Selamat Datang di Website KUA Karanganyar - Kabupaten Purbalingga - Provinsi Jawa tengah

10 September 2026

KUA Karanganyar Kukuhkan Ikrar Wakaf Tanah 2.100 M² untuk SMA Ma’arif NU dan Masjid Al Iman

Komitmen memperkuat pemanfaatan aset wakaf untuk kepentingan pendidikan dan sosial keagamaan diwujudkan melalui proses Ikrar Wakaf yang dilaksanakan di SMA Ma'arif NU Karanganyar, Kamis (10/9/2026). 
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Komitmen memperkuat pemanfaatan aset wakaf untuk kepentingan pendidikan dan sosial keagamaan diwujudkan melalui prosesi Ikrar Wakaf yang dilaksanakan di KUA Kecamatan Karanganyar, Kamis (10/9/2026) pukul 10.30 WIB.

Dalam prosesi tersebut, Slamet Riyadi, perangkat Desa Karanganyar, bertindak sebagai wakif yang menyerahkan wakaf berupa sebidang tanah seluas 2.100 meter persegi. Tanah wakaf tersebut berlokasi di RT 01/RW 01, Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga.

Ikrar wakaf dilaksanakan di hadapan Amin Nasirudin, Kepala KUA Kecamatan Karanganyar sekaligus Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). Adapun yang bertindak sebagai nazhir adalah Basrowi, selaku Nazhir Perkumpulan Nahdlatul Ulama.

Prosesi ikrar wakaf turut disaksikan oleh dua orang saksi, yakni Mucholis, S.Ag., Ketua Yayasan SMA Ma’arif NU Karanganyar, dan Jawawi, S.Pd., Wakil Kepala SMA Ma’arif NU Karanganyar bidang Sarana dan Prasarana.

Tanah yang diwakafkan tersebut diperuntukkan bagi beberapa kepentingan, yaitu SMA Ma’arif NU Karanganyar, Masjid Al Iman, serta kegiatan sosial keagamaan. Dengan peruntukan tersebut, aset wakaf diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan serta aktivitas keagamaan dan sosial.

Pelaksanaan ikrar ini menjadi bentuk nyata sinergi dalam memastikan aset wakaf memiliki kepastian administrasi dan kebermanfaatan yang jelas bagi masyarakat. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Prosesi berlangsung dengan tertib dan khidmat. Hadir pula untuk turut menyaksikan pelaksanaan ikrar wakaf tersebut jajaran Pengurus Nazhir Perkumpulan Nahdlatul Ulama dan Pengurus Yayasan SMA Ma’arif NU Karanganyar.

Kepala KUA Kecamatan Karanganyar sekaligus PPAIW, Amin Nasirudin, menyampaikan bahwa wakaf merupakan bentuk ibadah yang memiliki dimensi sosial dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Wakaf bukan sekadar penyerahan aset, tetapi merupakan amanah untuk menghadirkan kemanfaatan yang berkelanjutan. Karena itu, kami mengapresiasi wakif yang telah mewakafkan tanahnya untuk mendukung pendidikan, masjid, dan kegiatan sosial keagamaan. Kami berharap aset wakaf ini dikelola secara amanah, tertib, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” ujar Amin.

Ia menambahkan, proses ikrar dan pencatatan wakaf menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian administrasi sekaligus menjaga keberlangsungan manfaat aset wakaf.

Sementara itu, Basrowi selaku Nazhir Perkumpulan Nahdlatul Ulama menyampaikan bahwa amanah pengelolaan tanah wakaf tersebut akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan peruntukan yang telah ditetapkan oleh wakif.

“Kami menerima amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Tanah wakaf ini bukan milik pribadi, melainkan amanah umat yang harus dijaga dan dikelola sebaik-baiknya sesuai dengan ikrar dan peruntukannya. Kami berharap keberadaan tanah wakaf ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi pendidikan, masjid, dan kegiatan sosial keagamaan,” ungkap Basrowi.

Basrowi juga menekankan pentingnya sinergi antara nazhir, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar aset wakaf dapat berkembang dan memberikan manfaat secara optimal.

“Kami akan berupaya menjaga amanah wakaf ini agar manfaatnya terus mengalir. Sinergi dengan Yayasan SMA Ma’arif NU Karanganyar, pengelola masjid, dan masyarakat menjadi hal penting agar aset wakaf ini dapat benar-benar menjadi bagian dari pemberdayaan dan kemaslahatan umat,” tambahnya.

Pelaksanaan ikrar wakaf ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara wakif, nazhir, lembaga pendidikan, dan KUA sebagai PPAIW dalam memastikan aset wakaf memiliki kepastian administrasi sekaligus manfaat yang jelas bagi masyarakat.

Melalui prosesi tersebut, KUA Kecamatan Karanganyar terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya wakaf sebagai instrumen ibadah sekaligus pemberdayaan umat. Wakaf yang dikelola secara amanah diharapkan mampu menjadi amal jariyah bagi wakif sekaligus aset produktif yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.


Kontibutor : Artanti Laili Zulaiha

09 September 2026

MBO Kemenag Purbalingga Teguhkan Integritas ASN dan Perkuat Implementasi ZI

Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) mengikuti MBO (Morning Briefing Online) Kemenag Purbalingga. MBO ini berfokus pada peneguhan integritas ASN dan penguatan implementasi Zona Integritas (ZI) untuk pelayanan publik yang lebih baik. Foto : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Purbalingga_Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga kembali melaksanakan kegiatan Morning Briefing Online (MBO) secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu pagi, 9 September 2026, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, termasuk seluruh ASN KUA Karanganyar yang mengikuti kegiatan secara bersama-sama di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar.

MBO kali ini membahas sejumlah agenda strategis, meliputi pengisian SIAPI bagi seluruh ASN, penguatan Program Zona Integritas (ZI), serta tindak lanjut Program Inovasi Berdampak Urab Mendoan (Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan) Versi 2.

Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Sudiono, dalam arahannya menekankan pentingnya membangun dan menanamkan kejujuran dalam diri setiap ASN sebagai bagian dari nilai integritas. Menurutnya, integritas tidak hanya diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga melalui kedisiplinan dan keteladanan dalam menjalankan tugas.

“Penanaman kejujuran pada ASN Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga merupakan bagian dari nilai integritas. Selanjutnya adalah disiplin, termasuk tepat waktu dan patuh pada aturan,” tegas Sudiono.

Selain penguatan integritas dan disiplin, MBO juga menyoroti keberlanjutan Program Inovasi Berdampak Urab Mendoan Versi 2. Program tersebut diarahkan untuk terus dijalankan dan dikembangkan agar tidak berhenti sebagai sebuah inovasi administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat serta dampak nyata bagi umat.

Penguatan terhadap program tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan ASN dalam memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani menegaskan bahwa SIAPI merupakan salah satu tindak lanjut dari pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama. Oleh karena itu, seluruh ASN memiliki tanggung jawab untuk berperan aktif dalam proses pengisian SIAPI.

Dalam menjalankan tugas kedinasan, setiap ASN juga dituntut mampu mengambil keputusan secara profesional dan objektif. Pengambilan keputusan dalam birokrasi tidak boleh didasarkan pada pertimbangan pribadi seperti like and dislike, melainkan harus berlandaskan ketentuan, profesionalitas, integritas, dan kepentingan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam mengambil keputusan di birokrasi harus profesional, tidak boleh berdasarkan like and dislike,” tegas Zahid.

Zahid juga menekankan bahwa layanan Kementerian Agama harus mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan publik perlu terus diperkuat dengan mengedepankan sikap profesional, responsif, humanis, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pengisian SIAPI diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, dan berintegritas. Seluruh ASN didorong untuk menjalankan perannya secara aktif sehingga agenda reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas dapat diwujudkan secara konsisten.

Pada kesempatan tersebut, seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga juga menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan di Provinsi Jawa Tengah. Dukungan tersebut menjadi wujud kebersamaan dan komitmen ASN Kementerian Agama dalam menyukseskan agenda nasional yang berkaitan dengan pengembangan dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.

Bagi ASN KUA Karanganyar, pelaksanaan MBO menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, sekaligus memastikan setiap kebijakan dan program Kementerian Agama dapat ditindaklanjuti di tingkat layanan. Semangat integritas, disiplin, profesionalitas, pelayanan publik, dan inovasi yang berdampak menjadi pesan utama yang diharapkan terus diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

07 September 2026

Apel Pagi Jadi Penguat Disiplin dan Kekompakan ASN KUA Karanganyar

Apel pagi KUA Karanganyar istiqomah dilaksanakan 
setiap Senin pagi di halaman kantor. 
Dokumentasi: Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_ASN KUA Karanganyar melaksanakan apel pagi pada Senin, 7 September 2026, di halaman kantor KUA Karanganyar. Kegiatan rutin setiap awal pekan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan, membangun kekompakan, sekaligus menyegarkan kembali komitmen ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Apel pagi berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh ASN KUA Karanganyar. Bertindak sebagai pembina apel, Sri Mulyati, sedangkan Sayono dipercaya sebagai pemimpin apel. Heni Yunita Sari bertugas sebagai pembawa acara, Tusiman memimpin doa, dan Said Ali Setiyawan menyampaikan Lima Nilai Dasar Kementerian Agama. Sementara itu, dokumentasi kegiatan dilakukan oleh Aris Sungkowo.

Dalam amanatnya, Sri Mulyati menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN KUA Karanganyar yang secara istiqamah menjalankan program apel pagi setiap hari Senin. Menurutnya, konsistensi dalam melaksanakan apel bukan sekadar rutinitas kedinasan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kedisiplinan dan memperkuat kebersamaan dalam menjalankan tugas.

“Saya mengapresiasi seluruh ASN KUA Karanganyar yang tetap istiqamah melaksanakan apel pagi setiap hari Senin. Mari kita pertahankan semangat ini sebagai bagian dari kedisiplinan dan komitmen kita dalam melaksanakan tugas,” ujar Sri Mulyati.

Sri Mulyati juga mengingatkan seluruh ASN untuk senantiasa menjaga semangat budaya layanan prima. Pelayanan kepada masyarakat, kata dia, harus dilaksanakan dengan sikap ramah, profesional, tertib, dan penuh tanggung jawab.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan antarpegawai. Menurutnya, pelaksanaan tugas akan berjalan lebih optimal apabila seluruh ASN mampu membangun komunikasi, saling mendukung, dan menjaga kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan.

“Mari kita terus menjaga semangat budaya layanan prima dan saling menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas. Kita bekerja bukan hanya sebagai individu, tetapi sebagai satu tim yang memiliki tanggung jawab bersama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Semangat tersebut selaras dengan slogan KUA Karanganyar, BERSINAR, yang merupakan akronim dari Berintegritas, Sinergi, Amanah, dan Ramah. Slogan ini menjadi pengingat bagi seluruh ASN untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya memenuhi standar administrasi, tetapi juga mengedepankan integritas, sinergi, amanah, serta keramahan dalam setiap interaksi dengan masyarakat.

Apel pagi ditutup dengan doa dan menjadi awal bagi ASN KUA Karanganyar untuk kembali menjalankan tugas dan pelayanan pada pekan yang baru. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang terus dijaga, KUA Karanganyar bertekad menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, humanis, dan berkualitas.

Kontributor: Artanti Laili Zulaiha 




BERSINAR dalam pelayanan, solid dalam kebersamaan, dan istiqamah dalam pengabdian.

04 September 2026

MAHAR IKATAN KUA Karanganyar Dipanen DWP, Ketahanan Pangan Tumbuh dari Halaman Kantor


Ketua DWP (Dharma Wanita Persatuan) Kecamatan Karanganyar, Latifah Nurhayati dan anggota DWP memaneh timun yang ditanam di halaman KUA Karanganyar. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Program MAHAR IKATAN (Manfaatkan Halaman Kantor, Ikhtiar Ketahanan Pangan) yang dikembangkan KUA Kecamatan Karanganyar mendapat apresiasi dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Karanganyar. Apresiasi tersebut diwujudkan melalui kesempatan bagi DWP Kecamatan Karanganyar untuk turut memanen hasil budidaya MAHAR IKATAN di halaman KUA Karanganyar, Jumat (4/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, anggota DWP Kecamatan Karanganyar bersama-sama memanen berbagai sayuran yang telah dibudidayakan melalui program MAHAR IKATAN, yakni kangkung, terong, dan timun. Suasana panen berlangsung penuh kebersamaan dan menjadi momentum untuk melihat secara langsung pemanfaatan halaman kantor sebagai lahan produktif.

Program MAHAR IKATAN merupakan bentuk nyata pemanfaatan lingkungan kantor untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mewujudkan lingkungan kerja yang hijau, produktif, dan ramah lingkungan. Program tersebut juga menjadi implementasi semangat ekologi dan eco office, serta bagian dari inovasi berdampak URAB MENDOAN (Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan) yang dikembangkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Ketua DWP Kecamatan Karanganyar, Ibu Latifah Nurhayati menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan MAHAR IKATAN. Menurutnya, program tersebut merupakan inovasi sederhana tetapi memiliki manfaat yang nyata, baik bagi lingkungan kantor maupun dalam membangun semangat kebersamaan.

“Kami sangat mengapresiasi program MAHAR IKATAN KUA Karanganyar. Program ini menunjukkan bahwa halaman kantor dapat dimanfaatkan menjadi lahan yang produktif. Tidak hanya menghasilkan sayuran seperti kangkung, terong, dan timun, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, dan ketahanan pangan. Semoga program ini terus dikembangkan dan dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan kerja lainnya,” ujar Latifah.

 

Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) KUA Karanganyar membuktikan bahwa memanfaatkan lahan sempit bisa membawa manfaat besar. Dalam program MAHAR IKATAN KUA Karanganyar, mereka memanen mentimun segar yang tumbuh subur di halaman kantor. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Kesempatan memanen secara langsung juga memberikan pengalaman tersendiri bagi DWP Kecamatan Karanganyar. Proses tersebut memperlihatkan bahwa hasil yang dinikmati hari ini merupakan buah dari proses menanam dan merawat yang dilakukan secara konsisten.

Bagi KUA Karanganyar, keterlibatan DWP Kecamatan Karanganyar dalam panen menjadi bentuk dukungan sekaligus penguatan jejaring kolaborasi dalam mengembangkan program berbasis lingkungan dan ketahanan pangan. MAHAR IKATAN diharapkan tidak berhenti pada kegiatan bercocok tanam, tetapi dapat terus berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat berkelanjutan.

Panen kangkung, terong, dan timun tersebut menjadi gambaran sederhana bahwa halaman kantor dapat menjadi sumber manfaat ketika dikelola dengan kepedulian dan kebersamaan.

Melalui MAHAR IKATAN, KUA Karanganyar terus meneguhkan komitmen untuk menghadirkan lingkungan kerja yang hijau, produktif, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh keluarga besar KUA Karanganyar.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

02 September 2026

Hari Ketiga Gema Selawat Kebangsaan, ASN KUA Karanganyar Lantunkan Dala’il al-Khayrat

Kegiatan Gema Selawat Kebangsaan, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan KUA Kecamatan Karanganyar menggelar pembacaan kitab Dala’il al-Khayrat pada hari ketiga pelaksanaan, (Rabu, 2 September 2026). Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_ASN Kantor Urusan Agama Karanganyar mengikuti Gema Selawat Kebangsaan hari ketiga pada Rabu (2/9/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai dan dipimpin oleh Basrowi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan yang diselenggarakan Kementerian Agama dalam rangka menyemarakkan Rabiulawal 1448 H dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Gerakan ini menjadi ikhtiar untuk menghidupkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, mengenal serta meneladani akhlak beliau, sekaligus mendoakan bangsa dan negara Indonesia agar senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan keberkahan.

Pada hari ketiga pelaksanaan, ASN KUA Karanganyar bersama-sama membaca Bagian III kitab Dala’il al-Khayrat karya Imam Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli al-Hasani al-Maliki. Berdasarkan panduan pelaksanaan, pembacaan Gema Selawat Kebangsaan dibagi menjadi delapan bagian dan dilaksanakan secara bertahap mulai 31 Agustus hingga 7 September 2026.

Suasana kekhusyukan para ASN KUA Karanganyar saat bersama-sama melantunkan selawat Dala’il al-Khayrat di Balai Nikah. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.
Suasana pembacaan berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Basrowi memimpin jalannya pembacaan, sementara para ASN KUA Karanganyar mengikuti selawat secara bersama-sama hingga rangkaian bacaan yang ditetapkan pada hari tersebut selesai.

Gema Selawat Kebangsaan tidak hanya menjadi momentum untuk memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa. Surat Edaran Dirjen Bimas Islam menegaskan bahwa gerakan tersebut juga menjadi bentuk solidaritas dan doa bagi masyarakat di berbagai wilayah yang sedang tertimpa musibah.

Pelaksanaan di KUA Karanganyar sejalan dengan ketentuan bahwa Gema Selawat Kebangsaan dapat dilaksanakan secara berjemaah di KUA dengan waktu yang disesuaikan kondisi masing-masing, sementara bagian bacaan tetap mengikuti pembagian yang telah ditetapkan. Pembacaan bersama juga dapat dipimpin oleh kiai, ustaz, penyuluh agama, atau peserta yang ditunjuk.

Melalui kegiatan tersebut, ASN KUA Karanganyar turut mengambil bagian dalam Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan. Rangkaian pembacaan akan terus dilanjutkan hingga Bagian VIII sekaligus khataman pada Senin (7/9/2026) pagi.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

KUA Karanganyar Kukuhkan Ikrar Wakaf Tanah 2.100 M² untuk SMA Ma’arif NU dan Masjid Al Iman

Komitmen memperkuat pemanfaatan aset wakaf untuk kepentingan pendidikan dan sosial keagamaan diwujudkan melalui proses Ikrar Wakaf yang dila...