Selamat Datang di Website KUA Karanganyar - Kabupaten Purbalingga - Provinsi Jawa tengah

31 Agustus 2026

Rakor Urab Mendoan Versi 2, KUA Karanganyar Susun Tim dan Strategi Keberlanjutan

Kepala KUA Karanganyar memberikan arahan kepada jajaran pegawai dalam Rakor Urab Mendoan Versi 2 terkait pembentukan tim dan langkah strategis keberlanjutan program. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Kantor Urusan Agama Karanganyar menggelar Rapat Koordinasi Urab Mendoan Versi 2 (Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan) pada Senin (31/8/2026) bertempat di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh ASN KUA Karanganyar.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Amin Nasirudin, Kepala KUA Kecamatan Karanganyar, dengan agenda utama penyusunan Tim Urab Mendoan Versi 2 Kecamatan Karanganyar serta pembahasan rencana keberlanjutan program Urab Mendoan.

Urab Mendoan merupakan salah satu program inovasi berdampak Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang diarahkan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan lahan dan penguatan ketahanan pangan. Program ini mengintegrasikan semangat pelayanan keagamaan dengan kepedulian terhadap aspek sosial dan lingkungan melalui gerakan umat untuk lebih aktif bertani dan memanfaatkan potensi yang tersedia di sekitarnya.

Dalam rapat tersebut, Amin Nasirudin menekankan bahwa keberlanjutan Urab Mendoan membutuhkan kerja bersama yang terarah, sehingga pembentukan tim menjadi bagian penting dalam memastikan program dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata.

“Urab Mendoan bukan sekadar kegiatan bertani, tetapi sebuah gerakan untuk membangun kesadaran bahwa lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan menjadi sumber kemanfaatan bagi kehidupan. Karena itu, keberlanjutan program harus kita bangun melalui tim yang solid, terencana, dan mampu bergerak bersama,” ungkap Amin Nasirudin.

Penyusunan Tim Urab Mendoan Versi 2 Kecamatan Karanganyar diharapkan mampu memperkuat koordinasi, pembagian tugas, serta inovasi program ke depan. Selain itu, rapat juga menjadi ruang evaluasi dan perencanaan agar pelaksanaan Urab Mendoan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan yang berkelanjutan.

Melalui Urab Mendoan Versi 2, KUA Karanganyar berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas layanan keagamaan, tetapi juga memiliki dampak sosial, lingkungan, dan ketahanan pangan bagi masyarakat.

Dengan semangat “Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan”, Urab Mendoan diharapkan menjadi gerakan bersama yang mampu menumbuhkan kemandirian, kepedulian, produktivitas, sekaligus memperkuat nilai kebermanfaatan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

FAIDAH KUA Karanganyar Bahas Hadits ke-21 Arbain Nawawi, Tekankan Pentingnya Istiqamah

Said Ali Setiyawan memberikan pemaparan materi Hadits ke-21 Arbain Nawawi mengenai pentingnya istiqamah dalam kegiatan FAIDAH KUA Karanganyar. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Program FAIDAH (Forum Kajian Kitab Kuning Dapat Berkah) KUA Karanganyar kembali dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, bertempat di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar. Kegiatan tersebut diikuti oleh para ASN KUA Karanganyar sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Said Ali Setiyawan, Penghulu KUA Karanganyar, bertindak sebagai narasumber dengan mengkaji Kitab Arbain Nawawi, khususnya Hadits ke-21 yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Hadits tersebut bersumber dari Abu ‘Amr, dalam riwayat lain disebut Abu ‘Amrah, Sufyan bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu. Ia berkata:

عَنْ أَبِيْ عَمْرٍو، وَقِيْلَ، أَبِيْ عَمْرَةَ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ قُلْ لِي فِي الإِسْلامِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدَاً غَيْرَكَ؟ قَالَ: “قُلْ آمَنْتُ باللهِ ثُمَّ استَقِمْ” رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Artinya: “Dari Abu ‘Amr—ada yang menyebut pula Abu ‘Amrah—Sufyan bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ‘Aku berkata: Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku suatu perkataan dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada seorang pun selainmu.’ Beliau bersabda, ‘Katakanlah: aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.’” (HR. Muslim, no. 38).

Dalam kajiannya, Said Ali Setiyawan menjelaskan bahwa hadits tersebut memuat pesan yang singkat, tetapi memiliki makna yang sangat mendalam. Keimanan kepada Allah tidak berhenti pada pengakuan dalam hati, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Istiqamah menjadi bagian penting setelah seseorang menyatakan keimanannya. Istiqamah berarti menjaga konsistensi dalam menjalankan kebaikan, menaati ketentuan Allah, serta tetap berada dalam jalan yang benar meskipun menghadapi berbagai tantangan dan keadaan.

Dalam konteks kehidupan sebagai ASN, nilai istiqamah dapat diwujudkan melalui konsistensi dalam menjalankan amanah, memberikan pelayanan dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta membangun kebiasaan bekerja secara disiplin dan profesional. Keimanan diharapkan tidak hanya tercermin dalam aktivitas ibadah personal, tetapi juga menjadi landasan moral dalam melaksanakan tugas kedinasan.

Kajian FAIDAH tersebut berlangsung dalam suasana interaktif. Para ASN mengikuti pembahasan dengan saksama, sekaligus menjadikan kajian sebagai ruang refleksi untuk menguatkan komitmen dalam menjalankan tugas dan pengabdian.

Melalui program FAIDAH, KUA Karanganyar terus berupaya membangun budaya belajar dan meningkatkan kapasitas keagamaan para ASN. Kajian kitab kuning diharapkan tidak sekadar menambah wawasan keislaman, tetapi juga mampu membentuk sikap, karakter, dan etos kerja yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan.

Pesan utama Hadits ke-21, “Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah,” menjadi pengingat bahwa kualitas pengabdian membutuhkan konsistensi. Iman menjadi fondasi, sedangkan istiqamah menjadi kekuatan untuk mempertahankan kebaikan dalam setiap langkah pengabdian.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

Apel Pagi KUA Karanganyar: Apresiasi Monev NTCR Jadi Energi Baru untuk Berinovasi

Jajaran Aparatur Sipil Negara dan staf KUA Karanganyar mengikuti apel pagi dengan penuh semangat, mendengarkan arahan Kepala KUA (kanan, pada teras) yang mengapresiasi kinerja tim atas hasil Monev NTCR, di depan gedung yang dihiasi spanduk komitmen Zona Integritas. Semangat ini menjadi pendorong utama untuk melahirkan inovasi pelayanan yang lebih baik. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.


Purbalingga_antor Urusan Agama Karanganyar melaksanakan apel pagi pada Senin (31/8/2026) di halaman kantor. Apel berlangsung sebagai bagian dari rutinitas kedinasan sekaligus momentum penguatan disiplin, evaluasi kinerja, dan penyemangat bagi seluruh ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Apel pagi dipimpin oleh Sunarto selaku pemimpin apel, dengan Karyo sebagai pembawa acara. Bertindak sebagai pembina apel, Amin Nasirudin, sedangkan doa dipimpin oleh Basrowi. Pembacaan Lima Nilai Dasar Kementerian Agama disampaikan oleh Ali Purnomo Khasbi. Sementara itu, dokumentasi kegiatan dilakukan oleh Tarom.

Dalam amanatnya, Pembina Apel Amin Nasirudin menyampaikan apresiasi atas hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk (NTCR) yang dilaksanakan oleh Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga pada Kamis (27/8/2026).

Amin menyampaikan bahwa KUA Karanganyar memperoleh apresiasi dari tim Bimas Islam karena dinilai sebagai salah satu KUA dengan administrasi NTCR yang paling tertib. Apresiasi tersebut, menurutnya, merupakan hasil dari komitmen dan kerja bersama seluruh ASN dalam menjaga ketertiban administrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Hasil Monev NTCR ini patut kita syukuri dan menjadi penyemangat bersama. KUA Karanganyar mendapatkan apresiasi karena administrasi NTCR kita dinilai paling tertib. Ini bukan hasil kerja satu atau dua orang, tetapi merupakan buah dari komitmen dan kerja sama seluruh ASN,” ungkap Amin Nasirudin.

Selanjutnya Amin mengajak seluruh ASN KUA Karanganyar untuk tidak berhenti pada capaian tersebut. Apresiasi yang telah diperoleh harus menjadi energi baru untuk terus meningkatkan kinerja dan mengembangkan berbagai program inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satu program yang kembali digelorakan adalah Program Inovasi Berdampak URAB MENDOAN Versi 2, akronim dari Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar KUA Karanganyar dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan administrasi, tetapi juga memiliki dampak sosial dan kebermanfaatan bagi kehidupan masyarakat.

“Mari kita kembali bersemangat menggerakkan URAB MENDOAN Versi 2. Inovasi jangan hanya menjadi sebuah nama atau kegiatan, tetapi harus benar-benar memberikan dampak dan manfaat. Umat Rajin Bertani, Mendukung dan Menopang Kehidupan harus kita wujudkan dengan semangat kebersamaan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Amin juga mengingatkan seluruh ASN untuk terus memegang teguh slogan BERSINAR, yakni Berintegritas, Sinergi, Amanah, dan Ramah. Menurutnya, slogan tersebut harus menjadi karakter dalam setiap pelaksanaan tugas, baik dalam administrasi, pelayanan maupun pelaksanaan berbagai program KUA.

Semangat BERSINAR diharapkan tidak sekadar menjadi slogan yang terpampang di lingkungan kantor, tetapi benar-benar tercermin dalam sikap dan perilaku setiap ASN. Integritas menjadi landasan dalam bekerja, sinergi menjadi kekuatan dalam mencapai tujuan, amanah menjadi prinsip dalam menjalankan tugas, sedangkan keramahan menjadi wajah pelayanan KUA Karanganyar kepada masyarakat.

Apel pagi ditutup dengan doa dan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh ASN KUA Karanganyar dalam mempertahankan ketertiban administrasi NTCR, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mengembangkan inovasi yang berdampak. Capaian hasil Monev NTCR menjadi modal penting untuk terus bergerak maju dengan semangat KUA Karanganyar BERSINAR.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

27 Agustus 2026

Kasi Bimas Islam Kemenag Purbalingga Diajak Panen Terong, KUA Karanganyar Konsisten Kembangkan Ekoteologi dan Eco Office

Kasi Bimas Islam Kemenag Purbalingga, Moh Nur Hidayat apresiasi Mahar Ikatan di KUA Karanganyar. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Ada yang menarik dalam pelaksanaan program Ekoteologi dan Eco Office di KUA Kecamatan Karanganyar. Bukan hanya berbicara tentang menjaga lingkungan, program tersebut diwujudkan dalam aksi nyata melalui pemanfaatan lahan kantor untuk mendukung ketahanan pangan.

Melalui program Mahar Ikatan (Manfaatkan Halaman Kantor Ikhtiar Ketahanan Pangan), KUA Karanganyar kembali memanen hasil tanaman sayuran yang ditanam di halaman kantor. Kali ini, tanaman terong menjadi hasil panen yang dipetik bersama oleh Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Moh. Nur Hidayat, dan jajaran KUA Karanganyar.

Kegiatan panen tersebut menjadi bagian dari upaya KUA Karanganyar untuk mengimplementasikan semangat Ekoteologi dan Eco Office secara sederhana, kreatif, sekaligus produktif. Halaman kantor yang sebelumnya menjadi ruang terbuka dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman sayuran sehingga tidak hanya memperindah lingkungan kantor, tetapi juga menghasilkan pangan yang dapat dimanfaatkan.

Kasi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Purbalingga, Moh. Nur Hidayat, mengapresiasi langkah KUA Karanganyar yang mampu menerjemahkan program Ekoteologi dan Eco Office ke dalam kegiatan nyata dan bermanfaat.

“Saya sangat mengapresiasi program Mahar Ikatan yang dikembangkan KUA Karanganyar. Ini menunjukkan bahwa gerakan menjaga lingkungan tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk kegiatan besar, tetapi bisa dimulai dari halaman kantor. Selain membuat lingkungan lebih hijau, ternyata juga menghasilkan pangan yang bisa dimanfaatkan,” ujar Moh. Nur Hidayat.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi satuan kerja lainnya untuk mengoptimalkan lingkungan kantor sebagai bagian dari gerakan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Program Mahar Ikatan sendiri merupakan salah satu bentuk kreativitas KUA Karanganyar dalam mengembangkan konsep Eco Office. Berbagai tanaman sayuran ditanam dan dirawat secara berkelanjutan di halaman kantor. Setelah sebelumnya memanen pare, kini terong menjadi tanaman berikutnya yang memasuki masa panen.

Koordinator Mahar Ikatan, Sayono, menjelaskan bahwa program tersebut sengaja dikembangkan dengan memanfaatkan ruang yang ada di lingkungan kantor agar memiliki nilai manfaat.

“Mahar Ikatan kami gagas sebagai ikhtiar sederhana untuk memanfaatkan halaman kantor. Tanaman yang kami tanam tidak hanya untuk menghijaukan lingkungan, tetapi juga diharapkan bisa memberikan hasil yang bermanfaat. Hari ini kami panen terong, sebelumnya kami juga sudah memanen pare,” jelas Sayono.

Menurutnya, keberhasilan panen menjadi motivasi bagi KUA Karanganyar untuk terus mengembangkan berbagai jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi halaman kantor. Dengan demikian, konsep Eco Office tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui kebiasaan dan aktivitas nyata sehari-hari.

Sebelumnya, saat pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) Ekoteologi dan Eco Office di KUA Karanganyar, Zahid Khasani Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga juga berkesempatan melihat langsung sekaligus ikut memanen tanaman pare yang dibudidayakan melalui program Mahar Ikatan.

Kini, giliran Kasi Bimas Islam yang diajak merasakan hasil dari program tersebut melalui panen terong. Momen sederhana ini sekaligus menjadi gambaran bahwa gerakan peduli lingkungan dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun ketahanan pangan.

KUA Karanganyar melalui Mahar Ikatan menunjukkan bahwa halaman kantor pun dapat menjadi lahan produktif. Dari lingkungan yang hijau, tumbuh kepedulian; dari tanaman yang dirawat, lahir manfaat; dan dari langkah sederhana, terbentuk ikhtiar bersama menuju kantor yang ramah lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

KUA Karanganyar Gandeng IPNU-IPPNU, Perkuat Sinergi Pembinaan Generasi Muda

Komitmen Bersama untuk pembinaan generasi muda ditunjukan oleh KUA Karanganyar, 
PAC IPNU dan IPPNU Karanganyar. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Komitmen memperkuat pembinaan generasi muda dan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat terus dibangun oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Karanganyar. Pada pertengahan Agustus 2026, ketiga pihak melaksanakan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) bertempat di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar.

Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih terarah antara program KUA Karanganyar dengan program kerja PAC IPNU dan IPPNU Karanganyar. Melalui kerja sama ini, berbagai kegiatan pembinaan, edukasi, dan penguatan keagamaan diharapkan dapat dilaksanakan secara kolaboratif sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi remaja dan masyarakat.

KUA Karanganyar memiliki sejumlah program yang dinilai memiliki ruang sinergi dengan gerakan pelajar dan pemuda NU, di antaranya BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah), BRUN (Bimbingan Remaja Usia Nikah), serta Bimtak (Bimbingan dan Penyuluhan Majelis Taklim).

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan organisasi kepemudaan seperti IPNU dan IPPNU menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan program pembinaan.

Proses penandatanganan MoU KUA Karanganyar, PAC IPNU dan IPPNU Karanganyar. 
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

“KUA tidak bisa berjalan sendiri dalam melaksanakan program pembinaan masyarakat. Kami membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk IPNU dan IPPNU, karena mereka memiliki basis pelajar dan remaja yang sangat strategis untuk menjadi mitra dalam memberikan edukasi dan pembinaan,” ujar Amin Nasirudin.

Menurutnya, program BRUS dan BRUN memiliki relevansi yang kuat dengan aktivitas IPNU dan IPPNU, khususnya dalam memberikan bekal kepada generasi muda agar memiliki pemahaman yang baik mengenai kehidupan beragama, keluarga, serta kesiapan menghadapi kehidupan berumah tangga. Sementara Bimtak dapat menjadi ruang kolaborasi dalam penguatan kegiatan keagamaan dan pembinaan majelis taklim di masyarakat.

Ketua PAC IPNU Karanganyar, Muhammad Fahmi, menyambut baik terjalinnya kesepakatan tersebut. Ia menilai kerja sama dengan KUA Karanganyar dapat menjadi peluang bagi IPNU untuk memperkuat program kaderisasi dan pembinaan pelajar melalui kegiatan yang edukatif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.

“Kami sangat menyambut baik adanya MoU ini. Bagi IPNU, sinergi dengan KUA menjadi kesempatan untuk menghadirkan program yang tidak hanya bersifat organisatoris, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pelajar dan remaja, terutama dalam hal pemahaman keagamaan, kesiapan menuju jenjang pernikahan, dan pembentukan karakter,” tutur Muhammad Fahmi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PAC IPPNU Karanganyar, Fatmah Aulia Bela Sabila, mengatakan bahwa kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi pelajar putri untuk memperoleh pendampingan dan edukasi yang sesuai dengan tantangan generasi muda saat ini.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU saja, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan konkret yang menyentuh langsung para pelajar dan remaja. IPPNU siap menjadi bagian dari kolaborasi dalam menyukseskan program-program KUA Karanganyar,” ungkap Fatmah Aulia Bela Sabila.

Penandatanganan Kesepakatan Bersama ini diharapkan menjadi pijakan bagi lahirnya berbagai program kolaboratif antara KUA Karanganyar, PAC IPNU, dan PAC IPPNU Karanganyar. Sinergi tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan pembinaan generasi muda yang religius, berkarakter, dan memiliki kesiapan dalam menghadapi masa depan.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, KUA Karanganyar bersama IPNU dan IPPNU Karanganyar berupaya menjadikan pembinaan remaja bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan bersama yang berkelanjutan untuk membangun generasi muda yang berdaya, berakhlak, dan memiliki bekal keagamaan yang kuat.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

Dari Konsultasi Menuju Legalitas: Fatayat NU Karanganyar Pelajari Tata Cara Pembuatan SKT Majelis Taklim

PAC Fatayat NU Karanganyar melalui Soimawati dan Saily Rizqoh, Bidang Dakwah, melakukan konsultasi ke KUA Kecamatan Karanganyar terkait tata cara pembuatan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Majelis Taklim. 
Dokumetasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Upaya memperkuat tertib administrasi dan legalitas lembaga keagamaan terus dilakukan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Karanganyar. Hal tersebut ditunjukkan melalui kunjungan konsultasi ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar terkait tata cara pembuatan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Majelis Taklim.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Soimawati dan Saily Rizqoh, Bidang Dakwah PAC Fatayat NU Karanganyar. Keduanya datang untuk memperoleh penjelasan mengenai mekanisme, persyaratan, serta tahapan yang harus dipenuhi dalam proses pembuatan SKT Majelis Taklim.

Konsultasi tersebut disambut dan dijelaskan secara gamblang oleh Artanti Laili Zulaiha, Penyuluh Agama Islam. Ia memaparkan bahwa proses pengurusan SKT perlu dilakukan secara bertahap, mulai dari pengajuan permohonan di tingkat KUA hingga proses penerbitan SKT di Kantor Kementerian Agama. Berikut adalah tiga tahapan pembuatan SKT Majelis Taklim :

Tahap 1 : Pengajuan Permohonan Awal ke KUA Kecamatan

Pada tahap awal, Majelis Taklim perlu menyiapkan sejumlah dokumen administrasi sebagai bahan pengajuan. Dokumen tersebut meliputi:
  1. Surat permohonan yang ditujukan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melalui Kepala KUA setempat.
  2. Surat keterangan domisili dari desa/kelurahan.
  3. Profil dan sejarah singkat Majelis Taklim.
  4. Susunan pengurus beserta fotokopi KTP pengurus.
  5. Daftar nama jamaah dan fotokopi KTP jamaah, minimal 15 orang.
  6. Foto kegiatan Majelis Taklim.
  7. Jadwal penceramah dan tema kajian.
Setelah seluruh dokumen dipersiapkan, permohonan beserta kelengkapannya diajukan ke KUA Kecamatan Karanganyar. Selanjutnya, petugas KUA akan melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan berkas. Apabila masih terdapat kekurangan, pemohon diberikan kesempatan untuk melengkapinya.

Tahap 2 : Verifikasi dan Rekomendasi KUA

Setelah dokumen dinyatakan lengkap, KUA melakukan proses verifikasi, termasuk verifikasi lapangan terhadap keberadaan dan kegiatan Majelis Taklim.

Apabila hasil verifikasi dinyatakan sesuai, KUA akan menerbitkan surat rekomendasi yang ditujukan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Selanjutnya, proposal beserta surat rekomendasi dari KUA dibawa ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga untuk mengikuti proses berikutnya.

Tahap 3 : Penerbitan SKT di Kantor Kementerian Agama

Pada tahap terakhir, Kantor Kementerian Agama melakukan verifikasi lanjutan terhadap data dan dokumen yang telah diajukan.

Setelah seluruh persyaratan dinyatakan memenuhi ketentuan dan mendapatkan persetujuan, Kepala Kantor Kementerian Agama menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Majelis Taklim.

SKT tersebut menjadi bagian penting dalam penataan administrasi Majelis Taklim dan berdasarkan penjelasan dalam konsultasi, umumnya memiliki masa berlaku lima tahun serta dapat diperpanjang sesuai ketentuan yang berlaku.
Mendorong Majelis Taklim Lebih Tertata

Konsultasi ini tidak sekadar membahas kelengkapan dokumen, tetapi juga menjadi langkah untuk mendorong keberadaan Majelis Taklim agar semakin tertib, terdata, dan memiliki administrasi yang jelas.

Bagi PAC Fatayat NU Karanganyar, pemahaman mengenai tata cara pengurusan SKT menjadi bekal penting untuk mendukung pembinaan dan pengembangan kegiatan dakwah di tengah masyarakat.

Dengan administrasi yang tertata dan legalitas yang jelas, diharapkan Majelis Taklim dapat semakin optimal dalam menjalankan peran sebagai ruang pembelajaran keagamaan, pembinaan umat, serta penguatan nilai-nilai keislaman di masyarakat.

Konsultasi di KUA menjadi langkah awal. Dari kelengkapan administrasi, berlanjut pada verifikasi, rekomendasi, hingga terbitnya SKT, semuanya merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan Majelis Taklim yang semakin tertib, aktif, dan berdaya guna.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

Monev NTCR Bukan Sekadar Pemeriksaan, tetapi Penguatan Pelayanan

Monitoring dan Evaluasi (Monev) NTCR menjadi momentum untuk memastikan pelayanan berjalan tertib, transparan, dan semakin berkualitas. Dokumetasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk (NTCR) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Moh. Nurhidayat, sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan administrasi dan pelayanan NTCR di KUA berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pelaksanaannya, monev diarahkan untuk melihat secara langsung proses pencatatan dan pengelolaan administrasi NTCR, mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaan pelayanan, sekaligus memastikan tertib administrasi serta akurasi data. Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan koordinasi antara Seksi Bimas Islam dengan jajaran KUA dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Moh. Nurhidayat menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi tidak semata-mata dilakukan untuk melakukan pemeriksaan administrasi, tetapi juga menjadi instrumen pembinaan agar pelayanan NTCR dapat dilaksanakan secara tertib, akuntabel, dan sesuai regulasi.

“Monev NTCR ini merupakan bagian dari pembinaan dan pengawasan untuk memastikan seluruh proses administrasi nikah, talak, cerai, dan rujuk berjalan tertib, sesuai ketentuan, serta didukung oleh data yang akurat. Kita ingin pelayanan kepada masyarakat semakin baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Moh. Nurhidayat.

Lebih lanjut, kegiatan monev diharapkan dapat memperkuat komitmen jajaran KUA dalam menjaga kualitas pelayanan sekaligus meningkatkan ketelitian dalam pengelolaan administrasi. Temuan maupun catatan selama pelaksanaan monev menjadi bahan evaluasi untuk dilakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Bukan hanya memeriksa administrasi, tetapi juga menyatukan langkah, menemukan ruang perbaikan, dan memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 
Dokumetasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Bagi KUA Karanganyar, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pelayanan NTCR sekaligus memastikan setiap layanan kepada masyarakat diberikan secara profesional, tertib, dan berorientasi pada kepastian administrasi.

Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga terus mendorong KUA agar mampu menghadirkan layanan keagamaan yang semakin berkualitas, responsif, dan akuntabel. Dengan demikian, pelayanan NTCR tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga memberikan kepastian dan kemudahan bagi masyarakat.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

24 Agustus 2026

Apel Pagi KUA Karanganyar Teguhkan Semangat BERSINAR Usai Sukseskan Rangkaian HUT RI ke-81

Apel pagi KUA Karanganyar menjadi bentuk rasa integritas para ASN KUA Karanganyar. 
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Kantor Urusan Agama Karanganyar melaksanakan apel pagi pada Senin (24/8/2026) di halaman kantor. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh keluarga besar KUA Karanganyar sebagai bagian dari upaya menjaga kedisiplinan, memperkuat koordinasi, serta membangun semangat kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Apel pagi dipimpin oleh Sunarto selaku pemimpin apel, dengan Heni Yunita Sari sebagai pembawa acara. Bertindak sebagai pembina apel, Artanti Laili Zulaiha, sedangkan doa dipimpin oleh Tusiman. Penyampaian Lima Nilai Dasar Kementerian Agama dan Budaya Layanan Prima Sehati  disampaikan oleh Ali Purnomo Khasbi. Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan oleh Aris Sungkowo.

Dalam amanatnya, Artanti Laili Zulaiha menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar KUA Karanganyar atas kebersamaan dan kontribusinya dalam menyukseskan berbagai rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan tersebut tidak hanya dilaksanakan di lingkungan KUA, tetapi juga melibatkan partisipasi dalam berbagai agenda mulai dari tingkat Kecamatan Karanganyar hingga tingkat Kabupaten Purbalingga.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar KUA Karanganyar yang telah bersama-sama berpartisipasi dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, baik di tingkat Kecamatan Karanganyar maupun Kabupaten Purbalingga,” ujar Artanti.

Menurutnya, semangat memperingati kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu diteruskan dalam bentuk semangat bekerja, melayani, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Kebersamaan yang telah terbangun selama rangkaian kegiatan HUT RI diharapkan menjadi energi positif untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi KUA.

Apel pagi kemudian ditutup dengan doa bersama. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat soliditas keluarga besar KUA Karanganyar dalam melanjutkan tugas pelayanan dengan profesional, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Kontributor : Tantizul


19 Agustus 2026

MAHAR IKATAN KUA Karanganyar: Panen Kangkung dan Terong, Wujud Ikhtiar Ketahanan Pangan

Kangkung dan terong yang tumbuh di halaman kantor akhirnya dipanen bersama oleh ASN KUA Karanganyar. 
Hasil dari MAHAR IKATAN ini tidak sekadar menjadi sayuran untuk dikonsumsi bersama, tetapi juga menjadi 
bukti bahwa kebersamaan, kepedulian, dan ikhtiar kecil dapat menghasilkan manfaat yang nyata. 
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Kantor Urusan Agama Karanganyar terus mengembangkan semangat kemandirian dan kebersamaan melalui program MAHAR IKATAN, yaitu kegiatan pemanfaatan halaman kantor sebagai bagian dari ikhtiar mendukung ketahanan pangan. Pada Selasa sore, 18 Agustus 2026, para ASN KUA Karanganyar melaksanakan panen sayur kangkung dan terong yang telah dibudidayakan di lingkungan halaman kantor.

Kegiatan panen tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh ASN KUA Karanganyar. Hasil panen berupa kangkung dan terong selanjutnya dimanfaatkan untuk dikonsumsi bersama, sebagai wujud kebersamaan sekaligus bentuk penghargaan terhadap hasil dari proses perawatan tanaman yang telah dilakukan secara gotong royong.

Program MAHAR IKATAN lahir dari semangat untuk mengoptimalkan potensi lingkungan kantor agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga dapat menjadi ruang produktif yang memberikan manfaat. Pemanfaatan lahan yang tersedia menjadi media untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan, kepedulian terhadap lingkungan, serta budaya bekerja sama di antara seluruh ASN.

Dari menanam, merawat, hingga memanen bersama, tumbuh pula semangat gotong royong dan kepedulian terhadap ketahanan pangan. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Sebagai program yang berorientasi pada pemanfaatan lingkungan, MAHAR IKATAN memiliki tujuan untuk mendorong terciptanya lingkungan kantor yang produktif, hijau, dan bermanfaat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kesadaran bahwa upaya menjaga ketahanan pangan dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk melalui pemanfaatan lahan yang ada di sekitar tempat kerja.

Koordinator MAHAR IKATAN, Sayono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas bercocok tanam dan memanen hasilnya, melainkan bagian dari upaya membangun semangat kebersamaan dan kemandirian.

“MAHAR IKATAN merupakan ikhtiar sederhana yang kami lakukan dengan memanfaatkan halaman kantor agar menjadi lebih produktif. Dari proses menanam, merawat, hingga memanen bersama, kami belajar bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Selain menghasilkan sayuran yang dapat dikonsumsi bersama, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong di antara ASN KUA Karanganyar,” ujar Sayono.

Lebih lanjut, pemanfaatan halaman kantor melalui MAHAR IKATAN memberikan berbagai manfaat, baik dari sisi lingkungan maupun kebersamaan. Lingkungan kantor menjadi lebih hijau dan produktif, sementara kegiatan perawatan tanaman menjadi ruang interaksi yang mempererat hubungan antarpegawai. Hasil panen yang dapat dinikmati bersama juga menjadi simbol bahwa kerja sama dan kepedulian yang dilakukan secara konsisten akan menghasilkan manfaat nyata.

Panen kangkung dan terong pada sore hari tersebut menjadi bukti bahwa lahan yang sederhana pun dapat memberikan nilai manfaat apabila dikelola dengan baik. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi inspirasi untuk menjaga lingkungan, memperkuat kemandirian, serta membangun budaya kerja yang kolaboratif.

Melalui MAHAR IKATAN, KUA Karanganyar tidak hanya berupaya menghadirkan lingkungan kantor yang asri dan produktif, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap ketahanan pangan. Langkah sederhana ini menjadi bagian dari semangat untuk terus BERSINAR (Berintegritas, Sinergi, Amanah, dan Ramah) dalam memberikan manfaat, baik di lingkungan internal maupun kepada masyarakat.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

18 Agustus 2026

Kobarkan Semangat Kemerdekaan, KUA Karanganyar Perkuat Pelayanan melalui Quality Control

Ali Purnomo Khasbi, selaku Penghulu KUA Kecamatan Karanganyar, memimpin kegiatan Quality Control Pelayanan dengan mengajak seluruh pegawai menggelorakan semangat HUT Kemerdekaan RI ke-81 dalam menjalankan tugas serta menguatkan semangat BERSINAR: Berintegritas, Sinergi, Amanah, dan Ramah. 
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Kantor Urusan Agama Karanganyar kembali melaksanakan kegiatan Quality Control (QC) Pelayanan pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam melakukan evaluasi, penguatan, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan QC Pelayanan kali ini dipimpin oleh Ali Purnomo Khasbi selaku Penghulu KUA Kecamatan Karanganyar. Dalam arahannya, Ali mengajak seluruh pegawai untuk terus menggelorakan semangat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui peringatan seremonial, tetapi juga harus tercermin dalam etos kerja, semangat pengabdian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesungguhan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Semangat kemerdekaan harus terus kita kobarkan dalam menjalankan pekerjaan. Kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan hendaknya menjadi inspirasi bagi kita untuk memberikan pengabdian terbaik melalui tugas dan tanggung jawab yang kita emban,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ali Purnomo Khasbi juga mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mendoakan para korban bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Doa dipanjatkan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak musibah, dengan harapan para korban senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, perlindungan, serta kemudahan dalam menghadapi masa pemulihan.

Lebih lanjut, Ali menegaskan pentingnya menjadikan semboyan BERSINAR KUA Karanganyar sebagai semangat bersama dalam menjalankan seluruh tugas pelayanan. Nilai Berintegritas, Sinergi, Amanah, dan Ramah diharapkan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam sikap, perilaku, komunikasi, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Suasana pelaksanaan Quality Control (QC) Pelayanan KUA Kecamatan Karanganyar, Selasa, 18 Agustus 2026, yang diikuti oleh seluruh jajaran pegawai sebagai upaya evaluasi dan penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Pelaksanaan Quality Control Pelayanan memberikan manfaat penting bagi peningkatan kinerja KUA Karanganyar. Selain menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan layanan, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi, membangun kesamaan persepsi, meningkatkan profesionalitas pegawai, serta menumbuhkan komitmen kolektif untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Quality Control Pelayanan bertujuan untuk memastikan seluruh proses layanan di KUA Karanganyar berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sekaligus menjadi ruang refleksi bagi seluruh pegawai dalam mengevaluasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Melalui kegiatan ini, berbagai aspek pelayanan dapat terus diperbaiki dan disempurnakan sehingga masyarakat memperoleh layanan yang semakin efektif, ramah, tertib, dan berintegritas.

Dengan semangat kemerdekaan yang terus menyala, kepedulian terhadap sesama, serta penguatan nilai-nilai BERSINAR, seluruh jajaran KUA Kecamatan Karanganyar diharapkan semakin solid dalam memberikan pelayanan yang berintegritas, sinergis, amanah, dan ramah.

KUA Karanganyar BERSINAR : Berintegritas dalam bekerja, Sinergi dalam kebersamaan, Amanah dalam mengemban tugas, dan Ramah dalam melayani masyarakat.

Kontibutor : Artanti Laili Zulaiha

13 Agustus 2026

Siapkan Generasi Siap Nikah, KUA Karanganyar Gelar BRUN 2026

Peserta Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) KUA Karanganyar Tahun 2026 
mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias sebagai bekal mempersiapkan diri 
menuju kehidupan pernikahan yang matang dan berkualitas. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Dalam rangka membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kesiapan yang memadai sebelum memasuki kehidupan berumah tangga, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) Tahun 2026 pada Kamis, 13 Agustus 2026, bertempat di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar.

Kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) merupakan salah satu program mandatori Kementerian Agama Republik Indonesia yang dilaksanakan sebagai upaya memberikan pembinaan dan pembekalan kepada remaja usia nikah. Program ini dirancang untuk mempersiapkan generasi muda agar memiliki pemahaman, pengetahuan, dan kesiapan yang lebih matang sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Peserta Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) KUA Karanganyar Tahun 2026 mengikuti 
seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias sebagai bekal  mempersiapkan diri menuju kehidupan pernikahan yang matang dan berkualitas. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Kegiatan yang diikuti oleh para remaja berusia 19–24 tahun dari wilayah Kecamatan Karanganyar ini menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya kesiapan diri, kesehatan reproduksi, serta pemahaman terhadap tujuan dan hikmah pernikahan.

Pelaksanaan kegiatan BRUN tersebut juga sesuai dengan agenda resmi yang telah disusun oleh KUA Karanganyar, dengan rangkaian kegiatan mulai dari registrasi, pembukaan, penyampaian tiga materi utama, evaluasi, hingga penutupan.

Kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang dipandu oleh Ali Purnomo Khasbi selaku pembawa acara. Sementara itu, doa dipimpin oleh Muchotib. Selanjutnya, Kepala KUA Kecamatan Karanganyar, Amin Nasirudin, S.Ag., memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan BRUN Tahun 2026.

Kepala KUA Kecamatan Karanganyar, Amin Nasirudin, S.Ag., memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) Tahun 2026 di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar. 
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Dalam sambutannya, Amin Nasirudin menekankan bahwa kesiapan menuju kehidupan pernikahan tidak hanya berkaitan dengan usia, tetapi juga mencakup kematangan dalam berbagai aspek kehidupan.

“Pernikahan merupakan ibadah yang agung dan sekaligus perjalanan panjang yang membutuhkan kesiapan. Karena itu, remaja perlu mempersiapkan diri dengan baik, bukan hanya dari sisi usia, tetapi juga kesiapan mental, emosional, spiritual, sosial, serta kemampuan untuk memikul tanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga,” ungkap Amin Nasirudin.

Ia berharap kegiatan BRUN dapat menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta untuk memahami diri sendiri dan memiliki pandangan yang lebih matang dalam mempersiapkan masa depan.

“Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan penting dalam hidup, tetapi mampu mempersiapkan diri dengan ilmu, pertimbangan yang matang, dan tanggung jawab. Keluarga yang kuat tentu harus dimulai dari pribadi yang siap,” lanjutnya.

Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama bertajuk “Memahami Diri dan Mempersiapkan Diri” oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karanganyar, Sri Mulyati.

Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karanganyar, Sri Mulyati, menyampaikan materi 
“Memahami Diri dan Mempersiapkan Diri” dalam kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) Tahun 2026 
di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Dalam materinya, Sri Mulyati mengajak peserta untuk mengenali potensi, karakter, kelebihan, dan kekurangan diri sebagai bagian penting dalam proses mempersiapkan masa depan.

“Sebelum seseorang siap hidup bersama orang lain, ia perlu terlebih dahulu mengenali dan memahami dirinya sendiri. Memahami diri akan membantu kita mengetahui apa yang perlu dipersiapkan, apa yang perlu diperbaiki, serta bagaimana membangun sikap yang matang dalam menghadapi kehidupan,” jelas Sri Mulyati.

Menurutnya, kesiapan menikah tidak dapat dibangun secara instan, melainkan memerlukan proses pembelajaran dan pendewasaan diri.

“Masa remaja adalah masa yang sangat baik untuk membangun kualitas diri. Gunakan waktu ini untuk belajar, memperkuat karakter, meningkatkan tanggung jawab, dan mempersiapkan masa depan. Pernikahan bukan akhir dari proses persiapan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” tambahnya.

Materi kedua mengenai “Kesehatan Reproduksi” disampaikan oleh Kepala Puskesmas Karanganyar, Arif Hidayah, S.Kep., Ns., M.M. Kehadiran tenaga kesehatan dalam kegiatan BRUN memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya mempersiapkan kehidupan yang sehat dan berkualitas.

Kepala Puskesmas Karanganyar, Arif Hidayah, S.Kep., Ns., M.M., menyampaikan materi tentang “Kesehatan Reproduksi” kepada peserta Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) Tahun 2026 sebagai bekal penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan siap membangun keluarga berkualitas. 
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Dalam pemaparannya, Arif Hidayah menegaskan bahwa pengetahuan tentang kesehatan reproduksi perlu dipahami secara benar dan bertanggung jawab oleh generasi muda.

“Kesehatan reproduksi bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga berkaitan dengan pengetahuan, perilaku, tanggung jawab, dan kemampuan seseorang dalam menjaga kesehatan dirinya. Remaja perlu memperoleh pemahaman yang benar agar mampu mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab bagi masa depannya,” tutur Arif Hidayah.

Ia juga mengajak para peserta untuk tidak mengabaikan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia muda.

“Menyiapkan masa depan berarti juga menyiapkan kondisi kesehatan. Kebiasaan hidup sehat, pemahaman yang benar, serta keberanian untuk mencari informasi dari sumber yang tepat merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan reproduksi,” pesannya.

Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karanganyar, Sayono, menyampaikan materi “Tujuan dan Hikmah Pernikahan” kepada peserta Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) Tahun 2026 sebagai bekal dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga yang matang dan penuh tanggung jawab. 
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Selanjutnya, materi ketiga mengenai “Tujuan dan Hikmah Pernikahan” disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karanganyar, Sayono. Dalam penyampaiannya, Sayono memberikan pemahaman mengenai pernikahan sebagai ikatan yang memiliki nilai ibadah dan mengandung tanggung jawab besar.

“Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua orang dalam sebuah ikatan, tetapi merupakan perjanjian yang membutuhkan komitmen, tanggung jawab, kesetiaan, serta kesiapan untuk saling menerima dan bertumbuh bersama,” ungkap Sayono.

Ia menambahkan bahwa memahami tujuan dan hikmah pernikahan menjadi penting agar generasi muda memiliki orientasi yang benar dalam memandang kehidupan berumah tangga.

“Ketika seseorang memahami bahwa pernikahan memiliki tujuan mulia, maka ia akan mempersiapkannya dengan sungguh-sungguh. Harapannya, keluarga yang dibangun bukan hanya menjadi tempat tinggal bersama, tetapi menjadi ruang untuk saling menguatkan, menumbuhkan kasih sayang, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” jelasnya.

Melalui kegiatan BRUN, KUA Kecamatan Karanganyar berupaya memberikan pembekalan kepada remaja usia nikah agar memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kesiapan memasuki kehidupan pernikahan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar membangun generasi yang mampu mengambil keputusan secara matang, bertanggung jawab, dan berorientasi pada masa depan keluarga yang berkualitas.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Kelancaran pelaksanaan BRUN tidak terlepas dari sinergi yang apik antara panitia, para narasumber, serta seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan semangat dan partisipasi aktif.

Foto bersama peserta, panitia, dan narasumber Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) KUA Karanganyar Tahun 2026 usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar. 

Terselenggaranya Bimbingan Remaja Usia Nikah ini, KUA Karanganyar berharap para remaja dapat menjadikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh sebagai bekal untuk mempersiapkan masa depan. Sebab, membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan berkualitas membutuhkan proses persiapan yang matang sejak sebelum memasuki gerbang pernikahan.

Semangat sinergi tersebut menjadi bagian dari komitmen BERSINAR KUA Karanganyar dalam menghadirkan pelayanan dan program pembinaan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, demi terwujudnya keluarga yang kuat, tangguh, dan penuh keberkahan.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

12 Agustus 2026

Bangun Ekosistem Media Sosial Inspiratif, KUA Karanganyar Ikuti MBO Kemenag Purbalingga


Peserta dari KUA Kecamatan Karanganyar mengikuti kegiatan Morning Briefing Online (MBO) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga melalui Zoom Meeting dengan tema Membangun Ekosistem Media Sosial yang Kolaboratif, Responsif, dan Inspiratif.” Dokumentasi Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_KUA Kecamatan Karanganyar mengikuti kegiatan Morning Briefing Online (MBO) yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga melalui Zoom Meeting pada Rabu pagi, 12 Agustus 2026, pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Dalam kegiatan tersebut, KUA Karanganyar diwakili oleh unsur Penyuluh Agama Islam dan Humas KUA. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat peran media sebagai sarana penyampaian informasi, edukasi, dan publikasi berbagai program serta layanan kepada masyarakat.

Mengangkat tema “Membangun Ekosistem Media Sosial yang Kolaboratif, Responsif, dan Inspiratif”, MBO kali ini menekankan pentingnya pengelolaan media sosial instansi yang tidak hanya aktif dalam mempublikasikan kegiatan, tetapi juga mampu membangun komunikasi, kolaborasi, serta memberikan inspirasi positif kepada masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, dalam arahannya menyampaikan pentingnya penguatan media sosial di lingkungan KUA, madrasah, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Menurutnya, kemajuan media sosial instansi tidak dapat hanya bergantung pada tim media, melainkan membutuhkan dukungan, kesadaran, dan keterlibatan seluruh ASN serta keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Ia juga menegaskan bahwa Tim Media KUA dan madrasah perlu memiliki strategi pengelolaan media yang jelas dan terarah. Strategi tersebut harus disusun sebagai bagian dari program kerja yang terukur, sehingga setiap kegiatan publikasi dapat memberikan dampak positif serta mendukung pencapaian tujuan organisasi.

Unsur Penyuluh Agama Islam dan Humas KUA Karanganyar mengikuti MBO secara bersama-sama sebagai upaya memperkuat sinergi, strategi, dan pengelolaan media sosial instansi yang aktif, responsif, serta inspiratif. 
Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Selain itu, setiap tim media diharapkan dapat secara berkala melaporkan perkembangan dan pencapaian program sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan. Dengan adanya evaluasi dan pelaporan secara berkelanjutan, pengelolaan media sosial diharapkan semakin profesional, terarah, dan mampu terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat di era digital.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, KUA Karanganyar berkomitmen untuk terus mengembangkan pengelolaan media sosial yang kreatif dan berdampak. Semangat tersebut sejalan dengan tekad BERSINAR KUA Karanganyar, untuk terus menghadirkan pelayanan dan informasi yang semakin dekat, responsif, serta menginspirasi masyarakat.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

11 Agustus 2026

Rawat MAHAR IKATAN, Kuatkan Semangat Pelayanan: KUA Karanganyar Terus BERSINAR

KUA Karanganyar melaksanakan Quality Control (QC) Pelayanan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan dan memperkuat semangat kerja ASN. Dipimpin Karyo, Pengolah Data dan Informasi, seluruh ASN diajak untuk terus memberikan pelayanan terbaik dengan mengedepankan budaya layanan prima SEHATI dan semangat BERSINARDokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_KUA Kecamatan Karanganyar kembali melaksanakan Quality Control (QC) Pelayanan pada Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rutin untuk memastikan kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga, sekaligus membangun budaya kerja yang disiplin, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Quality Control pelayanan tidak sekadar menjadi ruang evaluasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, serta mengingatkan seluruh ASN agar senantiasa memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Melalui kegiatan ini, berbagai aspek pelayanan dapat diperhatikan secara lebih cermat sehingga potensi kekurangan dapat segera diperbaiki dan kualitas pelayanan dapat terus ditingkatkan.

QC kali ini dipimpin oleh Karyo, Pengolah Data dan Informasi KUA Karanganyar. Dalam arahannya, Karyo mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga semangat dalam bekerja dengan menjadikan Budaya Layanan Prima SEHATI sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Tetap semangat dalam bekerja. Mari kita terus menguatkan Budaya Layanan Prima SEHATI dan menjaga gelora semboyan KUA Karanganyar, BERSINAR, dalam setiap pelaksanaan tugas kita,” pesan Karyo.

Menurutnya, semangat pelayanan tidak hanya diwujudkan melalui pekerjaan administratif, tetapi juga melalui konsistensi dalam menjalankan berbagai program yang telah menjadi bagian dari inovasi dan budaya kerja KUA Karanganyar. Setiap program diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata.

Salah satu program yang menjadi perhatian dalam QC kali ini adalah MAHAR IKATAN (Manfaatkan Halaman Kantor Ikhtiar Ketahanan Pangan). Program tersebut merupakan bentuk ikhtiar KUA Karanganyar dalam memanfaatkan lahan kantor secara produktif sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap ketahanan pangan dan lingkungan.

Quality Control juga menjadi momentum untuk memastikan keberlanjutan program MAHAR IKATAN (Manfaatkan Halaman Kantor Ikhtiar Ketahanan Pangan). Karyo mengajak seluruh ASN KUA Karanganyar untuk bersama-sama merawat dan memelihara tanaman sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan serta ikhtiar membangun ketahanan pangan dari lingkungan kantor. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karyo mengajak seluruh ASN KUA Karanganyar untuk bersama-sama menjaga dan memelihara MAHAR IKATAN. Menurutnya, keberlangsungan program membutuhkan keterlibatan seluruh keluarga besar KUA, bukan hanya menjadi tanggung jawab individu atau pelaksana tertentu.

“MAHAR IKATAN harus kita rawat bersama. Mari kita jaga tanaman, kebersihan, dan keberlanjutan program ini agar halaman kantor tidak hanya menjadi ruang yang hijau dan asri, tetapi juga memiliki manfaat bagi kita bersama,” ajaknya.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya KUA Karanganyar untuk membangun lingkungan kerja yang tidak hanya memberikan pelayanan berkualitas kepada masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan.

Melalui Quality Control Pelayanan, KUA Karanganyar terus memperkuat budaya kerja yang Santun, Efektif dan Efisien, Humanis, Amanah, Tertib, dan Ikhlas (SEHATI). Semangat tersebut berjalan seiring dengan gelora BERSINAR, sebagai komitmen untuk menghadirkan KUA yang berintegritas, bersinergi, amanah, dan ramah.

Dengan evaluasi yang konsisten, semangat kebersamaan, dan komitmen menjalankan program secara berkelanjutan, KUA Karanganyar terus bergerak menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas, lingkungan kerja yang semakin nyaman, serta manfaat yang semakin dirasakan masyarakat.

SEHATI dalam melayani, BERSINAR dalam mengabdi. KUA Karanganyar terus bergerak, terus berbenah, dan terus memberikan manfaat. 

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

10 Agustus 2026

Meriahkan HUT RI ke-81, Karanganyar Hidupkan Seni Islami Lewat Lomba Hadroh dan Kaligrafi

Rangkaian Lomba Hadroh dan Lomba Kaligrafi dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tingkat Kecamatan Karanganyar resmi dibuka di Pendopo Kecamatan Karanganyar, Senin (10/8/2026). 
Dokumentasi Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Karanganyar_Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kecamatan Karanganyar semakin terasa. Senin (10/8/2026), Panitia HUT RI ke-81 Tingkat Kecamatan Karanganyar bersinergi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar menggelar Lomba Hadroh dan Lomba Kaligrafi yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke-81 sekaligus ruang untuk menumbuhkan kreativitas, sportivitas, persaudaraan, dan kecintaan masyarakat terhadap seni bernuansa Islami.

Pembukaan kegiatan dipusatkan di Pendopo Kecamatan Karanganyar dan dibuka secara resmi oleh Ketua Panitia HUT RI ke-81 Tingkat Kecamatan Karanganyar, Arif Hidayah, yang juga merupakan Kepala Puskesmas Karanganyar.

Dalam sambutannya, Arif Hidayah menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan perlu diisi dengan kegiatan yang mampu memberikan manfaat sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi bagian dari upaya kita untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif, membangun kebersamaan, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi dan kreativitasnya,” ujar Arif Hidayah.

Usai pembukaan, Lomba Hadroh dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Karanganyar. Sebanyak sembilan peserta tampil menunjukkan kemampuan terbaiknya. Penampilan peserta dinilai oleh tiga orang dewan juri, yaitu Arin Hidayat, Maesaroh, dan Nurokhimah.

Lomba Hadroh tidak hanya diarahkan untuk mencari peserta terbaik, tetapi juga menjadi sarana mengembangkan kreativitas seni musik Islami, meningkatkan kecintaan terhadap selawat dan nilai-nilai keagamaan, serta memperkuat ukhuwah dan kebersamaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, seni hadroh diharapkan tetap tumbuh dan menjadi bagian dari budaya religius masyarakat Karanganyar.

Sebanyak 7 peserta mengikuti Lomba Kaligrafi dalam rangka HUT RI ke-81 Tingkat Kecamatan Karanganyar. Dengan penuh ketelitian dan kreativitas, para peserta menuangkan keindahan seni Islami melalui karya kaligrafi di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar. Dokumentasi Tim Media Sinar KUA Karanganyar.

Sementara itu, Lomba Kaligrafi berlangsung di Aula Balai Nikah KUA Kecamatan Karanganyar dengan diikuti tujuh peserta. Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara KUA Kecamatan Karanganyar dengan Panitia HUT RI ke-81 Tingkat Kecamatan Karanganyar.

Lomba Kaligrafi menjadi wadah untuk mengembangkan bakat dan kreativitas seni Islami sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Melalui seni menulis indah ayat-ayat Al-Qur’an, peserta diajak untuk memadukan ketelitian, kreativitas, keindahan, dan nilai-nilai spiritual dalam sebuah karya.

Sinergi penyelenggaraan kedua lomba tersebut menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kegiatan yang kreatif, edukatif, religius, dan mempererat persaudaraan. KUA Kecamatan Karanganyar hadir tidak hanya dalam pelayanan administrasi dan pembinaan keagamaan, tetapi juga mengambil peran aktif dalam membangun kehidupan sosial keagamaan masyarakat.

Bagi KUA Karanganyar, keterlibatan dalam rangkaian HUT RI ke-81 menjadi bagian dari komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai unsur di tingkat kecamatan menjadi kekuatan untuk menghadirkan pelayanan dan pembinaan yang semakin dekat, humanis, serta memberikan manfaat nyata.

Semangat tersebut sejalan dengan BERSINAR (Berintegritas, Sinergi, Amanah, dan Ramah) KUA Karanganyar. Melalui semangat BERSINAR, KUA Karanganyar terus berupaya membangun sinergi, memperkuat pelayanan, serta menghadirkan nilai-nilai keagamaan dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat.

Dari Karanganyar, semangat kemerdekaan terus dinyalakan. Dengan BERSINAR, KUA Karanganyar hadir, bersinergi, dan memberikan manfaat untuk masyarakat. Karena kemerdekaan bukan sekadar untuk dirayakan, tetapi untuk diisi dengan karya, pengabdian, dan pelayanan terbaik.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha

MBO Kemenag Purbalingga Teguhkan Integritas ASN dan Perkuat Implementasi ZI

Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) mengikuti MBO (Morning Briefing Online) Kemenag Purbalingga. MBO...