanganyar untuk menjalin kedekatan, membangun kebersamaan, dan membuka ruang dialog langsung bersama jamaah.

Program JUMPA dirancang sebagai bentuk komitmen KUA Karanganyar untuk tidak hanya hadir sebagai lembaga administratif, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra masyarakat dalam pembinaan keagamaan. Setiap Jumat minggu ketiga, tim KUA hadir secara bergilir di masjid-masjid se-Kecamatan Karanganyar untuk memberikan pembinaan, penyuluhan, dan pelayanan informasi keagamaan.

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin sedang menyampaikan sambutan dan pembinaan agama pada JUMPA di Masjid Al Huda Desa Bungkanel. Foto : Said Ali Setiyawan.

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, menyampaikan sambutan sekaligus pembinaan keagamaan. Turut hadir dalam tim JUMPA yakni Tarom yang bertugas sebagai khotib dan imam salat Jumat, Penyuluh, Penghulu, Tim Media Sinar KUA Karanganyar, serta beberapa staf yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, menegaskan bahwa program JUMPA menjadi jembatan penting untuk memperkuat hubungan antara KUA dan masyarakat.

“KUA ingin hadir lebih dekat, lebih membumi, dan lebih dirasakan manfaatnya. Melalui JUMPA, kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mengenal KUA sebagai kantor layanan, tetapi sebagai mitra yang siap membimbing dan membantu dalam urusan keagamaan,” ujarnya.

Dalam khutbah yang disampaikan Tarom, tema yang diangkat adalah “Niat yang benar menjadikan setiap langkah bernilai ibadah.” Pesan utama khutbah menekankan bahwa niat yang benar menjadi fondasi amal yang bernilai ibadah, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun dalam pengabdian kepada masyarakat dan keluarga. 

Setelah pelaksanaan salat Jumat, KUA membuka ruang diskusi untuk jamaah yang ingin bertanya seputar urusan keagamaan maupun layanan KUA. Jamaah menyambut hangat dialog ini karena memberi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung.

Ketua Takmir Masjid Al Huda menyampaikan apresiasinya kepada program JUMPA. Dokumentasi foto: Said Ali Setiyawan.

Kepala Desa Bungkanel, Mukti Fatoni juga turut hadir mengikuti JUMPA. Fatoni, sapaan akrab Kades Bungkanel menyampaikan apresiasi dan berharap masyarakat akan memanfaatkan program-program dari KUA untuk kemashlahatan masyarakat Bungkanel. 

"Ternyata KUA tidak hanya untuk urusan pernikahan, tapi banyak layanan yang bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat terutama dalam hal keagamaan," ungkap Fatoni.

Takmir Masjid Al Huda, Puji Priyatno, mengungkapkan apresiasinya atas kehadiran program JUMPA di Bungkanel.

“Kami sangat senang dan terbantu dengan hadirnya KUA Karanganyar. Jamaah merasa lebih dekat dengan para penyuluh dan petugas KUA, apalagi ada kesempatan untuk bertanya langsung mengenai hal-hal keagamaan dan administrasi. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” tuturnya.

Pemberian kenang-kenangan oleh Kepala KUA Karanganyar kepada Ketua Takmir Masjid Al Huda Desa Bungkanel. Dokumentasi foto : Said Ali Setiyawan.

Pada kesempatan JUMPA ini, KUA Karanganyar memberikan kenang-kenangan berupa mushaf Al Qur'an, buku Yasin, Juz 'Amma dan sarung, kepada Takmir Masjid Al Huda Bungkanel. Program JUMPA juga menjadi wujud nyata implementasi nilai pelayanan SEHATI (Santun, Efektif dan Efisien, Humanis, Amanah, Tertib, dan Ikhlas) yang diusung KUA Karanganyar. Melalui pendekatan yang humanis dan langsung menyentuh masyarakat, KUA berharap dapat menghadirkan layanan publik yang lebih komunikatif, inspiratif, dan bermanfaat.

Dengan langkah ini, KUA Karanganyar kembali menegaskan komitmennya: hadir bukan hanya di kantor, tetapi juga di tengah-tengah masyarakat (siap melayani, membimbing, dan menyapa dengan penuh ketulusan).

Kontributor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

Sosialisasi SKT Majelis Taklim, KUA Perkuat Legalitas Lembaga

Pembinaan kelembagaan keagamaan melalui sosialisasi pembuatan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Majelis Taklim pada Kamis (20/11/2025).

Karanganyar_Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar kembali melaksanakan kegiatan pembinaan kelembagaan keagamaan melalui sosialisasi pembuatan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Majelis Taklim pada Kamis (20/11/2025). Bertempat di rumah Bapak H. In'am Birohmatillah (Anggota DPRD Kab. Purbalingga Fraksi PPP). Sebagai narasumber adalah Penyuluh Agama Islam, Sri Mulyati, bersama dua staf KUA Karanganyar, Aris Sungkowo dan Dirun.

Sosialisasi ini disambut antusias oleh para pengurus Majelis Taklim yang hadir. Sebanyak 10 Majelis Taklim hadir untuk mengikuti sosialisasi. Dalam paparannya, Sri Mulyati menegaskan pentingnya SKT sebagai bentuk legalitas resmi majelis taklim dalam menjalankan kegiatan pendidikan keagamaan.

“Dengan memiliki SKT, Majelis Taklim akan lebih mudah mendapatkan pembinaan, pendampingan program, dan akses layanan dari Kementerian Agama. SKT bukan hanya administrasi, tetapi bagian dari upaya menata kelembagaan agar semakin maju dan dipercaya masyarakat,” ujar Sri Mulyati dalam penyampaiannya.

10 Majelis Taklim hadir untuk mengikuti sosialisasi. Sosialisasi disampaikan oleh Sri Mulyati, Aris Sungkowo dan Dirun. 

Persyaratan Pembuatan SKT Majelis Taklim
Dalam sosialisasi tersebut, disampaikan pula beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan oleh Majelis Taklim untuk mengurus SKT, yaitu:
  1. Surat permohonan penerbitan SKT Majelis Taklim dengan tujuan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Purbalingga
  2. Susunan pengurus Majelis Taklim
  3. Surat keterangan domisili kelembagaan Majelis taklim dari desa setempat
  4. Rekomendasi dari KUA Kecamatan Karanganyar
  5. Jadwal kegiatan Majelis Taklim
  6. Minimal jama'ah 15 orang
  7. Fc. KTP pengurus dan jama'ah
  8. Daftar nama jama'ah Majelis Taklim
  9. Dokumentasi kegiatan Majelis Taklim
  10. Mengisi form penyelenggaraan Majelis Taklim/ Form verifikasi data Majelis Taklim
Aris Sungkowo dan Dirun turut memberikan penjelasan teknis terkait alur pengajuan SKT melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Agama Islam (SIMAS) serta mekanisme verifikasi berkas di KUA. 

Apresiasi dari Ketua Majelis Taklim
Salah satu Ketua Majelis Taklim Desa Karanganyar, Masroh, menyampaikan rasa terbantu dengan adanya kegiatan sosialisasi ini.

“Selama ini kami ingin mengurus SKT, tapi masih bingung syaratnya apa saja. Alhamdulillah hari ini dijelaskan secara rinci dan mudah dipahami. Kami jadi lebih siap untuk segera mengurusnya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, KUA Karanganyar berharap seluruh Majelis Taklim di wilayahnya dapat segera terdaftar secara resmi sehingga pembinaan dan koordinasi keagamaan dapat terlaksana dengan lebih terarah.

Kontributor : Aris Sungkowo
Editor dan Publisher : Artanti Laili Zulaiha

Bukan Sekadar Cinta: Mengapa Remaja Perlu Ilmu Perkawinan Sejak Dini

Oleh : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)

Desainer flyer : Artanti Laili Zulaiha

Pendidikan perkawinan sering kali dipahami sebagai materi yang hanya dibutuhkan oleh pasangan yang hendak menikah. Padahal, pemahaman tentang pernikahan justru perlu ditanamkan sejak seseorang berada di usia remaja. Hal ini penting bukan untuk mendorong remaja segera menikah, melainkan memberi mereka bekal pengetahuan, karakter, dan cara berpikir yang matang agar kelak mampu membangun keluarga yang sehat dan harmonis. Dengan demikian, pendidikan perkawinan untuk remaja menjadi langkah preventif dan strategis dalam menciptakan generasi yang siap menghadapi masa depan.


Cinta Tidak Cukup: Pernikahan Membutuhkan Kesiapan yang Utuh
Banyak remaja memandang pernikahan sebagai kelanjutan dari rasa suka atau jatuh cinta. Padahal, kehidupan berkeluarga jauh lebih kompleks dibanding sekadar menjalani hubungan emosional. Di dalamnya terdapat tanggung jawab, kesepakatan, komitmen, pengendalian diri, hingga kemampuan menyelesaikan masalah. Remaja perlu memahami sejak dini bahwa cinta adalah salah satu unsur, namun bukan satu-satunya kunci keberhasilan rumah tangga. Tanpa kesiapan mental dan pengetahuan, pernikahan dapat menjadi sumber masalah baru.

Mencegah Pernikahan Dini dan Risikonya
Kasus pernikahan dini masih terjadi di Purbalingga dan berbagai daerah lainnya. Remaja sering mengambil keputusan tergesa karena tekanan lingkungan, pergaulan, atau masalah emosional. Padahal, pernikahan pada usia muda membawa risiko pada kesehatan reproduksi, keberlanjutan pendidikan, serta kestabilan kehidupan rumah tangga. Pendidikan perkawinan sejak sekolah membantu remaja memahami bahwa setiap keputusan hidup perlu dipikirkan matang, termasuk pernikahan yang membutuhkan kesiapan fisik, psikologis, sosial, dan finansial.

Menanamkan Nilai-Nilai Keluarga Sakinah
Keluarga sakinah tidak tumbuh begitu saja, tetapi dibangun dengan nilai-nilai keislaman yang kuat. Remaja perlu diperkenalkan pada konsep sakinah, mawaddah, dan rahmah sebagai pedoman membangun keluarga yang penuh kedamaian. Nilai-nilai seperti saling menghormati, kejujuran, kerja sama, tanggung jawab, dan kasih sayang merupakan karakter dasar yang harus dipupuk sejak muda. Dengan memahami nilai-nilai ini, remaja dapat membentuk pribadi yang matang dan siap membangun hubungan yang sehat di masa depan.

Melatih Komunikasi dan Pengendalian Emosi
Kemampuan berkomunikasi dan mengelola emosi menjadi modal penting dalam kehidupan berkeluarga. Fenomenanya, banyak remaja yang belum terampil dalam menyampaikan pendapat secara baik, mendengar secara aktif, ataupun meredakan konflik. Pendidikan perkawinan memberi ruang bagi remaja untuk belajar keterampilan ini, sehingga mereka dapat membangun relasi yang lebih sehat, baik dalam pergaulan, keluarga, maupun kelak dalam rumah tangga. Pengendalian emosi juga membantu mencegah mereka dari keputusan impulsif yang berdampak panjang.

Membantu Remaja Merancang Masa Depan
Pendidikan perkawinan memberikan pemahaman bahwa pernikahan adalah bagian dari perjalanan panjang kehidupan. Dengan pengetahuan ini, remaja terdorong untuk merencanakan masa depan secara lebih terarah, mulai dari pendidikan, karier, kondisi ekonomi, hingga impian membangun keluarga. Remaja yang memiliki visi hidup cenderung lebih fokus dan tidak mudah tergoda oleh keputusan jangka pendek yang merugikan diri sendiri.

Kolaborasi Sekolah, KUA, dan Orang Tua
Pendidikan perkawinan bagi remaja hanya akan efektif jika didukung berbagai pihak. KUA memiliki peran penting dalam menyampaikan materi keagamaan dan pembinaan karakter berbasis nilai Islam. BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) menjadi solusi program yang ditawarkan Kementerian Agama melalui KUA sebagai upaya dalam memberikan pendidikan perkawinan bagi remaja. Sekolah berfungsi sebagai media pembelajaran yang menanamkan kedisiplinan, etika pergaulan, dan kebiasaan baik. Sementara itu, orang tua menjadi teladan utama yang memberikan contoh nyata kehidupan keluarga yang harmonis. Kolaborasi ini diharapkan mampu membentuk remaja yang siap menghadapi masa depan dengan pemahaman yang benar tentang pernikahan.

Pernikahan bukanlah perkara sederhana, dan cinta saja tidak cukup untuk membangun rumah tangga yang kokoh. Remaja memerlukan ilmu, pemahaman, dan karakter yang matang agar mampu mempersiapkan diri menghadapi kehidupan berkeluarga kelak. Melalui pendidikan perkawinan sejak dini, remaja dapat tumbuh sebagai generasi yang bijak, bertanggung jawab, dan siap mewujudkan keluarga sakinah di masa depan. Karena itu, pembekalan tentang pernikahan bukan hanya untuk calon pengantin, tetapi juga untuk remaja yang sedang membentuk identitas dan masa depannya.



Jumat Berakar dan Berlian Mengantarkan KUA Karanganyar Raih Juara III Lomba Video Kreatif

KUA Karanganyar raih Juara III Lomba Video Kreatif dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Ke-80, Rabu (7/1/2026). Foto : Tim K...