Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) mengikuti MBO (Morning Briefing Online) Kemenag Purbalingga. MBO ini berfokus pada peneguhan integritas ASN dan penguatan implementasi Zona Integritas (ZI) untuk pelayanan publik yang lebih baik. Foto : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.
Purbalingga_Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga kembali melaksanakan kegiatan Morning Briefing Online (MBO) secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu pagi, 9 September 2026, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, termasuk seluruh ASN KUA Karanganyar yang mengikuti kegiatan secara bersama-sama di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar.
MBO kali ini membahas sejumlah agenda strategis, meliputi pengisian SIAPI bagi seluruh ASN, penguatan Program Zona Integritas (ZI), serta tindak lanjut Program Inovasi Berdampak Urab Mendoan (Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan) Versi 2.
Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Sudiono, dalam arahannya menekankan pentingnya membangun dan menanamkan kejujuran dalam diri setiap ASN sebagai bagian dari nilai integritas. Menurutnya, integritas tidak hanya diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga melalui kedisiplinan dan keteladanan dalam menjalankan tugas.
“Penanaman kejujuran pada ASN Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga merupakan bagian dari nilai integritas. Selanjutnya adalah disiplin, termasuk tepat waktu dan patuh pada aturan,” tegas Sudiono.
Selain penguatan integritas dan disiplin, MBO juga menyoroti keberlanjutan Program Inovasi Berdampak Urab Mendoan Versi 2. Program tersebut diarahkan untuk terus dijalankan dan dikembangkan agar tidak berhenti sebagai sebuah inovasi administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat serta dampak nyata bagi umat.
Penguatan terhadap program tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan ASN dalam memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani menegaskan bahwa SIAPI merupakan salah satu tindak lanjut dari pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama. Oleh karena itu, seluruh ASN memiliki tanggung jawab untuk berperan aktif dalam proses pengisian SIAPI.
Dalam menjalankan tugas kedinasan, setiap ASN juga dituntut mampu mengambil keputusan secara profesional dan objektif. Pengambilan keputusan dalam birokrasi tidak boleh didasarkan pada pertimbangan pribadi seperti like and dislike, melainkan harus berlandaskan ketentuan, profesionalitas, integritas, dan kepentingan pelayanan kepada masyarakat.
“Dalam mengambil keputusan di birokrasi harus profesional, tidak boleh berdasarkan like and dislike,” tegas Zahid.
Zahid juga menekankan bahwa layanan Kementerian Agama harus mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan publik perlu terus diperkuat dengan mengedepankan sikap profesional, responsif, humanis, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pengisian SIAPI diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, dan berintegritas. Seluruh ASN didorong untuk menjalankan perannya secara aktif sehingga agenda reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas dapat diwujudkan secara konsisten.
Pada kesempatan tersebut, seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga juga menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan di Provinsi Jawa Tengah. Dukungan tersebut menjadi wujud kebersamaan dan komitmen ASN Kementerian Agama dalam menyukseskan agenda nasional yang berkaitan dengan pengembangan dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.
Bagi ASN KUA Karanganyar, pelaksanaan MBO menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, sekaligus memastikan setiap kebijakan dan program Kementerian Agama dapat ditindaklanjuti di tingkat layanan. Semangat integritas, disiplin, profesionalitas, pelayanan publik, dan inovasi yang berdampak menjadi pesan utama yang diharapkan terus diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kontributor : Artanti Laili Zulaiha
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar