Selamat Datang di Website KUA Karanganyar - Kabupaten Purbalingga - Provinsi Jawa tengah

06 Juli 2026

FAIDAH KUA Karanganyar: Menguatkan Ketakwaan dan Akhlak Mulia Melalui Kajian Kitab Arbain Nawawi

Faidah KUA Karanganyar dilaksanakan rutin sebagai upaya meningkatkan literasi kitab kuning ASN KUA Karanganyar. Dokumentasi : Tarom.

Karanganyar_Kantor Urusan Agama Karanganyar kembali menyelenggarakan program FAIDAH (Forum Kajian Kitab Kuning Dapat Berkah) pada Senin (6/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA Karanganyar sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi keagamaan, penguatan spiritual, dan pembinaan karakter aparatur.

Pada kesempatan tersebut, kajian disampaikan oleh Muchotib, Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar, dengan membahas Kitab Arbain Nawawi, Hadis ke-18 yang diriwayatkan dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdirrahman Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhuma. Hadis tersebut memuat tiga pesan utama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu senantiasa bertakwa kepada Allah di mana pun berada, mengiringi setiap kesalahan dengan amal kebaikan agar kesalahan tersebut terhapus, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia melalui akhlak yang mulia.

Dalam pemaparannya, Muchotib menjelaskan bahwa ketakwaan merupakan fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim, baik ketika menjalankan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Ketakwaan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan kesadaran bahwa setiap aktivitas berada dalam pengawasan Allah SWT.

Beliau juga menguraikan bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Oleh karena itu, Islam mengajarkan agar setiap kekhilafan segera diikuti dengan amal saleh, seperti memperbanyak istighfar, bertaubat, bersedekah, maupun melakukan berbagai bentuk kebaikan lainnya. Dengan demikian, seorang muslim senantiasa memiliki semangat untuk memperbaiki diri dan tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT.

Pesan ketiga dalam hadis tersebut menekankan pentingnya akhlakul karimah dalam berinteraksi dengan sesama. Aparatur KUA sebagai pelayan masyarakat dituntut untuk menghadirkan pelayanan yang ramah, santun, penuh empati, serta menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalitas. Sikap tersebut merupakan implementasi nyata dari ajaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam membangun hubungan sosial yang harmonis.

"Hadis Arbain Nawawi ke-18 mengajarkan bahwa ketakwaan harus menjadi prinsip hidup di setiap keadaan, kesalahan hendaknya segera ditebus dengan kebaikan, dan akhlak yang mulia merupakan kunci terciptanya hubungan yang harmonis dengan sesama. Nilai-nilai inilah yang harus senantiasa dihidupkan dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Muchotib.

KUA Karanganyar terus berupaya membudayakan tradisi membaca dan mengkaji kitab-kitab klasik sebagai sumber penguatan nilai-nilai Islam yang moderat, sekaligus menjadi sarana pembinaan rohani bagi seluruh ASN. Diharapkan, materi yang dipelajari tidak berhenti pada aspek pemahaman, tetapi mampu diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas, pelayanan kepada masyarakat, serta kehidupan sehari-hari sehingga tercipta aparatur yang profesional, berintegritas, dan berakhlak mulia.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Proses Pembuatan ID Mushola An Naja di KUA Karanganyar Berjalan Lancar

Dirun sebagai operator Simas memberikan ID Mushola kepada Jamal pengurus Mushola An Naja Desa Maribaya. Dokumentasi : Tim Media Sinar KUA Ka...