Selamat Datang di Website KUA Karanganyar - Kabupaten Purbalingga - Provinsi Jawa tengah

30 September 2026

Salat Istisqa di SMA Ma’arif NU Karanganyar, Momentum Muhasabah dan Ikhtiar Bersama Memohon Hujan

Seluruh siswa, guru, staf SMA Ma’arif NU Karanganyar, Camat serta unsur TNI-Polri, Kepala dan ASN KUA dan tokoh masyarakat tampak khusyuk menyimak rangkaian pelaksanaan Salat Istisqa di halaman sekolah. Kegiatan ini menjadi momentum muhasabah dan ikhtiar bersama memohon keberkahan serta turunnya hujan. 
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Menghadapi kondisi kemarau dan kebutuhan masyarakat terhadap air, keluarga besar SMA Ma’arif NU Karanganyar menggelar Salat Istisqa, Rabu (30/9/2026). Kegiatan berlangsung di lingkungan SMA Ma’arif NU Karanganyar dengan diikuti kepala sekolah, dewan guru, siswa dan siswi, Camat Karanganyar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Pengawas Madrasah serta Kepala dan ASN KUA Kecamatan Karanganyar.

Salat Istisqa menjadi ikhtiar spiritual sekaligus momentum muhasabah bersama untuk memohon pertolongan Allah Swt. agar menurunkan hujan yang bermanfaat dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

Bertindak sebagai Imam Salat Istisqa, K. Imamuddin, S.Ag.,M.H.I., yang juga merupakan Kepala SMA Ma’arif NU Karanganyar. Sementara itu, Khotib Salat Istisqa adalah Sayono, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karanganyar.

Jamaah mendengarkan khotbah usai pelaksanaan Salat Istisqa di SMA Ma’arif NU Karanganyar. 
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat. Para peserta mengikuti salat dan khutbah dengan penuh kekhusyukan. Dalam khutbahnya, Sayono mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kondisi kekeringan sebagai momentum meningkatkan ketakwaan, memperbanyak istigfar, melakukan introspeksi diri, serta memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.

Salat Istisqa tidak sekadar menjadi ikhtiar untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan dan senantiasa membutuhkan pertolongan Allah Swt. Karena itu, doa dan ikhtiar perlu berjalan beriringan dengan perilaku menjaga alam dan sumber daya air.

Kepala SMA: Salat Istisqa Menjadi Momentum Muhasabah

Kepala SMA Ma’arif NU Karanganyar, K. Imamuddin, S.Ag., M.H.I., menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Istisqa di lingkungan sekolah merupakan bagian dari pendidikan karakter dan pembinaan spiritual bagi peserta didik.

“Salat Istisqa ini menjadi momentum bagi keluarga besar SMA Ma’arif NU Karanganyar untuk bersama-sama bermuhasabah, memperbanyak istigfar, dan memohon kepada Allah Swt. agar segera menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan. Bagi para siswa, kegiatan ini juga menjadi pembelajaran nyata bahwa ketika menghadapi persoalan, kita tidak hanya berikhtiar secara lahiriah, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah Swt. melalui doa dan ibadah,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan guru dan siswa dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengapresiasi kehadiran unsur pemerintah kecamatan, Forkopimcam, dan KUA Karanganyar yang turut mengikuti Salat Istisqa bersama keluarga besar sekolah.

Kepala KUA: Doa Harus Berjalan Bersama Ikhtiar Menjaga Lingkungan

Kepala KUA Kecamatan Karanganyar, Amin Nasirudin, S.Ag., mengatakan bahwa Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan turunnya hujan.

“Salat Istisqa adalah ikhtiar kita sebagai umat Islam untuk memohon kepada Allah Swt. agar diturunkan hujan yang bermanfaat. Namun, doa harus berjalan bersama ikhtiar. Kita perlu memperbanyak istigfar, memperbaiki diri, sekaligus menjaga lingkungan dan sumber daya air yang menjadi bagian penting dalam kehidupan,” jelas Amin.

Ia menambahkan, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, peduli lingkungan, dan memiliki kepedulian sosial.

“Kami mengapresiasi keluarga besar SMA Ma’arif NU Karanganyar yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Kehadiran pemerintah kecamatan, Forkopimcam, KUA, guru, dan para siswa menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dan kehidupan keagamaan merupakan tanggung jawab bersama. Semoga doa yang kita panjatkan bersama mendapatkan kabul dari Allah Swt. dan hujan segera turun membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Pelaksanaan Salat Istisqa tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, KUA, pemerintah kecamatan, dan unsur Forkopimcam Karanganyar. Camat Karanganyar bersama jajaran Polsek dan Koramil turut hadir dan mengikuti kegiatan bersama para peserta.
Suasana menjelang pelaksanaan Salat Istisqa secara berjamaah di SMA Ma'arif NU Karanganyar. 
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Kebersamaan tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi sarana membangun komunikasi dan kolaborasi lintas sektor. Terlebih, pendidikan keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian yang saling berkaitan dalam membentuk karakter generasi muda.

Melalui Salat Istisqa, seluruh peserta diajak untuk tidak hanya menengadahkan tangan memohon turunnya hujan, tetapi juga menundukkan hati untuk melakukan introspeksi, memperbanyak amal kebajikan, serta menjaga amanah Allah Swt. berupa lingkungan dan sumber daya alam.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar Allah Swt. mengampuni segala kekhilafan, memberikan rahmat dan keberkahan, serta menurunkan hujan yang bermanfaat bagi masyarakat Karanganyar dan sekitarnya.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

29 September 2026

Quality Control KUA Karanganyar Perkuat Mutu Pelayanan dan Semangat BERSINAR


Pegawai KUA Kecamatan Karanganyar menyimak pengarahan dalam rapat Quality Control untuk memperkuat mutu pelayanan publik di KUA Pusaka Karanganyar. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar kembali melaksanakan Quality Control (QC) Pelayanan pada Selasa (29/9/2026). Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan tersebut dipimpin oleh Tarom, Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar.

Quality Control menjadi ruang evaluasi dan penguatan bersama bagi seluruh jajaran KUA Karanganyar untuk memastikan setiap layanan kepada masyarakat berjalan sesuai standar, efektif, tertib, dan berorientasi pada kepuasan penerima layanan.

Dalam pelaksanaannya, QC tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk mengidentifikasi kekurangan dalam pelayanan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, membangun kedisiplinan, serta memastikan setiap pegawai memahami peran dan tanggung jawabnya. Dengan demikian, kualitas pelayanan dapat terus dijaga secara konsisten dan dilakukan perbaikan apabila ditemukan hal-hal yang perlu ditindaklanjuti.

Tarom dalam kesempatan tersebut mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelayanan melalui kerja yang terukur, komunikasi yang baik, serta kesungguhan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, pelayanan publik yang baik membutuhkan komitmen bersama dari seluruh unsur KUA.

“Quality Control bukan sekadar mengevaluasi pelayanan, tetapi menjadi sarana untuk memastikan bahwa setiap proses pelayanan benar-benar memberikan kemudahan, kepastian, dan kenyamanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Persiapan Sholat Istisqo

Dalam kesempatan yang sama, Tarom menyampaikan sejumlah persiapan terkait pelaksanaan Sholat Istisqo yang akan dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2026, bertempat di SMA Ma’arif NU Karanganyar.

Quality Control (QC) di ruang pelayanan KUA Pusaka Karanganyar. Kegiatan ini digelar untuk mengevaluasi kinerja, memantau mutu layanan publik. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Penyampaian tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar, mulai dari koordinasi teknis hingga kesiapan masing-masing pihak yang terlibat. Sholat Istisqo sendiri menjadi ikhtiar spiritual sekaligus bentuk doa dan pengharapan kepada Allah SWT agar diberikan rahmat berupa turunnya hujan dan keberkahan bagi kehidupan masyarakat.

Tarom mengajak seluruh jajaran untuk mendukung persiapan kegiatan tersebut dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan.

Gelorakan KUA Karanganyar BERSINAR

Menutup kegiatan Quality Control, semangat KUA Karanganyar BERSINAR kembali digelorakan. BERSINAR merupakan akronim dari Berintegritas, Sinergi, Amanah, dan Ramah, yang menjadi semangat bersama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Semboyan tersebut tidak sekadar menjadi identitas, tetapi diharapkan mampu diwujudkan dalam perilaku kerja sehari-hari. Berintegritas dalam menjalankan tugas, sinergi dalam membangun kerja sama, amanah dalam melaksanakan tanggung jawab, serta ramah dalam memberikan pelayanan.

Melalui Quality Control yang dilakukan secara konsisten, KUA Karanganyar terus berupaya membangun budaya kerja yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Evaluasi, koordinasi, dan penguatan komitmen menjadi bagian penting untuk menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, dan berkualitas.

Dengan semangat BERSINAR, seluruh jajaran KUA Karanganyar berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Kementerian Agama.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

28 September 2026

15 Majelis Taklim Fatayat NU Karanganyar Bergerak Tertib Administrasi, KUA Siapkan Layanan SKT

Foto bersama pengurus Majelis Taklim Fatayat NU Karanganyar dan petugas KUA usai 
penyerahan berkas pengajuan Surat Keterangan Terdaftar (SKT). KUA Karanganyar
terus berkomitmen memfasilitasi dan mempermudah layanan administrasibagi lembaga 
keagamaan masyarakat. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Sebanyak 15 Majelis Taklim yang berada di bawah naungan Fatayat NU Kecamatan Karanganyar mendatangi Kantor Urusan Agama Kecamatan Karanganyar untuk mengurus Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Majelis Taklim pada Senin (28/9/2026). Pengurusan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tertib administrasi sekaligus memastikan keberadaan majelis taklim tercatat secara resmi dalam pembinaan kelembagaan keagamaan.

Kedatangan para pengurus majelis taklim disambut dan dilayani oleh petugas Front Office KUA Karanganyar bersama pegawai yang menangani layanan SKT Majelis Taklim, Tarom. Pelayanan dilakukan dengan memberikan penjelasan mengenai persyaratan, pemeriksaan kelengkapan dokumen, serta tahapan yang harus dilalui hingga proses penerbitan SKT.

Tarom menjelaskan bahwa pengurusan SKT pada prinsipnya diawali dengan pengajuan permohonan pendaftaran oleh pengurus majelis taklim. Berkas yang diajukan kemudian diperiksa untuk memastikan seluruh persyaratan administratif telah terpenuhi.

“Kami berupaya memberikan pelayanan yang mudah, jelas, dan ramah kepada setiap pengurus majelis taklim. Kami tidak hanya menerima berkas, tetapi juga membantu menjelaskan apabila masih ada persyaratan yang perlu dilengkapi sehingga proses pengajuan dapat berjalan dengan tertib,” jelas Tarom.

Alur Pengurusan SKT Majelis Taklim

Secara umum, proses pendaftaran SKT Majelis Taklim dimulai ketika pengurus mengajukan surat permohonan pendaftaran kepada KUA  dengan melampirkan dokumen persyaratan. Dalam standar layanan Kementerian Agama, persyaratan administratif antara lain mencakup fotokopi KTP pengurus, struktur kepengurusan, surat keterangan domisili dari desa/kelurahan, serta fotokopi KTP jamaah. Majelis taklim juga dipersyaratkan memiliki sekurang-kurangnya 15 jamaah.

Setelah berkas diterima, petugas melakukan pemeriksaan dan verifikasi kelengkapan dokumen. Apabila masih terdapat kekurangan, pemohon diberikan informasi untuk melengkapinya. Jika dokumen dinyatakan lengkap, berkas selanjutnya diproses sesuai mekanisme administrasi Kementerian Agama hingga penerbitan SKT. Ketentuan yang dirujuk dalam PMA Nomor 29 Tahun 2019 menyebutkan bahwa Kepala KUA melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen, kemudian berkas yang lengkap diteruskan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama untuk penerbitan SKT.

Dalam praktik pelayanan di KUA Karanganyar, pengurus juga mendapatkan pendampingan sejak tahap awal sehingga mereka memahami dokumen apa saja yang harus disiapkan sebelum proses administrasi dilanjutkan.

“Yang paling penting adalah pengurus membawa dokumen sesuai persyaratan dan memastikan data majelis taklim, pengurus, serta jamaah benar dan sesuai kondisi di lapangan. Dengan begitu, proses verifikasi menjadi lebih mudah dan tertib,” tambah Tarom.

SKT bukan sekadar dokumen administratif. Pencatatan majelis taklim juga menjadi bagian dari upaya penataan data dan pembinaan kelembagaan keagamaan. Kementerian Agama menjelaskan bahwa SKT berfungsi sebagai tanda bahwa majelis taklim telah tercatat dan dapat mendukung proses pembinaan serta penguatan kelembagaan.

Fatayat NU Dorong Majelis Taklim Tertib Administrasi

Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Karanganyar, Khudmiati, menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan KUA Karanganyar. Menurutnya, pengurusan SKT menjadi langkah penting agar majelis taklim yang selama ini aktif melaksanakan kegiatan keagamaan juga memiliki administrasi kelembagaan yang tertata.

“Kami sangat mengapresiasi pelayanan dari KUA Karanganyar. Sahabat-sahabat pengurus Majelis Taklim mendapatkan penjelasan dengan baik mengenai persyaratan dan proses pengurusan SKT. Ini menjadi pengalaman penting bagi kami untuk semakin tertib dalam mengelola administrasi organisasi dan majelis taklim,” ujar Khudmiati.

Ia menambahkan bahwa keberadaan majelis taklim memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pemberdayaan perempuan di tingkat masyarakat. Karena itu, tertib administrasi perlu berjalan beriringan dengan keberlangsungan kegiatan dan pembinaan jamaah.

“Kami berharap seluruh Majelis Taklim Fatayat NU di Kecamatan Karanganyar semakin tertata, aktif, dan berkembang. Dengan administrasi yang baik, kami juga lebih mudah melakukan koordinasi, pembinaan, dan pengembangan kegiatan ke depan,” lanjutnya.

Pelayanan Ramah Jadi Komitmen KUA Karanganyar

Pelayanan pengurusan SKT tersebut sekaligus menunjukkan komitmen KUA Karanganyar dalam memberikan pelayanan administrasi keagamaan yang mudah, informatif, dan humanis. Petugas Front Office menjadi pintu pertama bagi masyarakat dalam memperoleh informasi layanan, sementara petugas teknis memberikan pendampingan sesuai jenis layanan yang dibutuhkan.

Keberadaan layanan SKT Majelis Taklim di KUA juga membuka ruang komunikasi yang lebih intensif antara KUA dengan pengurus majelis taklim di wilayah Kecamatan Karanganyar. Dengan semakin tertibnya pencatatan kelembagaan, pembinaan keagamaan di tingkat masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan terkoordinasi.

Bagi 15 Majelis Taklim Fatayat NU Kecamatan Karanganyar, pengurusan SKT bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar membangun kelembagaan majelis taklim yang tertib, aktif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan pelayanan KUA Karanganyar yang ramah dan responsif, proses penataan administrasi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut kepada majelis taklim lainnya di wilayah Kecamatan Karanganyar.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

FAIDAH KUA Karanganyar: Setiap Kebaikan Adalah Sedekah



Suasana khidmat kegiatan FAIDAH KUA Karanganyar di ruang Balai Nikah dengan tema 
"Setiap Kebaikan Adalah Sedekah". Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar. 


Karanganyar_Program FAIDAH (Forum Kajian Kitab Kuning Dapat Berkah) KUA Karanganyar kembali digelar pada Senin (28/9/2026) di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh ASN KUA Karanganyar tersebut menjadi ruang penguatan pemahaman keagamaan sekaligus sarana membangun semangat beramal dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, Said Ali Setiyawan, Penghulu KUA Karanganyar, hadir sebagai narasumber dengan mengkaji Hadis ke-25 dalam Kitab Arba’in Nawawi. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tersebut memberikan pesan penting bahwa kesempatan memperoleh pahala melalui sedekah tidak hanya terbuka bagi orang yang memiliki kelebihan harta.

Dalam hadis tersebut dikisahkan sejumlah sahabat mengadu kepada Rasulullah Saw. bahwa orang-orang kaya memperoleh banyak pahala karena dapat bersedekah dengan kelebihan harta yang mereka miliki. Rasulullah Saw. kemudian menjelaskan bahwa Allah telah menyediakan berbagai jalan sedekah yang dapat dilakukan oleh setiap orang.

Setiap tasbih, takbir, tahmid, dan tahlil merupakan sedekah. Demikian pula mengajak kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, bahkan hubungan suami istri yang dilakukan dalam jalan yang halal juga bernilai sedekah.

Said Ali Setiyawan menjelaskan bahwa hadis tersebut memberikan perspektif yang luas tentang makna sedekah. Sedekah tidak semata-mata berkaitan dengan pemberian materi, tetapi juga mencakup berbagai bentuk kebaikan yang dilakukan dengan niat karena Allah.

“Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa kesempatan untuk mendapatkan pahala tidak hanya dimiliki oleh orang yang kaya. Setiap orang memiliki ruang untuk bersedekah melalui ucapan, perbuatan, zikir, membantu sesama, mengajak kepada kebaikan, maupun mencegah kemungkaran,” jelas Said Ali Setiyawan.

Menurutnya, pesan tersebut penting untuk dipahami oleh ASN karena semangat berbuat baik dapat diwujudkan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Sikap ramah, membantu masyarakat dengan tulus, memberikan informasi yang benar, serta menjalankan amanah pekerjaan secara baik juga dapat menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan kemanfaatan.

Said juga mengajak para ASN KUA Karanganyar agar tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti berbuat baik. Setiap individu memiliki kemampuan dan kesempatan yang berbeda, tetapi semuanya dapat mengambil bagian dalam kebaikan.

Hadis ke-25 Arba’in Nawawi juga menunjukkan bahwa amal kebaikan memiliki ruang yang sangat luas. Hal-hal sederhana yang dilakukan secara ikhlas dapat memiliki nilai ibadah ketika diarahkan pada kebaikan dan kemanfaatan.

Penjelasan tersebut sejalan dengan keterangan Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah yang menerangkan bahwa hadis ini menggambarkan semangat para sahabat yang ingin berlomba memperoleh pahala. Ketika mereka merasa tidak memiliki kemampuan yang sama dalam bersedekah dengan harta, Rasulullah ï·º menunjukkan berbagai bentuk amal yang dapat mereka lakukan.

Sementara itu, Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan menjelaskan bahwa hadis tersebut menunjukkan banyaknya jalan menuju kebaikan yang Allah mudahkan bagi manusia. Dengan demikian, setiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam kebaikan, baik dalam kondisi berkecukupan maupun memiliki keterbatasan.

Melalui kajian FAIDAH, ASN KUA Karanganyar diharapkan tidak hanya memahami kandungan kitab kuning secara tekstual, tetapi juga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

FAIDAH menjadi salah satu ikhtiar KUA Karanganyar dalam membangun budaya kerja yang tidak hanya profesional dalam pelayanan, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Semangat mengkaji, memahami, dan mengamalkan ilmu diharapkan semakin memperkuat komitmen ASN untuk memberikan pelayanan yang santun, amanah, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Tidak harus menunggu kaya untuk berbuat baik. Selama ada kemauan, selalu ada jalan untuk menghadirkan kebaikan,” menjadi pesan penting yang mengemuka dalam kajian FAIDAH kali ini.


Kontributor : Artanti Laili Zulaiha 

Sayono Tekankan Kesiapan Shalat Istisqa pada Apel Pagi KUA Karanganyar

Para pegawai KUA Kecamatan Karanganyar menyimak pengarahan yang disampaikan oleh Kepala KUA Karanganyar, Sayono, dalam pelaksanaan apel pagi di halaman Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Karanganyar. Dalam kesempatan tersebut, Sayono menekankan pentingnya kesiapan jajaran KUA dalam mendukung pelaksanaan Shalat Istisqa. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.


Karanganyar_Kantor Urusan Agama Karanganyar melaksanakan apel pagi pada Senin (28/9/2026) di halaman kantor. Apel berlangsung sebagai bagian dari penguatan kedisiplinan, koordinasi, serta kesiapan jajaran KUA dalam melaksanakan berbagai agenda pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat.


Apel pagi dipimpin oleh Sunarto selaku pemimpin apel, dengan Aris Sungkowo sebagai pembawa acara. Bertindak sebagai pembina apel, Sayono, Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar. Sementara itu, Tusiman memimpin doa, Said Ali Setiyawan menyampaikan Lima Nilai Dasar Kementerian Agama, dan dokumentasi kegiatan dilaksanakan oleh Tarom.


Dalam amanatnya, Sayono menyampaikan sejumlah hal terkait persiapan pelaksanaan shalat istisqa yang akan digelar di SMA Ma’arif NU Karanganyar pada Rabu, 30 September 2026. Sayono menekankan bahwa kegiatan tersebut perlu dipersiapkan dengan baik agar dapat terlaksana secara tertib dan khidmat. Menurutnya, shalat istisqa bukan hanya menjadi momentum ibadah bersama, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan memperkuat ikhtiar umat dalam menghadapi kondisi yang membutuhkan turunnya hujan.

“Kita perlu mempersiapkan pelaksanaan shalat istisqa ini dengan sebaik-baiknya. Selain aspek teknis dan koordinasi, yang tidak kalah penting adalah kesiapan hati untuk bersama-sama bermunajat kepada Allah SWT, memohon ampunan dan memohon agar diturunkan hujan yang membawa keberkahan,” ujar Sayono dalam amanatnya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran KUA Karanganyar untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. Koordinasi yang baik dinilai penting agar rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Shalat istisqa merupakan bagian dari ikhtiar kita. Kita berusaha secara lahiriah sekaligus memperkuat ikhtiar batin melalui doa dan ibadah. Karena itu, mari kita dukung dan sukseskan pelaksanaannya dengan penuh kesungguhan,” lanjutnya.

Suasana khidmat para pegawai KUA Kecamatan Karanganyar saat mengikuti apel pagi rutin di halaman kantor. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Selain penyampaian amanat, apel pagi juga diisi dengan pembacaan Lima Nilai Dasar Kementerian Agama yang disampaikan oleh Said Ali Setiyawan. Penyampaian nilai tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jajaran agar senantiasa menjadikan nilai-nilai dasar Kementerian Agama sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Kegiatan apel ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Tusiman. Seluruh rangkaian apel berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Melalui apel pagi tersebut, KUA Karanganyar tidak hanya menjaga konsistensi kedisiplinan internal, tetapi juga memperkuat koordinasi dalam menyukseskan agenda keagamaan. Persiapan shalat istisqa diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak doa, serta memperkuat kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat.


Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

21 September 2026

Tiga Pilar Kesalingan Jadi Penguat Sinergi ASN KUA Karanganyar

Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA Kecamatan Karanganyar mengikuti kegiatan apel pagi di halaman Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Karanganyar. Apel ini menjadi momentum pembinaan untuk menanamkan nilai Tiga Pilar Kesalingan guna memperkuat sinergi, kedisiplinan, serta kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Kantor Urusan Agama Karanganyar mengawali aktivitas pelayanan pada Senin pagi, 21 September 2026, dengan melaksanakan apel pagi di halaman kantor. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh seluruh jajaran ASN KUA Karanganyar.

Apel pagi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan, kebersamaan, serta sinergi seluruh unsur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bertindak sebagai Pembina Apel, Artanti Laili Zulaiha, Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar, menyampaikan amanat mengenai Tiga Pilar Kesalingan ASN KUA Karanganyar.

Dalam amanatnya, Artanti menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan di KUA tidak hanya ditentukan oleh satu atau dua orang, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Kita adalah satu tim. Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama, maupun Staf Pelaksana dan Administrasi memiliki peran yang sama-sama penting. Tidak ada peran yang lebih tinggi atau lebih rendah, karena semuanya saling melengkapi untuk menghadirkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ungkap Artanti.

Ia menjelaskan, pilar pertama yang perlu dibangun adalah saling menghargai peran. Setiap individu di lingkungan KUA memiliki kontribusi yang berbeda sesuai dengan tugasnya. Penghargaan terhadap setiap peran akan melahirkan suasana kerja yang harmonis dan mendorong setiap pegawai untuk memberikan kinerja terbaik.

Pilar kedua adalah saling mengisi dan membantu. Menurut Artanti, semangat kebersamaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama ketika terdapat rekan kerja yang sedang menghadapi beban pelayanan atau pekerjaan administrasi yang cukup banyak.

“Ketika ada rekan yang sedang kewalahan menerima layanan masyarakat atau menyelesaikan berkas, prinsip saling membantu harus tumbuh secara spontan. Tidak harus menunggu diperintah. Kalau kita melihat ada yang membutuhkan bantuan dan kita mampu membantu, maka mari kita bantu,” tegasnya.

Sementara itu, pilar ketiga adalah saling memahami dan mengingatkan. Artanti mengingatkan bahwa seluruh ASN KUA Karanganyar bekerja dalam satu institusi yang memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, apabila ditemukan kesalahan atau kekeliruan, hendaknya disampaikan dengan cara yang santun dan konstruktif.

“Kita bekerja mengurus kepentingan masyarakat. Kalau ada kesalahan atau kekeliruan kecil, jangan saling menjatuhkan. Mari saling mengingatkan dengan santun, saling memahami, dan bersama-sama menjaga nama baik lembaga. Keberhasilan KUA adalah keberhasilan kita bersama,” tuturnya.

Suasana pelaksanaan apel pagi pegawai dan staf KUA Kecamatan Karanganyar di halaman kantor. 
Kegiatan rutin ini dimanfaatkan untuk memperkuat pilar-pilar kesalingan dan soliditas antar-ASN demi meningkatkan integritas pelayanan publik. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Dalam kesempatan tersebut, Artanti juga mengajak seluruh jajaran KUA Karanganyar untuk terus menghidupkan semangat BERSINAR, yaitu Berintegritas, Sinergi, Amanah, dan Ramah. Menurutnya, slogan tersebut bukan sekadar semboyan, melainkan nilai yang perlu diwujudkan dalam perilaku dan pelayanan sehari-hari.

“BERSINAR harus menjadi karakter kita dalam bekerja. Berintegritas dalam menjalankan tugas, membangun sinergi dengan sesama, amanah dalam setiap tanggung jawab, dan ramah kepada masyarakat. Kalau nilai-nilai ini kita jalankan bersama, insyaallah KUA Karanganyar akan semakin dipercaya dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Apel pagi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Lima Nilai Dasar Kementerian Agama yang disampaikan oleh Ali Khasbi. Doa dipimpin oleh Basrowi, sedangkan pembawa acara adalah Aris Sungkowo. Bertindak sebagai Pemimpin Apel, Sayono. Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan oleh Tarom.

Melalui apel pagi ini, KUA Karanganyar kembali meneguhkan komitmen untuk membangun budaya kerja yang solid, harmonis, dan berorientasi pada pelayanan. Semangat saling menghargai, saling membantu, serta saling memahami dan mengingatkan diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan KUA Karanganyar yang BERSINAR.

Kontributor : Tanti

15 September 2026

Enam Pilar Hidup Sufi Jadi Bekal Jamaah Ikhwan Tarekat Naqsyabandiyah Desa Buara

Sayono menyampaikan tausiyah mengenai enam pilar hidup sufi di hadapan jamaah Ikhwan Tarekat Naqsyabandiyah Desa Buara, Kecamatan Karanganyar, Purbalingga, Selasa (15/9/2026). Kegiatan rutin ini menjadi wadah penguatan spiritual dan pembinaan akhlak jamaah. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Upaya memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan terus dilakukan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karanganyar melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat. Salah satunya dilaksanakan bersama jamaah Ikhwan Tareqoh Naqsabandiyah Desa Buara melalui kajian keagamaan yang mengangkat tema “Enam Pilar Hidup Sufi Ala Naqsyabandiyah.”

Kegiatan tersebut diisi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karanganyar, Sayono dan Tarom, yang memberikan penguatan keagamaan sekaligus mengajak jamaah untuk memahami bahwa kehidupan spiritual tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Dalam penyampaiannya, enam pilar yang menjadi pokok pembahasan meliputi taubat, uzlah, zuhud, takwa, qanaah, dan taslim. Keenam nilai tersebut dipaparkan sebagai bagian penting dalam membangun kualitas kehidupan seorang muslim agar semakin dekat kepada Allah SWT dan mampu menghadapi kehidupan dengan ketenangan batin.

Para jamaah Ikhwan Tarekat Naqsyabandiyah Desa Buara menyimak materi keagamaan dengan khusyuk 
di dalam masjid, Selasa (15/9/2026). Pengajian ini menekankan pengamalan pilar-pilar sufi sebagai 
pedoman hidup sehari-hari.  Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Sayono menjelaskan bahwa jalan spiritual membutuhkan proses yang terus-menerus. Taubat menjadi pintu kesadaran untuk memperbaiki diri dan kembali kepada Allah SWT. Uzlah dimaknai sebagai upaya mengambil jarak sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan untuk melakukan introspeksi dan mendekatkan diri kepada Allah. Sementara zuhud mengajarkan agar seseorang tidak diperbudak oleh kecintaan berlebihan terhadap kehidupan dunia.

Adapun takwa menjadi landasan dalam menjaga hubungan dengan Allah SWT, sedangkan qanaah mengajarkan sikap menerima dan mensyukuri ketetapan Allah tanpa kehilangan semangat untuk berikhtiar. Pilar terakhir, taslim, meneguhkan sikap berserah diri kepada Allah setelah menjalankan ikhtiar secara sungguh-sungguh.

“Hidup sebagai seorang muslim, terlebih dalam menjalani jalan spiritual, tidak cukup hanya memahami ilmu. Taubat harus melahirkan perubahan, zuhud harus melahirkan kesederhanaan, takwa harus tampak dalam perilaku, qanaah harus melahirkan rasa syukur, dan taslim harus membuat kita mampu menerima ketetapan Allah dengan hati yang tenang,” ujar Sayono.

Menurutnya, keenam pilar tersebut memiliki keterkaitan yang erat dalam membentuk pribadi yang lebih matang secara spiritual. Jamaah diajak untuk menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Tarom turut memberikan penguatan agar jamaah mampu menghubungkan materi bimbingan dengan realitas kehidupan sehari-hari. Menurutnya, majelis taklim tidak hanya menjadi ruang untuk menambah wawasan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan meningkatkan kualitas pengamalan agama.

Kegiatan bimbingan tersebut mendapat respons positif dari jamaah Ikhwan Tareqoh Naqsabandiyah Desa Buara. Jamaah menilai materi yang disampaikan relevan dengan kehidupan sehari-hari karena tidak hanya membahas aspek spiritual secara konseptual, tetapi juga memberikan dorongan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan diri.

“Materinya sangat menyentuh karena mengajak kami untuk tidak hanya merasa sudah beragama, tetapi juga melihat kembali bagaimana sikap dan perilaku kita. Enam pilar ini menjadi pengingat agar kami lebih banyak introspeksi, bersyukur, dan berserah diri kepada Allah,” ungkap salah seorang jamaah.

Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karanganyar berharap keberadaan majelis taklim dan komunitas keagamaan dapat terus menjadi ruang pembinaan spiritual masyarakat. Nilai-nilai tasawuf yang dipelajari diharapkan tidak berhenti dalam forum kajian, tetapi mampu tumbuh menjadi karakter yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Bimbingan kepada jamaah Ikhwan Tareqoh Naqsabandiyah Desa Buara ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar KUA Kecamatan Karanganyar dalam menghadirkan penyuluhan agama yang humanis, kontekstual, dan berdampak, dengan menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai kekuatan untuk membangun pribadi dan masyarakat yang lebih baik.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

Pastikan Layanan Tetap Prima, KUA Karanganyar Rutin Laksanakan Quality Control

Jajaran pegawai KUA Karanganyar ikuti program Quality Control pelayanan pada Selasa (15/9/2026). 
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar kembali melaksanakan Quality Control Pelayanan pada Selasa (15/9/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan KUA Karanganyar tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan seluruh proses pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai standar, tertib, efektif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Quality Control dipimpin oleh Artanti Laili Zulaiha, Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pengendalian dan pemantauan terhadap kualitas pelayanan, sekaligus menjadi ruang evaluasi untuk mengidentifikasi berbagai hal yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan dalam pelaksanaan pelayanan publik.

Melalui Quality Control, KUA Karanganyar berupaya memastikan bahwa setiap unsur pelayanan dapat berjalan secara konsisten, mulai dari kesiapan petugas, ketepatan prosedur, penyampaian informasi, hingga sikap dan keramahan dalam melayani masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah terjadinya kekeliruan pelayanan sekaligus memperkuat budaya kerja yang profesional dan bertanggung jawab.

Selain menjaga kualitas layanan, Quality Control juga memberikan manfaat sebagai sarana evaluasi internal. Hasil pengamatan dan evaluasi dapat menjadi bahan perbaikan berkelanjutan sehingga pelayanan KUA Karanganyar semakin mudah diakses, informatif, transparan, dan memberikan pengalaman pelayanan yang baik bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Artanti juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Media SINAR KUA Karanganyar yang selama ini berperan dalam mendokumentasikan dan menyebarluaskan berbagai kegiatan serta inovasi KUA Karanganyar.

“Kami mengapresiasi Tim Media SINAR yang terus berupaya menyampaikan berbagai informasi dan kegiatan KUA kepada masyarakat. Harapannya, tim media ini dapat semakin aktif menyampaikan informasi-informasi yang dibutuhkan masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui layanan, program, inovasi, maupun berbagai kegiatan yang ada di KUA Karanganyar,” ungkap Artanti.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam mendukung keterbukaan informasi publik. Informasi yang disampaikan secara tepat, jelas, dan mudah dipahami akan membantu masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai layanan KUA tanpa harus mengalami kesulitan dalam mencari informasi.
KUA Karanganyar rutin gelar Quality Control demi menjaga mutu pelayanan prima. 
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Pada kesempatan tersebut, Artanti juga menggelorakan semboyan KUA Karanganyar, “BERSINAR”, sebagai spirit bersama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. BERSINAR merupakan akronim dari Berintegritas, Sinergi, Amanah, dan Ramah.

“BERSINAR bukan sekadar semboyan, tetapi harus menjadi semangat yang tercermin dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan. Dengan integritas, sinergi, amanah, dan keramahan, kita berkomitmen menghadirkan pelayanan KUA yang semakin berkualitas dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.

Pelaksanaan Quality Control diharapkan tidak berhenti pada kegiatan evaluasi semata, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja yang terus dilakukan secara konsisten. Dengan pengawasan dan perbaikan berkelanjutan, KUA Karanganyar berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, responsif, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


Kontributor : Artanti Laili Zulaiha 

Pastikan Tepat Sasaran, Tim Urab Mendoan V.2 Kemenag Purbalingga Verifikasi Lapangan

Tim Urab Mendoan V.2 Kemenag Purbalingga mengamati langsung kondisi hamparan ladang cabai di Desa Banjarkerta milik Sri Chusaenah, seorang ustadzah Madrasah Diniyah (Madin) Al Anwar Desa Kaliori. Melalui pengamatan ini, tim berusaha memahami potensi dan kebutuhan petani calon penerima manfaat untuk memastikan bantuan dapat dioptimalkan. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Tim Verifikasi Program Urab Mendoan Versi 2 (Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga melaksanakan verifikasi lapangan terhadap calon penerima program, Senin (14/9/2026) siang.

Kegiatan verifikasi dilakukan untuk memastikan kondisi dan kelayakan calon penerima program secara langsung di lapangan. Tim verifikasi terdiri atas Kasubag Tata Usaha (TU) Kankemenag Kabupaten Purbalingga, Sudiono, bersama para kepala seksi (kasi) dan penyelenggara di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Dalam pelaksanaan verifikasi, tim mengunjungi dua lokasi yang menjadi calon penerima program, yakni di Desa Maribaya dan Desa Banjarkerta, Kecamatan Karanganyar. Tim didampingi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar, Sri Mulyati, Sayono, dan Tarom.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kediaman Kardi Mohammad Karom, tokoh masyarakat Desa Maribaya. Di lokasi tersebut, tim melihat secara langsung kolam ikan yang berada tidak jauh dari rumahnya. Kolam tersebut dimanfaatkan untuk membudidayakan ikan lele.

Budidaya lele yang dilakukan Kardi tidak sekadar menjadi kegiatan produktif, tetapi juga menjadi salah satu sumber yang membantu menopang kehidupan keluarganya. Tim melihat langsung kondisi kolam sekaligus menggali informasi mengenai pengelolaan dan keberlanjutan usaha budidaya ikan tersebut.

Dari Desa Maribaya, tim kemudian melanjutkan verifikasi ke lahan pertanian milik Sri Chusaenah, seorang ustadzah Madrasah Diniyah (Madin) Al Anwar Desa Kaliori. Sri Chusaenah mengembangkan usaha pertanian dengan memanfaatkan lahan yang disewanya dari tahun 2021 untuk menanam cabai.

Tim Urab Mendoan V.2 Kemenag Purbalingga sedang melakukan verifikasi data dan berdialog dengan Kardi Mohammad Karom, tokoh masyarakat Desa Maribaya. Tim melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kesesuaian data yang diajukan dengan kondisi sebenarnya di lapangan. 
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Verifikasi lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa program Urab Mendoan V.2 benar-benar diberikan kepada masyarakat yang memiliki aktivitas produktif dan dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan ekonomi keluarga.

Kasubag TU Kankemenag Kabupaten Purbalingga, Sudiono, menyampaikan apresiasi terhadap semangat masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan masing-masing. Menurutnya, kegiatan produktif seperti budidaya ikan dan pertanian memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan secara ekonomi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

“Kami mengapresiasi semangat para calon penerima yang telah berupaya mengembangkan potensi yang dimiliki, baik melalui budidaya ikan maupun pertanian. Harapannya, program Urab Mendoan Versi 2 ini dapat semakin memperkuat usaha yang sudah berjalan, memberikan manfaat nyata bagi keluarga, serta berkembang menjadi kegiatan produktif yang berkelanjutan,” ujar Sudiono.

Ia juga menilai verifikasi lapangan penting dilakukan agar program yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan penerima. Dengan demikian, dukungan yang diberikan melalui Urab Mendoan V.2 diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pendampingan para Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar dalam kegiatan tersebut turut memperkuat sinergi antara program pemberdayaan Kementerian Agama dengan masyarakat di tingkat desa. Kehadiran penyuluh tidak hanya dalam menjalankan tugas pembinaan keagamaan, tetapi juga ikut mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.

Program Urab Mendoan V.2 diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Semangat umat rajin bertani, mendukung dan menopang kehidupan diwujudkan melalui pengembangan berbagai potensi produktif, termasuk pertanian dan perikanan, sehingga dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Kontributor : Sayono
Publisher : Artanti Laili Zulaiha

14 September 2026

Apel Pagi KUA Karanganyar Teguhkan Integritas dan Semangat Mempertahankan Prestasi

Suasana apel pagi Pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar di halaman kantor.
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Kantor Urusan Agama Karanganyar mengawali aktivitas kerja dengan melaksanakan apel pagi pada Senin, 14 September 2026. Kegiatan berlangsung di halaman kantor KUA Karanganyar dan diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan penuh tertib dan khidmat.

Apel pagi menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan sekaligus menyatukan komitmen seluruh jajaran KUA Karanganyar dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Bertindak sebagai Pembina Apel, Sayono menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya konsistensi dalam mempertahankan prestasi dan capaian yang telah diraih.

Dalam amanatnya, Sayono mengingatkan bahwa keberhasilan yang telah dicapai bukanlah akhir dari sebuah perjuangan. Menurutnya, tantangan yang tidak kalah besar justru terletak pada kemampuan untuk mempertahankan capaian tersebut secara konsisten.

“Berjuang untuk meraih sebuah prestasi mungkin terasa lebih mudah dibandingkan dengan mempertahankan prestasi yang sudah diraih. Karena itu, dibutuhkan konsistensi, komitmen, dan istiqamah agar capaian yang telah kita bangun dapat terus dipertahankan,” tegas Sayono.

Ia juga menekankan bahwa integritas tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam menjalankan tugas sehari-hari. Menurutnya, istiqamah dalam menjaga integritas membutuhkan tekad yang kuat, terutama ketika menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Istiqamah dalam menjalankan integritas membutuhkan tekad yang kuat. Integritas harus menjadi karakter dalam bekerja, bukan hanya diucapkan, tetapi dibuktikan melalui sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, dan konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik,” lanjutnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh ASN KUA Karanganyar agar tidak cepat berpuas diri atas berbagai capaian yang telah diperoleh. Prestasi harus dipandang sebagai amanah sekaligus motivasi untuk terus melakukan perbaikan dan memberikan pelayanan yang semakin berkualitas.
 Potret kedisiplinan pegawai KUA Karanganyar dalam melaksanakan apel pagi. Rutinitas ini menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan komitmen pelayanan demi menjaga nama baik institusi dan mempertahankan prestasi yang telah dicapai. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Dalam kesempatan tersebut, semangat BERSINAR kembali diteguhkan sebagai identitas dan budaya kerja KUA Karanganyar. BERSINAR merupakan akronim dari Berintegritas, Sinergi, Amanah, dan Ramah, yang menjadi landasan dalam membangun pelayanan publik yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

“Mari kita jaga semangat BERSINAR. Berintegritas dalam menjalankan tugas, membangun sinergi dalam bekerja, amanah dalam setiap tanggung jawab, dan tetap ramah dalam memberikan pelayanan. Inilah karakter yang harus terus kita pertahankan,” pesan Sayono.

Pelaksanaan apel pagi tersebut juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi internal, memperkuat kebersamaan, serta memastikan seluruh ASN memiliki semangat yang sama dalam menjalankan tugas dan fungsi KUA.

Apel pagi dipimpin oleh Tarom selaku Pemimpin Apel, dengan Heni Yunita Sari sebagai Pembawa Acara. Pembacaan Lima Nilai Dasar Kementerian Agama disampaikan oleh Ali Purnomo Khasbi, sedangkan doa dipimpin oleh Karyo. Dokumentasi kegiatan dilakukan oleh Artanti Laili Zulaiha.

Melalui apel pagi ini, KUA Karanganyar meneguhkan kembali komitmen untuk tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menjaga dan mempertahankan setiap capaian melalui integritas, kedisiplinan, sinergi, serta pelayanan yang amanah dan ramah. Semangat tersebut diharapkan terus menjadi energi bersama dalam mewujudkan KUA Karanganyar yang semakin BERSINAR.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

10 September 2026

KUA Karanganyar Kukuhkan Ikrar Wakaf Tanah 2.100 M² untuk SMA Ma’arif NU dan Masjid Al Iman

Komitmen memperkuat pemanfaatan aset wakaf untuk kepentingan pendidikan dan sosial keagamaan diwujudkan melalui proses Ikrar Wakaf yang dilaksanakan di SMA Ma'arif NU Karanganyar, Kamis (10/9/2026). 
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Komitmen memperkuat pemanfaatan aset wakaf untuk kepentingan pendidikan dan sosial keagamaan diwujudkan melalui prosesi Ikrar Wakaf yang dilaksanakan di KUA Kecamatan Karanganyar, Kamis (10/9/2026) pukul 10.30 WIB.

Dalam prosesi tersebut, Slamet Riyadi, perangkat Desa Karanganyar, bertindak sebagai wakif yang menyerahkan wakaf berupa sebidang tanah seluas 2.100 meter persegi. Tanah wakaf tersebut berlokasi di RT 01/RW 01, Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga.

Ikrar wakaf dilaksanakan di hadapan Amin Nasirudin, Kepala KUA Kecamatan Karanganyar sekaligus Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). Adapun yang bertindak sebagai nazhir adalah Basrowi, selaku Nazhir Perkumpulan Nahdlatul Ulama.

Prosesi ikrar wakaf turut disaksikan oleh dua orang saksi, yakni Mucholis, S.Ag., Ketua Yayasan SMA Ma’arif NU Karanganyar, dan Jawawi, S.Pd., Wakil Kepala SMA Ma’arif NU Karanganyar bidang Sarana dan Prasarana.

Tanah yang diwakafkan tersebut diperuntukkan bagi beberapa kepentingan, yaitu SMA Ma’arif NU Karanganyar, Masjid Al Iman, serta kegiatan sosial keagamaan. Dengan peruntukan tersebut, aset wakaf diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan serta aktivitas keagamaan dan sosial.

Pelaksanaan ikrar ini menjadi bentuk nyata sinergi dalam memastikan aset wakaf memiliki kepastian administrasi dan kebermanfaatan yang jelas bagi masyarakat. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Prosesi berlangsung dengan tertib dan khidmat. Hadir pula untuk turut menyaksikan pelaksanaan ikrar wakaf tersebut jajaran Pengurus Nazhir Perkumpulan Nahdlatul Ulama dan Pengurus Yayasan SMA Ma’arif NU Karanganyar.

Kepala KUA Kecamatan Karanganyar sekaligus PPAIW, Amin Nasirudin, menyampaikan bahwa wakaf merupakan bentuk ibadah yang memiliki dimensi sosial dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Wakaf bukan sekadar penyerahan aset, tetapi merupakan amanah untuk menghadirkan kemanfaatan yang berkelanjutan. Karena itu, kami mengapresiasi wakif yang telah mewakafkan tanahnya untuk mendukung pendidikan, masjid, dan kegiatan sosial keagamaan. Kami berharap aset wakaf ini dikelola secara amanah, tertib, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” ujar Amin.

Ia menambahkan, proses ikrar dan pencatatan wakaf menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian administrasi sekaligus menjaga keberlangsungan manfaat aset wakaf.

Sementara itu, Basrowi selaku Nazhir Perkumpulan Nahdlatul Ulama menyampaikan bahwa amanah pengelolaan tanah wakaf tersebut akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan peruntukan yang telah ditetapkan oleh wakif.

“Kami menerima amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Tanah wakaf ini bukan milik pribadi, melainkan amanah umat yang harus dijaga dan dikelola sebaik-baiknya sesuai dengan ikrar dan peruntukannya. Kami berharap keberadaan tanah wakaf ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi pendidikan, masjid, dan kegiatan sosial keagamaan,” ungkap Basrowi.

Basrowi juga menekankan pentingnya sinergi antara nazhir, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar aset wakaf dapat berkembang dan memberikan manfaat secara optimal.

“Kami akan berupaya menjaga amanah wakaf ini agar manfaatnya terus mengalir. Sinergi dengan Yayasan SMA Ma’arif NU Karanganyar, pengelola masjid, dan masyarakat menjadi hal penting agar aset wakaf ini dapat benar-benar menjadi bagian dari pemberdayaan dan kemaslahatan umat,” tambahnya.

Pelaksanaan ikrar wakaf ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara wakif, nazhir, lembaga pendidikan, dan KUA sebagai PPAIW dalam memastikan aset wakaf memiliki kepastian administrasi sekaligus manfaat yang jelas bagi masyarakat.

Melalui prosesi tersebut, KUA Kecamatan Karanganyar terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya wakaf sebagai instrumen ibadah sekaligus pemberdayaan umat. Wakaf yang dikelola secara amanah diharapkan mampu menjadi amal jariyah bagi wakif sekaligus aset produktif yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.


Kontibutor : Artanti Laili Zulaiha

09 September 2026

MBO Kemenag Purbalingga Teguhkan Integritas ASN dan Perkuat Implementasi ZI

Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) mengikuti MBO (Morning Briefing Online) Kemenag Purbalingga. MBO ini berfokus pada peneguhan integritas ASN dan penguatan implementasi Zona Integritas (ZI) untuk pelayanan publik yang lebih baik. Foto : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Purbalingga_Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga kembali melaksanakan kegiatan Morning Briefing Online (MBO) secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu pagi, 9 September 2026, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, termasuk seluruh ASN KUA Karanganyar yang mengikuti kegiatan secara bersama-sama di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar.

MBO kali ini membahas sejumlah agenda strategis, meliputi pengisian SIAPI bagi seluruh ASN, penguatan Program Zona Integritas (ZI), serta tindak lanjut Program Inovasi Berdampak Urab Mendoan (Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan) Versi 2.

Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Sudiono, dalam arahannya menekankan pentingnya membangun dan menanamkan kejujuran dalam diri setiap ASN sebagai bagian dari nilai integritas. Menurutnya, integritas tidak hanya diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga melalui kedisiplinan dan keteladanan dalam menjalankan tugas.

“Penanaman kejujuran pada ASN Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga merupakan bagian dari nilai integritas. Selanjutnya adalah disiplin, termasuk tepat waktu dan patuh pada aturan,” tegas Sudiono.

Selain penguatan integritas dan disiplin, MBO juga menyoroti keberlanjutan Program Inovasi Berdampak Urab Mendoan Versi 2. Program tersebut diarahkan untuk terus dijalankan dan dikembangkan agar tidak berhenti sebagai sebuah inovasi administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat serta dampak nyata bagi umat.

Penguatan terhadap program tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan ASN dalam memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani menegaskan bahwa SIAPI merupakan salah satu tindak lanjut dari pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama. Oleh karena itu, seluruh ASN memiliki tanggung jawab untuk berperan aktif dalam proses pengisian SIAPI.

Dalam menjalankan tugas kedinasan, setiap ASN juga dituntut mampu mengambil keputusan secara profesional dan objektif. Pengambilan keputusan dalam birokrasi tidak boleh didasarkan pada pertimbangan pribadi seperti like and dislike, melainkan harus berlandaskan ketentuan, profesionalitas, integritas, dan kepentingan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam mengambil keputusan di birokrasi harus profesional, tidak boleh berdasarkan like and dislike,” tegas Zahid.

Zahid juga menekankan bahwa layanan Kementerian Agama harus mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan publik perlu terus diperkuat dengan mengedepankan sikap profesional, responsif, humanis, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pengisian SIAPI diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, dan berintegritas. Seluruh ASN didorong untuk menjalankan perannya secara aktif sehingga agenda reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas dapat diwujudkan secara konsisten.

Pada kesempatan tersebut, seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga juga menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan di Provinsi Jawa Tengah. Dukungan tersebut menjadi wujud kebersamaan dan komitmen ASN Kementerian Agama dalam menyukseskan agenda nasional yang berkaitan dengan pengembangan dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.

Bagi ASN KUA Karanganyar, pelaksanaan MBO menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, sekaligus memastikan setiap kebijakan dan program Kementerian Agama dapat ditindaklanjuti di tingkat layanan. Semangat integritas, disiplin, profesionalitas, pelayanan publik, dan inovasi yang berdampak menjadi pesan utama yang diharapkan terus diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

Ali Purnomo Khasbi Ajak ASN KUA Karanganyar Layani dengan Semangat dan Ikhlas

Ali Purnomo Khasbi memimpin Quality Control Pelayanan KUA Karanganyar dengan penuh suasana keakraban. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Kara...